Reviu: Hotel Il Castelletto, Rome

Hotel tampak depan.

Mesin kopi yang dimiliki hotel.

Kopi espresso.

Dua cangkir cappucino.

Mohon informasi bagaimana cara saya untuk tiba di hotel karena kemungkinan kami check in lebih awal” kata saya dalam Bahasa Inggris di surat elektronik yang ditujukan kepada petugas hotel setelah kami memesannya. Kami baru kirim pesan hotel dua hari sebelum keberangkatan. Saya pikir jika staf hotel tidak merespon maka apa daya kami akan cari cara untuk tiba di hotel. Namun tak berapa lama, pertanyaan kami direspon oleh staf hotel. Ini adalah salah satu ciri hotel yang kami rekomendasikan. Apa itu? Staf yang helpful.

Saya akan pertimbangkan kembali untuk menginap bila tak ada respon dari staf hotel bila kami bertanya sesuatu via email. Mengapa? Saya berpikir jika pertanyaan mudah saja tidak dijawab oleh pihak hotel maka bagaimana jika terjadi sesuatu dan kami memerlukan bantuan mereka saat menginap. Tentu ini bukan hal yang baik. Karenanya nomor satu sebelum saya menginap, apakah staf hotel sangat membantu?

Alasan kedua mengacu pada tujuan dari traveling itu sendiri. Jika banyak lokasi wisata yang harus dijangkau maka kami pilih penginapan yang berada di dekat lokasi wisata agar mudah dan murah transportasinya. Untuk berpergian kali ini, kami memilih hotel yang dekat dengan Vatikan. Tentu pertimbangan ini diperlukan mengingat banyak orang sudah berpendapat bahwa memasuki Vatikan perlu antri yang berjam-jam. Alasan dekat dengan Vatikan meski jauh dari pusat kota Roma menjadi pertimbangan. Hotel ini layak bilamana anda ingin berkunjung ke Vatikan. Begitu selesai sarapan jam 9 pagi, kami sudah meluncur dengan bis hanya sekali naik, tiga puluh menit kemudian kami tiba. Mudah dan cepat.

Kemudian yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah gratis sarapan. Ada beberapa hotel dengan harga yang kurang lebih sama, mereka mengenakan charge untuk 1 orang per hari saat sarapan 5€-7€. Hotel ini tidak. Sarapan khas western tentunya, cukup buat mengganjal perut hingga siang. Meski pilihan sarapan tidak banyak namun cukup baik ketimbang kami harus membeli sarapan.

Dan yang terutama nih, dari testimoni tamu hotel sebelumnya mengatakan bahwa hotel ini menyajikan kopi yang enak. Benar saya kami puas minum kopi di sini. Semula saya yang tak pernah meminum esspresso pagi hari, bisa merasakan kenikmatan rasa dan aroma kopi yang bertahan lama. Kopinya luar biasa. Staf hotel yang membuat kopi pun bangga bila kopi yang mereka buat itu dinikmati oleh tamu. 

Stafnya ramah itu juga pertimbangan. Suasana penginapan yang hommy membuat tamu juga betah menginap. Mereka benar-benar membantu bilamana kita bertanya tentang arah jalan atau tujuan wisata. Ingat tamu adalah raja! Jika staf hotel memperlakukan tamu dengan baik, tentu hukum alam pun bekerja. Artinya hotel pun kelimpahan tamu yang lebih lagi.

Selain itu kebersihan hotel menjadi hal penting dalam pertimbangan memilih hotel. Tentu tak lepas dari layanan cleaning service setiap hari. Kamar bersih seperti semula dan perlengkapan mandi yang baru tentu tamu juga merasa senang. Siapa sih tamu yang senang bilamana jauh-jauh datang sebagai turis dan lelah karena berwisata lalu kemudian kembali ke hotel, kamar tidak dibersihkan? Tentu ini menjadi poin tambahan bagi hotel untuk diperhatikan.

Lalu yang terakhir meski ini bukan pertimbangan utama, namun penting adalah ketersediaan WIFI bagi tamu. Di era milenial seperti ini, kita pasti ingin tetap terhubung dan terkoneksi via internet. Internet yang gratis dan koneksi yang baik amat dibutuhkan tamu. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi namun ketersediaan internet membuat tamu juga bisa mencari informasi seputar wisata. 

