Goaßschnalzen, Tradisi Seni Cambuk Bukan Untuk Menyakiti, Penasaran?

Apakah anda bisa memperhatikan tradisi seni tersebut?

Siapa yang tak kenal cambuk? Cambuk menjadi salah satu pilihan hukuman tertua di dunia yang menurut saya sangat menyakitkan. Siapa pun akan menderita karena mengalami hukuman cambuk. Sakit karena sambitan cambuk memang tak terkalahkan. Itu sebab di Jerman sudah tak ada hukuman cambuk lagi bagi para pelaku kriminalitas. Tetapi cambuk masih ada sebagai tradisi, seni yang menghibur warga.

Dari kejauhan suara cambuk begitu bergema tetapi tidak ada orang yang dicambuk. Justru suara cambuk beradu dengan suara musik harmonika. Saya dan suami semakin mendekat dan penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi. Tampak sebagian orang menyaksikan pertunjukan seni tersebut. Beberapa orang mengabadikannya lewat telepon pintar mereka. Saya pun jadi ikut memotret aktraksi mereka.

Suara cambuk itu berirama mengikuti iringan musik yang menyertainya. Ada beberapa yang memainkannya dengan berpakaian kebesaran khas orang Bayern sambil membawa cambuk. Mereka menggerakkan cambuk mengikuti irama. Ini adalah pertunjukkan whipcracking, dalam istilah internasional sedangkan dalam bahasa Jerman pertunjukkan ini disebut Goaßlschnalzen.

Cambuk diayunkan menghasilkan irama, sementara ada orang yang memainkan musik harmonika?

Goaßlschnalzen bisa dikatakan hobi atau minat dimana sekelompok orang berkumpul bersama dan membentuk pertunjukkan. Ada pula yang mengatakan ini adalah tradisi seni yang pernah ada dari dulu, dengan tujuan menghibur. Selebihnya mengatakan Goaßlschnalzen adalah olahraga yang ada di masyarakat sekitar pegunungan Alpine seperti Jerman bagian selatan dan Austria. Tetapi rujukan lain juga mengatakan tradisi ini ada juga di Hungaria dan belahan bumi lain seperti Inggris misalnya.

Tetapi apa sebenarnya Goaßlschnalzen itu?

Goaß” dalam dialek Bavaria adalah cambuk dan “Schanalzen” mengacu pada suara keras yang muncul dari cambuk tersebut. Dahulu keterampilan Goaßlsnalzen dimiliki para penunggang kuda, seperti rodeo begitu sebagai petunjuk bahwa kereta kuda datang memasuki suatu desa. Cambuk ini sesungguhnya tidak benar-benar memukul kuda untuk berjalan, tetapi membentuk suara irama yang pecah sehingga menarik perhatian. Ini yang disebut seni menghibur. Keterampilan yang membutuhkan ketepatan irama dan kemampuan motorik ini dikenal menjadi latihan yang kompetitif.

Untuk Goaßlschanalzen yang kompetitif, konon ada kejuaraan seperti cabang olahraga di beberapa belahan dunia lainnya. Sementara di Bavaria, tradisi seni ini ditampilkan saat ada volkfest seperti yang saya tonton baru-baru ini di Bad Füssing. Di Bavaria sendiri tumbuh perkumpulan Goaßlsnalzen yang masih eksis sampai sekarang.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Maibaumkraxeln, Tradisi 1 Mei di Jerman dan Austria

A labor day has been celebrated on 1 May in Indonesia and some countries over the world. In order to festive that day, I found the unique tradition in Germany and Austria. As known Maibaum nor Maypole has a long tradition to be marked as labor day then placed on center of city. People around came and celebrated around the Maypole. Not only that, another tradition made competition to climb Maypole. This a reason to call it “Maibaumkraxeln” another deutsch words.

And what is your tradition on Labor day?

Maibaum terpasang di pusat kota Schärding, Austria.

1 Mei dijadikan hari libur nasional di Indonesia. Demikian pula di Jerman, 1 Mei disebut “Tag der Arbeit” dimana tanggal tersebut dijadikan hari libur nasional. Pada tanggal tersebut, ada juga istilah yang menyebut Maifeiertag

Apa yang menarik di tanggal ini?

