Keajaiban Hidup Adalah Saat Kita Bisa Melewati Krisis: Film To The Wonder (2013)

  • Judul film: to the Wonder
  • Genre: Drama
  • Tahun: 2013
Ilustrasi film.

Sinopsis film

Film ini bercerita tentang drama kehidupan antara sepasang suami-isteri dan kehidupan panggilan selibat sebagai seorang imam, pemuka agama katolik. Diawali dengan kisah cinta antara Neil, seorang warga Amerika dengan Marina, warga negara Eropa timur yang bertemu di Paris. Mereka saling jatuh cinta meski Marina sudah memiliki seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun. Perjalanan cinta mereka tampak dari kunjungan mereka ke Mont Saint-Michel, Normandia yang membuat mereka begitu bahagia penuh cinta. Di film ini diperlihatkan bagaimana indahnya Normandia sebagai kebesaran Tuhan dan kemesraan mereka berdua. Bagi Marina, perjalanan cintanya dengan Neil adalah sebuah keajaiban (the Wonder).

Setelah mereka menikah secara resmi, Neil mengajak Marina untuk pindah ke negeri Paman Sam. Di USA, Neil mendapatkan pekerjaan baru sementara Marina harus beradaptasi di tempat baru. Bersamaan dengan itu, ada Romo Quintana, seorang imam yang harus melayani umatnya dengan berbagai persoalan kehidupan sosial. Romo Quintana bekerja mengunjungi orang yang bermasalah dengan hukum di penjara. Keseharian Romo Quintana juga melayani umat yang sakit atau mengalami permasalahan sosial.

Kebahagiaan Neil dan Marina berubah ketika Neil bertemu dengan perempuan sepermainan masa kecilnya bernama Jane. Meski Jane sudah menikah, tetapi Jane kini sedang menghadapi permasalahan rumah tangga dengan suaminya. Pertemuan Jane dan Neil yang intens menyebabkan keduanya jatuh cinta. Neil pun berselingkuh dari Marina. Perselingkuhan tidak dibenarkan bagaimana pun. Romo Quintana hadir menguatkan mereka untuk tetap bersama.

Drama hidup Neil dan Marina semakin meruncing ketika Marina tahu bagaimana Neil berselingkuh. Di sisi lain, anak perempuannya Tatiana mulai bosan karena tak ada teman bermain. Tatiana ingin kembali ke Eropa. Permasalahan pun timbul tentang ijin tinggal Marina dan putrinya di USA, batas visanya sudah mulai berakhir. Sepertinya Neil tak ingin memperpanjang visa mereka apalagi Neil cemburu begitu mendapati Marina pernah pergi kencan dengan seorang tukang kayu. Neil marah besar kepada Marina.

Pada akhirnya Neil dan Marina bercerai. Neil tampak bersama Marina ke bandara untuk mengantarkan Marina pulang kembali ke Prancis. Kisah pernikahan mereka berakhir di situ. Sementara Romo Quintana yang pernah mengalami krisis panggilan sebagai seorang imam semakin dikuatkan dengan doa Santo Patrick “Kristus bersama saya dan seterusnya” dimana doa yang dilafalkan Romo Quintana membuatnya bertahan untuk terus melayani umat yang membutuhkan kasih Tuhan. Mereka yang sakit, mereka yang miskin, mereka yang terpinggirkan adalah mereka yang memerlukan lawatan kasih Tuhan lewat Romo Quintana. Film ditutup dengan Romo Quintana yang melafalkan doa Santo Patrick.

Pesan moral

Saya tidak bisa berpendapat untuk film review karena saya tidak cukup ahli menjelaskannya. Film ini dinominasikan dalam Venice Film Festival tahun 2012. Film ini tidak terlalu banyak dialog, mungkin orang memandangnya membosankan tetapi bagi saya ini seperti refleksi pemain dalam peran kehidupannya. Setiap orang di dunia memiliki perannya masing-masing. Bagaimana ia merefleksikan peran dalam hidupnya, itu yang membuatnya sarat makna.

Setiap orang dalam hidup pasti pernah mengalami krisis. Krisis sendiri diambil dari bahasa Yunani “Κρίση” yang berarti suatu peristiwa hidup yang menuntun pada ketidakpastian dan memberi situasi membahayakan. Krisis dalam pengertian lain berasal dari negeri Tiongkok. Huruf karakter China yang menunjukkan ‘krisis’ bisa memiliki dua pengertian yakni ‘bahaya’ atau ‘kesempatan’ sehingga bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Krisis dalam film ditunjukkan ketika pasangan berbahagia Neil dan Marina menikah dan pindah ke negeri Paman Sam. Krisis perkawinan seperti perselingkuhan hingga berbuntut perceraian terjadi ketika Neil dan Marina mulai kehilangan gairah hidup, dimana dahulu cinta yang mereka sebut itu ‘keajaiban’. Bahwa migrasi seseorang bisa saja membuat krisis, ini pula yang dihadapi Tatiana, putri Marina yang tidak memiliki teman dan sulit menerima ayah barunya, Neil.

Krisis tidak melulu terjadi pada orang miskin atau orang yang bermasalah pada hukum. Toh, seorang imam seperti Romo Quintana pun mengalami krisis panggilan dalam hidupnya. Hidup itu bisa mendatangkan krisis. Krisis normatif misalnya bagaimana orang melalui masa pubertas atau ada juga yang mengalami ‘mid-life crisis’ yang berarti krisis itu bisa terjadi seiring usia. Namun bagaimana menangani krisis hidup, itu yang diperlihatkan dalam film ini.

