Wina, Austria (3): Kastil Schönbrunn Nan Megah dan Punya Legenda

Tampak depan. Bila musim panas, maka taman kastil akan dihiasi air mancur dan bunga-bunga indah.
Maket kastil dan anda bisa melihat betapa luasnya kompleks ini.
Kastil ini tak pernah sepi dan selalu diminati turis.
Salah satu ruang dalam kastil dengan lukisan “Sissi” yang melegenda.

Begitu mendarat di ibukota Austria, anda pasti bingung hendak kemana destinasi wisata selanjutnya. Jika anda datang di musim panas, pastinya banyak tempat bisa dikunjungi. Kami datang di musim winter menurut orang Jerman, suhunya menjadi lebih dingin dan rasanya hanya ingin berada di dalam ruangan saja. Destinasi wisata di Wina adalah Dom St. Stephan yang jadi landmark kota. Saya pernah menuliskannya di sini.

Untuk destinasi lainnya, bagaimana bila berkunjung ke kastil schönbrunn?

Kastil bergaya asitektur baroque ini memang jadi incaran wisatawan saat datang ke ibukota Austria. Tentu bangunannya yang mempesona sebagai kastil terindah. Kompleks istana yang luas, mewah dan indah ditemani taman yang mengagumkan juga. Sayang kami datang di musim dingin dimana tak ada bunga warna-warni dan air mancur taman. Namun pengunjung kastil tak pernah sepi.

Kaisar Franz Joseph I adalah raja terakhir dan terlama memimpin Austria dan sekitarnya. Beliau dilahirkan dan wafat di istana ini. Beliau memperisteri puteri kerajaan dari Bavaria, Jerman yang bernama Elizabeth, dengan lebih banyak dikenal dengan nama “Sissi“. Karena karakter dan kepribadian ratu ini maka kisah ratu “Sissi” didokumentasikan dalam film. Film ini membuat istana pun menjadi perhatian publik. Film “Sissi” hampir diputar setiap Desember atau libur natal di Jerman.

Legenda Ratu “Sissi” menjadi cerita menarik yang mirip dengan dongeng. Ia tak hanya cantik tetapi disukai karena kepribadiannya. Cerita ini yang divisualisasikan menjadi film dengan latar belakang istana schönbrunn. Istana ini begitu melegenda sehingga banyak orang datang mengunjunginya.

Schönbrunn juga menjadi tempat publik. Datang di saat musim dingin, ada pasar menjelang natal dan tahun baru sebagaimana yang pernah saya ceritakan di sini. Di musim panas di sekitar istana terdapat konser musik karya-karya pemusik Austria yang sudah mendunia. Itu sebab kastil tak pernah sepi pengunjung.

Penasaran bagaimana kondisi dalam istana? Silahkan datang dengan bayar tiket masuk 22€ per orang!

Wina, Austria (2): Kota Layak Huni dan Kota Musik

Patung Kaisar Franz Joseph I di pusat kota Wina.
Dari Wina, ada jalan tol yang langsung terhubung ke ibukota tiga negara yakni Praha, Budapest dan Bratislava.
Salah satu museum di pusat kota Wina.
Kastil Schönbrunn tampak kejauhan yang juga menjadi destinasi wisata.

Kunjungan ke ibukota Austria, Wina adalah kali sekian bagi kami. Itu artinya, kunjungan ke Wina bukan kali pertama. Jika kami menyeberang ke Ceko, Hungaria dan Slowakia maka kami melewati kota ini. Namun ada juga kesempatan lain, kami datang ke Wina untuk berkeliling seperti cerita tentang Dom St. Stephan.

Dom Santo Stephan memang menjadi landmark kota Wina. Nama santo Stephanus atau Dom St. Stephan juga ada di Passau, Jerman dan Budapest, Hungaria sepertinya ada keterkaitan sejarah. Dom St. Stephan di Wina ini menjadi pusat kota dan destinasi wisata yang digemari wisatawan. Pasalnya, wisatawan bisa naik ke menara gereja maka pengunjung bisa melihat panorama kota Wina dengan arsitektur yang indah. Kebanyakan bangunannya berciri baroque.

