Makanan Khas Asia (62): Chao, Bubur Nasi dari Vietnam yang Menginspirasi Buat Sarapan

Chao, semacam bubur berkuah.

Bubur ternyata tak hanya milik Indonesia saja. Hal ini pernah saya alami saat saya memesan bubur ayam di Malaka, Malaysia, yang ternyata mirip dengan bubur ayam di Jakarta. Saya pesan bubur ayam yang sedikit kering, tak berkuah dengan suwiran ayam. Hanya saja, saat itu saya tidak mendokumentasikan bubur ayam yang saya beli. Cerita wisata ke Melaka bisa anda cek di link ini.

Lepas dari Malaysia, saya juga temukan bubur juga di negeri tirai bambu. Tepatnya di Shenzhen, saya mendapati kuliner bubur ayam di gemerlapnya pasar malam. Lalu pagi hari, sarapan bubur ayam juga menjadi pilihan saat saya menginap di hotel bintang empat. Dari dua negara tersebut menandai bahwa bubur dengan nasi itu memang bisa menjadi petunjuk sebaran kuliner yang mirip.

Baca juga: Cicipi bubur ayam di Tiongkok

Lalu bagaimana bubur nasi di Vietnam?

Adalah reissuppe sebutan bubur nasi berkuah yang disajikan di restoran Vietnam di Jerman. Jika menilik namanya, reissupe berarti reis (=nasi) dan suppe (=sup, makanan berkuah) yang memang seperti penampakan di atas. Plus bisa disajikan tidak hanya dengan suwiran ayam saja, kreasi lain disajikan dengan daging giling. Wah!

Tak ubahnya makan bubur dipandang baik kala kita terserang sakit, begitu pun chao, bubur asal Vietnam ini. Saya merasakan sendiri manfaatnya pada tubuh kala saya sedang kedinginan kemudian memesannya. Kuah dan kaldunya itu benar-benar meresap dan membuat tubuh hangat. Memang chao biasa disajikan saat udara dingin di Vietnam. Tetapi kebanyakan chao disajikan sebagai sarapan pagi seperti halnya kebiasaan pagi di sebagian negeri Tiongkok.

Umumnya chao itu seperti bubur ayam yang saya kenal. Dimana nasi yang dimasak dalam air kaldu yang banyak dan hampir matang. Kemudian daging ayam potong bisa disuwir dan dimasukkan bersamaan. Kemudian dibumbui sebentar, seperti kecap ikan, daun ketumbar dan rempah Vietnam. Itu bubur ayam yang disebut Chao Ga.

Sementara untuk bubur Chao dengan daging giling seperti yang saya pesan, pun bisa diikuti langkah berikut.

  • Kupas dan potong bawang putih. Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan, goreng sepertiga bawang putih di dalamnya. Tambahkan daging cincang dan masak dalam waktu sekitar 3 menit.
  • Tambahkan rempah Vietnam, ketumbar, kecap, garam dan merica. Basahi dengan ½ liter air. Didihkan selama 1 menit. Lalu tambahkan beras di panci.
  • Panaskan sisa minyak dalam wajan. Goreng sisa bawang putih di dalamnya sampai berwarna kuning keemasan, aduk ke dalam sup sebelum disajikan, taburi dengan daun bawang atau daun ketumbar.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Rekomendasi Tempat (15): Pho 14, Passau Mie Pho Rasa Sapi yang Enak

Mie pho yang saya pesan.

Menikmati sajian mie pho asal Vietnam ini sudah tak terhitung banyaknya. Sejak saya mengenalnya pertama kali saat traveling ke Vietnam, mie pho itu memang punya tempat tersendiri soal rasa. Mungkin mie pho rasa sapi yang saya pilih mengingatkan saya akan bakso. Kuahnya yang nikmat membuat saya ingin memesannya jika saya berada di restoran Pho.

Salah satu restoran Pho yang juga menyajikan pho rasa daging sapi terenak adalah restoran Pho 14, yang terletak di pusat kota Passau. Anda bisa menjangkaunya, karena restoran ini terletak di belakang terminal bis dan mall, pusat perbelanjaan di Passau. Lokasinya sekitar dua menit dari terminal bis Passau atau lima menit dari stasiun kota Passau dengan berjalan kaki.

