Mesir (15): 3 Sovenir Wajib Buat Turis

Parfum dan botol parfum dari Mesir.

Berburu sovenir bisa jadi agenda anda saat traveling. Ada turis yang menyisipkan anggaran untuk membeli sovenir, tetapi ada juga yang sama sekali tak tergiur membeli sovenir. Ada turis yang membeli sovenir untuk keperluan sendiri, semacam koleksi dan dekorasi pribadi, namun ada juga yang membeli sovenir untuk orang lain. Jadi pembelian sovenir bisa bermacam-macam sesuai kebutuhan dan tujuan.

Tiap negara yang jadi tujuan wisata juga punya keunikan sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Misalnya, cokelat bisa jadi identik sebagai sovenir yang wajib dibawa pulang bila berkunjung ke benua biru. Lebih spesifik lagi misalnya saat saya pergi ke Seoul, Korea Selatan. Dimana kami sebagai kelompok turis diagendakan berkunjung ke pabrik gingseng. Kunjungan ke pabrik gingseng setelah saya selesai trip ke DMZ perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.

Nah, bagaimana dengan Mesir? Berikut saya kasih 3 contekan sovenir yang diagendakan oleh agen tur kami selama di Mesir.

1. Papirus

Papirus terindah yang pernah saya lihat dan penuh makna.
Batang tanaman air untuk menjadi papirus.
Pusat industri papirus di Luxor.

Seni menulis atau melukis di atas media papirus memang menjadi keahlian bangsa Mesir sejak dulu kala. Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Mesir telah mengenal komunikasi tertulis (hierogliph) sebagai bukti peradaban yang lebih maju.

Papirus sebenarnya lebih pada tanaman yang tumbuh di perairan. Dengan sedikit olahan dan teknik maka papirus bisa menjadi media untuk mendokumentasikan informasi, semacam kertas yang kita kenal seperti sekarang. Papirus juga bisa digunakan seperti kanvas yang menjadi karya yang indah.

Kami datang ke pabrik papirus yang asli, original dan memang layak untuk dibawa pulang. Letak pabrik sekaligus penjualannya ada di Luxor. Pertama kami datang langsung diberi demontrasi bagaimana membuat papirus mulai dari tanaman hingga menjadi media kertas atau kanvas. Kami juga diperlihatkan perbedaan papirus asli atau palsu. Kemudian berbagai papirus silahkan dibeli sesuai minat anda. Tetapi memang perlu dipertimbangkan harganya karena semakin sukar dibuat, tentu harganya pun semakin mahal.

Untuk pembayaran, pembeli bisa menggunakan electronic card. Jika tak membawa uang, kita juga bisa membayar saat nanti di kapal pesiar. Sedangkan pengemasan papirus benar-benar bagus sehingga tak menyulitkan saat dibawa pulang.

2. Batu granit

Batu granit murni, belum diolah.
Pusat kerajinan batu granit di Luxor.
Tampak pekerja batu granit olahan yang sangat ramah dan menghibur.
Contohnya yang dijual.

Sovenir kedua adalah saat kami berada di Luxor. Jika anda bisa menyimak cerita traveling saya, anda akan tahu bahwa kota Luxor itu kaya akan batu granit.

Kami mampir di pusat industri batu granit yang menyerap banyak tenaga kerja. Di sini kami bisa melihat olahan batu granit yang memang punya keunikan dan kekuatan tersendiri. Batu granit bisa dibentuk bermacam bentuk mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga dekorasi rumah. Semua tergantung selera dan kocek anda.

Sebagai turis, kita perlu tahu mana batu granit asli dan bukan (=tiruan). Oleh karena itu, turis perlu datang ke tempat yang tepat.

3. Parfum

Sovenir terakhir adalah parfum. Sebagaimana cerita saya sebelumnya soal kota Assuan atau Aswan bahwa kota ini menjadi pusat parfum dunia. Tak heran jika anda berkunjung ke Mesir maka anda wajib membelinya. Assuan telah menjadi pasar utama parfum dunia sejak ribuan tahun. Di pusat industri parfum, anda akan menjumpai aneka wewangian ternama yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan alami, yang berasal dari Assuan atau Aswan.

