Bohneneintopf mit Gemüse, Fleisch und Nudeln: Makanan Khas Jerman (4)


Bohneneintopf ala Anna.

Ini kacangnya yang disebut ‘kacang putih.’

Semua sayuran yang terdiri atas wortel, petersilienwurzel, paskernat dan daging direbus terlebih dulu. Anda bisa mengganti sesuai selera seperti sosis atau kentang.

Setelah itu tambahkan mie sebelum diberi kuah kacang.

Liebe geht durch den Magen, sebuah pepatah bahasa Jerman mengatakan. Artinya cinta datang dari makanan. Awalnya saya kesulitan makan lalu mempelajari selera makan dan kebiasaan orang Bayerisch, Jerman. Namun semakin lama saya menyukai masakan dan cara memasak yang sebagian besar ada catatan dalam ‘kitab suci’ memasak yang diberikan ibu Mertua. Jadi saya dapat satu buku tebal sekali berbahasa Jerman tentang aneka resep mengolah makanan dan memasak sesuai kebiasaan Bayerisch. 

Dari sekian percobaan memasak, sebagian saya muat dalam blog ini. Suatu saat saya akan kumpulkan resep masakan yang dimuat di blog ini agar siapa saja yang ingin belajar resep masakan dengan rasa berbeda dari Jerman. Selanjutnya masakan yang akan saya ceritakan di sini adalah Bohneneintopf. Ini semacam saus atau kuah kacang, memasaknya pun mudah. Tak percaya? Mari kita coba!

Bahan yang diperlukan:

  • 400 gram kacang putih atau di sini dikenal dengan weiß bohnen yang mudah dijumpai di supermarket seperti dalam gambar.
  • 500 ml air.
  • 3-4 sendok makan fett.
  • 2 wortel.
  • 2 petersilienwurzel, semacam akar peterseli warnanya putih dan teksturnya menyerupai wortel.
  • 100 gram mie.
  • 2 paskernat. Ini semacam sayuran, saya tidak tahu bagaimana membahasakannya, warna putih dan tekstur seperti wortel juga.
  • Daging secukupnya.
  • Garam dan merica.
  • Sedikit pasta tomat.
  • 1 pak kaldu daging sapi.
  • 1 bawang bombay diiris halus.
  • Sedikit tepung.
  • 1 daun salam jika suka.
  • 1 sendok teh paprika bubuk jika suka

    Cara memasak:

    • Rendam kacang semalaman atau sekitar 10-12 jam agar teksturnya lembut.
    • Rebus semua sayuran yang dimiliki agar matang. Anda bisa tambahkan kentang atau sayuran lain yang disuka, silahkan saja. Tiriskan sayuran.
    • Rebus daging hingga empuk. Singkirkan kuahnya untuk campuran kaldu. Tambahkan garam di dalam air yang dimasak.
    • Masak mi. Siapkan 100 gram mie. Rebus air 2 liter. Setelah mendidih, masukkan garam secukupnya lalu kemudian mie. Masak mie hingga matang kira-kira 10 menit. Saring mi hingga kering dan siap disajikan. 
    • Membuat saus kacang. Panaskan wajan, masukkan fett. Tambahkan bawang bombay yang diiris halus. Masukkan kacang yang sudah direndam dan oseng sebentar. Masukkan kaldu daging secangkir kecil. Lalu campurkan penyedap rasa kaldu sapi, berikut garam dan merica. Aduk perlahan, agar mengental masukkan sedikit tepung dan pasta tomat. Tambahkan paprika bubuk  dan selembar daun salam agar berasa sedikit pedas. Masak saus hingga mengental dan kacang sudah lunak atau lembek. Matikan kompor jika saus sudah berwarna coklat dan mengental.
    • Ada kalanya orang menambahkan sedikit anggur merah dalam campuran saus agar warna dan teksturnya baik. Hanya saya tidak suka itu. 

