Cokelat dan Bunga, Belanja Terbanyak Orang Jerman di Hari Valentin

Selamat hari valentin bagi anda yang merayakannya!

Hari valentin di Jerman mendapat pengaruh tradisi gereja katolik yang melatarbelakangi riwayat santo valentinus sendiri. Kemeriahan hari valentin diperkuat untuk menandai cinta sebagai eleman hubungan dasar manusia. Ini yang akhirnya dikembangkan menjadi industri sehingga kehadiran valentin identik dengan cokelat, bunga dan berbagai pernak-pernik hadiah lainnya. Ragam industri ini menjadi simbol cinta yang diberikan kepada orang yang dikasihi.

Sejak saya berada di Jerman, menjelang hari valentin memang sudah tampak aneka cokelat dan bunga yang dijual di supermarket. Penjualan ini semakin marak seiring menjelang hari valentin. Cokelat dikemas dengan indah, motif hati dan dominasi warna merah. Ada pula tulisan kata “liebe” atau “für dich” di selipan kemasan.

Sedangkan bunga bisa dijual mulai dari satuan seperti bunga mawar hingga rangkaian bunga yang cantik. Harga yang ditawarkan pun dibanderol murah hingga lumayan mahal yang ditambah pengemasannya yang menarik.

Tetapi omong-omong mengapa bunga dan cokelat yang jadi belanja orang-orang di sini?

Mengacu pada hasil survei pasar tahun 2018 lalu yang saya baca, disebutkan bahwa cokelat dan bunga menempati urutan teratas untuk belanja di hari valentin. Kisaran ini lebih tinggi ketimbang hadiah lain seperti makan di restoran, nonton film atau membelikan hadiah lainnya. Sementara membelikan hadiah lain seperti perhiasan dan benda berharga lainnya bisa jadi belanja bagi penduduk negara lain. Namun bagi orang-orang di sini cukup cokelat dan bunga saja di hari valentin.

Berdasarkan pengalaman, pria Jerman memang bukan merupakan pria romantis. Saya percaya sisi romantis bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk membelanjakan sesuatu untuk orang yang dikasihinya. Umumnya ada hadiah kecil yang diberikan suami selain cokelat dan bunga di hari valentin. Itu sebab hasil pengamatan saya menunjukkan penjualan cokelat dan bunga meningkat.

Saya pun penasaran apa alasannya?

Bagi orang-orang Jerman, cokelat bisa dikaitkan sebagai süsigkeit, semacam pemanis seperti permen. Tak harus menunggu saat valentin tiba, süsigkeit itu selalu ada saat natal, paskah, tahun baru, perayaan santo nikolaus, dan lain sebagainya. Cokelat dengan aneka rasa, rupa dan harga dijual di sini tanpa mengenal musim.

Pemberian süsigkeit dilakukan juga jadi tradisi di sini. Misalnya saat seorang anak memasuki hari pertama sekolah. Orangtua memberikan süsigkeit bisa itu cokelat atau permen yang memotivasi anak untuk senang belajar di sekolah. Pengalaman saya malahan saat ujian belajar bahasa Jerman di suatu lembaga, tiap peserta ujian dapat süsigkeit sebelum ujian dilaksanakan. Tujuannya agar memotivasi peserta dalam menjawab soal ujian dengan baik.

Jadi cokelat diberikan pada hari valentin di Jerman adalah hal lumrah seperti tradisi hari-hari lain umumnya. Begitu pun belanja bunga yang dianggap sebagai hal wajar untuk memberikan hadiah. Itu artinya kisaran belanja orang Jerman di hari valentin tidak sampai berlebihan. Ini yang mengarahkan survei pasar bahwa orang Jerman termasuk pelit dalam belanja di hari valentin.

Bagi mereka di sini, tak perlu menunggu hari valentin untuk membelanjakan cokelat dan bunga karena mudah didapat di supermarket mana saja. Bunga pun demikian, yang digolongkan sebagai lambang kehidupan dan diberikan untuk hadiah. Kapan saja saya bisa mendapatkan bunga dan cokelat misalnya saat wedding anniversary, ulang tahun, kelulusan, dsb. Namun kuantitas belanja dua hal ini meningkat karena perayaan hari kasih sayang sebagai bentuk amalan hubungan antar manusia. Cinta.

Nah, apa yang anda belanjakan di hari ini untuk orang yang anda kasihi?