Brussels (3): Cara Memikat Pelanggan Restoran Ini Bisa Ditiru

Restoran selera asia di Brussels.
Restoran yang menyajikan menu sea food.
Contoh kreasi wafel ini juga menarik.

Waktu makan siang tiba. Saya dan suami masih berputar di area pusat kota yang menjadi destinasi wisata. Saya bermaksud untuk mengunjungi satu lokasi tempat lagi sebelum makan siang, tetapi godaan-godaan dilalui yang membuat saya takluk. Godaan itu adalah kami melewati restoran yang menawarkan aneka macam sajian sesuai selera. Suami saya masih bisa menahan diri, sementara saya semakin tergoda setelah melihat food presentation di depan restoran. Oh No!

Tak hanya saya, beberapa turis asal Asia tampak berhenti memperhatikan tampilan makanan yang mencitrakan menu restoran. Tentu saja makanan-makan tersebut visualisasi dari menu restoran. Ini adalah palsu, meski sekilas anda melihatnya seperti menu makanan asli yang menggairahkan dan menggoda saya. Namun ada juga beberapa kedai jajanan yang menyajikan food presentation itu adalah makanan sungguhan. Ini dimaksudkan agar turis dan orang yang tertarik dapat langsung mengerti makanan yang dipesan.

Saya adalah orang yang bertipe visual. Jika saya melihat daftar menu makanan dan hendak memesan, saya butuh waktu sejenak untuk membayangkan seperti apa makanan yang akan dipesan. Nah, food presentation yang dibuat restoran dan kedai makanan ini sangat membantu orang bertipe visual seperti saya. Betul ‘kan, akhirnya saya tergoda untuk mampir dan menikmati makan siang.

Ide food presentation memang bukan kali pertama saya jumpai. Di Asia pun saya pernah menjumpainya sebagai bagian dari strategi marketing. Saya pun pernah menyaksikan program televisi yang membahas industri rumahan yang berbisnis food presentation. Industri ini tak mudah karena membutuhkan ketrampilan menata dan membuat dekorasi yang tak mudah. Ada sisi seni dan kuliner di sini.

Banyak restoran yang juga mencoba cara ini agar pembeli datang ke lokasi usaha mereka. Selain itu food presentation meminimalisir komunikasi antara pramusaji dengan pembeli, karena pembeli sudah mendapatkan gambaran makanan yang hendak dipesan. Apalagi lokasi usaha di sekitar area turis misalnya, hambatan bahasa bisa diminimalisir setelah pembeli tahu apa yang hendak dipesannya.

Strategi membuat food presentation bukan tanpa alasan. Jika anda memajang makanan yang tampilannya menarik dan menggairahkan di media sosial saja, bukan tidak mungkin anda tertarik. Suatu studi (2012) menyatakan visualisasi makanan akan memicu hormon di otak yang membuat anda ingin mencobanya atau merasa lapar.

Oleh karena itu, rasa makanan untuk pertama kali bagi orang yang belum tahu makanan tersebut adalah nomor kedua. Pertama, orang tertarik mencobanya setelah melihat bagaimana penampilan makanan yang begitu menarik itu. Tak hanya itu, tampilan contoh makanan ini bisa menjadi ukuran kualitas rasa makanan yang hendak dipesan.

Ada pendapat?

Amsterdam (9): 5 Alasan Mengapa Banyak WNI Berkunjung

Seniman asal Belanda bernama G. Bredero yang diabadikan patungnya, dekat Niuewmarkt.
Sudut kota Amsterdam kala musim dingin.

Banyak alasan mengapa Warga Negara Indonesia (WNI) bisa berkunjung ke Belanda. Negara ini sudah dikenal ratusan tahun lalu di tanah air dan sebagian peninggalan jejak negeri Holland juga mudah ditemukan di pejuru Indonesia. Ya, negeri Belanda tak asing lagi bagi saya, warga Indonesia. Begitu melekatnya hubungan Indonesia dengan Belanda, wisatawan bisa berkunjung ke restoran Indonesia di pusat kota Amsterdam dan beberapa kota besar di Belanda.

Baca: 10 Destinasi wisata bila berada di Amsterdam

Hal menarik lainnya adalah ketersediaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dari sightseeing tour yang ditawarkan di sini. Mungkin pengelola wisata tahu bahwa warga negara Indonesia menjadi wisatawan dominan atau artinya jumlahnya meningkat. Sementara saya belum menemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam sightseeing tour. Hal ini pasti ada alasan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mampir ke Amsterdam.

1. Alasan keterkaitan sejarah masa lalu

Multatuli Huis.

