3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Advertisements

Makanan Khas Asia (53): Won Ton, Sejenis Pangsit Versi Sup atau Goreng

Won ton goreng.

Ada seorang kenalan lahir di Jerman tetapi kedua orangtuanya berasal dari Vietnam. Itu sebab kenalan saya berperawakan seperti orang Vietnam umumnya, hanya saja dia tidak bisa berbicara bahasa Vietnam. Generasi kedua dan seterusnya dari para migran asal Vietnam ini tinggal di Jerman untuk studi, bekerja atau membuka usaha kuliner. Salah satunya kenalan saya yang juga mahasiswa yang dan studi bersama saya di sini. Kemudian dia mengajak saya untuk menikmati kuliner Asia di restoran Vietnam.

Berhubung kuliah belum dimulai, saya pun menyambut baik ide dia untuk menikmati kuliner asal negeri orangtuanya. Kami berdua termasuk orang yang tak banyak makan sehingga porsi makanan yang dipilih pun tak besar. Pilihan menu makanan jatuh pada won ton atau dalam bahasa Inggris, kuliner ini disebut dumpling. Dumpling ini bisa disebut pangsit seperti yang saya kenal di Jakarta.

Won ton sup.

Karena hujan turun deras dan suhu menjadi lebih dingin saat musim gugur maka pilihan pertama kami adalah sup. Seperti yang anda lihat sup won ton terdiri atas beberapa pangsit dengan kuah sayur. Isian pangsit yang saya rasakan adalah daging ayam giling yang diberi bumbu sedikit. Lalu kenalan saya menceritakan bagaimana ibunya membuat sup won ton di rumah.

Isian pangsit untuk sup adalah daging giling dicampur tepung terigu, telur, sedikit bawang dihaluskan, garam, merica dan irisan daun bawang. Setelah dicampurkan menjadi satu, ambil satu sendok kecil dan dimasukkan dalam pangsit. Bungkus dengan memancungkan simpul atas pangsit. Setelah terkumpul sekian pangsit, kukus pangsit hingga matang. Hidangkan pangsit kukus dengan irisan sayuran seperti wortel dan kol yang sudah matang. Beri sedikit kaldu sayur dan masak hingga matang.

Selanjutnya untuk won ton goreng, isiannya sedikit berbeda. Isiannya adalah tepung terigu, udang yang bersih dan sudah dikupas kulitnya, garam dan merica. Selipkan isian pangsit goreng. Basahi satu sisi pangsit dengan air lalu lipat menutupi isian. Goreng dalam minyak panas. Won ton goreng biasa disajikan dengan saus asam manis.

Anda tertarik won ton sup atau goreng?

4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Pho Ga, Mie Ayam Bakso ala Vietnam: Makanan Khas Asia (51)

Masih seputar kuliner yang berasal dari Vietnam, kali saya perkenalkan kepada anda bagi pecinta mie ayam. Seperti biasa saya mendapati menu ini saat berada restoran yang mengklaim spesialis menu makanan Vietnam di suatu pusat perbelanjaan. Karena saya ingin sesuatu yang hangat seperti sup, maka saya memesan Pho Ga.

Jika anda suka makan mie ayam bakso maka anda perlu menyimak ulasan saya berikut.

Seperti yang anda tahu, mie Pho itu sudah mendunia sebagai kuliner Vietnam. Saat berkunjung ke Vietnam sendiri, saya pernah datang ke restoran mie Pho legendaris yang pernah dikunjungi salah satu mantan Presiden Amerika Serikat. Cerita saya ada di sini. Sedangkan aneka mie Pho lainnya yang sudah kerap saya coba, sudah saya ulas di link ini.

Jika mie Pho yang sering saya ulas adalah mie berkuah dengan kaldu dan irisan daging sapi, maka Pho Ga memiliki citarasa berbeda. Pho ini ibarat hamburger di Amerika, Pizza di Italia dan Schnitzel di Jerman. Ini adalah makanan wajib dicicipi saat anda berada di Vietnam. Bahkan saat saya berada di Vietnam, mie Pho itu bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

Lalu apa bedanya Pho Ga?

