11 November, Hari Jomblo atau Hari Belanja Online?

Semarak belanja online yang menawarkan diskon dan program menarik lainnya sudah berseliweran saat saya mengunjungi beberapa website berbahasa Indonesia. Pikiran saya pun melayang pada beberapa artikel saya sebelumnya di tanggal yang sama di beberapa tahun belakangan. Ya, artikel saya di tanggal 11 November masih bertema sama, yakni hari lajang. Seperti biasa, kali ini saya mencari tahu dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang kebetulan saya kenal di sini.

Apakah benar ada hari lajang dan hari belanja online bersamaan di Tiongkok?

Hari lajang adalah istilah lucu yang muncul untuk menggambarkan mereka yang masih lajang agar tidak sendiri. Masih lajang di sini diidentikkan mereka yang kebetulan tidak punya pacar. Istilah lucu itu diambil dalam bahasa slang ‘Guanggun Jie’ untuk menyebut angka 1 yang muncul sebanyak empat kali pada hari ini, 11 November.

Saya pun semakin penasaran apa arti Guanggun Jie kepada teman asal Tiongkok tersebut. Dia mengatakan bahwa Jie berarti festival atau perayaan. Sedangkan guanggun dapat diartikan sebagai a funny way to call someone who is being single at this moment dalam bahasa slang setempat.

Menurut saya ini, ini seperti bahasa slang di Jakarta yang menyebut orang lajang sebagai ‘jomblo‘. Hmm, menarik saat saya bertukar pikiran dengan teman beda bangsa ini. Dia pun bertanya apa sebutan bahasa slang untuk orang yang masih lajang di Indonesia. Kami berdua tertawa sejenak ketika saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan apa arti ‘jomblo’?

Lalu dia menjelaskan kepada saya bahwa segala sesuatu yang dirayakan sebagai festival itu di Tiongkok dikaitkan sebagai bisnis. Ini yang mendasari alasan hari lajang dijadikan hari belanja online. Ketika orang masih lajang dipandang punya ‘me time’ untuk menyenangkan diri dengan berbelanja.

Ketika dunia belahan barat merayakan hari valentine sebagai hari kasih sayang bagi mereka yang berpasangan, maka negeri Tiongkok menganggap perlunya hari lajang agar bisa menyenangkan diri sendiri juga. Caranya adalah memberi peluang dan diskon yang menarik minat untuk berbelanja, tanpa memandang status lajang atau tidak.

Tidak selamanya 11 November sebagai hari lajang atau berbelanja sehari penuh. Dia berpendapat bahwa sebagian orang di Tiongkok ada juga yang memutuskan menikah pada 11 November. Ini untuk menggaungkan bahwa satu pasangan hidup seumur hidup. Karena hari ini memiliki angka 1 sebanyak empat kali. ‘Guanggun‘ bisa diterjemahkan menjadi tunggal atau ‘Kamu lah satu-satunya sebagai pasangan hidup saya.’ Oh romantis sekali ya, seperti hari kesetiaan.

Untuk menutup diskusi saya soal hari lajang dengan teman negeri asal Panda ini, saya pun bertanya bagimana mengatakan apakah anda masih lajang kepada orang lain. Lalu dia menjawabnya “Ni shi dan shen ma”. Ini berarti tidak ada kata ‘Guanggun‘ yang dimaknai sebagai jomblo. Dia pun menyahut bisa saja tetapi ini terdengar aneh. Kami berdua pun tertawa.

ni shi Guanggun ma” bisa juga ditanyakan kepada orang lain tetapi orang pasti akan tertawa mendengarnya. Ini adalah kalimat tanya yang menempatkan kata ‘Guanggun’ atau jomblo, tetapi ini terkesan aneh dan lucu.

Sekarang anda tahu mengapa tanggal 11 November ini bisa menjadi hari jomblo atau hari berbelanja online?

Advertisements

“Sindrom Sarang Kosong” Atau Gejala Perkawinan Memasuki Usia Perak yang Jarang Diketahui

Banyak anak yang sudah memasuki usia dewasa tidak mengetahui apa yang terjadi pada orangtua mereka. Fenomena itu memang tidak terjadi pada tiap orangtua, tetapi cerita ini benar didapat dari sebagian kenalan saya di sini. Kemudian ini menjadi bahasan diskusi bagi kami yang menikah dan memikirkan apa yang terjadi sebenarnya.

Silberhochzeitkrise adalah istilah dalam bahasa Jerman. Saya sendiri tidak tahu apa ada padanan katanya dalam bahasa Inggris. ‘Silber‘ merujuk pada kata ‘silver’ atau perkawinan usia perak. ‘Hochzeit‘ adalah masa perkawinan. Dan ‘krise‘ merujuk pada krisis. Jadi istilah ini merujuk pada gejala krisis yang dihadapi pasangan perkawinan menjelang usia perak atau dua puluh lima tahun perkawinan.