Siapa yang tak kenal negeri Belanda jika kita adalah warga negara Indonesia. Dalam pelajaran di sekolah atau tayangan film dokumenter sejak kita masih anak-anak tentang sejarah bangsa, Belanda adalah negara yang tak lepas dari masa lalu. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang berlibur bersama keluarganya ke Penang, Malaysia. Bahasa inggrisnya bagus. Karena kami menginap di hotel yang sama maka saya mengenalnya. Lalu dia tertarik untuk bertanya banyak hal pada saya setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia. Rupanya pelajaran di sekolahnya pun tak lepas dari sejarah di Indonesia. Saya pun mengamini bahwa saya pun belajar hal saya sama soal sejarah Indonesia yang pernah menjadi negeri koloni dari Belanda.

2. Alasan penerbangan yang langsung

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Amsterdam.

Apa yang menyebabkan Amsterdam menjadi magnet bagi warga Indonesia? Alasan praktis adalah soal penerbangan. Dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Amsterdam Airport Schiphol tersedia jalur penerbangan langsung. Ini yang memudahkan orang seperti saya misalnya memilih jalur pertama ke Amsterdam dulu baru kemudian melanjutkan destinasi lainnya di Uni Eropa.

3. Alasan kuliner

Kejunya itu enak sekali!

Saya sempat berpikir bahwa kuliner nusantara itu mendapatkan pengaruh juga dari negeri Holland. Sebut saja makanan perkedel, pancake, semur, kroket dan kue cubit. Begitu pun ketika saya di Amsterdam, restoran Indonesia dan toko tentang bahan pangan Indonesia itu tersebar di banyak tempat. Kenalan asal Jerman menyebutkan indonesisch rijsttafel perlu dicoba saat berada di Belanda. Rupanya ini adalah hidangan seperti kita makan di restoran padang. Sebagai orang Jerman, hidangan itu menarik disajikan secara bersamaan.

4. Alasan kunjungan keluarga

Patung Perempuan dengan Selendang di Amsterdam.

Begitu dekatnya Indonesia dengan Belanda hingga saya mendapati banyak kenalan yang punya sanak keluarga tinggal di Belanda. Itu sudah saya dengar dan dapati sejak saya masih tinggal di Indonesia. Karena alasan kekerabatan tersebut maka Amsterdam menjadi impian destinasi untuk dikunjungi setelah berkunjung ke kerabat dan sanak keluarga di Belanda.

5. Alasan wisatanya yang banyak pilihan dan ramah turis

Selalu saja ada tempat wisata baru di sini, contohnya ini.
Science Museum juga menarik untuk disambangi.

Bagi penyuka museum, rasanya anda perlu ke Amsterdam. Aneka macam museum menarik ada di sini. Tentu anda masih ingat cerita lima museum seperti museum sex atau museum canabis di sini. Banyak pilihan menarik tersedia untuk wisatawan. Kota ini ramah turis dan penduduknya pun bisa bahasa inggris dengan baik.

Baca: 5 Museum yang bisa dipertimbangkan untuk dikunjungi

Alasan lain pun mungkin masih ada lagi, seperti alasan seni misalnya. Sedangkan yang lain bisa saja menyebut alasan studi karena ada tawaran dari lembaga penyedia beasiswa yang memberi kesempatan untuk studi lanjutan di Amsterdam. Pastinya anda juga punya alasan tersendiri, mengapa perlu berkunjung ke Amsterdam?

Amsterdam (8): 10 Destinasi Wisata Berbayar Hingga Gratis, Hanya dengan Berjalan Kaki

Belanda memang bukan Amsterdam saja, tetapi kecantikan kota ini seperti magnet untuk datang.
Canal night tour Amsterdam bisa anda pilih di musim dingin untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Tampak belakang Basilika Santo Nikolaus.

Kami berencana jam 9 pagi sudah keluar hotel dan mulai menjelajah pusat kota Amsterdam. Apa daya, ini musim winter dimana jam 8 pagi masih terasa gelap dan begitu sepi. Rasanya kami pun masih ingin diam di kamar yang nyaman sembari menikmati sarapan pagi. Kami tak perlu khawatir juga untuk menjangkau destinasi wisata karena jarak hotel dengan pusat kota begitu dekat hanya dengan berjalan kaki.

Nah, sepuluh tempat berikut adalah destinasi wisata turis bilamana datang ke Amsterdam. Anda tak perlu keluar uang taksi, sewa sepeda apalagi membawa kendaraan. Cukup berjalan kaki, semua bisa dijangkau. Sepuluh tempat ini ada yang gratis tetapi ada pula yang berbayar. Semua pilihan ada di tangan anda.