Bagaimana anda menyebut ‘keajaiban’ atau ‘the wonder’ dalam hidup ini? Silahkan saksikan sendiri film yang sudah tayang beberapa tahun lalu! Anda bisa memaknainya dengan krisis yang kini melanda dunia atau anda ingin memahaminya untuk kalangan sendiri? Selamat menonton!

5 Alasan Menonton Film Layaknya Bioskop di Rumah Itu Baik Juga

Ilustrasi.

Sebagaimana anda tahu bahwa wabah corona sedang melanda dunia sekarang ini, bahkan di wilayah tempat tinggal saya. Salah satu kebijakan untuk menanggulangi penyebarannya agar tidak semakin meningkat kasusnya, maka pemerintah di sini menutup bioskop dan tempat hiburan. Tentu ini bukan berarti menghentikan kebiasaan menonton film bersama pasangan dan anggota keluarga, bila akhir pekan tiba.

Akhirnya salah satu cara menghabiskan waktu selama berdiam di rumah adalah menonton film layaknya bioskop di rumah. Memang tak perlu punya home theater untuk bisa menonton film di rumah. Asalkan kita bisa melakukan aktivitas bersama di rumah demi keamanan dan kenyamanan bersama, supaya bisa terlindungi dari hal-hal yang tidak dikehendaki seperti penyebaran Covid-19 yang tidak terduga.

Ternyata lima alasan berikut menujukkan bahwa menonton film di rumah itu baik juga loh. Apalagi menonton film di rumah menjadi pilihan agar kita tidak berpergian sampai waktu yang ditetapkan pemerintah berakhir.

1. Lebih akrab dan intim dengan pasangan dan anggota keluarga lainnya

Kehadiran gadget, online games dan media sosial dsb membuat masing-masing di antara kita bisa larut dalam kesibukan masing-masing di rumah. Belum lagi jika satu sama lain punya hobi yang berbeda-beda. Untuk mensiasatinya tak ada salahnya dengan duduk di sofa yang nyaman di rumah dan pilih menonton film bersama-sama.

‘Cinema-Therapy’ menjadi istilah yang diberikan Konselor perkawinan sebagai salah satu cara meningkatkan keintiman dengan pasangan perkawinan. Lain lagi, pengamat sosial menyatakan bahwa film yang tepat, yang menggali diskusi dan bertemakan keluarga akan memberi dampak positif bagi relasi antar keluarga.

2. Bebas menentukan film yang dikehendaki

Alasan baik selanjutnya adalah menonton film di rumah memberi kebebasan untuk menentukan film yang dikehendaki. Misalnya film kartun dan bertema keluarga bisa diputar ulang untuk mengisi waktu lowong anak-anak selama di rumah. Memilih film yang dikehendaki di rumah juga membuat para orangtua bisa menseleksi film yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, film untuk anak yang sedang pubertas tentu bukan lagi film kartun, tetapi film remaja yang mendidik.

3. Lebih fokus menonton dan terhindar dari gangguan orang-orang asing/tidak dikenal

Alasan baik berikutnya adalah kita bisa lebih fokus menonton film bila di rumah. Bila menonton film di bioskop bisa saja kita bertemu orang-orang yang mengganggu selama dalam ruang studio film. Orang yang berisik berkomentar misalnya sepanjang film ditayangkan. Suara telepon genggam atau orang mengunyah makanan bisa menjadi momen mengganggu bila anda tak suka itu. Belum lagi ada saja orang usil atau orang yang bertindak tak sopan misalnya yang mengganggu kenyamanan menonton.

Menonton film di rumah membuat kita nyaman mengambil posisi yang disukai. Kita juga bisa membuat aturan agar tidak ada gangguan selama menonton misalnya. Bila kita ingin ke toilet atau ada keperluan sementara, kita bisa menghentikan sebentar (=pause) yang kemudian bisa melanjutkan menonton lagi. Ini semua hanya bisa dilakukan bila menonton film layaknya bioskop di rumah.

4. Lebih santai, bahkan sambil menikmati cemilan yang dikehendaki

Menonton film di rumah terkesan santai karena kita bebas menentukan waktu dan film yang ditonton. Kita bisa santai menonton film sambil menikmati pop corn buatan sendiri. Rasa manis pop corn bisa kita atur sendiri. Tak hanya pop corn, kita bisa sediakan aneka cemilan lain yang disukai agar bisa menikmati tayangan film favorit.

5. Pastinya lebih murah

Alasan terakhir tentu menonton film di rumah menjadi lebih murah dibandingkan menonton film di tempat lain. Film pun bisa ditonton berkali-kali sehingga lebih hemat. Hemat anggaran lain adalah pembelian snack dan minuman yang diperlukan selama menonton. Kita bisa menyediakannya di rumah. Menonton film ala bioskop di rumah bisa menjadi ajang rekreasi bersama, yang saat ini tidak bisa dilakukan di luar rumah.

Sambil menunggu kondisi membaik, berdiam di rumah dengan hiburan menonton film bersama anggota keluarga bisa jadi pilihan. Mumpung di akhir pekan, film pilihan apa yang ingin ditonton keluarga anda di rumah?

10 Ide Romantis Nan Gratis Tanpa Tunggu Hari Valentine

Ilustrasi.

Hari kasih sayang tiba. Gaung dan riuhnya pun terasa di sini, di benua biru. Berbagai pernak-pernik berlambang cinta sudah menghiasi dunia bisnis sejak pertengahan Januari lalu. Kasih sayang itu tidak mengenal waktu, kita bisa merayakannya kapan saja. Every day is valentine’s day. Karena menumbuhkan cinta itu penting tiap hari bagi pasangan berumahtangga, agar bara api pernikahan tak pernah padam.