Di atas adalah alasan kami memilih hotel berdasarkan pengalaman. Tak semua berisi pujian, ada hal yang perlu jadi pertimbangan dan mungkin ini bukan nilai plus dari hotel. Apa saja?

  1. Hotel tidak berada di pinggir jalan. Jadi anda perlu berjalan kira-kira 200 meter dari jalan utama setelah halte bis. Atau anda perlu berjalan 3 menit dari hotel ke jalan utama begitu pun sebaliknya.
  2. Harga hotel tak termasuk pajak kota yang ditetapkan sebesar 3€ per orang per malam.
  3. Jauh dari pusat wisata Roma. Anda perlu naik bis selama 30-40 menit. Belum lagi waktu untuk menunggu bis di halte. 
  4. Tidak bisa terjangkau oleh Metro, kereta Italia atau Trem semacam Straßebahn. Anda hanya bisa mudah mencapai dengan bis. 

Demikian pendapat dan pengalaman kami. Namun menurut kami, hotel ini recommended bila berkunjung ke Roma, Italia. Lebih jauh bisa dilihat di sini.

Semoga bermanfaat!

Suka Sejarah? Wajib Datang ke Castle San’Angelo, Roma

Kastil tampak depan dengan patung malaikat nan cantik di sisinya.

Kastil tampak samping. Kastil berbentuk silinder.

Tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk ke Palazzo Venezia selama tujuh hari sejak tiket dikeluarkan.

Baju prajurit dan senjata jaman dulu kala.

Patung Malaikat Agung Santo Mikael membawa pedang yang diceritakan dalam legenda di kastil ini.

Prosesi Yesus dimakamkan setelah disalibkan. Sejarah peradaban romawi tak luput dari ajaran kekristenan.

Sungai Tiber di depan kastil. Kastil ini dibangun di sisi kanan sungai.

Hari terakhir di Roma, kami manfaatkan dengan berkunjung ke kastil yang terlihat megah dari kejauhan. Ceritanya usai berkunjung ke Vatikan, kami melihat kastil ini dari dalam bis. Akhirnya diputuskan berangkat ke kastil sebelum menuju ke Stasiun Roma Termini. 

Gerbang kastil saja sudah seperti istana. Melewati jembatan, menyeberangi sungai Tiber yakni sungai ketiga terbesar di Italia. Jika anda belajar sejarah, bahwasanya peradaban manusia jaman dulu selalu dimulai di area subur dekat sungai. Nah, di sinilah peradaban romawi yang menjadi akar kebudayaan latin dimulai. Kastil ini menyimpan rangkaian sejarah kejayaan romawi berabad-abad lamanya.

Memasuki pintu masuk, akan banyak orang menawari jasa pemandu wisata lengkap dengan alih bahasa. Usul saya, sebaiknya anda memilih alih bahasa dari layanan wisata di dalam kastil. Cukup bayar 5€ per orang, sesuaikan dengan jadwal bahasa yang tertera, sementara hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Italia saja. Per grup maksimum 15 orang maka anda akan mendapatkan kekayaan informasi dan bertanya pada pemandu bagaimana peradaban romawi jaman dulu kala.

Malas bayar pemandu wisata? Wisata di kastil ini moderen sekali. Setelah anda bayar tiket masuk sebesar 14€ per orang maka akan anda petugas mengaktifkan aplikasi dalam hape anda. Di tiap tiket masuk ada PIN tertera. Masukkan nomor PIN sesuai arahan aplikasi. Di dalam kastil tersedia WIFI. Asyiknya setelah anda terkoneksi internet maka anda bisa mendengarkan panduan dan penjelasan tentang setiap tempat di dalam kastil. Keren kan! Rasanya Indonesia bisa mencontoh proyek ini di museum kita barangkali.

Kastil ini disebut juga MOUSOLEUM of HADRIAN. Mengapa? Karena kastil ini awalnya diperuntukkan untuk keluarga Raja Hadrian. Di sini pula terdapat makam sang Raja. Kejadian wafatnya sang Raja Hadrian mungkin antara tahun 134 dan 139 sebelum masehi. Cocok ya, jika ingin belajar sejarah dengan datang ke sini karena sudah ada sebelum masehi.