1. Dam Square

National monument.
Delman di area Dam Square.

Pemberhentian pertama adalah semacam alun-alun kota dimana warga bisa bertemu dan berekspresi. Seperti saat kami datang, di sisi tengah ada orang yang mencari uang dengan membuat pertunjukan akrobat. Di sisi lain, pertunjukkan budaya suatu negara yang ramai. Dam Square dikenal juga sebagai meeting point untuk sightseeing tour di Amsterdam. Dam Square ditandai National Monument sebagai peringatan perang dunia kedua. Monumen tersebut dibangun tahun 1956.

Dam Square letaknya di pusat dan strategis. Di sini pula orang bisa melakukan unjuk rasa/demonstrasi atau acara yang melibatkan massa. Di sini pula dulu menjadi terminal trem, kendaraan seperti kereta yang melintas di jalan raya. Dam Square juga menjadi tempat berlangsungnya pasar jelang natal. Karena dulu area ini dikenal sebagai market square.

2. Museum kota Amsterdam

Pintu masuk.
Lorong menuju kafe museum.

Jika anda datang ke Amsterdam, tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah museum kota. Museum ini berisikan tentang Amsterdam masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Enam ratus tahun lalu, bangunan museum ini semula adalah biara kemudian abad 16, bangunan dialihfungsikan menjadi panti asuhan yang menampung ribuan anak. Tahun 1975 fungsi panti asuhan direlokasi yang selanjutnya menjadi Amsterdam Museum. Museum ini berisi lebih dari soal sejarah Amsterdam di masa lalu, tetapi ada seni, budaya dan kebiasaan orang-orang di sini abad per abad.

Contohnya adalah kedatangan Napolleon Bonaparte ke Amsterdam.

Tidak hanya museum, di sini ada kafe dan teras yang sunyi untuk pengunjung di tengah hiruk pikuk kota Amsterdam. Anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue-kue negeri Holland yang enak itu atau Heinaken bir mungkin. Museum buka tiap hari mulai dari jam 10 pagi dengan tiket masuk seharga 15€. Jika anda punya I am amsterdam city card maka anda gratis masuk.

3. Royal Palace

Royal palace dari seberang jalan, yakni area shopping centre.
Raja dan Ratu Belanda.

Royal Palace adalah tempat wajib yang dikunjungi di kota-kota besar di Eropa. Pasalnya ini tidak hanya menggambarkan kehidupan monarki pada jaman dulu kala tetapi bangunan istana memang berkesan dan menarik menjadi objek foto. Di depan royal palace seperti alun-alun kota yang tak pernah sepi turis. Selalu ada atraksi yang menarik minat wisatawan atau area berkumpulnya para warga.

Maket istana.

Istana ini didirikan abad 17 dengan gaya arsitektur klasik. Di sini pula terdapat balai kota pemerintahan kota yang diusung sejak dikenal Dutch Golden Age. Bangunan bercorak kuning ini memiliki interior yang melambangkan prestise dan kekusaan. Lebih jelasnya, anda bisa berkunjung ke sini pada jam operasional buka dengan membayar tiket 10€ per orang. Jika anda punya tiket museum terusan maka anda gratis berkunjung.

4. Madame Tussauds

Madame Tussauds di kota Amsterdam.

Tak jauh letaknya dari Royal Palace adalah museum lilin Madame Tussauds. Meski ada banyak museum Madame Tussauds, namun di Amsterdam pastinya ada yang berbeda dan menarik. Saya tidak masuk ke dalam museum karena saya pikir ini kurang lebih sama saja seperti museum madame tussauds yang pernah saya kunjungi di kota lain. Tiket masuknya pun bisa digabung dengan tiket Amsterdam Light Festival.

5. Central Station

Stasiun kereta utama yang besar dan megah di malam hari.
Stasiun yang bersebrangan dengan pusat informasi turis.

Dikutip dari laman informasi turis, setiap harinya diperkirakan sekitar seperempat juta orang lalu lalang melewati stasiun utama Amsterdam. Stasiun ini termasuk yang terbesar dari bandara udara Amsterdam yang ditransfer ke berbagai stasiun di wilayah lain di Belanda. Amsterdam central station juga menjadi titik terminal moda transportasi di ibukota Belanda ini. Stasiun ini pertama kali dibuat dan resmi digunakan pada abad 19 akhir.

Jika anda sudah tiba di stasiun ini, anda bisa mudah membeli tiket moda transportasi umum lainnya. Anda juga bisa langsung mendatangi pusat informasi turis yang letaknya di seberang stasiun. Dari sini juga anda bisa langsung menuju stasiun lain di belahan Belanda lainnya.

