Kue Khas Jerman (16): Krapfen, Donut Karnaval Isi Selai Buah Jelang Hari Rabu Abu

Ramainya karnaval Faschingsdienstag di Munich beberapa tahun lalu.
Ini seperti donut di dalamnya isi selai buah dan di atasnya diberi gula bubuk.
Kue ini pun sudah mulai dijajakan di supermarket jelang Fasching, festival tahunan di Jerman.

Hari ini di beberapa negara bagian di Jerman merayakan Faschingsdienstag. Keramaian karnaval sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Karena Fasching itu seharusnya digelar pada satu hari sebelum hari Rabu Abu (=Aschermittwoch) maka disebut Faschingsdienstag. Kostum dan donut krapfen meramaikan supermarket sejak beberapa pekan lalu. Untuk hari ini saja, ada yang bekerja sampai jam 14.00, termasuk supermarket di area tempat tinggal saya pun buka hanya setengah hari. Sebagian memilih mengambil cuti libur untuk meramaikan karnaval yang ramai. Ini berlaku di area yang mayoritas berpenduduk katolik, atau mereka yang besok sudah memasuki masa prapaskah.

Festival ini sudah sering saya bahas di blog ini. Ini adalah salah satu tradisi di kebanyakan negara berpenduduk mayoritas katolik untuk membuat festival tersebut dan festival ini tidak wajib. Di Indonesia, saya sebagai penganut katolik tidak menyelenggarakan Fasching.

Baca: Festival kostum di Bavaria jelang Hari Raya Rabu Abu

Nah, berkaitan dengan Fasching yang jadi kegemaran masyarakat di sini untuk menggelar keriaan seperti pesta kostum, ada panganan yang tercipta. Ini semacam kue donut yang mungkin bagi anda tak asing lagi di Indonesia. Donut ini disebut donut karnaval yang biasa disebut Krapfen. Krapfen pun mulai beredar dijajakan di toko roti saat ini, menjelang acara festival tersebut. Saya pun membelinya karena penasaran tentunya.

Menjelang Fasching, ada beberapa promo yang diadakan kafe di sekitar kota saya dengan paket kopi dan krapfen. Seperti biasa, kaffeetrinken saya manfaatkan untuk duduk di sekitar kafe dan menikmati krapfen sambil saya mencari tahu keterkaitan donut karnaval dengan festival tersebut. Sementara yang lain tentu sibuk menyiapkan kostum untuk ditampilkan saat festival. Kostum-kostum ini sudah dijajakan di supermarket dan toko-toko di Jerman sejak Januari lalu.

Baca: Karnaval di Linz, Austria

Resep Krapfen

Oke, kembali soal krapfen atau donut karnaval. Saya dapat contekan resep krapfen dari kenalan yang belajar menjadi pekerja ahli (=Azubi Konditorei) di toko roti dan kue. Bahan-bahannya seperti donut yakni, tepung terigu, ragi, susu segar, gula, mentega, telur dan garam secukupnya. Lalu ini yang membedakan krapfen dengan donut lainnya yang saya kenal yaitu isian krapfen semacam selai buah. Isian krapfen biasanya selai aprikot ditambah gula dan sedikit jus lemon agar tidak terlalu mengental.

Ini sama seperti membuat donut pada umumnya. Ambil satu adonan dari campuran bahan-bahan di atas, lalu selipkan selai aprikot yang sudah disiapkan dengan bahan-bahan yang dijelaskan di atas. Bentuk dan putar seperti bola bundar kemudian biarkan mengembang sekitar 30 menit.

Hasil akhir adalah adonan tersebut yang sudah mengembang digoreng dalam minyak panas di deep fryer. Ini semacam alat praktis untuk memasak. Masak dalam suhu 175 derajat celcius kira-kira dua setengah menit hingga tiga menit atau berwarna kecokelatan. Setelah matang, tiriskan minyaknya. Setelah krapfen matang sudah dingin, anda bisa menaburi hasil akhirnya dengan gula bedak atau gula bubuk.