Diasumsikan bahwa usia perkawinan dua puluhan dimana anak-anak tidak lagi menjadi fokus utama. Pasangan perkawinan di lima tahun pertama disibukkan dengan penyesuaian karakter dua individu berbeda dalam satu rumah. Kemudian kehadiran buah hati mulai dari mengurus dan membesarkan anak-anak. Lanjut masa perkawinan menginjak tahun ke enam dan selanjutnya hingga suami-isteri dihadapkan pada kesibukan mengurus keperluan anak bersekolah, mencukupi kebutuhan sehari-hari dan seterusnya.

Tentu suami-isteri begitu fokus menjadi ayah-ibu yang baik bagi anak-anak mereka. Namun apa yang terjadi saat anak-anak tumbuh dewasa?

Anak-anak memutuskan pilihan hidupnya seperti kuliah, bekerja dan menemukan pasangan hidup. Anak-anak yang dulu masih begitu diperhatikan kini anak-anak merasa risih dan punya kehidupan sendiri. Anak-anak kini tumbuh menjadi pribadi dewasa dan memilih kehidupan yang mungkin saja terpisah dari kedua orangtua mereka. Anak-anak ingin mandiri. Sementara rumah yang dulu dipenuhi keceriaan anak-anak kini menjadi sepi dan kosong. Itu sebab krisis ini disebut juga “sarang kosong” atau leere nest symptom dalam bahasa Jerman.

Dalam istilah bahasa Inggris, gejala “sarang kosong” dikenal dengan “Empty nest syndrome” dimana gejala-gejala kesepian dan merasa sendiri melanda suami-isteri yang dahulu begitu berbahagia sebagai orangtua. Suami-isteri menjadi kehilangan fokus lagi, manakala dahulu anak-anak menjadi tujuan mereka. Tentu periode ini menjadi tidak mudah dihadapi suami-isteri untuk melakukan penyesuaian tahapan perkawinan mereka yang baru.

Perasaan tidak siap begitu anak beranjak dewasa muda untuk meninggalkan rumah atau rasa sendiri yang berujung pada gejala emosional bahkan hingga depresi karena rumah begitu sepi. Fenomena ini mungkin saja dihadapi suami-isteri yang melewati dua puluhan tahun pernikahan. Ada penelitian yang mengatakan ibu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya mengurus anak lebih rentan mengalami gejala ini. Namun ternyata tidak juga, ada beberapa kenalan saya yang mengaku justru ayah mereka mendapati gejala ini sehingga perlu konselor perkawinan untuk mengatasinya. Teman saya beralasan bahwa si ayah tak siap menghadapi rasa sepi di rumah apalagi beliau sudah pensiun dan tak sibuk tiap hari seperti dulu saat teman saya ini masih anak-anak.

Bagaimana mengatasinya?

Kami pun berdiskusi tentang hal ini, apalagi perkawinan itu senantiasa harus membahagiakan satu sama lain. Sebagai kenalan, saya hanya menyarankan agar anak tidak melupakan orangtua mereka. Berkunjung ke rumah orangtua atau menyempatkan waktu bersama orangtua adalah cara termudah agar para suami-isteri di periode perkawinan ini tak lagi merasa sepi.

Bukankah membahagiakan orangtua mendapatkan pahala yang berlimpah dari Tuhan?

Kecanggihan teknologi komunikasi pun sekarang hanya selintas dua jari. Anda bisa mengetik pesan via telepon pintar anda atau membuat kontak video dengan orangtua yang membuat mereka pun berbahagia dan tak kesepian. Tetaplah berkomunikasi dengan orangtua seberapa pun jauhnya anda dengan mereka.

Gejala sindrom sarang kosong pastinya terjadi, hanya saja bagaimana suami-isteri bisa bahu membahu untuk mengatasi perasan transisional dan emosional ini bersama-sama. Suami-isteri bekerja sama agar fokus perkawinan yang bahagia tidak berubah seiring waktu.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Menikah Tanpa Cinta, Tetapi Pilihan Orangtua

Berteman dengan berbagai bangsa dari belahan dunia lain mengenal saya memahami satu sama lain. Hidup itu tidak selalu sama dan menghargai perbedaan itu perlu. Salah satunya adalah cara pandang soal pernikahan yang akhirnya saya pahami. Itu yang membuat saya menuliskan kisah subjektif ini agar anda paham bahwa dunia itu luas dan beragam.