6. Zeedijk

Zeedijk Buddhist temple.
Restoran di Niuewmarkt.

Lokasi wisata selanjutnya adalah area chinatown yang dijadikan pusat kuliner selera asia, rumah ibadah seperti klenteng dan sovenir. Area ini cukup luas untuk dijelajahi, saya dan suami hanya mampir sebentar mengingat kami salah jalan yang pada akhirnya menemukan tempat ini. Letak chinatown dekat dengan Nieuwmarkt. Area ini mudah dikenali karena terdapat banyak restoran selera asia dan toko-toko sovenir. Sebenarnya ini kurang tepat juga disebut area pecinan mengingat ada juga warga asia lainnya semisal Thailand dan Indonesia misalnya yang juga berusaha di situ.

7. Pasar bunga atau Bloemenmarkt

Lengkapnya!
Sovenir juga aneka macam dijual di sini.

Sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam dikenal sebagai kota yang cantik karena dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Selain musim dingin, anda akan melihat cantiknya bunga-bunga bermekaran di Amsterdam. Tentu anda tak akan lupa bunga tulip yang menjadi kebanggaan warga Holland. Cek juga museum tulip yang pernah saya ulas sebelumnya.

Di Amsterdam saja terdapat beberapa lokasi pasar atau toko bunga. Ada masanya dahulu bunga Tulip menjadi kebanggaan warga di sini. Itu pula yang menyebabkan usaha tidak hanya menjual bunga saja, melainkan ada bibit bunga, pupuk hingga hiasan untuk taman. Saya dan suami membeli salah satu hiasan taman rumah belakang karena berkebun juga menjadi aktivitas sebagian orang Jerman diluar musim dingin.

Contoh sovenir yang dijual.

Area bloemenmarkt di jalan Singel Amsterdam menjadi perhatian turis seperti saya. Kami bisa melihat dan mengamati aneka bunga, perlengkapan berkebun hingga kebutuhan aksesoris lainnya. Di sini juga menjadi sentra penjualan buah tangan yang bisa dijadikan sovenir. Oh ya, anda juga bisa menikmati aneka kafe dan kuliner di sekitar sini. Kami pun mampir menikmati poffertjes yang pernah diulas sebelumnya.

8. Rembrandt square park dan museum

Dari kejauhan.
Dari dekat.

Rembrandt museum juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, tetapi kali ini saya mengajak anda untuk melihat area rembrandt park yang menjadi ajang warga untuk berfoto ria. Pasalnya di sini ada patung miniatur yang menjadi spot turis berfoto. Saya sendiri tidak masuk ke museum Rembrandt. Kami akhirnya memilih berhenti dan di area park terdapat jajanan street foods yang bisa dicoba.

9. Magere Brug

Jembatan cinta.

Ini adalah jembatan romantis yang dijuluki sebagai ‘The Amsterdam Kissing Bridge” yang menawan di malam hari saat musim dingin. Jembatan ini menjadi salah satu ajang aktraksi saat Amsterdam Light Festival Show yang saya ceritakan sebelumnya. Magere Brug adalah jembatan kecil di atas Sungai Amstel yang terkenal. Jembatan ini menghubungkan tepi sungai di Kerkstraat, antara Keizersgracht dan Prinsengracht yang terkenal di pusat kota.

Saya mengetahui mitos “jembatan cinta” dari film drama dengan setting di kota Amsterdam yang ditayangkan di Jerman. Karena film itu, saya pun jadi tahu tentang jembatan yang sebenarnya tampak biasa saja. Kemudian penjelasan juru mudi sekaligus pemandu wisata dalam boat tour memperkuat dugaan mitos tersebut. Hal ini sebagai informasi agar anda tidak heran setibanya di jembatan ini, mungkin ada pasangan yang berciuman sebagai tanda kasih dan mempercayai mitos ini. Mitos bagi pasangan yang berciuman di bawah jembatan ini maka cinta mereka abadi.

10. Shopping Centre

Sebagian gang berbelanja yang selalu ramai.

Tempat terakhir diperuntukkan bagi pecinta shopping atau berbelanja yang luas dengan berbagai merek dunia. Anda bisa dipuaskan untuk memilih barang kesukaan anda di sini dengan tetap memperhatikan anggaran yang tersedia di dompet anda. Tak hanya berbelanja, anda bisa mengamati lalu lalang orang dengan menikmati secangkir kopi dan pancake Holland yang enak di kafe di sini.

Have a nice day!

Amsterdam (6): 5 Museum Menarik nan Unik yang Mungkin Anda Tertarik

Kota Amsterdam yang selalu cantik dan menjadi incaran wisata dunia.
Ilustrasi.