Pho Ga berisi kaldu ayam dan suwiran daging ayam ada dalam semangkuk Pho Ga yang saya pesan beberapa waktu lalu. Jika saya membayangkan kuliner ini dengan makanan nusantara maka saya jadi ingat Pho Ga itu ibarat mie ayam bakso. Saya suka sekali menikmati ayam bakso di kantin sekolah dulu. Bahkan mie ayam bakso menjadi makanan populer untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di jaman saya saat itu.

Pho Ga itu seperti mie Pho pada umumnya. Ada tauge, suwiran daging fillet ayam yang sudah digoreng, irisan daun ketumbar dan ditambah mie lebar khas Vietnam tentunya. Namun mata saya terbelalak mana kala saya mendapati ada bakso yakni bola-bola daging yang jarang dijual di Jerman. Saya saja sampai membuat bakso sendiri di rumah karena saya begitu menginginkannya.

Pho Ga ini berkuah banyak dalam mangkuk besar. Porsinya cukup banyak sehingga anda tak perlu khawatir kelaparan. Dalam foto menu, Pho Ga digambarkan dengan dua pentol bakso. Mungkin saya datang menjelang malam sehingga baksonya menjadi berkurang satu. Untuk menguatkan rasanya, anda bisa menambahkan saus pedas, cuka pedas dan kecap yang tersedia di tiap meja.

Makan Pho Ga ini ibarat mengobati rasa rindu makan mie ayam bakso Pak Gondrong jaman saya masih bersekolah dulu. Begitulah pengalaman saya yang mungkin bisa anda coba menikmati mie ayam bakso dari negeri tetangga Asia Tenggara.

Apakah anda tertarik mencoba Pho Ga?

Bo Xao Xa Ot, Tumis Daging Sapi Sereh Super Pedas: Makanan Khas Asia (50)

Apa yang anda bayangkan jika menikmati makanan super pedas khas Vietnam? Hal ini muncul dalam benak saya saat memesan makanan di Imbiss milik orang Vietnam di sini. Di papan menu tertulis nama menu dalam bahasa Vietnam, Bo Xao Xa Ot yang membuat penasaran. Pastinya makanan dari cah sapi ini buat lidah saya bergoyang karena rasanya yang pedas.

Dalam bahasa Inggris menu ini disebut Vietnamese Lemongrass Beef. Bumbunya yang super pedas bisa disandingkan dengan mie atau nasi. Menariknya lagi, ini bisa menjadi menu favorit yang jadi keseharian masyarakat Vietnam.

Apa yang membuat mereka suka makanan ini?

Selain rasa pedas yang membangkitkan selera makan, tumis daging sapi ini mudah dan cepat dibuatnya. Anda harus memilih daging sapi fillet tanpa lemak. Lalu rendam bersama bumbu cabai merah bubuk, baking soda dan rempah khas Vietnam. Setelah direndam selama sepuluh menit, siapkan batang serai. Iris batang serai menjadi lebih tipis.

Setelah anda punya serai yang halus, siapkan gula, garam, bumbu jamur dan cabai cincang segar. Hancurkan dengan food processor. Siapkan juga bawang merah dan bawang putih yang diiris halus. Juga bahan-bahan yang anda sukai seperti wortel, jamur, brokoli dan tauge.

Silahkan ditumis semua bahan, beri kecap ikan dan saus wijen! Kata Xao sendiri diartikan sebagai tumis dan bo adalah daging sapi. Itu sebab yang menjadi alasan nama menu ini. Saya pastikan makanan ini benar-benar enak bagi penyuka makanan pedas. Tumis ini bisa disajikan dengan nasi hangat seperti yang saya pesan, atau mie panjang.

Bún Chả Hà Nội, Bihun Daging Panggang dari Hanoi: Makanan Khas Asia (49)

Bihunnya tampak tak terlihat. Bihun ada di bawah tumpukan sayur.