Kemarin Senin sebelum libur, saya sempat diskusi dengan berbagai teman multi bangsa di sini. Ternyata tidak semua negara juga menjadikan 1 Mei sebagai libur nasional. Beberapa negara mengamini bahwa tanggal 1 Mei libur, sebagian lagi tidak. 

Topik obrolan adalah kebiasaan atau tradisi yang dilakukan untuk merayakan hari pekerja internasional di tiap negara. Saat seseorang bertanya pada saya, “Apa yang biasa dilakukan orang-orang di Indonesia pada 1 Mei?” Jika anda mendapatkan pertanyaan tersebut, apa jawaban anda?

Di Jerman ada tradisi, Maibaumkraxeln. Dari asal kata “Baum” adalah pohon maka ini semacam pohon yang dibuat istimewa dengan puncaknya yang harus didaki oleh beberapa orang. Saat saya diperlihatkan gambarnya oleh teman asal kota kecil di Austria, saya katakan ini mirip lomba panjat pinang saat perayaan hari kemerdekaan RI. Ya ‘kan? 

Maibaum adalah pohon cemara yang tinggi. Diamplas halus batang pohonnya dan diberi hiasan. Maibaum diletakkan di pusat kota. Lalu ada tradisi dimana semacam kompetisi antar pekerja untuk tiba di puncak pohon. Pemenang adalah orang pertama yang bisa meraih puncak dengan membawa bendera dalam waktu tercepat dan mengalahkan yang lainnya. Di sekitar pohon tersedia makanan dan minuman tentu saja bir. Orang-orang bersuka ria karena libur kerja. Ada juga yang menari dan bernyanyi bersama.

Karena penasaran dengan tradisi ini, kemarin saya melipir ke Austria, kota teman saya tersebut. Ternyata saat saya datang, kompetisi sudah selesai namun maibaum tetap terpasang. Jadi saya tidak dapat menyaksikan kompetisi yang dimaksud. Di pusat kota, dijadikan biergarten dan kumpul-kumpul para pekerja. Sebagian pekerja lainnya ada yang melakukan makan bersama barbeque di suatu tempat. Sebagian lagi memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. 

So, mungkin berikutnya akan ada ulasan lebih lengkap lagi jika saya tidak melewatkan tradisi maibaum. 

Bagaimana dengan anda sendiri? Apa yang anda lakukan pada 1 Mei kemarin?

Osterlamm dan Tradisi Paskah Lainnya 

According to the tradition, Easter in Germany is celebrated with special treats such as bunnies chocolate, cakes baked in shaped of lamb and boiled eggs in colourful. Since I was a kid who always celebrates Easter in Indonesia, I have known boiled eggs to be painted and coloured as interested thing. Eggs as symbol of Easter is identified as new life and for sure Easter brings new life. 

At least I learned that every country has different ways to festive Easter, including Germany. We are still on public holidays, Easter Monday. 

Again Happy Easter!

***

Bunnies chocolate and boiled eggs in painted.

Di Bavaria, Jerman memiliki mayoritas penduduk beragama Katolik. Saya mengambil sudut pandang subjektif dan hasil pengamatan semata. Sebagai contoh saat saya menghadiri misa Paskah di hari Minggu kemarin. 

Apa saja tradisi yang menarik?

1. Kue Osterlamm

Salah satu kue Osterlamm.

Saya lihat sebagian ibu-ibu, artinya tidak semua umat membawa keranjang yang cantik. Keranjang itu berisi kue. Saya penasaran, apa isinya? Saya tanya pada suami. Rupanya itu adalah kue Osterlamm. Osterlamm berbentuk figur domba. Kuenya berasa manis dan ada pula yang sudah dibungkus dengan cokelat sekelilingnya. Itu semua tergantung selera. 

Osterlamm mengambil simbol domba, yang dimaknai sebagai domba paskah yakni Yesus sendiri. Yesus telah mengurbankan dirinya dengan wafat di kayu Salib. Di Perjanjian Lama, domba menjadi hewan persembahan. Kini Yesus menggenapinya, dalam Paskah yang dirayakan.