Memberikan sesuatu yang berkesan kepada pasangan hidup yang kita sayangi itu pun tak perlu menunggu hari kasih sayang. Pun ada banyak cara romantis bisa dilakukan, bahkan jika saat ini anda tak ingin mengeluarkan uang banyak, anda bisa melakukannya. Hal terpenting bukan apa yang dilakukan, melainkan bagaimana anda melakukannya dengan penuh CINTA. Itu kuncinya. Berapa pun uang yang dikeluarkan untuk membeli hadiah tetapi tanpa cinta, maka hadiah itu tak ada maknanya. Saya menawarkan sepuluh ide romantis nan gratis berdasarkan film drama yang saya tonton.

1. Menulis puisi

Bila anda suka menulis puisi, ini saatnya menyalurkan bakat terpendam anda. Jika tidak, anda punya kesempatan pula untuk membuatkan puisi asalkan anda memang suka juga dengan puisi. Siapa pun bisa tersentuh dengan puisi bila anda tahu benar cara menyusun lirik-liriknya.

Jangan pikirkan tentang rima bait puisi! Karena keraguan anda membuat puisi akan membuat semakin tak berkesan. Jiwai apa yang anda tulis untuk seseorang yang anda cintai. Di situ puisi anda akan terlihat bermakna. Anda bisa contek beberapa puisi yang pernah dibuat di blog ini, salah satunya puisi di bawah ini.

Baca: Puisi, Kamulah yang aku butuhkan!

2. Membuat surat cinta

Kapan terakhir kali anda berkirim surat ke dia? Atau mungkin anda belum pernah melakukannya. Menulis surat cinta bukan berarti berisi rayuan yang memabukkan dan malahan justru tak terkesan. Karena dia adalah pasangan hidup anda, surat cinta bisa berisi betapa anda bersyukur memiliki dia yang mendampingi anda selama ini, dalam suka dan duka. Sederhana memang, tetapi mungkin kita tak pernah mendokumentasikan rasa bahagia kita memiliki pasangan hidup yang begitu setia dan mencintai kita apa adanya.

Setelah menuliskan surat, selipkan surat tersebut di sisi tempat tidurnya. Ide lain, anda bisa menuliskan namanya agar terkesan formal dan masukkan dalam kotak pos di rumah. Biarkan dia membacanya anda dan berpura-puralah bahwa anda tak tahu surat yang anda tulis. Lihat bagaimana reaksinya!

3. Bernyanyi lagu cinta

Pernahkah anda menyaksikan film drama dimana si pria menyanyikan lagu di bawah jendela kamar tidur si wanita hanya untuk merayunya? Itu mungkin hanya di film atau kisah novel. Anda bisa lakukan dengan cara serupa, bernyanyi lagu cinta untuknya. Jangan khawatirkan suara anda tak semerdu penyanyi profesional! Dia tak menuntut itu, tetapi kesungguhan hati anda menyatakan cinta padanya.

Ambillah momen yang pas seperti akhir pekan ketika anda berdua memang tak sibuk dengan pekerjaan dan anak-anak sudah tidur di kamarnya masing-masing. Pilih lagu karaoke yang ada di internet, tanpa suara hanya musik saja untuk mengiringinya. Nyanyikan itu saat malam hari. Syukur jika anda punya alat musik seperti gitar atau piano. Jika anda tak bisa memainkan alat musik, ajaklah anak anda yang pandai bermain musik mengiringi lagu cinta yang anda bawakan.

4. Kejutan dari barang pribadi

Beruntungnya jika anda punya uang untuk membelikan emas dan berlian atau barang mewah untuk si dia. Tetapi jika anda tak punya itu, cukup carilah benda paling pribadi yang mengingatkan momen romantis yang pernah ada di antara anda berdua! Mungkin barang itu sekarang sudah diletakkan di gudang atau tersimpan entah kemana, misalnya. Masih punya kertas kado, bungkuslah barang tersebut dengan cantik ala kreasi anda! Berikan pada dia saat makan malam, setelah anak-anak beranjak pergi keluar ruang makan atau berikan sesaat sebelum tidur. Saat dia membuka, berikan alasan mengapa benda itu begitu berharga untuk hubungan anda berdua, meski benda itu tidak baru lagi.

5. Berdansa dengan lagu favorit berdua

Tiap pasangan mungkin pernah memiliki lagu favorit yang menjadi kenangan. Lagu itu seperti mengingatkan anda berdua soal kisah cinta kalian. Kini anda tak perlu bernyanyi, anda hanya meminta dia berdansa sambil diiringi lagu kenangan tersebut. Siapkan suasana romantis semisal di kamar tidur atau teras rumah misalnya. Cari lagu favorit tersebut dan rekam di handphone anda, mainkan lagu tersebut sambil anda berdansa dengannya.

6. Menonton film drama di rumah

Jika menonton bioskop harus mengeluarkan kocek, mengapa tidak mencari film romantis drama di rumah. Ide ini bisa jadi pilihan untuk anda sambil membuat popcorn sendiri. Cari film dengan mengunduhnya terlebih dulu agar bisa dinikmati di layar televisi di rumah. Anda juga bisa manfaatkan nonton berdua di kamar tidur bila ada televisi di kamar atau menggunakan laptop untuk ditonton berdua. Apa yang anda rasakan berdua setelah menonton film tersebut?