Jika anda berkunjung ke Vietnam wilayah utara seperti Hanoi, maka anda akan menemukan makanan tradisional berikut ini. Ini tak ubahnya Pho A yang sering saya ceritakan. Namun mie bihun berikut berbeda, baik dari bahan, penyajian hingga rasa yang saya coba. Makanan ini layak dinikmati jika anda berkunjung ke restoran vietnam atau langsung ke Vietnam, seperti yang pernah saya lakukan sepuluh tahun lalu.

Bun cha ha noi memang berasal dari Hanoi, Vietnam Utara. Sedangkan jika makanan yang serupa di Vietnam Selatan dikenal dengan nama bún thớt nướng. Isian dari makanan ini sebenarnya sama saja. Bun cha terdiri atas bihun beras ditumpuk dengan aneka sayur yang masih segar, kemudian dimakan bersama daging yang dipanggang. Nah, menariknya untuk mencampurkan semua bahan tadi diperlukan kuah rempah yang berasa asin, asam dan menyegarkan. Hmmm, enak!

Jika anda datang ke Hanoi, hampir dipastikan bun cha dijual mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima. Bun cha dihargai dari yang paling murah hingga paling mahal. Satu lagi, orang vietnam utara menikmati bun cha tak kenal waktu. Ini bisa dijadikan sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Penelusuran informasi menyebutkan makanan ini sudah diedarkan sejak tahun 1960-an.

Menurut orang Vietnam sendiri, bun cha cocok dinikmati saat musim panas. Mereka biasa membuatnya sendiri di rumah karena ini termasuk makanan yang mudah dan praktis. Bahkan teman mahasiswa asal Hanoi bercerita dia dan keluarganya duduk di luar rumah sambil memanggang daging, sementara kuah asam dan sayuran diracik sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Ini menjadi ritual yang mengasyikan, katanya pada saya.

Apakah anda tertarik mencoba bun cha?

Pisang Goreng ala Vietnam Bisa Jadi Pilihan Manis yang Kreatif

Salah satu kudapan yang selalu teringat saat berada jauh dari Indonesia adalah pisang goreng. Pasalnya, ibu saya kerap membuatkannya untuk saya jika saya sedang berada di rumah. Pisang goreng memang paling nikmat disantap selagi hangat. Saya pun gemar membuatkannya sesekali di sini karena suami saya juga suka makan pisang goreng ala Indonesia ini.

Namun siapa sangka, ada cara kreatif membuat pisang goreng. Ini saya temukan ketika saya bertamu ke kawan mahasiswa asal Vietnam. Dia tahu bahwa saya suka mencoba sesuatu yang baru untuk disantap. Dia membuatkan pisang goreng yang sedikit berbeda dari pisang goreng yang selama ini saya nikmati. Kala itu di sini hujan turun deras, dia menyajikan pisang goreng yang menurut saya sangat tepat. Dia buatkan pisang goreng dan teh ala Vietnam.

Seperti biasa buah pisang dibelah menjadi dua bagian. Lalu masukkan dalam tepung sebelum digoreng. Ketika minyak sudah panas di wajan, masukkan pisang yang dibalur tepung. Goreng pisang hingga warna kecokelatan. Setelah matang, beri siraman madu di atas pisang. Tak lupa, ada irisan kacang almond yang digunakan sebagai dekorasi dan pelengkap rasa.

Kreasi pisang goreng yang manis dan kreatif ini bisa jadi pilihan bagi anda. Apalagi pisang yang crunchy ditambah manisnya madu dan rasa almond akan menambah citarasa yang kaya, lebih dari sekedar pisang goreng yang selama ini saya kenal. Ini bisa menjadi pilihan untuk menemani keseharian anda yang berbeda.

Apakah anda tertarik mencobanya?

2 Makanan Berbahan Bihun Asal Asia Dinikmati di Eropa

Bihun Laksa dari Malaysia.

Bihun dalam bahasa Jerman disebut glasnudeln. Makanan berbahan bihun biasa saya temukan di kedai selera asia. Saya sendiri belum menemukan makanan lokal yang berbahan bihun. Bihun biasa dijual di toko asia atau supermarket bagian bahan makanan selera asia. Saya suka mengkonsumsi bihun yang kerap bisa menggantikan kebiasaan saya mengunyah nasi. Menurut saya, bihun juga terbuat dari beras.