    Catatan dari saya:

    • Setiap orang rupanya punya gaya berbeda-beda kala memasak saus kacang. Ini gaya saya! Silahkan sesuaikan dengan selera anda, misal sayuran yang disukai. Atau saus kacang diberi bawang putih dan sedikit irisan daun bawang.
    • Ada juga orang yang memberi kaldu sapi hingga satu liter. Ini semua tergantung selera anda, apakah anda suka saus kacang yang kental atau cair?
    • Memakan ini benar-benar mengenyangkan. Jika anda sudah membuatnya dengan mie, saya pikir tidak usah tambahkan kentang dalam sayuran. 
    • Saya lebih memilih sayuran, daging dan mie ditiriskan dalam piring. Lalu kuah kacang disiramkan ke atasnya. Cara kedua, mereka memasukkan semua ke dalam kuah kacang, baru kemudian dihidangkan. Silahkan tentukan selera anda!

    Bagaimana? Semoga anda tertarik mencobanya!

    Advertisements

    Dom Salzburg: Perpaduan Seni Baroque dan Gothic Sejak Tahun 774


    Dom Salzburg tampak depan.

    Menara gereja seperti layaknya gereja di Jerman.

    Pintu gereja ada tiga yang menandai Iman, Harapan dan Kasih.

    Kemegahannya sudah tampak dari pintu masuk.

    Wajar saja jika butuh waktu berpuluh-puluh tahun membangun gereja ini. Lihat kubahnya terukir indah dengan pahatan yang sempurna dan lukisan indah.

    Bilik pengakuan dosa.

    Lekukan kubah yang indah dan menawan.

    Lukisan uskup pendahulu gereja.

    Organ besar di tengah atas dan dua organ kecil. Keren.

    Altar, persembahan misa kudus.

    Kapel bawah tanah.

    Berjalan menyusuri kota lama Salzburg yang berdekatan dengan Rathaus, kami menemukan Dom Salzburg yang kemegahannya sudah terlihat mata dari jauh. Lonceng gereja berbunyi berkali-kali kala jam 3 sore. Kami mengikuti arah dimana lonceng dibunyikan. Rupanya setelah kami mencari tahu lonceng gereja telah ada sejak 1628. Panggilannya begitu kuat mendetang.

    Di depan gereja beberapa turis tampak mengambil foto. Ada taman dan air mancur yang megah khas Baroque. Gerbang gereja dihiasi patung pahatan yang sempurna dengan tahun pembuatannya. Wow, gereja ini menyimpan sejarah yang terekam selama berabad-abad lamanya. 

    Di katedral ini pula saksi bisu dimana Mozart, tokoh dunia musik terkenal dibabtis. Konon gereja yang dibangun sejak tahun 774 lalu sempat terjadi kebakaran yang hebat, gereja direnovasi lagi tahun 1181 dan baru selesai 1628. Ratusan tahun membangun gereja ini? Tak salah karena setiap kubahnya dibuat detil khas Baroque dengan lukisan yang menawan. Katedral ini juga menyimpan memori kala sempat menjadi sasaran perang dunia kedua. Kemudian direnovasi dan selesai 1959. Luar biasa!

    Ada tiga pintu, namun untuk masuk gunakan pintu tengah. Pintu pertama bertuliskan 774, pintu kedua bertuliskan 1628 dan pintu ketiga 1959. Ketiga pintu ini merupakan simbol IMAN, HARAPAN dan KASIH. Kubahnya yang tinggi menggambarkan keindahan dengan lukisan dan pahatan karya seni. Ini disebut ciri gothic. Sempurna! Di sisi gereja ada lukisan para orang kudus dan tempat untuk berdoa. Sejenak saya berdoa dan suami tampak memotret setiap sisi gereja. 

    Di koridornya ada patung empat pengarang Injil yakni St. LUKAS, St. MATIUS, St. MARKUS dan St. YOHANES. Di belakang gereja saya melihat bilik kayu yang kokoh dengan ukuran semacam kamar privat. Ini adalah ruang pengakuan dosa. Di Indonesia ruangan ini selalu menyatu dengan bangunan gereja. Di sini terpisah dan sepertinya masih menjadi gaya lama. 

    Bangku di depan altar sepertinya bangku lama saat gereja ini berdiri karena tampak tua dan sederhana sekali. Tak sebanding dengan kemegahan gereja yang luar biasa. Namun bangku umat sudah tampak moderen seperti layaknya gereja yang saya temui di Jakarta. Mungkin di bangku lama untuk tempat spesial para diakon atau petugas misa, mungkin loh.