7. Memasakkan makanan di rumah berdua

Membuat makanan favorit bisa jadi anda perlu uang untuk membelinya di pasar. Tunggu, siasati ini dengan melihat ketersediaan stok makanan di rumah. Apa pun makanan yang dibuat akan terasa enak jika dibuat dengan cinta. Ada beras, telur dan ayam di kulkas rumah, anda bisa membuat nasi goreng atau bubur ayam spesial yang mungkin jarang anda buat. Intinya bukan makanan yang dimasak, tetapi ide memasak yang mungkin jarang anda lakukan berdua. Ajak dia memasak bersama atau bantu dia menyiapkan makanan. Ingat, manfaatkan stok makanan yang anda bukan membeli yang tidak ada.

8. Membuat suasana di tempat tidur lebih romantis

Selama dia di luar, entah bekerja atau pergi berbelanja ke pasar, maka anda punya waktu menata ruang di kamar tidur. Buatlah suasana romantis di tempat tidur anda menjadi berkesan, istimewa dan wangi. Ganti sprei tempat tidur dengan warna merah, beri corak di sekitar dengan kain merah jambu dan petik bunga di halaman untuk diletakkan di sisi tempat tidur. Semprotkan pewangi ruangan. Pajang foto kemesraan anda dan dia, mulai dari pintu kamar tidur hingga tempat tidur. Bentuklah lambang hati (love) dari daun atau bunga, buat kamar tidur romantis.

9. Lakukan kebaikan yang jadi permintaannya, tetapi selama ini tidak anda sukai

Membuat sesuatu yang romantis itu bisa dengan mengikuti apa yang menjadi permintaannya tetapi anda tak pernah melakukannya. Misalnya, anda diminta untuk merapikan garasi yang tampak berantakan tetapi anda malas merapikannya, lakukan itu! Anda diminta untuk menjemput anak pulang les musik tiap hari Sabtu, sementara Sabtu itu adalah hari anda bermain futsbal, maka jemputlah anak-anak anda dan tidak bermain futsbal sementara waktu. Atau, anda diminta untuk tidak bermain game maka lakukan itu. Atau anda paling tidak suka menemaninya seharian dari salon hingga berbelanja di hari Sabtu maka anda bisa menemaninya melakukan aktivitas yang dia inginkan. Ada banyak kebaikan yang mungkin menjadi permintaan si dia tetapi anda belum bisa lakukan. Wujudkan itu tiba-tiba dan lihat apakah dia menyadarinya bahwa anda begitu mencintainya.

10. Mengucapkan ‘aku cinta kamu’

Kapan terakhir kali anda mengatakan ‘Aku cinta kamu’ atau ‘I love you’? Bisa saja terakhir kalinya saat anda mengucap janji nikah itu, anda mengatakan perasaan cinta itu. Mengapa tidak anda mengatakan bahwa anda sungguh mencintainya? Cinta itu sederhana, cukup dikatakan dan dilakukan bahwa berada di sisinya adalah bentuk cinta anda padanya.

Hari kasih sayang hanya menjadi momen untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta bagi kelangsungan relasi antar manusia, terutama cinta dalam perkawinan. Di tengah gejolak persoalan hidup, cinta dan kasih sayang tetap dibutuhkan untuk melalui krisis hidup manusia. Benar juga lirik lagu berkata, ‘Semua karena cinta.’

11 November, Hari Jomblo atau Hari Belanja Online?

Semarak belanja online yang menawarkan diskon dan program menarik lainnya sudah berseliweran saat saya mengunjungi beberapa website berbahasa Indonesia. Pikiran saya pun melayang pada beberapa artikel saya sebelumnya di tanggal yang sama di beberapa tahun belakangan. Ya, artikel saya di tanggal 11 November masih bertema sama, yakni hari lajang. Seperti biasa, kali ini saya mencari tahu dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang kebetulan saya kenal di sini.

Apakah benar ada hari lajang dan hari belanja online bersamaan di Tiongkok?

Hari lajang adalah istilah lucu yang muncul untuk menggambarkan mereka yang masih lajang agar tidak sendiri. Masih lajang di sini diidentikkan mereka yang kebetulan tidak punya pacar. Istilah lucu itu diambil dalam bahasa slang ‘Guanggun Jie’ untuk menyebut angka 1 yang muncul sebanyak empat kali pada hari ini, 11 November.

Saya pun semakin penasaran apa arti Guanggun Jie kepada teman asal Tiongkok tersebut. Dia mengatakan bahwa Jie berarti festival atau perayaan. Sedangkan guanggun dapat diartikan sebagai a funny way to call someone who is being single at this moment dalam bahasa slang setempat.

Menurut saya ini, ini seperti bahasa slang di Jakarta yang menyebut orang lajang sebagai ‘jomblo‘. Hmm, menarik saat saya bertukar pikiran dengan teman beda bangsa ini. Dia pun bertanya apa sebutan bahasa slang untuk orang yang masih lajang di Indonesia. Kami berdua tertawa sejenak ketika saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan apa arti ‘jomblo’?

Lalu dia menjelaskan kepada saya bahwa segala sesuatu yang dirayakan sebagai festival itu di Tiongkok dikaitkan sebagai bisnis. Ini yang mendasari alasan hari lajang dijadikan hari belanja online. Ketika orang masih lajang dipandang punya ‘me time’ untuk menyenangkan diri dengan berbelanja.

Ketika dunia belahan barat merayakan hari valentine sebagai hari kasih sayang bagi mereka yang berpasangan, maka negeri Tiongkok menganggap perlunya hari lajang agar bisa menyenangkan diri sendiri juga. Caranya adalah memberi peluang dan diskon yang menarik minat untuk berbelanja, tanpa memandang status lajang atau tidak.