Dulunya nih kastil ini jadi bangunan tertinggi di seluruh kota Roma. Wow! Bahkan untuk bisa melihat keindahan kota Roma dengan arsitekturnya yang megah dan tertata rapi sejak jaman dulu kala, anda wajib melihat di lantai teratas kastil. Di lantai atas ini anda bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus Vatikan, yang berada di seberang kastil. Konon pernah tinggal juga Paus di dalam kastil ini. Tak hanya dijadikan tempat tinggal Raja, makam Raja dan tempat sementara bagi Sri Paus, katanya nih di sini pernah dijadikan lokasi penjara bagi tahanan politik. Hmm, tiap lokasi dari kastil ini semuanya ada unsur sejarah. Rasanya anda tak akan cukup berkeliling hanya beberapa jam saja.

Bangunan ini berbentuk silinder dengan taman di lantai teratas. Bayangkan jaman sebelum masehi mereka sudah memikirkan arsitektur yang luar biasa seperti ini. Sangking kokohnya kastil ini, anda akan melihat bahwa tempat ini pernah dijadikan benteng pertahanan. Di sini pula anda akan melihat perlengkapan senjata aneka rupa dari jaman ke jaman. Ini seperti film Robin Hood deh! Tak hanya senjata, ada berbagai peninggalan seperti baju tentara jaman dulu dan pernak-pernik kerajaan.

Sebuah legenda dikatakan bangsa romawi pernah tidak mempercayai Tuhan, lalu masyarakatnya kembali memeluk berhala. Akhirnya terjadi wabah penyakit di kota Roma. Ada yang melihat Malaikat Agung St. Mikael melindungi kota Roma dengan membawa pedang di tangan dan wabah pun berhenti. Simbol malaikat membawa pedang dapat anda lihat di lantai teratas untuk mengenang peristiwa tersebut. Ada patung malaikat membawa pedang di puncak kastil. Di sisi jembatan masuk kastil juga anda melihat patung-patung malaikat yang cantik.

Di kastil ini anda belajar bagaimana kekaisaran romawi pernah ada dengan berbagai lambang kebesarannya seperti bendera dan peninggalan kejayaannya. Munculnya kekristenen di Roma, membuat kastil ini tak luput dari budaya kekristenan seperti benda seni lainnya yang mencerminkan kisah sengsara Yesus atau lukisan yang indah seperti perjamuan terakhir Yesus beserta muridNya.

Untuk toilet tersedia di lantai bawah setelah loket beli tiket dan lantai paling atas dekat toko sovenir. Anda juga bisa menyantap masakan khas Italia dengan suasana romantis pemandangan kota Roma. Begitu luasnya kastil ini, anda perlu memakai alas kaki yang super nyaman. Meski bangunannya tampak seperti labirin, jangan khawatir tersesat karena selalu ada petugas untuk memantau turis.

Apakah anda suka sejarah? Saya rekomendasikan anda untuk datang ke sini.

Video singkat 23 detik tentang Roma dari lantai teratas kastil meski tak sempurna penampakannya😁

Ikut Misa di Basilika Santo Petrus Vatikan Akhirnya Terwujud

Tampak lapangan depan Basilika yang biasanya saya lihat di televisi.

Antrian mengular panjang di pintu masuk untuk pemeriksaan pengunjung.

Patung Pieta karya Michael Angelo yang terkenal itu.

Salah satu sudut Basilika.

Di sinilah dimakamkan Santo Petrus, Paus Pertama.

Kubah Basilika yang tinggi menjulang indah.

Di sudut Basilika ini baru saja selesai misa.

Silsilah kepausan mulai dari Santo Petrus hingga Paus Yohannes Paulus II.

Sebagai negara privat, Vatikan mendapatkan bantuan keamanan salah satunya dari Swiss seperti tampak penjaga Basilika.