Kota Wina juga dikenal Kota Musik. Kota ini sering menggelar festival dan konser. Kemarin saja di awal tahun 1 Januari ada konser musik tahunan yang rutin digelar di Staatoper atau Vienna State Opera. Konser musik ini membawakan karya musik legendaris yang dikenal dunia seperti Mozart, Beethoven, Haydn, dll. Meski tiket masuk opera harganya terbilang mahal menurut saya, namun konser ini layak ditonton. Harga tiket tergantung posisi duduk anda. Penonton pun penuh sesak dan selalu menyambut meriah di akhir instrumen.

Sedangkan jika anda datang di musim panas, di kota ini menawarkan summer night concert. Konser musik ini biasa digelar di kastil Schönbrunn. Konser megah dan menawan ini memang patut dikunjungi, terutama pecinta musik. Di Wina, ada beberapa tempat yang memang menyajikan konser musik kontemporer, musik klasik bergaya Mozart dan sejenisnya. Ini alasan citra kota ini disebut kota musik.

Kota ini menawarkan stabilitas di segala bidang. Itu sebab Wina sudah mendapat peringkat kota layak huni sejak 2015. Kota ini bahkan sudah memiliki kerangka Smart City menuju tahun 2050. Pastinya mengesankan juga soal kendaraan umum.

Setelah kami mencoba dua pengalaman yakni menggunakan kereta api dari Jerman dan kendaraan pribadi maka kami menilai menggunakan kendaraan umum lebih murah. Jika menggunakan kendaraan pribadi maka ada biaya tol dengan nilai terendah 9€ untuk 10 hari. Parkir di pusat kota Wina, dimulai dari sekitar 1,9€ hingga 3,9€ per jam. Mungkin ini cara yang mendorong orang menggunakan kendaraan umum. Semakin sedikit berkendara di dalam kota Wina tentu baik bagi pengurangan polusi yang menjadi tujuan jangka panjang Smart City kota Wina. Mengesankan!

Bagi para turis, kota ini perlu dikunjungi karena ada sekitar 100 museum yang berkaitan dengan seni. Kota ini juga pernah menjadi kediaman tokoh dunia. Sebut saja Beethoven, Mozart, Sigmund Freud, dan berbagai tokoh dunia lainnya. Karena Wina pernah menjadi kota kediaman Kaisar maka tak salah banyak bangunan yang menarik dan instragamable. Asyik ‘kan!

Wina, Austria (1): Kemeriahan New Year’s Market di Depan Istana Schönbrunn

Di sekitar pasar adalah bangunan yang jadi bagian dari istana schönbrunn.
Kuliner seperti brezeln.
Menikmati secangkir cokelat panas asyik juga.
Kerajinan tangan yang terbuat dari kertas.
Semakin sore, semakin bertambah pengunjungnya.

Liburan di Jerman sudah berlangsung sejak satu minggu ini, hingga nanti tanggal 6 Januari 2019. Tradisi sebagian besar orang-orang di sini tak ubahnya di Indonesia, pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Kota-kota yang dipenuhi mahasiswa biasanya sudah mulai sepi karena mahasiswa perantau sudah mudik. Natal bagi orang Jerman adalah hari liburan bersama keluarga.

Natal baru saja berlalu beberapa hari lalu. Menjelang natal, tiap kota di Jerman boleh dikatakan menggelar pasar rakyat yang disebut christkindlmarkt atau weihnachtsmarkt. Rupanya pasar menjelang natal ini juga diadakan di negara tetangga, Austria. Jika saya amati, pasar ini pun tak ubahnya seperti di Jerman yang menjual kebutuhan persiapan natal serta kuliner di musim dingin.

Sayangnya natal sudah berlalu. Kami datang ke ibukota Austria, Wina saat menjelang tahun baru. Pasar Natal sudah berakhir saat minggu keempat Adven, atau sekitar tanggal 23 Desember. Konon pasar natal di Wina terbesar diselenggarakan di depan Rathaus, kantor pemerintahan. Ada 150 gerai penjualan yang berpartisipasi di sini.

Awalnya pasar natal di Wina diselenggarakan pertama kali tahun 1772. Tradisi pasar rakyat ini dilakukan untuk menjual kerajinan tangan sebagai persiapan merayakan natal dan ajang seni seperti paduan suara juga konser musik menyambut natal. Tradisi ini dipertahankan hingga sekarang, bahkan setelah natal berakhir. Pasar rakyat menjelang tahun baru ini disebut New Year’s market yang masih berlangsung hingga 6 Januari tahun depan.