Amsterdam begitu menggoda siapa saja untuk datang. Padahal orang Belanda sudah menyarankan bahwa Belanda tidak hanya Amsterdam saja, ada kota-kota lain yang sama menariknya seperti Amsterdam. Kami juga berkunjung ke Den Haag dan Rotterdam. Namun kami berpikir tak lengkap rasanya ke Belanda, jika kami belum menjejakkan kaki di pusat ibukota Belanda meski kami sudah pernah melintasi Belanda sebelumnya. Dan akhirnya museum menjadi bagian dari keseruan kunjungan kami di sini.

Lima museum berikut berada di pusat kota Amsterdam dengan letaknya berdekatan satu sama lain. Begitu menariknya museum ini dikarenakan ini mungkin tabu di Indonesia untuk dibahas tetapi di sini anda bisa mendapatkannya.

Bagi pecinta museum dan bukan, museum berikut ini menawarkan atsmofer berbeda untuk pengunjung. Dijamin anda tidak akan bosan berkunjung ke museum. Staf museum memiliki informasi yang mumpuni, berbagai pertanyaan pengunjung bisa dijelaskan dengan baik. Dari yang berbayar hingga gratis, saya bagikan untuk anda.

1. Museum Tulip

Museum tampak depan.


Berdiri di jalan Prinsengracht, seberang jalan menuju Anne Frank Huis adalah lokasi museum Tulip. Museum Tulip tidak begitu besar, yang berisi sejarah, informasi dan berbagai pernak-pernik tentang bunga cantik ini. Seperti yang saya ketahui bahwa bunga tulip ini berawal sekitar abad 16 di Belanda, yang diperkenalkan saat jaman kekaisaran Ottoman. Bunga ini berhasil memikat banyak warga Belanda saat itu hingga menjadikannya sebagai investasi. Hingga kini, bunga tulip masih mendapat tempat di hati warga Belanda. Warna dan bentuknya yang rupawan menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek foto.

Pengunjung bisa membayar tiket masuk sebesar 5€ untuk orang dewasa. Di sini kita bisa mendapatkan bibit hingga cara merawat bunga tulip. Selain itu, bunga tulip bukan asli pun bisa dijadikan dekorasi rumah atau sovenir. Letaknya tak jauh dari Museum Keju atau di seberang jalan menuju lokasi Anne Frank Huis.

2. Museum keju

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya adalah museum keju yang letaknya hampir bersebelahan dengan museum tulip. Atau anda bisa berjalan kaki sekitar dua menit dari arah Anne Frank Huis. Ini bisa menjadi petunjuk itinerary anda bila berkunjung ke Amsterdam. Museum keju ini pun tak begitu luas tetapi kaya akan informasi keju yang menjadi makanan favorit orang Belanda. Museum ini diperuntukkan untuk siapa saja, bukan hanya penggemar keju saja. Anda bisa masuk gratis.

Museum keju menawarkan contoh keju yang bisa dicoba pengunjung yang datang. Tentu saja, anda bisa membeli dan membawa pulang aneka macam keju yang tersedia. Keju yang disedikan pun ada berbagai macam. Staf di sana dengan ramah menyambut dan memperkenalkan keju terbaik untuk anda. Anda pasti suka datang ke sini.

3. Museum Multatuli

Museum tampak muka.

Museum selanjutnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Museum Multatuli. Siapa yang tak kenal Multatuli, nama yang disebut dalam pelajaran di sekolah saat saya bersekolah di Indonesia dulu. Saya sudah memasukkan jadwal mengunjungi tempat ini begitu tiba di Amsterdam. Sayangnya saya datang di hari libur dimana museum pun tutup. Mengenai Multatuli yang merupakan nama pena dari Eduard Douwes Decker, saya buatkan dalam artikel terpisah.

Museum ini berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Anne Frank Huis. Museum ini pun gratis bagi siapa saja. Dulu museum ini adalah rumah kelahirannya, tetapi sejak dijadikan museum maka bangunan dialihkan sebagai peninggalan karya Multatuli menjadi dua lantai. Multatuli dikenal dengan buah pikirnya yang menolak kolonialisme. Di museum ini, pengunjung bisa mengenal sosok Multatuli yang sederhana dan buah pena hasil karyanya.

4. Museum Sex

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya yang juga menarik dikunjungi adalah museum sex, yang berjarak sekitar dua menit saja dari Amsterdam Central Station. Museum yang berada di area lalu lalang para turis dan pejalan kaki ini mudah dijangkau. Namun mereka yang sudah berusia 16 tahun yang boleh masuk ke situ. Pengunjung juga boleh berfoto asalkan sudah membayar tiket masuk sebesar 5€. Museum ini lebih pada karya seni dan permainan multimedia yang dianggap tabu dan tidak dipertontonkan di muka publik.