    Di sekitar atas altar saya mendapati organ lama seperti yang pernah saya jumpai di Dom Passau, Jerman. Organ besar ada di tiga tempat dan yang terbesar di atas balkon gereja. Tak terbayang keindahan suara yang dihasilkan kala koor menyanyikan pujian bagi Tuhan. Pastinya merdu menambah kekhusyukan ibadah.

    Altar yang menjadi pusat perayaan ibadah dibangun dengan keindahan ciri khas Baroque. Di sisi altar ada lukisan sepertinya ini adalah lukisan tokoh setempat dengan pakaian kebesaran dan khas seperti uskup di masa lalu atau pengagas bangunan ini. 

    Tak jauh dari tempat koor, ada tangga menuju ke bawah. Di bawah ada kapel untuk ukuran umat yang tak banyak. Di kapel ini ada foto dan museum untuk menyimpan benda-benda rohani pada masa awal gereja. Lalu masih di lantai bawah gereja dijelaskan bahwa uskup pertama dari gereja dimakamkan di sini. 

    Jika menelisik bangunan Dom Salzburg sekilas seperti Dom di Passau bentuk bangunannya. Namun ciri gothik terlihat dari atas gereja dengan kubahnya yang menjulang. Untuk masuk gereja, tidak ada biaya alias gratis. 

    Namun saran saya sebagai berikut:

    • Berpakaianlah yang sopan dan pantas karena dimana pun tempat ibadah, petugas selalu melarang turis bila berpakaian yang kurang sopan.
    • Tidak makan dan minum selama di gereja.
    • Jaga kebersihan!
    • Buka topi!
    • Tidak berisik.
    • Dilarang ambil foto tentang orang yang berdoa!
    • Tidak mengambil foto di area altar. Di depan altar boleh.

    Demikian laporan pandangan mata saya. Bagaimana pengalaman anda melihat tempat ibadah yang menurut anda menarik?

    Teh Rasa Jahe Ini Bisa Untuk Atasi Masuk Angin. Ini 5 Manfaatnya!


    Di kafe disediakan teh rasa jahe. Anda pasti ditanya mau minum teh rasa apa? 

    Jika berasa pahit bisa ditambahkan gula. Badan langsung berasa enak.

    Kali lain minum teh di restoran China.

    Saya sering berpergian dan melakukan perjalanan jauh. Rasanya berpergian di pelosok Indonesia tak masalah karena kondisi tubuh yang sudah terbiasa. Selain itu jika tubuh bereaksi ‘tak enak body’ maka saya sudah menebak bahwa saya masuk angin. Di Indonesia anda sudah tahu sendiri ‘kan praktik pengobatan tradisional dan memang khasiatnya langsung sembuh untuk saya. Bagaimana jika saya berada jauh dari Indonesia?

    Satu kali perjalanan di luar Indonesia saya bingung tak ada obat untuk mengatasi masuk angin. Pergilah saya ke kafe untuk menghangatkan badan. Setelah saya cerita kepada pramusaji kafe. Dia menyarankan saya minum teh rasa jahe. Ternyata khasiatnya memang manjur untuk saya. 

    So anyway, apa saja khasiat teh rasa jahe ini? Anda perlu mencobanya nih:

    • Atasi mual selama perjalanan

    Jahe sebagai tanaman obat untuk anti mabok selama perjalanan. Itu sebab sebagian orang mengkonsumsi permen jahe agar tidak mual bila berpergian. Prof. Roman Huber, kepala Pusat Pengobatan Alami Universitas di Rumah Sakit Universitas Freiburg, Jerman berpendapat bahwa 500 pasien kanker yang mengalami mual akut akibat terapi menunjukkan pembaikan atau tidak mual sebagai efek terapi setelah mengkonsumsi jahe. Orang yang intense mengkonsumsi ekstrak jahe jarang mengalami mual.