Para ibu yang membawa kue Osterlamm ke Gereja berharap mendapatkan berkat untuk dibawa pulang ke rumah. Kue tersebut menjadi simbol perayaan makan bersama keluarga dan kerabat. Meski ini bukan keharusan atau kewajiban, hanya tradisi yang masih dilakukan sebagian orang. Saya dan suami membelinya di kafe seharga lebih dari 4€ untuk kue original. Mungkin yang berasa cokelat berharga lebih mahal.

2. Osterkerze atau Lilin 

Lilin juga menjadi bagian dari liturgi Gereja Katolik pada malam Paskah atau Sabtu Suci. Lilin paskah diberkati dan dinyalakan sebagai lambang Kristus yang telah wafat membawa terang bagi dunia. Kematian dilambangkan sebagai kegelapan. 

Lilin paskah yang diberkati juga menjadi tradisi di masyarakat untuk dibawa pulang ke rumah. Sebagian lagi ada yang meletakkannya di kubur para leluhur mereka. Paskah juga menjadi tradisi bagi mereka untuk mengunjungi makam para leluhur. 

3. Telur berhias 

Telur berhias juga mewarnai perayaan Paskah. Saya dan suami mendapatkan masing-masing satu telur berhias yang dibagikan para ibu di depan Gereja. Lalu apa maknanya telur?

Telur adalah awal kehidupan. Sebagaimana Paskah yang datang sekitar awal musim semi. Di musim semi, kehidupan baru dimulai. Ini hanya simbol yang dimaknai agar Paskah menjadi awal kehidupan baru. 

4. Cokelat berfigur kelinci 

Sebagaimana pertanyaan kemarin, mengapa figur kelinci selalu ada saat perayaan Paskah, pada artikel di sini. Berikut saya jelaskan sependek pengetahuan saya. 

Memang dunia industri menjadikan figur kelinci menjadi makanan atau dekorasi yang biasanya muncul saat menjelang Paskah. Sejak saya mengenal tradisi Paskah di Indonesia, saya hanya tahu telur berhias saja. Di Jerman, saya mendapatkan cokelat berfigur kelinci dari kolega. 

Cokelat selalu mudah ditemukan dalam kebiasaan masyarakat di sini, tidak hanya saat Paskah. Sesuatu yang manis yakni cokelat atau permen diberikan kepada mereka yang dikenal baik. Lalu berfigur kelinci, mengapa?

Bagi masyarakat di sini, seperti Jerman yang merayakan empat musim maka kelinci diyakini sebagai hewan pertama yang muncul sebagai awal datangnya musim semi. Sementara Paskah memang jatuh sekitar awal musim semi. 

Dengan begitu, Paskah sebagai tradisi mengawali kehidupan yang baru. Karena musim semi adalah ketika kehidupan baru lahir di alam. Kelinci pun jadi hewan pertama yang melompat dan keluar. Musim dingin tentu tidak akan mudah menemukannya di luar.

Kesimpulan

Demikian hasil pengamatan saya di sini. Pastinya tiap negara punya tradisi masing-masing dalam merayakan hari raya keagamaan. Semoga bermanfaat!

Tradisi Rayakan Kelahiran Bayi di Bavaria, Jerman

According to the culture, every place has own ways to celebrate baby born. In order to demonstrate the good news of baby born to everyone, the tradition should be clearly shown up upfront the house.

This article is aimed to the readers in Indonesia regarding the tradition in Bavaria, Germany. This local wisdom is totally unique to be understood as life values and amazing ways to announce happy news.

As known, three ideas as mentioned in down in Bahasa Indonesia are (1). The stork made by wood in front of house. Based on the legend, the stork brought a baby on stork’s beak. A stork meant a life symbol. (2). The family plant a tree in garden. A plant meant also life symbol. (3). The last is fancy idea I thought. They display baby clothesline. If a baby born is boy, they dominated clothes that coloured by blue. In contrary when a baby is girl, surely those dominated by pink coloured.

Any thoughts?

***

In bahasa Indonesia.

Tiap negara punya kebiasaan dan tradisi masing-masing dalam menyambut bayi yang baru lahir. Saya memperhatikan kedua orangtua yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda pun demikian dalam menyambut kelahiran bayi.

Percaya atau tidak tradisi merayakan kelahiran seorang bayi pun nyatanya masih dipelihara dan dilakukan di Jerman, tepatnya di wilayah Bavaria. Jerman secara keseluruhan punya beragam tradisi, namun Jerman bagian selatan ternyata cukup unik menyambut kehadiran anggota keluarga yang baru lahir.