Saat masih di Indonesia, ayah saya selalu memutar tayangan misa perayaan Natal atau Paskah yang disiarkan secara langsung dari Vatikan. Meski hanya melalui televisi, namun perasaan syahdu dapat terasa kala keluarga saya bisa melihat Paus dan memberikan berkatnya. Siapa sangka impian saya yang pernah terlintas untuk datang ke Vatikan dapat terwujud! Impian ini bukan sekedar berwisata saja layaknya saya sering traveling. Saya bisa datang ikut misa di rumah Tuhan yang begitu megah, Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Merayakan hari lahir tak melulu lewat pesta, dua tiket pulang pergi sudah di tangan saat saya dan suami memutuskan pergi ke Roma, Italia. Saya terharu mana kala saya bisa melakukan ziarah iman ke Vatikan, kota yang dianggap suci bagi umat seperti saya. Saya bangga bercampur haru saat tiba di sana. Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat panggilan video ke orangtua saya di Indonesia agar mereka bisa menyaksikan apa yang saya lihat di Basilika. Setelah itu, saya bagikan kebahagiaan itu lewat foto dan video kepada para sahabat saya. Sungguh saya mengalami perasaan yang berbeda kala datang ke Vatikan, perasaan terberkati.

Saya sudah dengar bahwa jika berkunjung ke Vatikan akan melewati antrian panjang yang mengular bahkan mungkin tiga jam lamanya. Oleh karena itu setelah sarapan pagi di hotel, bergegas saya dan suami berangkat ke sana dengan menumpang bis. Sepertinya tidak hanya kami yang pergi ke Vatikan, banyak para peziarah yang juga berdesak-desakkan dalam bis menuju ke sana. Saya pun antusias kala bis berhenti di terminal akhir agar tak terlalu lama berdiri dalam antrian masuk. 

Puji Tuhan, saya bisa melompati antrian yang mengular panjang. Setiap orang yang hendak masuk Basilika harus melewati pintu pemeriksaan. Berpakaianlah sopan, menjaga ketertiban seperti suara hape yang tidak dibunyikan, tidak membawa senjata tajam dan menghormati apa saja yang ada di dalam. Namanya tempat ibadah, anda harus dalam keadaan yang tenang alias tidak membuat keributan. Karena di dalam Basilika ada beberapa spot untuk menyelanggarakan misa kudus. 

Dari awal masuk hingga menyelusuri setiap senti Basilika, saya terkagum dengan keindahan seni dan arsitektur yang digunakan untuk memuji Tuhan. Pantas saja Basilika ini membutuhkan waktu 120 tahun untuk membuatnya semegah ini. Bahkan melibatkan seniman terkenal dunia, seperti patung Pieta karya Michael Angelo. Beberapa monumen diabadikan untuk mengenang para Paus pendahulunya. Di lantai bawah anda akan menemukan makam Santo Petrus sebagai Paus Pertama. Sungguh suasana syahdu bercampur decak kagum pada Basilika tak henti melihat keagungan karya seni untuk memuji Tuhan. 

Ketika terlihat misa sedang dimulai, saya dan suami menyempatkan diri untuk ikut serta. Ini seperti mimpi bahwa saya bisa ikut misa di Vatikan yang selama ini hanya bisa saya simak di televisi. Saya bersyukur. Beberapa petugas melarang pengunjung yang mengabadikan foto saat penyelenggaraan misa. Tak sopan bila mengambil foto orang sedang beribadah. 

Di sudut lain, anda bisa melihat silsilah kepausan yang ada dari pertama berdiri Basilika. Anda juga bisa membeli buah tangan sebagai benda-benda rohani yang dijual di ujung pintu Basilika. Untuk masuk ke Basilika gratis alias tidak ada biaya masuk. Untuk toilet, siapkan koin 1€. 

Berikut tips dari saya:

  • Jika anda tidak ingin dalam antrian yang panjang, anda bisa membeli tiket pass di website resmi atau bertemu para pemandu wisata yang menawarkan jasanya di depan pintu masuk.
  • Berpakaianlah sopan karena anda berada di rumah ibadah.
  • Dilarang merokok!
  • Dilarang merekam ambil video tanpa ijin!
  • Dilarang mengenakan topi saat di dalam Basilika!
  • Dilarang makan dan minum selama di Basilika!
  • Hormati dan hargai apa pun yang ada di dalam Basilika! Tidak merusak atau menyentuhnya!
  • Tidak berisik atau membuat keributan!

Selamat berhari Minggu! Have a blessed day!

    Demikian pengalaman saya. Bagaimana pengalaman anda berkunjung ke rumah ibadah?