Baca: Restoran Mie Pho di Ho Chi Minh ini pernah dikunjungi Presiden USA

Anda bisa tambahkan irisan cabai dan perasan jeruk agar semakin “maknyus”.

Restoran Pho 14 ini tergolong baru dibuka dan berani bersaing di antara banyaknya restoran dan imbiss yang mengusung kuliner Asia. Saya dan teman-teman mahasiswa datang ke sini dikarenakan citarasa mie pho yang enak dan tasty. Banyak pengunjung terkesan dengan mie pho yang masih berharga dibawah 10€ alias terjangkau untuk kocek mahasiswa. Tentu mie pho yang dimaksud adalah mie pho original rasa daging sapi.

Porsi yang disajikan pun cukup besar dengan mangkuk yang besar dan irisan daging sapi yang banyak. Taste mie pho memang lembut dan tak terlalu lebar. Itu saya suka. Kuahnya pun terasa nikmat sekali!

Ada berbagai menu asia lainnya yang tersedia di sini. Anda bisa memesannya selain mie Pho. Pramusajinya pun ramah akan melayani anda dengan cekatan.

Makanan Khas Asia (57): Sate Asal Vietnam Pakai Saus Kacang Beda Rasa dengan Sate yang Saya Kenal

Sate Ayam yang dibuat di restoran Vietnam.

Apa pun makanan yang diberi saus kacang dan berasa pedas, disebutnya sate. Entah mengapa muncul istilah sate yang memang berbeda dari sate yang umum dan menjadi kuliner nusantara. Sate yang saya ulas kali ini berasal dari Vietnam. Saya menjadi penasaran untuk mencobanya, meski ini berbeda dari sate yang saya kenal. Tetapi saya menyukai rasanya yang sungguh lezat sekali.

Sesungguhnya saya tidak bisa mengklaim bahwa makanan yang disebut satay atau sate itu hanya berasal dari Indonesia. Nyatanya makanan yang disebut sate yang saya nikmati ini hanya karena diberi bumbu kacang. Itu sama seperti sate sebagai makanan nusantara yang kita kenal. Hanya saja ada rasa saus yang berbeda antara bumbu kacang sate yang menjadi makanan nusantara dengan saus kacang yang dipakai pada makanan Vietnam.

Sate khas Vietnam dengan saus kacang ini sungguh enak.

Umumnya sate makanan nusantara tidak hanya berbumbu kacang saja. Menurut saya, kita menyebutnya sate ketika makanan itu dipanggang di atas bara api. Saus sate memang umumnya adalah saus kacang, tetapi tidak wajib. Bahkan saya paling suka makan sate dengan saus kecap manis, irisan cabai dan potongan bawang merah saja. Atau saya juga suka makan sate khas maranggi yang diberi saus sambal yang dihaluskan kasar. Itu hanya untuk membuktikan bahwa sate asal Indonesia tidak melulu bersaus kacang untuk menikmatinya.

Saya ambil contoh bumbu sate madura yang juga punya sate terenak dengan saus kacangnya. Ada kacang tanah, cabai, bawang merah, kemiri, kecap manis dan gula merah yang dihaluskan bersamaan. Sebelum dihaluskan, kacang tanah terlebih dulu disangrai dengan sedikit minyak. Setelah mendapatkan saus kacang yang dihaluskan, saus tersebut dicairkan dengan sedikit air panas. Dengan begitu, sate yang terdiri tusuk daging yang sudah dipanggang dapat dinikmati dengan saus kacangnya.

Tunggu, bagaimana dengan sate asal Vietnam?

Satenya sudah jelas berbeda dimana potongan dagingnya tidak dipanggang seperti sate khas nusantara. Tetapi kita berbicara tentang saus kacangnya yang enak pada sate asal Vietnam.