Setidaknya saya mencatat tiga hal yang menjadi tradisi menyambut kelahiran bayi berdasarkan hasil pengamatan saya di sini. Seperti yang pernah saya ceritakan tentang seorang kolega yang baru saja melahirkan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/28/a-story-how-to-find-the-adorable-newborn-baby-gifts/

1. Memasang burung bangau buatan di depan rumah.

Burung Bangau di depan rumah.

 

Di rumah lain yang merayakan kelahiran bayi pun demikian.

 

Ada sebuah legenda di Bavaria begini “der storch bringt ein baby.” Legenda ini diciptakan saat seorang anak ingin tahu dan bertanya bagaimana saya bisa datang ke dunia. Untuk menjawab pertanyaan anak, orangtua pun menceritakan legenda bahwa seekor burung bangau telah meletakkan bayi dalam paruhnya dan membawa bayi itu ke rumah. Itu adalah si anak.

Jika dulu saat saya masih kanak-kanak, saya percaya apa yang dijelaskan oleh ibu saya. Bahwa saya dibuat dari adonan tepung seperti layaknya kue. Entah mengapa saya benar-benar mempercayai itu hingga duduk di bangku sekolah dasar. Begitulah, masing-masing budaya punya kebiasaan tersendiri untuk menjelaskan kehadiran seorang bayi.

Berdasarkan legenda burung bangau tersebut, di wilayah Bavaria akan ditemukan rumah-rumah yang memasang burung bangau kayu untuk merayakan kelahiran bayi. Jadi jika anda menemukan burung bangau kayu dipasang di dekat pagar rumah, artinya ada seorang bayi baru lahir.

Demikian juga ada perayaan syukuran yang dilambangkan dengan burung bangau. Atau kartu ucapan kelahiran bayi pun bisa saja bergambar burung bangau.

2. Menanam sebuah pohon (tanaman).

wp-image-408864859
Hadiah tanaman kepada kolega yang baru saja melahirkan.

Seorang kolega baru saja melahirkan, seorang teman bermaksud membuat kolekte uang untuk memberikan hadiah. Saya pun setuju. Di akhir penyerahan hadiah, saya kaget ternyata hadiahnya adalah tanaman.

Tanaman yang kelak tumbuh menjadi pohon memberikan lambang kehidupan. Bahwa semua berawal dari hal terkecil untuk menjadi besar. Perlu diberi pupuk, dirawat dan disiram agar berkembang baik. Demikian pula dalam kehidupan seorang anak.

Ada orangtua yang menanam tanaman di halaman atau kebun rumah saat anaknya baru lahir. Pohon akan diingat dan juga memberi makna tentang sebuah kehidupan.

3. Memasang jemuran berisi popok dan pakaian bayi.

Ilustrasi jemuran pakaian bayi.

 

Tradisi ini katanya sudah jarang dilakukan mengingat kebanyakan orang Jerman di sini sudah tidak lagi menjemurkan pakaian lagi. Mereka punya mesin cuci yang cukup mengeringkan pakaian. Jika perlu, jemur pakaian pun di tempat tertentu dan tidak terlihat seperti jaman dulu. Apalagi di musim dingin, bagaimana bisa menjemur pakaian? Ini kali jadi alasan sudah tidak lagi menjemur pakaian di luar.

Menurut suami saya, menjemur popok dan pakaian bayi di halaman rumah menunjukkan bahwa seorang bayi baru saja lahir. Jika popok dan pakaian bayi didominasi warna biru maka anak yang lahir adalah anak laki-laki. Sebaliknya jika didominasi warna merah muda (pink) maka anak yang lahir adalah anak perempuan.

Begitulah hasil pengamatan saya di sini. Bagaimana pengalaman anda saat menyambut bayi yang baru lahir?

A Gift from A Good Friend in Nicholas Day

Saint Nicholas.

The wrapped chocolate figure of Saint Nicholas.


Do you know Saint Nicholas? Since I was a kid in Indonesia, I only knew “Sinterklas” as Saint Nicholas who always brings a lot of gifts for children on Christmas Day.