Cerita teman asal India menikahi pasangan yang menjadi pilihan keluarga bukan sekali dua kali saya dengar. Tak hanya India ada beberapa negara sebut saja Pakistan dan Afghanistan pun begitu. Namun saya memilih menceritakan pengalaman dan cara pandang teman saya asal India.

Menurut teman saya ini, di India adalah hal wajar bahwa menikah dengan orang yang dipilihkan oleh keluarga. Dia pun berpendapat bahwa cinta itu tumbuh bukan di awal, tetapi seiring berjalannya pernikahan. Saya yang mendegarnya takjub. Namun satu hal yang harus saya ingat, sistim menikah seperti itu menurut dia tidak pernah berakhir dengan perceraian. Saya yang mendengarnya semakin mangut-mangut juga mengingat perkawinan kini pun begitu mudah terancam dengan perceraian.

Ada kenalan saya asal India baru saja pulang kampung ke negaranya. Dia pamit untuk urusan keluarga. Sekembalinya dari India, dia bercerita bahwa dia melangsungkan pernikahan dengan perempuan pilihan keluarganya. Saya spontan bertanya seperti bagaimana kalian saling kenal satu sama lain, bagaimana kalian saling jatuh cinta atau bagaimana muncul ide menikah dan seterusnya. Dia hanya menjawab dia pun tak mengenal baik dengan perempuan yang kini jadi isterinya. Lalu saya pun semakin penasaran dan bertanya,

“Apakah kamu menikah tanpa cinta dengan perempuan yang jadi isterimu?”

Itu pertanyaan saya jika diterjemahkan dari bahasa Jerman. Dia pun menjawab,

“Cinta itu belakangan seiring berjalan waktu.”

Saya dan kenalan asal Jerman yang mendengar ceritanya sama-sama terkejut. Bagaimana kita bisa menikah di awal tanpa cinta. Kenyataannya itu terjadi pada kenalan saya ini dan kenalan saya lainnya asal India yang saya kenal di Jerman. Sekali lagi saya tak pernah mengerti bagaimana seseorang itu bisa menikah tanpa cinta.

Rupanya di belahan dunia lain masih ada pernikahan yang diawali tanpa cinta dan hanya berdasarkan kehendak keluarga. Cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Itu menurut mereka. Namun mereka kerap mengingatkan saya bahwa sistim pernikahan itu membuat mereka jarang atau tak pernah bercerai satu sama lain.

Kini beberapa kenalan saya asal India yang menikahi pasangannya tanpa cinta itu tinggal di sini untuk bekerja. Mereka kerap mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya. Mereka punya anak-anak yang baik dan sehat. Kehidupan perkawinan mereka tanpa masalah, kata mereka. Liburan musim panas pasti dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga. Pasangan hidup mereka pun percaya dan setia meski hidup mereka kini long distance relationship. Itu semua ditunjukkan pada saya lewat foto dan cerita bahagia mereka.

Apakah anda percaya bahwa menikah itu di awal tanpa cinta?

Ternyata Isteri Lebih Banyak Belajar Bahasa Ibu dari Suami, Daripada Sebaliknya

Pernikahan campur dua suku bangsa (interracial marriage) seperti yang saya lakukan, nyatanya menarik untuk menjadi bahan diskusi. Ide diskusi adalah apa bahasa pengantar yang dipergunakan dua orang yang mengikat janji suci pernikahan bilamana keduanya berasal dari bahasa ibu yang berbeda. Hal ini sudah barang tentu menjadi pertanyaan kerabat dan handai taulan yang menjadi kenalan kami. Bagaimana jika saya dan suami mengalami pertengkaran? Sulitkah berkomunikasi saat anda atau pasangan berbeda bahasa ibu sedang mengalami masalah?

Selama tinggal di Jerman, saya kerap berjumpa dan ngobrol dengan sesama kenalan yang juga melakukan praktik kawin campur. Pertama, kenalan asal Slovenia yang menikah dengan pria Jerman. Menurut cerita dia, sewaktu mereka masih berpacaran, bahasa pengantar mereka adalah bahasa Inggris. Kemudian mereka menikah dan tinggal di Jerman. Isteri harus belajar bahasa Jerman. Bahasa pengantar mereka pun berubah menjadi bahasa Jerman. Jika mereka berdua terjadi pertengkaran, maka suami berbahasa Jerman sedangkan bila isteri tidak mengerti, dia hanya cuek dan tidak menanggapi. Bahkan isteri lebih baik menghindar saat bertengkar karena isteri bingung gramatik atau tata bahasa yang dipergunakan untuk membalas kalimat suami yang tidak dimengerti. Suaminya tidak belajar bahasa ibu dari isteri.