Tidak selamanya 11 November sebagai hari lajang atau berbelanja sehari penuh. Dia berpendapat bahwa sebagian orang di Tiongkok ada juga yang memutuskan menikah pada 11 November. Ini untuk menggaungkan bahwa satu pasangan hidup seumur hidup. Karena hari ini memiliki angka 1 sebanyak empat kali. ‘Guanggun‘ bisa diterjemahkan menjadi tunggal atau ‘Kamu lah satu-satunya sebagai pasangan hidup saya.’ Oh romantis sekali ya, seperti hari kesetiaan.

Untuk menutup diskusi saya soal hari lajang dengan teman negeri asal Panda ini, saya pun bertanya bagimana mengatakan apakah anda masih lajang kepada orang lain. Lalu dia menjawabnya “Ni shi dan shen ma”. Ini berarti tidak ada kata ‘Guanggun‘ yang dimaknai sebagai jomblo. Dia pun menyahut bisa saja tetapi ini terdengar aneh. Kami berdua pun tertawa.

ni shi Guanggun ma” bisa juga ditanyakan kepada orang lain tetapi orang pasti akan tertawa mendengarnya. Ini adalah kalimat tanya yang menempatkan kata ‘Guanggun’ atau jomblo, tetapi ini terkesan aneh dan lucu.

Sekarang anda tahu mengapa tanggal 11 November ini bisa menjadi hari jomblo atau hari berbelanja online?

“Sindrom Sarang Kosong” Atau Gejala Perkawinan Memasuki Usia Perak yang Jarang Diketahui

Banyak anak yang sudah memasuki usia dewasa tidak mengetahui apa yang terjadi pada orangtua mereka. Fenomena itu memang tidak terjadi pada tiap orangtua, tetapi cerita ini benar didapat dari sebagian kenalan saya di sini. Kemudian ini menjadi bahasan diskusi bagi kami yang menikah dan memikirkan apa yang terjadi sebenarnya.

Silberhochzeitkrise adalah istilah dalam bahasa Jerman. Saya sendiri tidak tahu apa ada padanan katanya dalam bahasa Inggris. ‘Silber‘ merujuk pada kata ‘silver’ atau perkawinan usia perak. ‘Hochzeit‘ adalah masa perkawinan. Dan ‘krise‘ merujuk pada krisis. Jadi istilah ini merujuk pada gejala krisis yang dihadapi pasangan perkawinan menjelang usia perak atau dua puluh lima tahun perkawinan.

Diasumsikan bahwa usia perkawinan dua puluhan dimana anak-anak tidak lagi menjadi fokus utama. Pasangan perkawinan di lima tahun pertama disibukkan dengan penyesuaian karakter dua individu berbeda dalam satu rumah. Kemudian kehadiran buah hati mulai dari mengurus dan membesarkan anak-anak. Lanjut masa perkawinan menginjak tahun ke enam dan selanjutnya hingga suami-isteri dihadapkan pada kesibukan mengurus keperluan anak bersekolah, mencukupi kebutuhan sehari-hari dan seterusnya.

Tentu suami-isteri begitu fokus menjadi ayah-ibu yang baik bagi anak-anak mereka. Namun apa yang terjadi saat anak-anak tumbuh dewasa?

Anak-anak memutuskan pilihan hidupnya seperti kuliah, bekerja dan menemukan pasangan hidup. Anak-anak yang dulu masih begitu diperhatikan kini anak-anak merasa risih dan punya kehidupan sendiri. Anak-anak kini tumbuh menjadi pribadi dewasa dan memilih kehidupan yang mungkin saja terpisah dari kedua orangtua mereka. Anak-anak ingin mandiri. Sementara rumah yang dulu dipenuhi keceriaan anak-anak kini menjadi sepi dan kosong. Itu sebab krisis ini disebut juga “sarang kosong” atau leere nest symptom dalam bahasa Jerman.

Dalam istilah bahasa Inggris, gejala “sarang kosong” dikenal dengan “Empty nest syndrome” dimana gejala-gejala kesepian dan merasa sendiri melanda suami-isteri yang dahulu begitu berbahagia sebagai orangtua. Suami-isteri menjadi kehilangan fokus lagi, manakala dahulu anak-anak menjadi tujuan mereka. Tentu periode ini menjadi tidak mudah dihadapi suami-isteri untuk melakukan penyesuaian tahapan perkawinan mereka yang baru.

Perasaan tidak siap begitu anak beranjak dewasa muda untuk meninggalkan rumah atau rasa sendiri yang berujung pada gejala emosional bahkan hingga depresi karena rumah begitu sepi. Fenomena ini mungkin saja dihadapi suami-isteri yang melewati dua puluhan tahun pernikahan. Ada penelitian yang mengatakan ibu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya mengurus anak lebih rentan mengalami gejala ini. Namun ternyata tidak juga, ada beberapa kenalan saya yang mengaku justru ayah mereka mendapati gejala ini sehingga perlu konselor perkawinan untuk mengatasinya. Teman saya beralasan bahwa si ayah tak siap menghadapi rasa sepi di rumah apalagi beliau sudah pensiun dan tak sibuk tiap hari seperti dulu saat teman saya ini masih anak-anak.

Bagaimana mengatasinya?