Last week, I have got a gift from colleague in class. He gave me a special gift due to Saint Nicholas day. In Germany we known “der Heilige Nikolaus” or “der Nikolaustag” that aimed to celebrate Saint Nicholas in traditionally Catholic Church over the most Catholic region, Bavarian. The characters of Saint Nicholas is identified as Santa Claus who always brings gifts to good person during Christmas season.

This custom happening in Germany is on 6th December that festives Saint Nicholas through giving a gift to good friends or colleagues. What do they give commonly? The most they give you ‘something sweet’ such as chocolate. That’s why you can find many chocolates in figure of Saint Nicholas in supermarket recently. The other options, they may give special gift that happened to me last week.

According to the legend in Bavaria, children put the wishing letter that contains something gift on their socks or shoes. They believe Saint Nicolas will respond to meet up their wishing when they behave as good kids. I have no idea that could be associated with giving a gift to good friends or colleagues.

In my paper gift, I have got a wrapped chocolate figure of Saint Nicholas and novel in Deutsch word. I figured out this good friend really known that I am still learning deutsch as Germany language. Unfortunatelly, I didn’t give him a gift because I have no idea regarding Saint Nicholas Day. As I knew, I will give a gift later on Christmas day to certain and special person such as spouse, family and best friends.

So, do you have any experiences in connecting with Santa Claus? Share your idea in comments!

*****

In Bahasa Indonesia

Hadiah dari teman baik.

Cokelat berbentuk Sinterklas dijual di supermarket.



Tanggal 6 Desember dalam tradisi Gereja Katolik adalah perayaan Santo Nikolaus. Di Jerman, tradisi perayaan Santo Nikolaus menjadi sesuatu yang istimewa. Nama perayaan ini disebut “der Heilige Nikolaus” atau “der Nikoloustag”. Mengingat figur ini identik dengan Sinterklas, sosok yang selalu muncul di kala Natal tiba.

Apa yang anda ingat tentang Sinterklas?

Di Indonesia, saat saya masih kecil. Orangtua selalu membawa saya ke perayaan Natal khusus anak-anak di Gereja. Dimana saya dipertemukan dengan figur Sinterklas yang terkenal baik hati. Dia selalu menyiapkan hadiah asalkan saya berjanji bisa menjadi anak yang baik.

Kembali ke legenda di Jerman. Di Jerman, anak-anak sibuk menyiapkan surat kepada Santo Nikolaus dan menyelipkannya di kaus kaki atau sepatu. Mereka berharap bahwa Santo Nikolaus akan memenuhi harapan mereka asalkan mereka sudah menjadi anak yang baik. Alhasil saya mendengar teman-teman saya di sini sibuk membantu anak-anak mereka menyiapkan perayaan Santo Nikolaus di sekolah, terutama di taman bermain (TK).

Namun saya juga tidak menyangka, seorang teman kelas memberikan saya hadiah. Di dalam tas hadiah bergambar Santo Nikolaus itu, saya mendapatkan cokelat yang terbungkus figur Santo Nikolaus dan sebuah novel yang dibungkus indah. Mungkin teman saya tahu bahwa saat ini saya sedang belajar bahasa Jerman.

Apa yang diharapkan orang-orang Jerman, terutama di wilayah Bavaria yang mayoritas memeluk Katolik? Mereka berharap sesuatu yang manis seperti cokelat. Itu sebab saya menemukan ragam cokelat di supermarket sejak akhir November. 

Tak hanya cokelat, anda juga bisa memberikan sesuatu yang lain seperti yang saya dapatkan. Bahkan suami saya juga mendapatkan hadiah dari rekan kerjanya, cokelat dan krim cukur untuk pria.

Bagaimana pengalaman anda yang lain soal hadiah di hari Natal?

Menjelang Advent Pertama: Pernak-pernik Tradisi di Jerman

Due to first Sunday of Advent on 3rd December in this year, some people start to prepare the goods in related with tradition in Advent. 

Advent is a religious tradition that held by Catholic people over the world, including in Germany. Advent is also a period during first week to fourth week to lead up Christmas. This customs in Germany is celebrated yearly by people beyond tradition including the hectic and business ideas. Here the things are to be marked the first Sunday of Advent beginning in Germany. This followed explanation is still in Bahasa Indonesia, how to describe the goods on the first Sunday of Advent week in Germany.

wp-image-1451980984Supermarket sudah berhias diri dengan berbagai dekorasi Natal.