Bumbu sate berasal dari peanut butter yang mudah saya peroleh di toko asia di Jerman. Peanut butter juga saya pergunakan untuk saus kacang pada somay buatan saya. Bagaimanapun saya pikir peanut butter itu terkesan praktis dan simple tanpa menggoreng, menumbuk dan menghaluskan terlebih dulu.

Untuk mendapatkan saus sate terdiri atas peanut butter, saus hoisin yang sedikit pedas dan beri pasta bawang putih. Agar tambah enak, bisa juga diberi irisan bawang bombay. Percaya deh saus kacang pada sate asal Vietnam ini benar-benar menggoda rasanya. Penasaran ‘kan?

3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Makanan Khas Asia (53): Won Ton, Sejenis Pangsit Versi Sup atau Goreng

Won ton goreng.

Ada seorang kenalan lahir di Jerman tetapi kedua orangtuanya berasal dari Vietnam. Itu sebab kenalan saya berperawakan seperti orang Vietnam umumnya, hanya saja dia tidak bisa berbicara bahasa Vietnam. Generasi kedua dan seterusnya dari para migran asal Vietnam ini tinggal di Jerman untuk studi, bekerja atau membuka usaha kuliner. Salah satunya kenalan saya yang juga mahasiswa yang dan studi bersama saya di sini. Kemudian dia mengajak saya untuk menikmati kuliner Asia di restoran Vietnam.

Berhubung kuliah belum dimulai, saya pun menyambut baik ide dia untuk menikmati kuliner asal negeri orangtuanya. Kami berdua termasuk orang yang tak banyak makan sehingga porsi makanan yang dipilih pun tak besar. Pilihan menu makanan jatuh pada won ton atau dalam bahasa Inggris, kuliner ini disebut dumpling. Dumpling ini bisa disebut pangsit seperti yang saya kenal di Jakarta.

Won ton sup.

Karena hujan turun deras dan suhu menjadi lebih dingin saat musim gugur maka pilihan pertama kami adalah sup. Seperti yang anda lihat sup won ton terdiri atas beberapa pangsit dengan kuah sayur. Isian pangsit yang saya rasakan adalah daging ayam giling yang diberi bumbu sedikit. Lalu kenalan saya menceritakan bagaimana ibunya membuat sup won ton di rumah.

Isian pangsit untuk sup adalah daging giling dicampur tepung terigu, telur, sedikit bawang dihaluskan, garam, merica dan irisan daun bawang. Setelah dicampurkan menjadi satu, ambil satu sendok kecil dan dimasukkan dalam pangsit. Bungkus dengan memancungkan simpul atas pangsit. Setelah terkumpul sekian pangsit, kukus pangsit hingga matang. Hidangkan pangsit kukus dengan irisan sayuran seperti wortel dan kol yang sudah matang. Beri sedikit kaldu sayur dan masak hingga matang.

Selanjutnya untuk won ton goreng, isiannya sedikit berbeda. Isiannya adalah tepung terigu, udang yang bersih dan sudah dikupas kulitnya, garam dan merica. Selipkan isian pangsit goreng. Basahi satu sisi pangsit dengan air lalu lipat menutupi isian. Goreng dalam minyak panas. Won ton goreng biasa disajikan dengan saus asam manis.

Anda tertarik won ton sup atau goreng?

4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Pho Ga, Mie Ayam Bakso ala Vietnam: Makanan Khas Asia (51)

Masih seputar kuliner yang berasal dari Vietnam, kali saya perkenalkan kepada anda bagi pecinta mie ayam. Seperti biasa saya mendapati menu ini saat berada restoran yang mengklaim spesialis menu makanan Vietnam di suatu pusat perbelanjaan. Karena saya ingin sesuatu yang hangat seperti sup, maka saya memesan Pho Ga.

Jika anda suka makan mie ayam bakso maka anda perlu menyimak ulasan saya berikut.

Seperti yang anda tahu, mie Pho itu sudah mendunia sebagai kuliner Vietnam. Saat berkunjung ke Vietnam sendiri, saya pernah datang ke restoran mie Pho legendaris yang pernah dikunjungi salah satu mantan Presiden Amerika Serikat. Cerita saya ada di sini. Sedangkan aneka mie Pho lainnya yang sudah kerap saya coba, sudah saya ulas di link ini.