Kami pun berdiskusi tentang hal ini, apalagi perkawinan itu senantiasa harus membahagiakan satu sama lain. Sebagai kenalan, saya hanya menyarankan agar anak tidak melupakan orangtua mereka. Berkunjung ke rumah orangtua atau menyempatkan waktu bersama orangtua adalah cara termudah agar para suami-isteri di periode perkawinan ini tak lagi merasa sepi.

Bukankah membahagiakan orangtua mendapatkan pahala yang berlimpah dari Tuhan?

Kecanggihan teknologi komunikasi pun sekarang hanya selintas dua jari. Anda bisa mengetik pesan via telepon pintar anda atau membuat kontak video dengan orangtua yang membuat mereka pun berbahagia dan tak kesepian. Tetaplah berkomunikasi dengan orangtua seberapa pun jauhnya anda dengan mereka.

Gejala sindrom sarang kosong pastinya terjadi, hanya saja bagaimana suami-isteri bisa bahu membahu untuk mengatasi perasan transisional dan emosional ini bersama-sama. Suami-isteri bekerja sama agar fokus perkawinan yang bahagia tidak berubah seiring waktu.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Menikah Tanpa Cinta, Tetapi Pilihan Orangtua

Berteman dengan berbagai bangsa dari belahan dunia lain mengenal saya memahami satu sama lain. Hidup itu tidak selalu sama dan menghargai perbedaan itu perlu. Salah satunya adalah cara pandang soal pernikahan yang akhirnya saya pahami. Itu yang membuat saya menuliskan kisah subjektif ini agar anda paham bahwa dunia itu luas dan beragam.

Cerita teman asal India menikahi pasangan yang menjadi pilihan keluarga bukan sekali dua kali saya dengar. Tak hanya India ada beberapa negara sebut saja Pakistan dan Afghanistan pun begitu. Namun saya memilih menceritakan pengalaman dan cara pandang teman saya asal India.

Menurut teman saya ini, di India adalah hal wajar bahwa menikah dengan orang yang dipilihkan oleh keluarga. Dia pun berpendapat bahwa cinta itu tumbuh bukan di awal, tetapi seiring berjalannya pernikahan. Saya yang mendegarnya takjub. Namun satu hal yang harus saya ingat, sistim menikah seperti itu menurut dia tidak pernah berakhir dengan perceraian. Saya yang mendengarnya semakin mangut-mangut juga mengingat perkawinan kini pun begitu mudah terancam dengan perceraian.

Ada kenalan saya asal India baru saja pulang kampung ke negaranya. Dia pamit untuk urusan keluarga. Sekembalinya dari India, dia bercerita bahwa dia melangsungkan pernikahan dengan perempuan pilihan keluarganya. Saya spontan bertanya seperti bagaimana kalian saling kenal satu sama lain, bagaimana kalian saling jatuh cinta atau bagaimana muncul ide menikah dan seterusnya. Dia hanya menjawab dia pun tak mengenal baik dengan perempuan yang kini jadi isterinya. Lalu saya pun semakin penasaran dan bertanya,

“Apakah kamu menikah tanpa cinta dengan perempuan yang jadi isterimu?”

Itu pertanyaan saya jika diterjemahkan dari bahasa Jerman. Dia pun menjawab,

“Cinta itu belakangan seiring berjalan waktu.”

Saya dan kenalan asal Jerman yang mendengar ceritanya sama-sama terkejut. Bagaimana kita bisa menikah di awal tanpa cinta. Kenyataannya itu terjadi pada kenalan saya ini dan kenalan saya lainnya asal India yang saya kenal di Jerman. Sekali lagi saya tak pernah mengerti bagaimana seseorang itu bisa menikah tanpa cinta.

Rupanya di belahan dunia lain masih ada pernikahan yang diawali tanpa cinta dan hanya berdasarkan kehendak keluarga. Cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Itu menurut mereka. Namun mereka kerap mengingatkan saya bahwa sistim pernikahan itu membuat mereka jarang atau tak pernah bercerai satu sama lain.

Kini beberapa kenalan saya asal India yang menikahi pasangannya tanpa cinta itu tinggal di sini untuk bekerja. Mereka kerap mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya. Mereka punya anak-anak yang baik dan sehat. Kehidupan perkawinan mereka tanpa masalah, kata mereka. Liburan musim panas pasti dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga. Pasangan hidup mereka pun percaya dan setia meski hidup mereka kini long distance relationship. Itu semua ditunjukkan pada saya lewat foto dan cerita bahagia mereka.

Apakah anda percaya bahwa menikah itu di awal tanpa cinta?

Ternyata Isteri Lebih Banyak Belajar Bahasa Ibu dari Suami, Daripada Sebaliknya

Pernikahan campur dua suku bangsa (interracial marriage) seperti yang saya lakukan, nyatanya menarik untuk menjadi bahan diskusi. Ide diskusi adalah apa bahasa pengantar yang dipergunakan dua orang yang mengikat janji suci pernikahan bilamana keduanya berasal dari bahasa ibu yang berbeda. Hal ini sudah barang tentu menjadi pertanyaan kerabat dan handai taulan yang menjadi kenalan kami. Bagaimana jika saya dan suami mengalami pertengkaran? Sulitkah berkomunikasi saat anda atau pasangan berbeda bahasa ibu sedang mengalami masalah?