Lilin Advent pun sudah mulai dijual. 

 

Bagi umat Katolik, hari minggu depan, 3 Desember 2018 adalah minggu Advent pertama. Seluruh Gereja Katolik di dunia menyambut masa Adven dengan berbagai tradisi, seperti yang dialami di Jerman dengan pernak-perniknya yang sudah dijual sejak Oktober lalu. Sebagian orang di Jerman sudah heboh mempersiapkannya. 

Kira-kira bagaimana penyelenggaraan Advent pertama di wilayah Bayern, yang bermayoritaskan Katolik?

1. Kalender Advent

Ada angka 1 hingga 24, semacam kotak jendela, bisa dibuka di dalam ada coklat.

Kalender Advent versi lain.

Kalender Advent ini sudah mulai menghiasi rumah-rumah di sini. Ini sebenarnya hanya seperti kalender biasa yang terdiri dari tanggal 1 hingga 24, yakni peristiwa menjelang Natal, dibuat menyerupai jendela. Setiap hari sesuai tanggal, jendela dibuka begitu seterusnya hingga tanggal 24. Namun yang menarik adalah kini kalender Advent dihiasi permen atau coklat. Ini yang membuat semarak dan meriah bagi anak-anak. Setiap anak mendapatkan satu kalender Advent dari orangtua. Orangtua biasanya mengajari anak-anak untuk membuka jendela pada kalender Advent setiap hari sesuai tanggal dan memakan coklat atau permen yang tersembunyi. Anak dilatih bersabar hingga menjelang Natal jika ingin mendapatkan hadiah Natal dari orangtua. Menarik bagi anak-anak tentunya!

2. Lilin Advent (Adventkranz)

Lilin Advent kreasi sendiri. 

Lilin Advent yang dijual.

Di setiap Gereja Katolik sudah menyalakan satu lilin pada minggu pertama Advent. Begitu seterusnya hingga minggu keempat, menjelang Natal. Total ada 4 lilin sebagai simbol empat minggu menjelang Natal. Sebagai bangsa yang family oriented, Jerman pun membuat hal serupa di rumah masing-masing. 

Bermula dari tradisi di Köln sekitar abad 19, tradisi penyalaan lilin Advent pun akhirnya diikuti di setiap rumah. Meski kini ada juga rumah-rumah yang tak memasang lilin Advent karena sudah disatukan dengan penyalaan lilin di Gereja. Tak masalah!

Dulu penyalaan lilin Advent diawali dengan berdoa bersama dalam keluarga, sebagai ucapan syukur. Lalu mereka akan menyantap makanan bersama dan disertai glühwein, untuk menambah kehangatan dalam keluarga.

3. Kue Natal dan Glühwein

Stollen, roti berisi buah-buahan.

Kue Natal yang bervariasi dan terlihat enak ini sudah dijajakan sejak Oktober. Wow! Kue Natal yang terkenal seperti Lebkuchen, kue jahe atau Stollen, roti yang berisi buah-buahan di dalam. Ada juga kue yang terbuat dari almond dan gula tabur. Bahkan ada juga kue-kue coklat yang menyerupai dekorasi Natal.

Glühwein ini semacam minuman yang hangat di tenggorokan dan sedikit beralkohol. Ini minuman tradisional kala musim dingin datang di wilayah Jerman. Kadar alkohol di dalam minuman ini tak banyak. Minuman ini sering dijual di kedai-kedai malam yang menghiasi perayaan menjelang Natal.

4. Pasar Malam menjelang Natal

Pasar musiman ini biasa disebut Weihnachtsmarkt, yang menghiasi semarak kota menyambut Natal. Pasar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan menyiapkan Natal seperti kue-kue, minuman, dekorasi Natal hingga hadiah Natal. Ada pula yang menyebut pasar musiman ini Christkindlmarkt. Pasar ini sesungguhnya akan digelar pada minggu pertama di bulan Desember, namun beberapa kota besar sudah ada yang memulai lebih awal.