Rupanya Assuan atau Aswan menghasilkan tumbuh-tumbuhan tidak hanya sebagai parfum saja, melainkan aromatherapi hingga essential oil untuk penyembuhan seperti minyak kayu putih misalnya. Orang Mesir percaya bahwa aroma bisa membantu penyembuhan semisal anda merasa tidak enak badan, flu dan kedinginan maka bisa menghirup aroma mint beberapa tetes di dalam air.

Bahkan parfum yang semula bukan disemprotkan, tetapi cukup diberi di beberapa titik tubuh membuat awet wanginya. Dan Mesir adalah negeri pertama pembuat botol parfum yang memang menurut saya, tak banyak yang tahu bagaimana memakai parfum sesungguhnya.

Soal harga, saya yakin bahwa anda tahu bahwa parfum itu memang berharga fantatis. Tetapi parfum di sini asli, tanpa campuran dan memang layak dimiliki.

So, anda sendiri ingin sovenir apa dari Mesir?

Advertisements

Passau, Jerman (2): Kota Persinggahan Para Turis 

Mereke mengatakan Passau adalah Venice-nya Bavaria.


Artikel sebelumnya, saya membahas bagaimana kota Passau yang terletak di Lower Bavaria ini dikenal sebagai Kota Tiga Sungai yakni Ilz, Danube dan Inn. Ya, kota ini dilalui oleh tiga sungai yang berbeda. Begitu indahnya, hingga anda bisa melihat bagaimana kapal ferry mendarat dan singgah di sini hanya untuk berwisata.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/15/passau-jerman-kota-bertemunya-tiga-sungai-nan-indah/

 

IMG_20140122_221132
Foto diambil Saat musim panas.

 

Jika musim panas, saya akan menjumpai banyak turis datang dengan kapal ferry lalu mengeksplorasi keindahan kota ini yang tak luas. Di musim dingin seperti ini, banyak orang lebih menjadikan kapal ferry sebagai area romantis untuk makan malam di kapal sembari menikmati romansa malam. Saat ditawari suami, saya masih berpikir ulang. Mungkin saya akan coba di lain waktu saat musim panas. Kota ini menjadi persinggahan turis berbagai negara.

Keindahan lainnya yang masih terpelihara adalah jejak kota tua yang masih lestari dengan bangunan lama bergaya baroque di sekitar. Indah memenuhi kota lama. Di sana banyak dijumpai toko dan kafe/restoran. Beberapa kali saya singgah di kafe dan mengamati orang lalu lalang dengan berbagai keperluan. Ini layaknya seperti turis saja, meski kali ini saya bukan turis.

Jika anda membaca sejarah Passau, anda juga pasti mengenal tokoh legenda Hitler yang juga pernah tinggal bersama keluarganya di sini. Tepatnya di Jalan Theresienstraße, namun sayangnya jalan itu sudah dipenuhi berbagai kafe sehingga tidak lagi dijadikan sebagai tempat historis. Bahkan saya tidak menemukan dengan tepat rumah dimana tokoh legendaris itu tinggal. Sepertinya memang sengaja diubah nomor-nomor bangunan di sana agar orang tidak lagi penasaran dan cari tahu.

Jalan Theresienstraße, Passau.

Mall Stadtgalerie.

Adanya pusat perbelanjaan di kota ini menjadikan kota Passau menjadi tujuan banyak penduduk Bavaria sekitar. Selain itu, kota ini juga dipadati penduduk dari berbagai negara yang menjadi penduduk atau hanya sekedar menjadi siswa di Universität Passau. Pastinya kota ini menjadi persinggahan para turis karena keindahannya.

Jika anda mengamati video singkat di bawah ini, anda akan paham mengapa banyak orang menyebut Passau sebagai Venice of Bavaria.