Jika mie Pho yang sering saya ulas adalah mie berkuah dengan kaldu dan irisan daging sapi, maka Pho Ga memiliki citarasa berbeda. Pho ini ibarat hamburger di Amerika, Pizza di Italia dan Schnitzel di Jerman. Ini adalah makanan wajib dicicipi saat anda berada di Vietnam. Bahkan saat saya berada di Vietnam, mie Pho itu bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

Lalu apa bedanya Pho Ga?

Pho Ga berisi kaldu ayam dan suwiran daging ayam ada dalam semangkuk Pho Ga yang saya pesan beberapa waktu lalu. Jika saya membayangkan kuliner ini dengan makanan nusantara maka saya jadi ingat Pho Ga itu ibarat mie ayam bakso. Saya suka sekali menikmati ayam bakso di kantin sekolah dulu. Bahkan mie ayam bakso menjadi makanan populer untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di jaman saya saat itu.

Pho Ga itu seperti mie Pho pada umumnya. Ada tauge, suwiran daging fillet ayam yang sudah digoreng, irisan daun ketumbar dan ditambah mie lebar khas Vietnam tentunya. Namun mata saya terbelalak mana kala saya mendapati ada bakso yakni bola-bola daging yang jarang dijual di Jerman. Saya saja sampai membuat bakso sendiri di rumah karena saya begitu menginginkannya.

Pho Ga ini berkuah banyak dalam mangkuk besar. Porsinya cukup banyak sehingga anda tak perlu khawatir kelaparan. Dalam foto menu, Pho Ga digambarkan dengan dua pentol bakso. Mungkin saya datang menjelang malam sehingga baksonya menjadi berkurang satu. Untuk menguatkan rasanya, anda bisa menambahkan saus pedas, cuka pedas dan kecap yang tersedia di tiap meja.

Makan Pho Ga ini ibarat mengobati rasa rindu makan mie ayam bakso Pak Gondrong jaman saya masih bersekolah dulu. Begitulah pengalaman saya yang mungkin bisa anda coba menikmati mie ayam bakso dari negeri tetangga Asia Tenggara.

Apakah anda tertarik mencoba Pho Ga?

Bo Xao Xa Ot, Tumis Daging Sapi Sereh Super Pedas: Makanan Khas Asia (50)

Apa yang anda bayangkan jika menikmati makanan super pedas khas Vietnam? Hal ini muncul dalam benak saya saat memesan makanan di Imbiss milik orang Vietnam di sini. Di papan menu tertulis nama menu dalam bahasa Vietnam, Bo Xao Xa Ot yang membuat penasaran. Pastinya makanan dari cah sapi ini buat lidah saya bergoyang karena rasanya yang pedas.

Dalam bahasa Inggris menu ini disebut Vietnamese Lemongrass Beef. Bumbunya yang super pedas bisa disandingkan dengan mie atau nasi. Menariknya lagi, ini bisa menjadi menu favorit yang jadi keseharian masyarakat Vietnam.

Apa yang membuat mereka suka makanan ini?

Selain rasa pedas yang membangkitkan selera makan, tumis daging sapi ini mudah dan cepat dibuatnya. Anda harus memilih daging sapi fillet tanpa lemak. Lalu rendam bersama bumbu cabai merah bubuk, baking soda dan rempah khas Vietnam. Setelah direndam selama sepuluh menit, siapkan batang serai. Iris batang serai menjadi lebih tipis.

Setelah anda punya serai yang halus, siapkan gula, garam, bumbu jamur dan cabai cincang segar. Hancurkan dengan food processor. Siapkan juga bawang merah dan bawang putih yang diiris halus. Juga bahan-bahan yang anda sukai seperti wortel, jamur, brokoli dan tauge.

Silahkan ditumis semua bahan, beri kecap ikan dan saus wijen! Kata Xao sendiri diartikan sebagai tumis dan bo adalah daging sapi. Itu sebab yang menjadi alasan nama menu ini. Saya pastikan makanan ini benar-benar enak bagi penyuka makanan pedas. Tumis ini bisa disajikan dengan nasi hangat seperti yang saya pesan, atau mie panjang.

