Makanan Khas India (12): Dipikir Salad Tahu, Ternyata Salad Keju Paneer

Keju paneer itu bentuknya seperti tahu.

Menemukan makanan vegan dan vegetaris bisa diperoleh dengan mudah di restoran India. Bagaimana pun India juga memiliki kekayaan kuliner yang dikenal dunia. Saya pun termasuk suka mencicipi masakan kuliner negeri Bollywood ini. Bahkan saya tidak menyangka juga bahwa negeri yang kaya akan rempah-rempah ini punya racikan salad yang aduhai enak. Salad ini diperuntukkan bagi para vegetarian.

Sebagaimana anda tahu bahwa saya pernah menjelaskan perbedaan keju paneer yang ditemukan dalam kuliner India dengan tahu. Bentuk keduanya benar-benar mirip. Warnanya pun putih dan teksturnya pun sama. Sekilas anda pasti sulit menebak, apakah ini tahu atau keju paneer? Namun soal rasa keduanya jelas berbeda. Jika tahu terbuat dari serat kedelai maka keju paneer tetap dari susu sapi. Keju paneer banyak dikenal di daratan Asia Selatan.

Baca: Ini beda keju paneer dan tahu

Nah, masih soal keju paneer. Saya pun memesan salad vegetarian di restoran khas India di Jerman. Dengan maksud, saya tertarik isian apa yang terselip di dalam salad, selain sayuran tentunya.

Ya, salad vegetarian ini seperti yang anda lihat. Terdapat sayuran segar seperti tomat, acar bawang dan irisan daun peterselli. Namun tentu anda pasti menemukan irisan balok putih yang mungkin terpikir itu adalah tahu. Tidak, itu adalah keju paneer.

Dressing salad hanya minyak zaitun, sedikit perasan lemon, garam dan sedikit merica. Lalu ada kacang kenari untuk menikmati salad ini. Keju paneer pun melengkapi citarasa salad ini. Rasa keju paneer berbeda dengan tahu. Paneer berasa sedikit asam, beraroma susu sedangkan tahu tentu saja tidak. Itu sebab salad ini dinamakan salad buat vegetarian.

Namun, saya berpikir apakah mungkin menggantikan keju paneer dengan irisan tahu pada salad? Mungkin saja. Jika anda bisa kreasikan, hanya saja keju ini bisa dimakan secara fresh. Sedangkan tahu? Saya pikir tahu pun harus diolah dulu, tidak serta merta mentah langsung dimakan. Jadi mungkin itu bedanya ya!

Apakah anda tertarik mencoba salad keju paneer?

Ethiopian Vegetables Alicha, Tumisan Sayuran Pakai Roti Injera: Makanan Khas Afrika (1)

Menjelajahi dunia lewat kuliner bisa jadi pilihan saat kita belum pernah menjejakkan kaki di negara tersebut. Itu pula yang menjadi pilihan saya dan suami saat menyambangi salah satu kota besar di Jerman. Bagaimana pun di Jerman telah bermunculan aneka kuliner dari berbagai belahan dunia seperti Afrika. Saya pun berkesempatan mencicipi masakan asal Ethiopia.

Makanan ini disebut dalam menu yakni Alicha. Dideskripsikan bahwa alicha termasuk dalam golongan vegetaris dan vegan. Karena alicha adalah tumisan sayuran yang terdiri atas kentang, wortel dan paprika. Tentu tumisan yang dimaksud dibumbui dengan rempah khas Afrika yang kaya.

Untuk membuat kentang empuk perlu kentang khusus yang soft, tidak begitu keras. Lalu potongan kentang ditumis terlebih dulu dengan bawang merah. Setelah lima menit berlalu, tambahkan bawang putih, potongan wortel dan irisan paprika. Masak lagi hingga empuk dengan diberi sedikit kunyit bubuk, garam dan air. Itu sebab warna tumisan sedikit kuning seperti sayuran tumisan acar yang juga saya kenal sebagai salah satu makanan Indonesia.

Rasa tumisan ini memang tampak sederhana tetapi rasanya kaya sekali seperti gurih, pedas, asin dan sedikit manis. Hanya dari sayuran saja tetapi rasa masakan menjadi kaya.

Makanan ini disajikan di restoran Afrika dengan sedikit salad sebagai dekorasi dan roti khas. Roti ini disebut Injera Flatbread. Roti ini seperti palatschinken di Jerman, tetapi roti ini berwarna cokelat. Rasa roti ini sedikit asam dan tawar. Roti Injera ini menjadi salah satu makanan pokok di Ethiopia, Eritrea dan sekitarnya.

Apakah anda pernah mencoba kuliner ini sebelumnya?

Anda Vegetarian? Bisa Coba Dua Menu Ini

Hidup adalah pilihan, termasuk dalam hal mengkonsumsi makanan. Ada yang memilih menjadi seorang vegan, vegetarian atau pemakan segala. Semua sah-sah saja menurut saya.

Suatu kali, saya diundang makan oleh seorang teman vegetarian. Tentu saya pun sudah tahu bahwa makanan yang disajikan pastinya segala yang berhubungan dengan protein dan tidak ada daging sama sekali.

Dia mengirimkan gambar makanan yang akan disajikan ke nomor whatsapp saya. Saya boleh memilih salah satu dari dua menu yang disajikan. Hmm, ini menarik.

Berikut saya bagikan dua menu tersebut, dalam bahasa Jerman tentunya.

Mediterrane kartoffelgemüsepfanne

Coba perhatikan apa saja isian dari menu pertama ini? Ya, semua berisi sayuran. Saya memilih menu pertama ini. Awalnya saya berpikir apakah cukup hanya makan ini saja? Saya khawatir bahwa saya masih berasa lapar setelah memakannya. Ternyata tidak. Pertama, ada kentang di dalamnya. Kedua, makanan ini diolah dengan krim sebelum dipanggang. Rasanya yummy!

Sayuran yang dipilih bisa disesuaikan selera anda. Saya mendapati kentang, kubis, wortel, paprika, timun jepang dan jamur. Semuanya ditumis sebentar bersama bawang bombay dan bawang putih. Kemudian setengah matang, masukkan bersama potongan kentang ke wadah. Beri potongan daun thymian, rosemarin, garam dan merica hitam. Siram krim ke dalam loyang. Tambahkan potongan buah zaitun. Ini menjadi ciri khas makanan mediterania. Panggang dalam oven sekitar 15-20 menit dengan panas 180 derajat celcius. Sebelum dihidangkan, tambahkan potongan daun peterselli.

Herbstsuppe mit vegetarische wurst

Makanan kedua, saya tidak menikmatinya. Namun saya mendapatkan penjelasan, bagaimana membuatnya. Sepertinya ibu mertua saya pernah membuatkannya, hanya saya lupa menuliskan resepnya. Ini termasuk makanan praktis juga. Jika tidak suka sosis, anda cukup menikmati sup dengan roti.

Cara membuat sup ini mudah. Potong dadu kecil untuk wortel. Iris halus bawang bombay dan bawang putih. Tumis mentega, masukkan bawang putih dan bawang bombay. Kemudian kacang polong dan wortel kemudian ditumis. Beri sedikit air. Tambahkan kaldu sayur, garam, bubuk pala dan merica dan sedikit tepung. Tunggu hingga mendidih dan matang. Siap disajikan dengan sosis dan roti.

Selamat mencoba!