    • Obat masuk angin

    Seandainya ada mini market layaknya di Indonesia untuk beli obat masuk angin, itu pemikiran saya. Jika anda ke Jerman, anda bisa pesan obat masuk angin di Bali Asia Markt di Munich. Promosi lah karena saya biasa beli di situ. Nah, apa daya stok obat masuk angin tak ada dan kebetulan tidak sedang di Jerman. Diminum selagi panas beserta kandungan jahe di dalam seduhan teh membuat badan hangat. Tidur pun langsung pulas. Cocok berarti!

    • Buat badan jadi hangat

    Seperti yang dijelaskan pada khasiat di atas, rupanya jahe mengandung serotinin yang menenangkan atau membuat rileksasi tubuh. So rasanya cocok jika minum teh jahe selagi panas agar tubuh yang terpapar kondisi cuaca yang dingin dapat terobati.

    • Mengobati nyeri perut

    Jahe menenangkan dinding saluran gastrointestinal yang terdapat dalam pencernaan. Selama perjalanan perut yang tak nyaman membuat kembung berisi gas. Meminum teh kandungan jahe membuat perut menjadi nyaman. Tentunya anda mungkin akan berasa buang angin sesudahnya. Dan ini wajar. Jika berasa pahit teh rasa jahe, anda bisa tambahkan gula. 

    • Sebagai penguat daya tahan tubuh

    Jahe merupakan salah satu tanaman antioksidan. Kekuatan jahe dalam menetralisir radikal bebas sangat bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Itu sebab bila badan terasa dingin dan flu menyerang, jangan langsung buru-buru minum obat! Coba deh segelas teh rasa jahe kemudian tidur dengan selimut tebal. Dijamin anda akan membaik. 

      Bagaimana pengalaman anda meminum secangkir teh rasa jahe? 

      Jika anda berasa kurang enak badan, coba sesekali minum teh ini. Rekomendasi yang mantap!

      5 Alasan Berkunjung ke Roma, Italia


      Kota Roma dari atas Castle San’Angelo. Tampak di seberang adalah Basilika Santo Petrus.

      Mesin otomatis untuk membeli tiket metro, di dalam stasiun Roma Termini.

      Kota Roma sudah ada dalam buku sejarah yang saya pelajari di sekolah dulu. Ini berarti kota ini termasuk kota tua. Seingat yang saya pelajari, kota Roma memiliki tata kota yang mengagumkan peradaban kala itu. Wajar saja banyak bangsa lain datang mempelajari perkembangan tata kota Roma yang sudah cukup maju pada jamannya. Di Roma pula banyak nama populer bermunculan seperti Julius Caesar yang dikenal dengan kepemimpinannya.

      Saat saya ngobrol dengan staf hotel, tempat saya menginap. Dia bercerita ada salah seorang tamunya bertanya dimana letak shopping center karena ingin membeli barang dari merek ternama. Kata staf hotel “Anda salah besar jika datang ke Roma untuk berbelanja. Ini bukan tempatnya!” So berdasarkan cerita staf hotel, berikut lima alasan mengapa orang datang ke Roma.

      Apa saja?

      1. Alasan keagamaan

      Basilika Santo Petrus di Vatikan.

      Di Roma ada Vatikan, negara privat ini memang negara dalam negara. Ini negara istimewa yang menjadi pusat kekristenan berabad-abad lamanya. Kemudian kini Vatikan hanya menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik. Di sini pula tempat tinggal dan kewenangan Sri Paus yang menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik dan dipercaya menggantikan Santo Petrus, salah satu dari Rasul Yesus Kristus.

      Tak hanya Vatikan yang menjadi tujuan bagi umat Katolik. Di kota Roma bertebaran konggergasi dan organisasi biarawan-biarawati. Juga beberapa Basilika yang dibangun megah dan indah menjadi tujuan ziarah lain seperti Basilika Santa Maria di pusat kota Roma. Banyak gereja yang dibangun megah sebagai tempat beribadah dan memuji Tuhan. Rasanya layak bila disebut turis datang untuk alasan keagamaan. Ini pula yang sering saya jumpai dalam iklan di Indonesia bahwa Roma sekaligus Vatikan menjadi tujuan kunjungan keagamaan. 