Bún Chả Hà Nội, Bihun Daging Panggang dari Hanoi: Makanan Khas Asia (49)

Bihunnya tampak tak terlihat. Bihun ada di bawah tumpukan sayur.

Jika anda berkunjung ke Vietnam wilayah utara seperti Hanoi, maka anda akan menemukan makanan tradisional berikut ini. Ini tak ubahnya Pho A yang sering saya ceritakan. Namun mie bihun berikut berbeda, baik dari bahan, penyajian hingga rasa yang saya coba. Makanan ini layak dinikmati jika anda berkunjung ke restoran vietnam atau langsung ke Vietnam, seperti yang pernah saya lakukan sepuluh tahun lalu.

Bun cha ha noi memang berasal dari Hanoi, Vietnam Utara. Sedangkan jika makanan yang serupa di Vietnam Selatan dikenal dengan nama bún thớt nướng. Isian dari makanan ini sebenarnya sama saja. Bun cha terdiri atas bihun beras ditumpuk dengan aneka sayur yang masih segar, kemudian dimakan bersama daging yang dipanggang. Nah, menariknya untuk mencampurkan semua bahan tadi diperlukan kuah rempah yang berasa asin, asam dan menyegarkan. Hmmm, enak!

Jika anda datang ke Hanoi, hampir dipastikan bun cha dijual mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima. Bun cha dihargai dari yang paling murah hingga paling mahal. Satu lagi, orang vietnam utara menikmati bun cha tak kenal waktu. Ini bisa dijadikan sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Penelusuran informasi menyebutkan makanan ini sudah diedarkan sejak tahun 1960-an.

Menurut orang Vietnam sendiri, bun cha cocok dinikmati saat musim panas. Mereka biasa membuatnya sendiri di rumah karena ini termasuk makanan yang mudah dan praktis. Bahkan teman mahasiswa asal Hanoi bercerita dia dan keluarganya duduk di luar rumah sambil memanggang daging, sementara kuah asam dan sayuran diracik sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Ini menjadi ritual yang mengasyikan, katanya pada saya.

Apakah anda tertarik mencoba bun cha?

Pisang Goreng ala Vietnam Bisa Jadi Pilihan Manis yang Kreatif

Salah satu kudapan yang selalu teringat saat berada jauh dari Indonesia adalah pisang goreng. Pasalnya, ibu saya kerap membuatkannya untuk saya jika saya sedang berada di rumah. Pisang goreng memang paling nikmat disantap selagi hangat. Saya pun gemar membuatkannya sesekali di sini karena suami saya juga suka makan pisang goreng ala Indonesia ini.

Namun siapa sangka, ada cara kreatif membuat pisang goreng. Ini saya temukan ketika saya bertamu ke kawan mahasiswa asal Vietnam. Dia tahu bahwa saya suka mencoba sesuatu yang baru untuk disantap. Dia membuatkan pisang goreng yang sedikit berbeda dari pisang goreng yang selama ini saya nikmati. Kala itu di sini hujan turun deras, dia menyajikan pisang goreng yang menurut saya sangat tepat. Dia buatkan pisang goreng dan teh ala Vietnam.

Seperti biasa buah pisang dibelah menjadi dua bagian. Lalu masukkan dalam tepung sebelum digoreng. Ketika minyak sudah panas di wajan, masukkan pisang yang dibalur tepung. Goreng pisang hingga warna kecokelatan. Setelah matang, beri siraman madu di atas pisang. Tak lupa, ada irisan kacang almond yang digunakan sebagai dekorasi dan pelengkap rasa.

Kreasi pisang goreng yang manis dan kreatif ini bisa jadi pilihan bagi anda. Apalagi pisang yang crunchy ditambah manisnya madu dan rasa almond akan menambah citarasa yang kaya, lebih dari sekedar pisang goreng yang selama ini saya kenal. Ini bisa menjadi pilihan untuk menemani keseharian anda yang berbeda.

Apakah anda tertarik mencobanya?