Kedua, kenalan saya yang lain asal Slowakia. Dia menikah dengan pria asal Polandia. Mereka berdua sudah menikah dan tinggal di Jerman. Isteri belajar bahasa ibu dari suami melalui internet dan tayangan televisi sehari-hari program negeri Polandia. Suaminya tidak suka belajar bahasa ibu dari isterinya. Jika mereka mengalami masalah dan bingung berbicara satu sama lain, maka keduanya berusaha menggunakan bahasa Polandia.

Ketiga, kenalan saya asal Rumania. Dia pun menikah bersama pria asal Yunani. Karena isteri pernah bekerja di restoran Yunani lama sekali maka dia bisa berbahasa Yunani. Suaminya tidak bisa berbahasa Rumania.

Terakhir, kenalan lain asal Polandia. Dia menikah dengan pria India. Sejak awal bertemu mereka sudah berbahasa satu sama lain dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Sebagaimana diketahui, bahasa Inggris adalah bahasa ibu kedua di India. Suaminya tidak pernah berbicara bahasa Polandia.

Menarik pengalaman subjektif dari beberapa kenalan saya di atas, saya dan sebagian rekan diskusi menjadi penasaran. Mengapa isteri harus belajar bahasa ibu dari pihak suami? Mengapa para pria yang menjadi suami begitu malas belajar bahasa ibu dari pihak isteri?

Apakah ada pendapat?

Ini yang Perlu Diperhatikan Saat “Home Grilled Steak” Jadi Quality Time 

Quality time with spouse or family by home grilled steak is the great idea in weekend. We are able to spend time by chatting each other while the process of preparation to make steak takes the time. Instead of steak grilled, this time encourages to open commmunication and build the intimacy of relationship within family. 

As known, heat is important to have good steak. Please be ensure that you will grill steak quickly and properly. It takes the time from preparation to enjoying it. Don’t do thie idea when you feel ravenously starving at home! 

Happy Sunday!

****
Home grilled steak adalah membuat steak di rumah dalam keluarga, misalnya yang saya lakukan bersama pasangan. Sebenarnya kita bisa saja menikmati steak di restoran dengan cara praktis, namun dengan membuat barbeque atau steak di rumah ada sesuatu yang berbeda ketimbang sekedar makan bersama. Karena home grilled steak bisa dijadikan quality time. Tidak percaya?

Musim dingin sudah kami tinggalkan. Berbagai supermarket perlengkapan rumah tangga mulai menjual berbagai dekorasi luar rumah seperti meja-kursi taman, aneka peralatan barbeque hingga perlengkapan santai di luar rumah. Ide ini yang mendorong saya dan suami untuk membuat home grilled steak saat akhir pekan.

Kami pernah beberapa kali saat bukan musim dingin mengadakan home grilled steak bersama keluarga suami. Ini lebih dari sekedar makan bersama dimana semua orang bisa terlibat menyiapkan. Ada yang memberi bumbu daging dan memanggang. Ada yang menyiapkan tempat di luar rumah, taman belakang. Ada yang menyiapkan minuman dan makanan penutup. Ada yang menyiapkan perlengkapan makan. Semua terlibat. Saat semua menunggu daging panggang selesai, kami bisa ngobrol aneka topik. Begitulah pengalaman home grilled steak di waktu lalu.

Saya dan suami mengadakan hal serupa baru-baru ini agar bisa menikmati momen kebersamaan yang biasaya pada hari kerja sibuk satu sama lain. Home grilled steak bisa jadi quality time. Pasalnya, sambil menikmati proses memasak daging panggang bersama maka kita bisa ngobrol berbagai hal. Apalagi saat sore hari matahari belum beranjak terbenam, tentu suasana di balkon rumah terasa romantis. Ini bukan musim dingin lagi sehingga matahari bersinar lebih panjang. 

Lepas dari itu semua, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar home grilled steak benar-benar jadi acara quality time yang sempurna.

  1. Pahami bahwa segala proses home grilled steak itu butuh waktu. Dimana perlu menyiapkan perlengkapan, memanaskannya kemudian memberi bumbu daging agar terasa lezat dan seterusnya. Jika anda suka makan steak yang instan, sebaiknya pilih makan di restoran saja. 
  2. Jangan berdiam diri dan tidak membantu! Libatkan diri untuk menyiapkan apa pun meski anda tak bisa memasak atau tak suka bau asap. Anda tak mungkin hanya langsung menikmati daging steak yang sudah masak. 
  3. Jika anda sudah merasa lapar, ide home grilled steak bukan solusi yang tepat. Karena bisa jadi anda perlu waktu satu jam atau lebih untuk menyiapkannya. 
  4. Namanya home grilled steak, dimana kita memasak sendiri daging steak sesuai selera maka libatkan diri untuk mengolahnya sendiri. Self service adalah kuncinya saat membuat home grilled service
  5. Diskusikan bersama daging yang dipilih termasuk membumbuinya. Lalu diskusikan juga side dishes seperti sayuran, bawang bombay dan sebagainya. 