Salah satu pasar menjelang tahun baru atau new year’s market yang baru saja kami kunjungi berlokasi di depan kastil Schönbrunn. Pasar ini menjadi meriah dan menarik karena lokasinya yang dekat dengan istana terindah di Wina. Istana bergaya barok dengan dikelilingi taman yang menawan menambah minat pengunjung untuk datang berbelanja atau sekedar mengambil foto.

Pasar ini menjual aneka kerajinan tangan dan produk rakyat. Pengunjung yang sebagian besar adalah turis tampak senang memadati tiap lapak penjualan. Turis bisa saja datang berkunjung ke istana atau berkunjung ke dua tempat sekaligus yakni istana schönbrunn dan pasar menjelang tahun baru. Banyak juga turis termasuk kami mencicipi kuliner yang nampaknya istimewa.

Bagaimana hari Minggu anda bersama keluarga?

Photos Galery: Dom St. Stephan di Wina, Austria

Some following photos are about Dom St. Stephan in Vienna, Austria that took by me a few weeks ago. I thought Dom St. Stephan in Vienna and Dom St. Stephan in Passau, Germany have the linkage. How do you think?

***

Salah satu bangunan yang menandai kota Wina, Austria adalah Dom St. Stephan yang berada di pusat kota. Bahkan pengunjung bisa membayar untuk naik ke atas menara melihat keindahan kota Wina.

Bangunan bergaya gothic ini telah menjadi saksi sejarah ratusan tahun lalu, termasuk perang dunia kedua yang menghancurkannya. 

Barangkali sebagai turis, anda tertarik berkeliling pusat kota Wina dengan kereta kuda. Kereta kuda ini parkir tak jauh dari Dom St. Stephan. Silahkan bayar sejumlah Euro untuk 30 menit dan 1 jam!

Apakah ada kaitannya dengan Dom St. Stepan di Passau? Sepertinya ada. 
Dom St. Stephan Passau, Jerman kala pasar malam menjelang Natal.

Dom St. Stephan, Passau dari kejauhan.
 

 

Der Steffl-Kirtag di Dom St. Stephan, Wina Austria

Kamis minggu lalu adalah hari libur nasional di Jerman. Hari itu adalah hari kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Di hari itu, di Jerman dikenal juga sebagai hari Ayah. Saya dan suami mengadakan pelesiran ke Wina, Austria. Tentunya hari itu juga adalah hari libur di Austria.

Kami pun bergegas menuju ke Dom St. Stephan. Di Passau sendiri Dom St. Stephan begitu megah terbangun. Bagaimana di Wina, Austria? Itu yang mendasari kami ke sana. 

Setibanya di sana, kami menemukan lautan orang yang datang berkunjung ke Dom. Mereka mulai antri mengular masuk ke dalam Dom. Sedangkan sebagian orang berada di sekitar dom. Rupanya di luar Dom digelar acara Der Stiffl-Krittag. Tampak panggung yang jadi mimbar, belum dimulai. Ketika saya datang kamis kemarin, acara ini baru saja dibuka secara resmi. Acara ini akan berlangsung dari hari kamis kemarin (10/5) hingga Minggu (20/5). Hari Minggu besok dirayakan sebagai hari Pentakosta bagi umat Katolik seluruh dunia. 

Acara ini digelar secara meriah di sekitar Dom. Kios ala Christkindlmarkt, pasar menjelang Natal tampak dipenuhi pengunjung untuk berbelanja atau hanya tertarik mengamati aneka dagangan. Di sisi lain kios penganan dan minuman dipenuhi ragam orang yang duduk-duduk sembari ngobrol. Di dekat panggung tampak para lansia dan pengunjung duduk menikmati bir dan makanan khas Jerman. Sementara di sudut makanan terlihat area bermain anak. Lengkap!

Der Steffl-Kirtag diadakan setiap tahun sejak 2002 setelah perayaan lima puluh tahun dibukanya kembali Dom akibat sempat rusak di tahun 1945. Namun saat saya datang pun masih ada bagian-bagian Dom yang direnovasi. Artinya terus diperbaiki agar bisa bertahan dalam gerusan jaman. Acara det Steffl-Kirtag juga menjadi bagian dari penggalangan dana untuk pemeliharaan dan perawatan Dom. 

Jika anda datang setelah paskah, silahkan mampir ke Dom St. Stephan Wina! Anda berkesempatan untuk mencicipi aneka kuliner sembari menyaksikan kemeriahan acara ini. 

Semoga bermanfaat!