Selama tinggal di Jerman, saya kerap berjumpa dan ngobrol dengan sesama kenalan yang juga melakukan praktik kawin campur. Pertama, kenalan asal Slovenia yang menikah dengan pria Jerman. Menurut cerita dia, sewaktu mereka masih berpacaran, bahasa pengantar mereka adalah bahasa Inggris. Kemudian mereka menikah dan tinggal di Jerman. Isteri harus belajar bahasa Jerman. Bahasa pengantar mereka pun berubah menjadi bahasa Jerman. Jika mereka berdua terjadi pertengkaran, maka suami berbahasa Jerman sedangkan bila isteri tidak mengerti, dia hanya cuek dan tidak menanggapi. Bahkan isteri lebih baik menghindar saat bertengkar karena isteri bingung gramatik atau tata bahasa yang dipergunakan untuk membalas kalimat suami yang tidak dimengerti. Suaminya tidak belajar bahasa ibu dari isteri.

Kedua, kenalan saya yang lain asal Slowakia. Dia menikah dengan pria asal Polandia. Mereka berdua sudah menikah dan tinggal di Jerman. Isteri belajar bahasa ibu dari suami melalui internet dan tayangan televisi sehari-hari program negeri Polandia. Suaminya tidak suka belajar bahasa ibu dari isterinya. Jika mereka mengalami masalah dan bingung berbicara satu sama lain, maka keduanya berusaha menggunakan bahasa Polandia.

Ketiga, kenalan saya asal Rumania. Dia pun menikah bersama pria asal Yunani. Karena isteri pernah bekerja di restoran Yunani lama sekali maka dia bisa berbahasa Yunani. Suaminya tidak bisa berbahasa Rumania.

Terakhir, kenalan lain asal Polandia. Dia menikah dengan pria India. Sejak awal bertemu mereka sudah berbahasa satu sama lain dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Sebagaimana diketahui, bahasa Inggris adalah bahasa ibu kedua di India. Suaminya tidak pernah berbicara bahasa Polandia.

Menarik pengalaman subjektif dari beberapa kenalan saya di atas, saya dan sebagian rekan diskusi menjadi penasaran. Mengapa isteri harus belajar bahasa ibu dari pihak suami? Mengapa para pria yang menjadi suami begitu malas belajar bahasa ibu dari pihak isteri?

Apakah ada pendapat?

Ini yang Perlu Diperhatikan Saat “Home Grilled Steak” Jadi Quality Time 

Quality time with spouse or family by home grilled steak is the great idea in weekend. We are able to spend time by chatting each other while the process of preparation to make steak takes the time. Instead of steak grilled, this time encourages to open commmunication and build the intimacy of relationship within family. 

As known, heat is important to have good steak. Please be ensure that you will grill steak quickly and properly. It takes the time from preparation to enjoying it. Don’t do thie idea when you feel ravenously starving at home! 

Happy Sunday!

****
Home grilled steak adalah membuat steak di rumah dalam keluarga, misalnya yang saya lakukan bersama pasangan. Sebenarnya kita bisa saja menikmati steak di restoran dengan cara praktis, namun dengan membuat barbeque atau steak di rumah ada sesuatu yang berbeda ketimbang sekedar makan bersama. Karena home grilled steak bisa dijadikan quality time. Tidak percaya?

Musim dingin sudah kami tinggalkan. Berbagai supermarket perlengkapan rumah tangga mulai menjual berbagai dekorasi luar rumah seperti meja-kursi taman, aneka peralatan barbeque hingga perlengkapan santai di luar rumah. Ide ini yang mendorong saya dan suami untuk membuat home grilled steak saat akhir pekan.

Kami pernah beberapa kali saat bukan musim dingin mengadakan home grilled steak bersama keluarga suami. Ini lebih dari sekedar makan bersama dimana semua orang bisa terlibat menyiapkan. Ada yang memberi bumbu daging dan memanggang. Ada yang menyiapkan tempat di luar rumah, taman belakang. Ada yang menyiapkan minuman dan makanan penutup. Ada yang menyiapkan perlengkapan makan. Semua terlibat. Saat semua menunggu daging panggang selesai, kami bisa ngobrol aneka topik. Begitulah pengalaman home grilled steak di waktu lalu.

Saya dan suami mengadakan hal serupa baru-baru ini agar bisa menikmati momen kebersamaan yang biasaya pada hari kerja sibuk satu sama lain. Home grilled steak bisa jadi quality time. Pasalnya, sambil menikmati proses memasak daging panggang bersama maka kita bisa ngobrol berbagai hal. Apalagi saat sore hari matahari belum beranjak terbenam, tentu suasana di balkon rumah terasa romantis. Ini bukan musim dingin lagi sehingga matahari bersinar lebih panjang. 

Lepas dari itu semua, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar home grilled steak benar-benar jadi acara quality time yang sempurna.

  1. Pahami bahwa segala proses home grilled steak itu butuh waktu. Dimana perlu menyiapkan perlengkapan, memanaskannya kemudian memberi bumbu daging agar terasa lezat dan seterusnya. Jika anda suka makan steak yang instan, sebaiknya pilih makan di restoran saja. 
  2. Jangan berdiam diri dan tidak membantu! Libatkan diri untuk menyiapkan apa pun meski anda tak bisa memasak atau tak suka bau asap. Anda tak mungkin hanya langsung menikmati daging steak yang sudah masak. 
  3. Jika anda sudah merasa lapar, ide home grilled steak bukan solusi yang tepat. Karena bisa jadi anda perlu waktu satu jam atau lebih untuk menyiapkannya. 
  4. Namanya home grilled steak, dimana kita memasak sendiri daging steak sesuai selera maka libatkan diri untuk mengolahnya sendiri. Self service adalah kuncinya saat membuat home grilled service
  5. Diskusikan bersama daging yang dipilih termasuk membumbuinya. Lalu diskusikan juga side dishes seperti sayuran, bawang bombay dan sebagainya. 