Dari kelima hal di atas, pastinya home grilled steak berbiaya murah ketimbang makan di restoran. Lagipula ini bisa jadi makan bersama keluarga yang berkualitas dan menarik. 

Tunggu apalagi, mumpung masih hari munggu. Jadi kapan anda ingin buat home grilled steak di rumah?

Menikah Karena Cocok, Bercerai Karena Tidak Cocok

Seorang artis yang baru saja naik pamornya telah berhasil diliput media karena akan menikah. “Ya, kami berdua akan segera menikah. Doakan saja ya!” Demikian kata si artis saat diwawancara sebuah televisi. Ketika ditanya awak media, mengapa menikah? “Karena kami cocok.” Itu jawaban si artis lagi.

Lalu beberapa tahun kemudian, televisi menyiarkan lagi bahwa artis ini baru saja menggugat cerai pasangan. Kembali lagi media memberitakan tentang prahara perkawinan si artis ini. Kembali media bertanya apa penyebab perceraian? “Karena tidak ada kecocokan.” Begitulah jawabannya.

Apakah pernikahan itu? Apakah pernikahan menjadi sebuah alasan setelah mendapatkan kecocokan dengan pasangan?

Hal menarik setelah saya menyimak pernyataan artis tersebut, ukuran kecocokan dan ketidakcocokan adalah berdasarkan komunikasi. Jika tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dikatakan cocok. Padahal semua orang jelas mengetahui saat ini era komunikasi yang super canggih yang bisa meminimalisir hambatan komunikasi. Lalu ketika komunikasi terhambat, dikatakan ada ketidakcocokan.

Setiap orang selalu punya alasan mengapa memutuskan menikahi pasangan. Cinta adalah dasar utama yang tak bisa dijelaskan dan digambarkan, termasuk dikomunikasikan.

Meski mudah mengatakan bahwa sulit mempraktikkan rumus komunikasi yang  baik dengan pasangan. Pasalnya berpasangan terjadi karena dua individu yang berbeda karakter apalagi budaya dan gaya hidup. Perbedaan tidak memicu kecocokan atau ketidakcocokan tetapi memahami bahwa ada saatnya cocok dan ada saatnya tidak cocok.

Namun bukan berarti cocok berkomunikasi itu menikah lalu ketidakcocokan berkomunikasi lantas bercerai.

So, anda sendiri bagaimana? Ada pendapat?

‘Staycation’: How to Spend Weekend with Family at Home

Last weekend I had offered five things to recharge your body in this link. Refer to weekend happening, my opinion is about ‘staycation’. Staycation is only term to describe how to spend your weekend meaningful with family or your beloved ones at home.

Read https://liwunfamily.com/2017/12/03/do-you-need-a-recharge-here-are-five-ideas-to-think-about/

This aims actually to urge people to feel togetherness and family bonding without staying out from home. Weekend is the right time to make it true. Vacation sounds more money, but not for ‘staycation’. The point is only how to make a lovely time and joyful with family at home. So it is meant you should do what you want being your family.

We called it family. It can be your parents, your spouse, your kids, your siblings, your best friend etc. That is how you treat them as part of your life in this time.

To figure out the idea, here the list is written as suggestions within weekend.

1. Cooking and eating 

Who loves cooking? You? Go ahead! Maybe it’s not you. You can decide it who will be the person in charge to be chef at home. Don’t bother yourself with this task! Make it simple basic home cooking. Cooking together can be a good idea.

I’ve tried this idea on Sunday after church time. I did cooking with my own style and recipe with my German family in here. You know it is not easy to accept my Asian foods. The good point, they tried my foods then this was awesome taste.

So cooking and eating in family are not only a philosophy or ritual to remain together. This meant the traditionally way to talk each other across generations. This moment is automatically being precious for every one in family.

2. Watching movie

What is your family movie? A family drama, funny movies or the genre legend film should be options to watch together at home. Watching movie at home is the way to discuss and define family values. What is the underlying message in the movie? That is sample question that you can ask to kids.

Movie is the attractive and informative media to improve the communication between parents and kids. This can be opportunity to train our children regarding the values in life. Watching movie at home is inexpensive things to spend weekend with family.

I know you can consider such movies age-appropriate for kids based on your culture. I think there is always valuable lesson learned for life taken from movies.