      2. Alasan sejarah 

      Lihat saja situs ini sebagai sisa peradaban kejayaan Romawi yang pernah ada!

      Sebagaimana yang dikisahkan tentang peradaban kota Roma yang dimulai dari Sungai Tiber di tengah kota Roma. Di sini pula awal berdiri Roma sebagai pusat kebudayaan latin pada masa itu. Bahkan anda akan menemukan banyak situs peninggalan sejarah yang masih terpelihara untuk menunjukkan kejayaan kekaisaran Romawi. Sebut saja Kaisar Julius Caesar yang dikenal ahli dalam pemerintahan. Ini sebab tata kota Roma begitu memukau termasuk pembangunan arsitekturnya. 

      Jika menonton film yang berkaitan kerajaan romawi misalnya anda bisa menemukan sejarah ribuan tahun lalu sebelum masehi kala masih banyak orang memuja dewa-dewi di kota ini. Ya, Pantheon yang dijadikan kuil untuk menyembah dewa masih terawat rapi hingga sekarang di kota ini. Atau Colloseum sebagai tempat gladiator berduel, masih bisa dikunjungi bahwa dulu tempat ini dijadikan adu kehebatan dan kekuatan antar manusia. Bahwa dulu sejarah yang dimulai ribuan tahun lalu sebelum dan sesudah masehi lengkap di sini. Tentu pecinta sejarah tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung dari satu museum ke museum lainnya di sini.

      3. Alasan kuliner

      Ristorante atau restoran dalam bahasa Italia, di salah satu pusat kota.

      Ketika saya membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ lalu menontonnya kini saya sadar bahwa tokoh utama mengalami kenyamanan dan kenikmatan sajian makanan di Italia. Mengapa tidak? Kuliner di Italia itu semua enak. Di pusat Italia seperti kota Roma, anda bisa menemukan sebaran kuliner yang mungkin sudah membumi di Indonesia. Sebut saja pizza, pasta, es krim hingga tiramisu yang pasti pernah anda rasakan di Indonesia. Datang ke sini seolah saya ingin merasakan semua kuliner itu secara otentik. Rupanya lidah saya pun tidak protes pada semua masakan yang disajikan dengan penuh cinta dari para koki. Biasanya saat saya traveling, saya butuh adaptasi untuk rasa makanan lokal yang ditemukan. Di Italia, saya benar-benar jatuh cinta dengan kulinernya!

      4. Alasan budaya dan bahasa

      Salah satu peninggalan berciri Baroque, Fontana Di Trevi.

      Di sini berkembang kebudayaan latin sebagaimana yang tersampaikan dalam sejarah. Di sini pula ada bahasa Italia dan bahasa Latin untuk dipergunakan di Vatikan. Roma yang dibangun sejak ratusan tahun lalu sebelum masehi pernah menjadi pusat kekaisaran romawi. Kebudayaan yang berkembang dalam seni arsitektur tumbuh di sini, tentu terlihat dari pahatan dan bangunan. Ada dua aliran di sini, Renaissance dan Baroque. Anda pasti terkagum-kagum bahwa bangunan itu masih ada hingga kini. Di sini pula pernah berkembang rezim fasisme antara tahun 1922-1943 yang bisa anda temukan dokumentasinya di Museum Nasional. 

      5. Alasan seni

      Salah satu lukisan.

      Lukisan lain yang ditemukan di Castle San’Angelo.

      Siapa tak kenal penyanyi bersuara emas seperti Josh Groban, Pavarotti atau Andrea Bocelli atau grup band Ill Divo. Kesemuanya bernyanyi dengan ciri khas suara emas yang tiada duanya. Lepas dari seni suara, ada seni lukis yang memukau dunia. Siapa pun berdecak kagum melihat lukisan mewarnai setiap Gereja dan Basilika, indah dan sempurna. Itu sebab di kota Roma ada sejumlah institut dan akademi untuk seni yang terkenal di dunia.

      So, demikian lima alasan mengapa perlu berkunjung ke kota Roma. Ada pendapat?

      Gallusmarkt: Pasar Tradisional Perayaan Santo Gallus 16 Oktober


      Papan informasi tentang penyelenggaraan Gallusmarkt 2017.