Menurut kenalan asal Tiongkok, bihun disebut bee hoon. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, ini bisa jadi mengarahkan pada penyebutan orang Indonesia menjadi bihun. Tekstur bihun sendiri seperti lidi dan mudah patah. Saat bihun dimasak, itu menunjukkan rasa yang lembut di mulut dan mudah dipotong dengan gigi.

1. Bihun Laksa dari Malaysia

Seorang teman mahasiswa di sini membuatkan laksa untuk saya dan beberapa teman mahasiswa lainnya. Sebenarnya laksa juga ada di salah satu kuliner nusantara. Namun kali ini saya jelaskan laksa yang banyak dijual di Malaysia dan Singapura. Meski ada beberapa jenis laksa, saya menjelaskan laksa bumbu kari seperti pada gambar di atas.

Laksa bumbu kari ini menggunakan santan. Untuk menikmatinya, ada bihun, tauge, tahu dan daun ketumbar. Laksa seperti ini pernah saya temukan di perbatasan Malaysia dan Thailand. Bumbu yang digunakan teman mahasiswa di sini juga mudah, yakni bumbu kari, sereh, daun jeruk, irisan bawang bombay dan potongan daging ayam fillet. Semua bahan tersebut ditumis, kemudian masukkan potongan ayam. Setelah ayam masak, masukkan santan. Kemudian tambahkan bihun dan lain-lain.

2. Pho xo bao, bihun daging sapi dari Vietnam

Saya membeli makanan ini restoran vietnam di sini. Dari rincian menu memang dijelaskan bahwa masakan ini menggunakan bihun dan daging sapi. Jika menilik penampakkannya di foto atas, ini seperti Pho A tetapi versi bihun goreng.

Untuk bihun goreng dimasukkan setelah daging sapi fillet dan sayuran seleai ditumis. Rasanya pun tak jauh berbeda dengan bihun goreng yang jadi selera nusantara. Perbedaannya, ada daun ketumbar yang menjadi campuran bihun. Lagipula bihun yang lembut menutupi keseluruhan sayuran dan potongan daging sapi seperti tidak terlihat.

So, dari kedua makanan berbahan bihun di atas, manakah yang jadi pilihan anda?

Vietnam: Menikmati Acara Minum Teh dan Tradisinya

Apakah anda suka minum teh? Jika ya, mungkin anda tertarik dengan acara minum teh yang diselenggarakan teman mahasiswa asal Vietnam. Dia mengundang saya datang ke asrama mahasiswa untuk bincang-bincang sebentar. Mendengar tawarannya, saya pun tertarik datang. Bukankah Vietnam punya citarasa teh yang juga sama nikmatnya seperti vietname iced caffe yang selama ini dikenal?

Jam 16.00 sore saya sudah tiba di asramanya. Dia sudah membuatkan racikan springroll yang istimewa. Springroll ini pernah juga saya buat sebagaimana artikel di sini. Ini semacam lumpia khas Vietnam. Setelah menyambut kehadiran saya, dia meracik teh khas negerinya. Dengan begitu saya jadi mengenal tradisi minum teh dan kebiasaan di negerinya.

Sebagai negara agraris, Vietnam punya bermacam-macam teh. Teh yang paling banyak dikenal adalah teh hijau. Teh ini dipercaya baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Itu sebab minum teh hijau dalam gelas porselen mulai dari keluarga, komunitas petani hingga masyarakat pedesaan menjadi citra masyarakat Vietnam. Mereka bisa ngobrol satu sama lain sambil minum teh untuk menciptakan pertemuan sosial. Ini semacam gaya hidup tradisional masyarakat Vietnam. Begitu ujar teman mahasiswa asal Vietnam ini.