3. Do sports

In wise wisdom, sports that bring family in togetherness. Sports is the way to be more active physically in exercise together. Don’t be serious to make rule in playing together! A rule or obligations at games can be obstacles to exercise instead of chance within family.  Allocate time in weekend to walk around your area home. Do you have fitness properties at home? Maximize it to bring family time.

Doing sport in family is the way to promote healthy life and well-being. This is not benefit only for yourself, but involved family members. This activity reduces stress only, also it can promote family bonding.

4. Reading books

Family is the first instituion of learning. Reading books parents with kids is the best way to stimulate their imagination and develop their knowledge. Weekend is the right time to make it happen with your kids. After reading, you can discuss the moral of book. The lesson learned from book encourages children to understand over the world.

5. Play fun games

Playing games at home is the priceless way to spend your weekend. How to develop the family fun games? Choose the game that can be played with a few more than two players. Make up the games with own friendly budget entertainment. The point of games is only how to interact each other while creating beautiful memories.

Who wants to share another ideas? Drop your comment please!

Sometimes we stuck in weekend to stay out from home. We choose to make relax and waste money only for awhile. I just offered to you how to figure out the new ways to stay together with family at home.

Have a blessed Sunday on second week of Advent!🌲

 

 

12 Ways to Celebrate Wedding Anniversary

Every couple has a special way to celebrate the wedding anniversary. I think it depends on character, culture, opinion or life style. No one doubts at the moment husband and wife can celebrate it together family or closed friends become a happily married couple. This post aims to remind how a special day to be precious moment only together for husband and wife in bonding of marriage.

I searched out the history regarding wedding anniversary in centuries ago. This known as a celebration to remind husband and wife in their blessed day which strengthen a bonding of relationship. This could be anniversary for certain periodically upon five years from fifth years to golden years or more, but not every year.

In the modern age, the industry and capitalism used to manage a wedding anniversary things such as business. So now we live within modern ages. That seems easier to make celebration. Some ideas in below I did it, but I will consider the rest to think about. I have got the insights from colleagues or co-workers at office.

Here are 12 things to celebrate your wedding anniversary in below:

  • Buy a card. 

In supermarket or bookstore you can find a ton of wishing cards, including anniversary wedding. As wife I usually buy a card which contains motivational words about marriage. Or I had chosen a card which was a number of anniversary  in cover.  Then inside of card I wrote only “I love you.” A simple thing was been to my anniversary wedding in the past. It was so impressed for my husband.

  • Cooking together at home.

Do you love cooking? Lucky you! Go ahead trying some special recipes or secret menu as simple way. If no, why don’t try to cook together at home? Together with your spouse will learn a new recipe or favorite menu that always be found in restaurant. It is such a good idea than spending money in restaurant.

  • Watching cinema/film.

This idea could be two things of placed to watch film together. First, you can come to theatre then choose a box movie in happening recently. Or second, decide it together what movie reminds you both as sweet memories in past ago. This sounds lovely at home. A friend of mine had idea to watch a video when they were on wedding on past years ago. Sweet!

  • Candle light dinner in restaurant.

A husband reserved a romantic dinner with a wife by calling to exclusive restaurant. I read this idea in magazine, so romantic! A husband had chosen the place near a window and sounding privately. One of musician came to play instrument during dinner. Wow!

  • Make love in different ways.

This activity sounds wild but some couples might to try it as lovely memories. Why not? Play drama or decide the ‘crazy’ idea together in bed.

  • Praying and go to church.

In Catholic Church usually conducts a schedule routine monthly for celebrating wedding anniversary. You will be allow to celebrate simple thing at Church in feeling grateful whatever happened in your life of marriage.

  • Make a holiday in beach.

Beach sounds a passionate place to celebrate your special day with a special one. I did in past. Choose a romantic package in Bali, then we didn’t bother with all stuffs during holidays. Don’t forget to take some photos as sticky memories!

  • Give something special.

When you have no idea to go anywhere, try to buy something special for your spouse. I thought to buy a couple watches sounds marvelous idea. A watch is symbol of sincerity such as love as husband-wife. My parents did it, so cute is it?

  • Try a new taste restaurant.

One day, my co-worker would like to leave office earlier. The reason was in related with her wedding anniversary. She with her husband wanted to try a Mexican taste in restaurant. They never try it previously. This idea looks simple, huh! New taste for new way to celebrate long-lasting marriage.

  • Family lunch/dinner.

Send invitation to your parents and parents-in-law when you have anniversary wedding. This would be great idea in celebrating your wedding memories. It also looks like a bonding family. Family lunch could be involved your siblings inside or your best friends. You can make it at home or just simple thoughts to make it happen in restaurant.