5. Museum Cannabis

Museum terakhir yang bisa jadi informasi untuk anda adalah museum cannabis. Sebagaimana kita ketahui, para ahli terus berupaya membuktikan manfaat dari ganja untuk kehidupan manusia. Misalnya cannabis ternyata bermanfaat untuk perawatan kulit dan masih banyak lagi yang perlu dibuktikan. Meski manfaatnya pun masih menjadi pro dan kontra, museum ini menghadirkan nuansa informatif dan edukatif dari tanaman mariyuana ini.

Staf museum yang berpengalaman dan cukup informatif akan menjelaskan mariyuana dari sejarah, jenis-jenisnya hingga manfaatnya yang berbentuk produk. Pengunjung juga bisa melihat tanaman mariyuana yang masih hidup. Lokasi museum berada di Damstraat.

Bagi anda yang tertarik datang ke Amsterdam, bisa jadi informasi di atas menjadi pertimbangan agenda wisata anda mengunjungi jantung kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu!

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Amsterdam (2): Restoran Ramen Ya, Sajian Masakan Mie Jepang Otentik Enaknya

The veggie ramen.

Di tengah penelusuran museum di pusat wisata Amsterdam, kami berdua mulai merasa lapar dan kedinginan. Suhu udara saat itu sekitar 5 derajat celcius. Mata saya mulai mencari dimana restoran yang bisa kami singgahi untuk rileks sebentar, sebelum kami melanjutkan perjalanan selanjutnya. Ini pertanda kami sudah lapar dan kedinginan juga menjelajahi pusat kota Amsterdam. Akhirnya kami putuskan untuk makan siang selera Asia.

Kami berhenti di restoran Ramen-Ya yang berada di pusat kota Amsterdam. Kami tiba jam makan siang dan tampak restoran ini penuh. Beberapa pengunjung tamu di depan kami seperti menunggu giliran masuk karena restoran penuh. Kami pasrah, mungkin kami tidak mendapatkan tempat duduk tanpa reservasi. Akhirnya kami dipersilahkan masuk dan duduk di dekat pintu masuk setelah beberapa anak muda di depan kami sudah masuk duluan. Kami senang langsung disambut pramusaji yang ramah dan menawarkan daftar menu.

Mengapa kami merekomendasikan restoran ini?

The Hakata Shio (salty)

Pertama nih, restoran ini menawarkan sajian masakan Jepang yang super enak. Kami berdua memesan mie ramen yang bertujuan mengusir rasa dingin setelah kami berjalan kaki menelusuri kota Amsterdam. Mie ramen yang dibuat di restoran ini otentik buatan sendiri. Teksturnya mie begitu lembut dan tidak tebal. Kuah ramen kental dan hangat. Mie ramen buatan restoran ini benar-benar fresh langsung diracik begitu dipesan. Yummy!

Baca juga: Makan Spicy Ramen di Hong Kong

Alasan kedua, tempat ini hampir dipenuhi turis dan anak muda. Tentu restoran ini merupakan tempat yang cozy dan nyaman untuk menikmati kebersamaan sambil makan masakan Jepang. Kami pun rileks dan beristirahat cukup lama setelah menikmati mie ramen. Kami senang bahwa kami bisa duduk santai dan tidak terganggu keramaian di area turis.

Alasan selanjutnya, yang mungkin anda penasaran adalah minuman yang tersedia. Saya memesan es teh yang juga home made alias racikan sendiri. Suami saya pesan Heineken, bir di Amsterdam. Sedangkan turis asal negeri Paman Sam sebelah kami berpendapat bahwa mereka suka sake, yakni minuman alkohol khas Jepang yang juga tersedia di sini.

Terakhir, rekomendasi kami karena restoran ini memiliki pramusaji yang ramah dan cekatan. Ketika jam makan siang tiba dan padat tamu yang datang, mereka tetap bersemangat melayani kami yang kelelahan berjalan. Mereka menyediakan tempat duduk untuk kami yang hampir membatalkan pesanan. Selesai membayar pesanan kami, mereka memberikan permen mint untuk kami. Menarik!

Begitulah hasil pengalaman kami menikmati kuliner di Amsterdam, salah satunya adalah restoran selera Asia. Kami pikir saran dari rekan kerja untuk menikmati makan ramen di restoran ini benar adanya. Mie ramen di sini so tasty.

Bagaimana pengalaman anda menikmati mie ramen?