5. Hiasan Natal di area publik

Salah satu toko yang masih tutup saat siang hari, disitu tertulis menyediakan glühwein juga. Di samping toko, ada pohon cemara besar sebagai atribut Natal dan di atas bergantung dekorasi Natal seperti bintang bila malam hari akan berkelap-kelip menghiasi malam.

Pohon cemara berhiaskan atribut Natal menghiasi berbagai area publik.

Petugas pekerjaan umum sedang memasang dekorasi Natal di jalan, terpaksa mobil diberhentikan sementara.

Memasuki Advent pertama, tiap kota pun sudah menghiasinya dengan pohon cemara sebagai simbol tradisi Natal. Pohon cemara besar dengan lampu kemerlap menghiasi malam yang dingin di Jerman. Di jalan-jalan bahkan ada yang membuat dekorasi bintang yang bergantungan. Tak hanya itu, sama seperti di Indonesia semua supermarket dan pusat perbelanjaan menghiasinya dengan atribut dan dekorasi Natal.

Kesimpulan

Natal membawa keceriaan, orang diajak untuk kembali pada makna keluarga, bersemainya kehidupan pertama seorang manusia. Advent adalah empat minggu persiapan menjelang Natal. Pernak-pernik di atas adalah bagian dari tradisi, yang berbeda jika didapati di tiap negara lain misalnya. Jerman pun tak kalah meriah menyambutnya.

Bagaimana pemandangan anda sendiri tentang Minggu Advent pertama di tempat tinggal anda?

Selamat berhari Minggu!❤

Penang, Malaysia: Ritual Menjelang Kremasi ala Tionghoa

Dipimpin oleh seorang Biksu, bersembahyang sebelum dilakukan upacara kremasi.

Menjelang upacara kremasi.



Cerita traveling masih seksi, meski kunjungan ke Penang sudah lama. Saya ceritakan kembali karena berkaitan dengan artikel tradisi Allerheiligen di Jerman. Tiap tempat ada budaya dan tradisinya masing-masing. Tugas saya sebagai pendatang mengamati dan berbagi pengalaman, termasuk upacara kremasi menurut tata cara Tionghoa.

Di Penang saya berkenalan dengan seorang teman asal Jerman. Dia sudah lebih dulu tinggal di Penang sebagai turis. Karena saya tidak bisa menuju ke Hat Yai, Thailand dikarenakan tiket mini van habis saat lebaran maka saya pun bingung, tak ada agenda yang bisa dilakukan di Penang. Teman saya, orang Jerman ini kemudian membawa saya berkeliling kota Penang, termasuk menemani dia mendokumentasikan upacara menjelang kremasi yang kebetulan dekat dengan hostel, tempat menginap.

Hotel kami memang berada di pusat kota tua Penang yang juga paling banyak dihuni oleh etnis Tionghoa. Teman saya rupanya tertarik untuk datang ke upacara kremasi. Bagi saya ini menjadi menarik juga karena saya belum pernah melihatnya di Indonesia. 

Kerabat yang datang bersembahyang dan memasang dupa untuk mendoakan jenazah. 

Upacara simbol pembakaran di depan rumah kedukaan.

Saya dan beberapa turis ikut serta, tampak berbaju putih dan baju merah adalah turis dari Belanda.

Ini upacara menjelang kremasi sebagai simbol kepada Dewa Api. Api terus menyala dan dipantau beberapa orang agar nyala api tetap terkendali.

Keesokan hari persiapan di rumah kedukaan  sebelum dilakukan kremasi.

Mengapa dilakukan kremasi? Itu pertanyaan saya dan teman saya pada salah seorang yang berada di sana dalam bahasa Inggris. Kremasi adalah keyakinan mereka dan juga atas permintaan si almahurm. Sebelum dilakukan kremasi, jenazah masih disimpan di rumah kedukaan untuk memberikan kesempatan penghormatan terakhir kepada kerabat dan sanak saudara. 

Karena acaranya sudah sore menjelang malam hari, tak banyak yang bisa saya amati selain saya ingin tetap menghormati keluarga yang kedukaan. Tampak di rumah duka, ada seorang Biksu memasang dupa dan bersembahyang. Semua orang tampak bersembahyang bagi jenazah yang akan dikremasi. Beberapa turis tampak mengamati dan mendokumentasikan upacara ini, termasuk saya dan turis dari Eropa. 