  • Get a second time honeymoon in cold place.

Take the intimately time with your spouse in cold place such as mountain around. My colleagues at office stated a cold place brings you for a second honeymoon. What is your opinion about it?

  • Write a love letter each other.

This is insane idea as a person who is falling in love to someone. I did it. How to express your love through writing such as love letter or romantic poem. I urged my husband to do the same way then we were wondering to see how feeling happened.

Summary

Anniversary wedding is only as number but the most important how your feeling to your spouse. 12 Ideas seem easy but actually those need a lot of efforts to make true for both, husband and wife.  No matter your idea as long as togetherness can complete each other in your anniversary wedding. Just be happy for both🍻

Have a blessed Sunday with your loved one! Ich wünsche Euch allen einen wunderschönen Sonntag!

Rahasia Perkawinan 50 Tahun: “Komunikasi Itu Kuncinya!”

Ilustrasi. Setiap pasangan suami-isteri berharap mampu melampaui usia perkawinan emas hingga opa oma. 

Adalah opa oma usia sepuh, teman orangtua mertua di Jerman yang baru saja merayakan ulangtahun perkawinan emas. Saya tertegun dengan loyalitas hubungan kasih antara dua insan tersebut, yang menurut kebanyakan pasangan tak mudah dilalui. Saya hadir dalam perhelatan sederhana yang mereka adakan. Ini semacam perayaan syukur, jadi ada pastor dan beberapa kerabat yang diundang kemudian makan bersama.

Selesai berdoa, ada semacam testimonial dari opa oma tersebut bagaimana mereka mampu bertahan hingga melewati usia perkawinan emas. Siapa pun pasangan suami-isteri berharap dapat melampaui usia perkawinan emas dan seterusnya hingga ‘Till Death do us apart‘ ya ‘kan?

Komunikasi suami-isteri tidak berbicara siapa yang dimenangkan dan siapa yang kalah, seperti komunikasi politik. Komunikasi suami-isteri juga bukan tentang bagaimana mencari untung-rugi dengan membuat reklame yang menarik massa seperti yang digunakan dalam periklanan. Komunikasi suami-isteri adalah hubungan dua orang yang sepakat menikah dan membentuk keluarga, tidak ada menang-kalah atau untung-rugi. Tentu harus tahu sama tahu, suka sama suka, cinta sama cinta, susah sama senang, sakit sama sehat yang harus dilalui bersama. Sweet banget ‘kan?

Masalahnya saat berumahtangga semua itu tidak mulus, termasuk komunikasi. Komunikasi yang sulit dilakukan adalah saat menyampaikan segala keinginan dan kesulitan satu sama lain. Satu pihak ada yang menjadi bossy, pihak lain menjadi tertekan. Bagaimana membangun komunikasi suami-isteri secara nyaman jika ini yang terjadi?

Komunikasi suami isteri itu komunikasi kolaboratif yang saling membangun. Satu pihak berbicara, pihak lain mendengarkan. Komunikasi dua arah dan membangun dialog. Satu pihak bertanya, pihak lain menjawab. Ada diskusi, bukan instruksi. Apakah mudah? Susah jawabannya. 

Selama ini orang memandang komunikasi adalah hal sepele dan tak perlu ada keterampilan komunikasi dalam berumahtangga. Kebanyakan berpikir kursus persiapan perkawinan lebih ditekankan pada pengetahuan reproduksi dan pengasuhan. Padahal saat ini banyak ditemukan penyebab perceraian adalah karena komunikasi. Baca di sini

Membangun komunikasi positif antar suami-isteri bila mengutip testimonial rahasia opa oma di atas, ada tiga hal:

  • Kasih sayang

Apakah cara anda berkomunikasi sama antara supervisor/bos di kantor dengan anak anda di rumah? Pasti berbeda. Di kantor, anda bisa berbicara direct dan formal. Di rumah, anda berbicara lebih lembut, intonasi merendah, basa-basi dengan anak, ada pelukan/belaian ke anak dan sebagainya. Apa yang membedakan komunikasi keduanya? Kasih sayang. Coba deh saat anda berbicara dengan orang yang anda kasihi apakah sama saat anda berbicara dengan orang asing tak dikenal! Bahasa cinta itu mengalahkan segalanya. Buktinya bahasa cinta membuat anda menikah dengannya ‘kan.