Brussels, Belgia (1): Christmas Market Masih Ada Sampai Awal Januari dan Light Festival yang Menawan

Pohon natal besar.
Diorama kelahiran Yesus, atau die Krippe dalam bahasa Jerman.
Konser musik di pasar natal.
Kemeriahan orang menikmati pasar natal.

Setelah saya mampir di Antwerpen dan menikmati kemeriahan pasar natal maka saya melengkapi kemeriahan selanjutnya di ibukota Belgia, Brussels. Masih dalam suasana natal hingga 6 Januari 2020, liturgi Gereja Katolik merayakannya pada tanggal tersebut adalah Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman disebut Heilige Drei Könige. Itu sebab kebanyakan pekerja mengambil cuti libur sampai Senin (6/1) karena hari ini masih menjadi hari libur di Jerman. Begitu pun pasar natal yang sudah berakhir sebelum natal di Jerman tetapi sebagian negara Eropa ada yang masih menggelarnya sampai awal Januari atau sebelum Hari Raya Tiga Raja.

Belgia adalah contoh negara yang masih menggelar kemeriahan pasar rakyat tahunan ini mulai awal Desember hingga awal Januari tahun berikutnya. Christmas Market di Brussels serupa dengan kota Antwerpen dan kota lain di Belgia yang berakhir sampai 5 Januari 2020. Saya memilih datang ke Christmas Market terbesar di Belgia, yakni pusat kota, Grote Markt hingga ke Grand Palace. Menurut saya, Brussels punya Christkindl Markt terbesar karena kuliner yang dijajakan pun dari berbagai belahan negara Uni Eropa. Saya bisa mendapati jajanan dari negeri Balkan misalnya. Tentang jajanan atau street foods, saya buat di artikel terpisah.

Lokasinya luas dan dilengkapi ice skating yang menjadi wahana keluarga. Di Antwerpen saya tidak berhasil menemukan ice skating tetapi di Brussels, saya menemukannya. Jajanan kuliner yang tersedia pun beraneka ragam. Sebagai kota pemerintahan Uni Eropa, jajanan pasar natal juga dipenuhi dari berbagai negara. Untuk jajanan, saya tulis terpisah. Ragam sovenir dan pernak-pernik natal pun lengkap. Aneka minuman alkohol, minuman hangat, minuman dingin hingga es krim pun ada.

Ada tenda-tenda makan dan duduk bagi pengunjung yang besar menyebabkan pasar natal ini tak sepi pengunjung dari sore hingga tengah malam. Konser natal yang dibawakan sekelompok musik pun membuat suasana semakin ramai. Ini gratis! Ditambah semarak Brussels Light Festival Show di sekitar pasar natal membuat suasana semakin mempesona.

Saya pun ikut bingung memilih jajanan yang begitu banyak dan hasrat untuk mencobanya. Harganya pun lebih terjangkau. Aneka cokelat pun memikat mata dan wajib dicoba jika kita berada di Belgia. Cokelat dikemas dengan aneka kreasi dan rasa yang memanjakan lidah siapa saja. Aroma olahan cokelat di kedai pasar natal membuat saya semakin tergoda.

Ice skating.
Brussels Light Festival.

Lights show di pertokoan dan pusat perbelanjaan.
Restoran dan jalan-jalan pusat kota dipenuhi keindahan iluminasi.
Indahnya!

Tak lengkap Christkindlmarkt tanpa datang ke kandang natal yang menampilkan drama figur kelahiran Yesus Kristus. Die Krippe ditempatkan di area Grand Palace, yang menjadi sentra perhatian turis. Kandang besar berisi diorama natal menarik atensi wisatawan untuk berfoto. Di tengah stadthall terdapat pohon natal besar dan tinggi yang meriah dan menawan. Tentu spot ini tidak ketinggalan buat siapa saja untuk berfoto ria. Meski cahaya temaram namun suasana permainan cahaya menjadi pesona tersendiri.

Saya bersyukur saat datang di kala Brussels Light Festival. Area tiap gang Grote Markt dipenuhi permainan iluminasi cahaya yang menarik. Tak lupa area Grand Palace yang menambah iluminasi dan instrumen bersamaan yang menarik para wisatawan. Anda bisa menyimaknya di cuplikan singkat video yang terekam. Keren!

Cuplikan Natal di Brussels.

Mesir (24): Akhirnya Satu Hari di Kairo, Apa Saja Dilakukan?

Sisi sungai nil di Kairo.


Sungai nil tampak bersih dan airnya jernih.


Sungai nil membelah kota Kairo.