      Hiasan dari bunga kering.

      Hiasan dan aksesoris rumah tangga.

      Tas untuk belanja terbuat dari rotan atau kerajinan rotan.

      Perlengkapan rumah tangga.

      Bumbu dapur.

      Aneka manisan dan permen.

      Selai buah-buahan. Tampak belakang orang duduk di luar restoran.

      Kaos kaki dan keperluan pribadi.

      Sebagai penganut Katolik, perayaan hari Santo-Santa sebagai orang kudus biasa dilakukan. Ingat ya tradisi nama ‘Namenstag‘ yang menjadi kebiasaan orang Bayern pada jaman dulu, sekarang sudah tidak populer lagi. Hari ini 16 Oktober juga diperingati sebagai hari raya Santo Gallus. Nama babtis ini jarang atau malah saya baru dengar setelah saya berada di Jerman. Kini saya jadi tahu setelah ada ‘Gallusmarkt’ baru-baru ini.

      Santo Gallus dikatakan berasal dari Irlandia. Dia seorang Biarawan kemudian menyebarkan pengajaran sampai ke Swiss. Dia pun memilih menjadi pendoa dan pertapa hingga wafat. Hidupnya yang saleh pada abad 5 Masehi menjadikan dia panutan dan terpilih sebagai orang kudus.

      Lalu apa kaitan Santo Gallus dengan pasar? 

      Suami saya mengajak untuk pergi ke Gallusmarkt kemarin. Saya ikut saja meski saya tidak tahu pasar apa itu. Memang tidak perlu paham nama dan asal pasar, karena ternyata nama adalah nama. Hingga selesai pun saya belum paham apa maksudnya. Pasar hanya dua hari ini digelar sebagai bentuk pesta rakyat untuk memperingati Santo Gallus, yang jatuh pada 16 Oktober.

      Apa yang bisa ditemukan?

      Aneka macam orang lalu lalang membeli. Jadi semacam bazaar. Ada spot makanan khas masakan Jerman. Toko permen dan coklat. Ada yang menjual pakaian dan kebutuhan pribadi. Ada pula yang menjual peralatan rumah tangga hingga saya menemukan pojok untuk anak-anak bermain. Semacam hiburan anak-anak dengan memasukkan koin yang diiringi musik riang.

      Di sudut lain ada restoran yang dipenuhi pengunjung. Semacam biergarten dimana orang bisa ngobrol sambil minum bir. Ada juga kafe dimana orang bisa menikmati kopi dan kue-kue. Lengkap!

      Di Jerman pasar digelar sesuai periode kebutuhan. Namun yang pasti pasar model begini akan menjadi terbesar saat menjelang Natal. Nantikan reportase saya selanjutnya ya!

      Menyimak Penggunaan Bis di Salzburg, Austria


      Pemandangan Salzburg dari dalam bis.

      Beli tiket di sini.

      Bisnya panjang semacam bis gandeng.

      Ada tempat untuk binatang peliharaan.

      Reklame aplikasi untuk membantu penumpang bis.

      Suasana bis yang nyaman dan bersih.

      Halte tujuan selalu nampak otomatis di atas.

      Penumpang yang berdiri disediakan tali gantung yang nyaman. Lalu ada informasi juga jika anda bisa membeli tiket pada sopir.

      Tombol stop otomatis untuk mengingatkan sopir agar berhenti.

      Tampak di luar adalah halte bis moderen dengan papan informasi otomatis tentang bis dan lama menunggu.

      Di sini disediakan juga city tour bilamana anda suka film ‘Sound of Music’ karena mengambil latar shooting di Salzburg.