Umumnya masyarakat Vietnam suka dengan teh aroma bunga seperti melati yang dikenal teh yasmin atau teh lotus. Teh melati disebut trà lài yang diproduksi dalam dua tingkatan yang mirip dengan teh lotus. Teh hijau Vietnam memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan teh hijau asal Tiongkok. Konon teh hijau asal Vietnam kurang populer dibandingkan Tiongkok atau Jepang. Hal ini mendorong pemerintahnya membentuk Vietnam Tea Association agar semakin meningkat penjualannya ke mancanegara.

Begitu sekelumit cerita minum teh dari teman mahasiswa di sini. Akhirnya saya jadi paham bahwa minum teh bisa mendapatkan banyak hal yang selama ini tidak saya ketahui. Selesai acara minum teh, saya mendapat buah tangan minuman kemasan rasa teh hijau produksi negeri teman saya ini. Katanya minuman kemasan ini juga dijual di Asia Shop di Jerman. Andai minuman kemasan teh Indonesia juga bisa menjangkau hingga ke sini.

Lumpia Ala Vietnam: Kreasi Sendiri (12)

Lumpia ala Vietnam berikut sambal kecap siap disantap.

Saya pernah diundang acara makan perpisahan seorang mahasiswi Korea yang berhasil menyelesaikan short course enam bulan di Jerman. Si empunya rumah adalah seorang mahasiswi asal Vietnam. Undangan itu hanya berjumlah lima orang, sisanya adalah orang Jerman. Sebelum datang, si tuan rumah sudah bertanya kesediaan saya dan tamu lainnya tentang menu makanan yang disajikan saat acara perpisahan. Rupanya kami semua tidak keberatan dengan Vietnamese Spring Roll. Bahkan menikmati lumpia ini, kami bisa saling ngobrol satu sama lain.

Mengacu pada pengalaman saya mencoba lumpia asal Vietnam yang tidak digoreng tersebut, saya pun mengundang mahasiswi asal Indonesia untuk membuatnya di rumah. Ternyata membuatnya mudah, murah dan cepat. Barangkali anda pun tertarik mencoba di rumah.

Bahan yang diperlukan

Kulit lumpia yang terbuat dari beras.
  • Kulit lumpia yang terbuat dari beras (lihat foto).
  • Udang
  • Bawang putih.
  • Bihun
  • Lemon
  • Wortel
  • Kecap ikan
  • Kecap soya
  • Garam dan merica
  • Jamur
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Cabai merah
  • Minyak goreng
  • Air panas

Langkah membuatnya

Bahan-bahan yang jadi isian lumpia sebelum digulung.
Satu lumpia yang sudah berhasil digulung dan siap disantap.
  1. Ambil air panas, masukkan bihun. Diamkan selama lima belas menit dalam wadah tertutup. Setelah lima belas menit, tiriskan air dan beri taburan bawang goreng.
  2. Panaskan wajan, masukkan minyak goreng. Masukkan bawang putih cincang, cabai dan daun bawang. Tumis hingga matang. Beri saus ikan, perasan lemon dan sedikit merica. Singkirkan sementara.
  3. Wortel dan jamur diiris tipis, juga daun bawang dan cabai. Panaskan wajan, beri minyak goreng. Masukkan semua dan tumis hingga layu. Beri garam dan merica. Tambahkan kecap soya secukupnya.
  4. Setelah semua bahan isian lumpia selesai dimasak. Siapkan kulit lumpia.
  5. Siapkan air panas dalam wadah besar. Masukkan satu lembar kulit lumpia ke air panas hingga seluruh bagian lumpia terendam air panas. Letakkan kulit lumpia di atas piring, tata semua bahan yang disuka di atas kulit lumpia.
  6. Lipat kulit lumpia seperti membungkus hadiah. Dan lumpia siap disantap.
  7. Untuk kecapnya, saya hanya menambahkan irisan cabai dalam kecap soya.

Saran saya, anda bisa juga mengganti isian lumpia sesuai selera anda. Anda bisa ganti dengan suwiran ayam, tumis daging sapi atau cah sayuran. Semua tergantung selera anda atau yang kebetulan tersedia di rumah anda.

Mudah ‘kan! Bagaimana menurut anda?