Sebelum saya memulai cerita liburan selanjutnya ke negara lain, saya lanjutkan petualangan saya masih di Mesir. Bagi kebanyakan orang Indonesia, Kairo adalah tempat wajib yang dikunjungi. Bukan hanya karena Kairo adalah ibukota negara Mesir saja tetapi kunjungan ke Kairo biasanya dilakukan sembari berziarah ke beberapa masjid tua. Begitu kata pemandu wisata yang mengiringi perjalanan kami ke Kairo setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, diantara semua turis berbahasa Jerman.

Untuk mencapai Kairo, saya dan suami ikut program tur satu hari penuh yang ditawarkan agen perjalanan kami. Sekitar jam 2 dini hari, kami dijemput dengan bis eksklusif bersama rombongan turis berbahasa Jerman lainnya dari berbagai resort hotel di Hurghada. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain menuju Kairo, seperti pesawat dan taksi pribadi tetapi kami memilih naik bis eksklusif yang nyaman, tersedia toilet dan makan siang bersama di salah satu restoran terkenal di Kairo. Perjalanan dari Hurghada ke Kairo ditempuh sekitar lima sampai enam jam.

Saya dan suami memang memutuskan berkunjung ke Kairo, seolah tak lengkap jika sudah tiba di Mesir tetapi belum berkunjung ke Kairo.

Sepanjang perjalanan kami hanya mendapati gurun tandus dan sisi lainnya adalah laut. Terdapat juga hunian mewah saat kami melintasi perjalanan panjang tersebut. Pihak hotel juga membawakan kami paket sarapan pagi yang lengkap sehingga kami khawatir lagi kelaparan. Begitu pun saat kami tiba di Hurghada, kami juga disediakan makan malam di hotel. Berwisata di Mesir memang tak perlu khawatir soal makanan.

Terminal bis di pusat kota Kairo.

Tampak masjid.
Sisi jalanan Kairo, ada delman.
Tampak gersang.
Kairo menjadi pusat perdagangan di benua Afrika.

Di tengah perjalanan, kami berhenti hanya satu kali rest area yang sepertinya semua transportasi darat pasti berhenti di situ. Ini semacam foodhall, toilet umum, kafe dan tempat belanja sovenir. Sebaiknya, anda perlu berhati-hati saat berbelanja untuk memastikan harga makanan atau barang (=sovenir) yang dibeli. Siapkan juga uang receh atau koin saat hendak pergi ke toilet umum. Dan perlu diingat juga bis hanya satu kali berhenti untuk beristirahat.

Kami tiba di Kairo pagi hari. Kairo adalah kota terbesar di Mesir. Kota ini menjadi pusat perdagangan terbesar di benua Afrika. Kairo dalam bahasa Arab disebut ‘Al Qahira’. Sejak abad 13, Kairo sudah menjadi pusat keagamaan Islam terbesar. Ini ditandai dengan beberapa masjid yang berusia ratusan tahun sebagai tempat ziarah umat muslim dan Universitas Al Azhar sebagai universitas tertua di dunia. Kairo yang kini menjadi kota metropolitan dihuni sekitar 16 juta orang.


Kota ini tampak gersang karena suhunya saat kami datang sekitar 38 derajat celcius. Namun keramahan penduduknya, membuat banyak turis dari berbagai dunia datang ke sini untuk menyelami sejarah peradaban manusia berabad-abad sebelum masehi. Kota ini termasuk memiliki biaya hidup yang terjangkau. Begitu pemandu wisata kami menjelaskan. Meski tampak gersang tetapi Mesir selalu subur dan berlimpah kebutuhan pangannya. Karena Sungai Nil yang membelah di Kairo juga adalah hadiah dari Tuhan.

Datang ke Kairo maka wajib menyusuri promenade sungai nil yang mempesona. Sungai nil tampak bersih. Masyarakat Mesir percaya bahwa air adalah sumber kehidupan, tidak semestinya kita mencemarinya. Di sisi sungai nil yang tenang, kami mendapati jalur lalu lintas padat dan macet seperti Jakarta. Begitulah Kairo layaknya kota Metropolitan, dipenuhi orang lalu lalang yang sibuk dan perdagangan yang tak sepi.

Di Kairo ini, kami berencana berkunjung ke Museum Nasional sebagai tempat penyimpanan bersejarah berbagai artefak dan informasi dari peradaban manusia sebelum masehi. Tak lupa kami berkunjung ke Pyramida Giza dan Sphinx sebagai salah satu keajaiban dunia, yang tak boleh dilewatkan juga. Setidaknya anda tahu bahwa bagaimana melewatkan satu hari di Kairo.

Nantikan dua liputan tentang tempat-tempat tersebut selanjutnya!