Dari kelima hal di atas, pastinya home grilled steak berbiaya murah ketimbang makan di restoran. Lagipula ini bisa jadi makan bersama keluarga yang berkualitas dan menarik. 

Tunggu apalagi, mumpung masih hari munggu. Jadi kapan anda ingin buat home grilled steak di rumah?

Menikah Karena Cocok, Bercerai Karena Tidak Cocok

Seorang artis yang baru saja naik pamornya telah berhasil diliput media karena akan menikah. “Ya, kami berdua akan segera menikah. Doakan saja ya!” Demikian kata si artis saat diwawancara sebuah televisi. Ketika ditanya awak media, mengapa menikah? “Karena kami cocok.” Itu jawaban si artis lagi.

Lalu beberapa tahun kemudian, televisi menyiarkan lagi bahwa artis ini baru saja menggugat cerai pasangan. Kembali lagi media memberitakan tentang prahara perkawinan si artis ini. Kembali media bertanya apa penyebab perceraian? “Karena tidak ada kecocokan.” Begitulah jawabannya.

Apakah pernikahan itu? Apakah pernikahan menjadi sebuah alasan setelah mendapatkan kecocokan dengan pasangan?

Hal menarik setelah saya menyimak pernyataan artis tersebut, ukuran kecocokan dan ketidakcocokan adalah berdasarkan komunikasi. Jika tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dikatakan cocok. Padahal semua orang jelas mengetahui saat ini era komunikasi yang super canggih yang bisa meminimalisir hambatan komunikasi. Lalu ketika komunikasi terhambat, dikatakan ada ketidakcocokan.

Setiap orang selalu punya alasan mengapa memutuskan menikahi pasangan. Cinta adalah dasar utama yang tak bisa dijelaskan dan digambarkan, termasuk dikomunikasikan.

Meski mudah mengatakan bahwa sulit mempraktikkan rumus komunikasi yang  baik dengan pasangan. Pasalnya berpasangan terjadi karena dua individu yang berbeda karakter apalagi budaya dan gaya hidup. Perbedaan tidak memicu kecocokan atau ketidakcocokan tetapi memahami bahwa ada saatnya cocok dan ada saatnya tidak cocok.

Namun bukan berarti cocok berkomunikasi itu menikah lalu ketidakcocokan berkomunikasi lantas bercerai.

So, anda sendiri bagaimana? Ada pendapat?

‘Staycation’: How to Spend Weekend with Family at Home

Last weekend I had offered five things to recharge your body in this link. Refer to weekend happening, my opinion is about ‘staycation’. Staycation is only term to describe how to spend your weekend meaningful with family or your beloved ones at home.

Read https://liwunfamily.com/2017/12/03/do-you-need-a-recharge-here-are-five-ideas-to-think-about/

This aims actually to urge people to feel togetherness and family bonding without staying out from home. Weekend is the right time to make it true. Vacation sounds more money, but not for ‘staycation’. The point is only how to make a lovely time and joyful with family at home. So it is meant you should do what you want being your family.

We called it family. It can be your parents, your spouse, your kids, your siblings, your best friend etc. That is how you treat them as part of your life in this time.

To figure out the idea, here the list is written as suggestions within weekend.

1. Cooking and eating 

Who loves cooking? You? Go ahead! Maybe it’s not you. You can decide it who will be the person in charge to be chef at home. Don’t bother yourself with this task! Make it simple basic home cooking. Cooking together can be a good idea.

I’ve tried this idea on Sunday after church time. I did cooking with my own style and recipe with my German family in here. You know it is not easy to accept my Asian foods. The good point, they tried my foods then this was awesome taste.

So cooking and eating in family are not only a philosophy or ritual to remain together. This meant the traditionally way to talk each other across generations. This moment is automatically being precious for every one in family.

2. Watching movie

What is your family movie? A family drama, funny movies or the genre legend film should be options to watch together at home. Watching movie at home is the way to discuss and define family values. What is the underlying message in the movie? That is sample question that you can ask to kids.

Movie is the attractive and informative media to improve the communication between parents and kids. This can be opportunity to train our children regarding the values in life. Watching movie at home is inexpensive things to spend weekend with family.

I know you can consider such movies age-appropriate for kids based on your culture. I think there is always valuable lesson learned for life taken from movies.

3. Do sports

In wise wisdom, sports that bring family in togetherness. Sports is the way to be more active physically in exercise together. Don’t be serious to make rule in playing together! A rule or obligations at games can be obstacles to exercise instead of chance within family.  Allocate time in weekend to walk around your area home. Do you have fitness properties at home? Maximize it to bring family time.

Doing sport in family is the way to promote healthy life and well-being. This is not benefit only for yourself, but involved family members. This activity reduces stress only, also it can promote family bonding.

4. Reading books

Family is the first instituion of learning. Reading books parents with kids is the best way to stimulate their imagination and develop their knowledge. Weekend is the right time to make it happen with your kids. After reading, you can discuss the moral of book. The lesson learned from book encourages children to understand over the world.

5. Play fun games

Playing games at home is the priceless way to spend your weekend. How to develop the family fun games? Choose the game that can be played with a few more than two players. Make up the games with own friendly budget entertainment. The point of games is only how to interact each other while creating beautiful memories.

Who wants to share another ideas? Drop your comment please!

Sometimes we stuck in weekend to stay out from home. We choose to make relax and waste money only for awhile. I just offered to you how to figure out the new ways to stay together with family at home.

Have a blessed Sunday on second week of Advent!🌲