Setelah bersembahyang, di depan sekitar jalan yang sepi, dekat dengan rumah duka dilakukan pembakaran pernak-pernik yang semuanya berwarna emas. Saya tidak tahu itu apa. Seorang bapak juga meminta kami ikut serta menaburkan pernak-pernik ini untuk dibakar. Sayangnya beliau tak bisa berbahasa Inggris atau Melayu sehingga saya tidak tahu apa maknanya. Namun ini bukan pembakaran jenazah yang dimaksud. Katanya ini simbol sembahyang kepada Dewa Api yang akan melindungi krematorium.

Keeksokan harinya baru dilakukan upacara kremasi. Namun saya tidak ikut serta upacara tersebut, hanya menyaksikan di rumah duka persiapannya. 

Begitulah tradisi pemakaman yang saya ketahui. Saya ingat teman kerja saya dulu di Jakarta, dia seorang Katolik namun sebelum beliau meninggal meminta agar dikremasi. Dia divonis kanker dan sudah memberikan mandat terakhir menjelang ajalnya. Tetapi memang tidak ada upacara seperti di atas. Hanya misa pemberkatan jenazah dan selanjutnya kremasi. Ternyata kremasi tidak melulu soal kepercayaan, ada juga pilihan jika sudah diamanatkan sebelumnya.

Selalu ada pengalaman menarik dari traveling, itu yang saya petik ketika saya kehabisan tiket mini van menuju Thailand. Saya pun jadi mengeksplorasi kota Penang sesaat. 

Baca https://liwunfamily.com/2015/01/28/berkunjung-ke-pulau-pinang-penang-malaysia/

Apakah anda punya pengalaman serupa? 

Tradisi Rayakan Nama Babtis di Jerman

Seperti tradisi ulangtahun pada umumnya, nama babtis juga dirayakan sesuai penanggalan. Sumber foto: Dokumen pribadi

Bagi anda yang menyandang nama babtis, coba telusuri lagi di kalender liturgi kapan perayaan nama santo/santa yang anda sandang!

Adalah negara Jerman yang saya kenal berdasarkan tradisi keluarga suami karena kami katolik, maka ada perayaan ulangtahun untuk nama babtis. Jadi mereka akan serempak berkata “alles Gute zum Namenstag!” yakni ucapan untuk rayakan nama babtis. Ucapan tersebut tentu mirip dengan ucapan ulangtahun biasa yakni, “alles Gute zum Geburtstag!” Tentang tradisi ulangtahun bisa di lihat di sini.

Dahulu orangtua memilihkan nama babtis sesuai tanggal kelahiran anaknya. Namun ini tidak mutlak. Ada orangtua yang memilihkan nama babtis dengan alasan tertentu. Seperti sekarang tradisi rayakan nama babtis sudah jarang dilakukan di Jerman, hanya golongan tertentu seperti mertua saya yang masih melakukan. Jadi mertua hafal betul nama babtis dan tanggal dirayakan untuk anak-anaknya. Di Bayern saya melihat masih ada keluarga yang merayakan tradisi ini. Meski kini tradisi ini sudah tidak populer lagi.

Tradisi apa yang dilakukan untuk rayakan nama santo/santa pelindung?

Seperti layaknya hari ulangtahun, biasanya akan ada kue ulangtahun, lilin dan doa bersama. Apalagi mereka yang nama babtisnya sama maka biasanya akan merayakan bersama-sama. Lalu pemberian ucapan selamat, termasuk kartu ucapan kepada mereka yang merayakannya.

Nama babtis saya adalah Anna, yang dirayakan setiap tanggal 26 Juli, di Jerman banyak juga yang bernama Anna. Semua yang bernama Anna akan merayakannya. Dalam misa harian pastinya dirayakan oleh Gereja, jika sempat maka saya akan datang ke Gereja.

Maksud tradisi ini agar mereka yang menyandang nama pelindung akan mendapatkan berkat untuk hidup seturut teladan nama babtis yang disandangnya. Seperti ucapan berikut,Möge Dein Name Dich stets daran erinnern, dass Du nie allein bist: Gottes Licht strahlt zu jeder Zeit über Dich und erleuchtet jede Dunkelheit. Alles Gute zum Namenstag!

Jleb, makna ucapannya dalam ya? Semoga bermanfaat!