  • Apresiasi

Siapa pun senang dipuji. Bahkan anda bisa memutuskan resign jika bos kurang melakukan apresiasi terhadap kinerja anda. So mengapa tidak memulai untuk berikan pujian kepada pasangan anda sendiri? Hargailah apa yang sudah dilakukan suami/isteri pada anda. Misal sebagai suami, hargai isteri yang sudah membersihkan rumah dan mengasuh anak dengan baik. Sebagai isteri, hargai suami yang sudah bekerja giat untuk memenuhi kehidupan keluarga. Apresiasi itu sederhana saja, kata si opa dalam cerita di atas. Mengucapkan kata ‘terimakasih’ kepada pasangan, sudah berarti.

    • Kesepakatan

      Kesepakatan antar suami-isteri adalah sama-sama menang. Baik suami maupun isteri mampu menemukan kata sepakat dalam urusan rumah tangga. Mampu menyelesaikan setiap masalah bersama-sama. Kata opa, “Saat ada masalah rumah tangga, jangan melarikan diri! Selesaikan dulu berdua bersama-sama.” Luar biasa!

      Semoga bermanfaat!

      Menikahi Diri Sendiri? Ini Bisa Jadi Sebab Perempuan Lakukan Sologamy

      Ilustrasi. Sologamy (self-marriage) adalah istilah yang digunakan untuk menikahi diri sendiri. Penasaran ‘kan?

      Kemajuan modernisasi yang bertumbuh karena berbagai tren dan gaya hidup, telah menciptakan pilihan baru. Pernah dengar menikahi diri sendiri? Sologamy (self-marriage)  adalah pilihan hidup menikahi diri sendiri. Ada? Tentunya. Bahkan gaya hidup ini lebih banyak diminati perempuan.

      Terusik oleh artikel ini bahwa semakin banyak perempuan cenderung menikahi diri sendiri, saya tertarik untuk menelisik penyebabnya.Tren yang sudah muncul sejak dua puluh tahun lalu ini diawali oleh seorang perempuan tahun 1993. Dia mengucapkan janji pernikahan dan mengenakan cincin kawin layaknya pernikahan pada umumnya. 

      Di artikel lain dituliskan bagaimana tren ini jadi semakin berkembang karena didukung oleh teman-teman mereka sendiri yang jadi bridesmaids. Industri pun melirik tren ini agar populer dengan menyediakan paket khusus wedding sologamy seperti undangan, gaun pengantin, kue dan hotel. Wow!

      Mengacu pada fenomena tersebut, sebagai perempuan ini adalah opini saya yang menjadi penyebabnya.

      1. Kesalahpahaman memahami emansipasi

      Emansipasi yang sudah diusung sejak permulaan 1900-an sebagai pertanda keseteraan gender antara pria dan wanita dimulai. Emansipasi membuktikan bahwa perempuan juga punya kekuatan dan kemampuan yang sepadan dengan laki-laki. Namun tren hidup yang berputar disalahpahami dengan perempun tak butuh lelaki. Baik laki-laki maupun perempun, kita saling membutuhkan satu sama lain.

      2. Sudah nyaman dengan diri sendiri, dibandingkan hidup bersama orang lain.

      Sebagai makhluk sosial, kita seyogyanya paham bagaimana membangun relasi yang saling melengkapi satu sama lain. Ketika beranggapan bahwa hidup ini sudah cukup nyaman buat diri sendiri, tanpa kehadiran orang lain. Maka berhati-hatilah agar anda tidak larut dengan diri sendiri dan lupa pada usia perkembangan psikologis bahwa anda perlu orang lain. 

      3. Pengalaman trauma masa lalu

      Apa pun masa lalu yang ada di belakang anda, jadikan itu pelajaran untuk lebih baik lagi. Jangan biarkan masa lalu memenjarakan perasaan dan pikiran anda! Ini membuat trauma berkepanjangan yang berujung terlalu percaya pada diri sendiri dan tidak mempercayai orang lain. Namun ini yang terjadi pada mereka yang trauma akan masa lalu. Atau mereka yang sulit menaruh kepercayaan kepada orang yang dikasihinya. Mereka lebih pilih sendiri, ketimbang berdua.

      4. Kemandirian yang modern

      Mereka yang melakukan sologamy dipercaya merupakan perempuan mandiri yang merasa hidupnya sudah mumpuni. Toh modernisasi menciptakan pula kemajuan teknologi memiliki anak tanpa menikah misalnya, bila seorang perempuan ingin jadi ibu. Maka perempuan kini bisa mengalami rasanya jadi ibu tanpa berhubungan dengan lelaki. Ini salah kaprah ya.

      Bagi mereka yang menjalankan sologamy, pilihan hidup ini mungkin membahagiakan. Namun menurut pendapat saya sendiri, kebahagiaan itu saat kita bisa menemukan diri sendiri lewat kehadiran orang lain. Ini yang disebut belahan jiwa. 

      Ada pendapat?