      Beberapa kali datang ke Austria, saya biasanya menggunakan kendaraan pribadi. Lain waktu saya ingin mencoba moda transportasi umum, bis. Bis di Salzburg itu terlihat moderen dan bersih. Bisnya panjang semacam bis gandeng. Lalu pintunya otomatis serta petunjuk informasi halte pun dilakukan secara otomatis pula. Keren deh!
      Terminal bis dekat dengan stasiun Hauptbahnhof Salzburg, berjalan kira-kira seratus meter ke depan. Jangan bayangkan terminal bis sebesar kota Jakarta dan kacaunya lalu lalang kendaraan! Di sini terminalnya sederhana hanya beberapa lajur dengan nama tujuan halte tertera secara otomatis di tiap lajur. Untuk bisa naik anda harus membeli tiket. Karena ingin sightseeing, maka saya pilih tiket 1 hari dengan biaya 4€ per orang. Pembayaran tiket juga bisa melalui kartu kredit atau debit asalkan ada logo yang sama yang tertera di mesin.

      Ini semua adalah sistim kepercayaan bahwa anda punya tiket kala naik bis. Anda juga bisa beli tiket langsung ke sopir saat hendak naik. Di sekitar sopir ada mesin kasir dengan uang kembalian. Lengkap! Sementara saya pernah naik bis di Penang, Malaysia tidak punya uang kecil akhirnya saya ditolong penumpang lain untuk dibayarkan. Karena sopir bis di Penang tidak melayani transaksi pengembalian uang. Di Salzburg tidak, sopir bis punya mesin kasir untuk mengembalikan uang anda bila anda membayar dalam nominal yang besar.

      Saya pikir setiap orang di bis dipercaya punya tiket di kantongnya. Ternyata baik di Jerman maupun di Austria diberlakukan petugas kontrol tiket dengan pakaian non dinas. Siapa sangka jika petugas memeriksa secara random dan anda kedapatan tak punya tiket! Apa yang terjadi? Anda kena denda. Nah itu saya tidak tahu berapa besarnya denda. 

      Hanya saja saat pengalaman naik bis pertama kali di Salzburg, petugas tiket yakni pria berambut blonde dan berpakaian non dinas layaknya penumpang menunjukkan kartu kepada sopir. Dia meminta setiap penumpang untuk menunjukkan tiket kepadanya. Syukurlah saya membeli tiket! Pengalaman saya kena denda karena bertransportasi umum bisa di lihat di sini. Dari situ saya betul-betul menyimak bagaimana seharusnya berkendara agar tidak kena denda lagi. Di Eropa bo, mahal segalanya!

      Bacahttps://liwunfamily.com/2014/07/20/tips-bertransportasi-umum-di-negeri-orang/

      Begitu canggihnya bis ini sampai ada aplikasi penggunaan bis loh! Tuh lihat di promosi yang ditempelkan dalam bis. Setiap halte yang dituju bis tertulis dengan baik secara otomatis di layar atas dekat dengan sopir. Setiap halte bis akan berhenti. Tidak ada aturan lewat pintu mana saat naik atau turun namun jika anda belum ada tiket usahakan naik dari pintu depan agar bisa langsung membeli di sopir. Sebaiknya persilahkan dulu penumpang lain untuk turun, baru kita bisa naik bis agar tertib. 

      Bisnya bersih dan bangkunya nyaman. Usahakan untuk tidak membuang sampah dalam bis. Ada tombol stop untuk pemberhentian mengingatkan sopir. Lalu di sudut lain, bagi penumpang yang membawa binatang peliharaan ada space khusus termasuk tali untuk anjing peliharaan agar nyaman. Jika tidak kebagian tempat duduk, anda bisa nyaman bergelantungan di tali bis yang disediakan. 

      Bis berhenti sesuai halte yang ada, tidak bisa di sembarang tempat. Di halte ada yang sudah moderen dengan memasang papan halte otomatis yang bertuliskan spesifik bis dan lama menunggu. Keren ya seperti di stasiun saja. Namun ada juga halte yang belum terpasang papan informasi otomatis seperti itu. Pastinya turis yang datang tidak tersesat dan nyaman dalam bertransportasi umum.

      Jika anda punya uang lebih, anda bisa menggunakan taksi juga. Taksi tersedia di beberapa tempat termasuk di depan mall, dekat stasiun Hauptbahnhof Salzburg. Namun jika ingin lihat-lihat kota, silahkan menggunakan bis! 

      Apakah anda punya pengalaman lain soal bertransportasi umum? 

      Advertisements

      My life journal only by His grace

      Advertisements