Kini anda tahu bagaimana membuat krapfen, yang biasa dinikmati warga Jerman di sini. Dijamin anda suka dengan kelezatannya.

Kaitan Krapfen dengan Fasching

Oh ya, lalu apa kaitan kue donut karnaval ini dengan festival fasching. Jaman dulu donut memang sudah dikenal sebagai salah satu kue meriah dan mudah disajikan saat ada festival seperti fasching misalnya. Pembuatannya sederhana menyebabkan krapfen ini sudah ada sejak tahun 900-an loh. Namun ada yang merilis resep krapfen secara tertulis dan dipublikasikan pada abad 15 di Austria. Setidaknya krapfen atau donut ini termasuk kue tertua juga.

Pasti anda penasaran mengapa namanya krapfen, saya pun mencari tahu. Rupanya kata krafpen berasal dari ejaan lama bahasa Jerman (=Althochdeutsche Sprache) yang biasa dipergunakan pada abad pertengahan. Krapfen itu merujuk pada kue yang digoreng dalam minyak panas, yang dimaksud adalah donut. Karena terbiasa dengan penyebutan kue karnaval ini, orang-orang pun tetap menyebut dengan istilah lama meski sekarang warga Jerman sudah menggunakan ejaan baru bahasa Jerman sejak abad 19 (=Mittelhochdeutsche Sprache).

Begitulah, dari soal kue dan tradisi kita seperti belajar banyak hal. Kira-kira apakah anda punya informasi seputar kue yang diambil dari nama tradisi?

Makanan Khas India (11): 2 Dessert Manis Nan Dingin, Kulfi dan Mangocreme

Negeri Bollywood yang kaya akan rempah-rempah ini ternyata menyimpan aneka hidangan manis pencuci mulut. Begitu asyiknya saya menikmati sajian utama makanan yang dipesan hingga saya lupa bahwa ada dessert yang dihidangkan setelah makanan utama, yang ternyata benar-benar yummy dan tasty. Setelah ulasan berikut, saya yakin anda tergoda untuk mencari tahu.

Di hari Senin ini saya ajak anda menikmati hidangan manis dari India. Siapa tahu ini bisa memaniskan hari anda setelah seharian bekerja. Walaupun dessert ini dingin namun hidangan ini menyehatkan juga. Padahal di sini saya masih sedang menghadapi musim dingin. Nah, bagi anda yang tertarik mencoba di rumah, ikuti petunjuk berikut.

1. Mangocreme

Dessert pertama adalah manggocreme.

Dessert pertama ini benar-benar super lezat. Hanya berasal dari sari mangga saja dan es krim tetapi membuat lidah saya bergoyang begitu menikmati tiap suapan. Sari mangga ini biasa dijual di supermarket dalam bentuk kemasan yang sudah jadi, dikenal dengan istilah mango pulp. Cara membuatnya pun mudah.

Siapkan wadah, seperti gelas atau mangkuk kecil. Isi dengan mango pulp sebanyak setengah dari wadah. Lalu ambil satu sendok es krim rasa vanilla. Tuang ke atas krim mangga. Beri taburan kacang kenari ke atasnya. Itu sudah tampak nikmat.

2. Kulfi

Dessert kedua adalah Kulfi.

Dessert kedua yang pernah saya pesan adalah kulfi, yang bentuknya bisa bermacam-macam. Ini seperti es potong bila saya temukan di Indonesia. Kulfi ini adalah es tradisional yang dikenal sejak abad 16 di belahan Asia Selatan. Rasa kulfi pun manis karena berisi sari buah-buahan, yang kemudian dibekukan. Namun ada juga yang berisi seperti sari kacang hijau dan santan yang dibekukan. Ini sama seperti es kacang hijau potong sebagai jajanan masa kecil saya di sekolah.

Setelah anda mendapatkan bubur kacang hijau dan santan yang manis. Masukkan dalam wadah plastik. Lalu simpan dalam lemari beku. Setelah membeku, belahlah menjadi beberapa bagian. Susun seperti tampak foto di atas. Anda bisa menghiasinya dengan krim kue, kacang almond dan taburan kelapa kering. Hmmm, nikmat juga loh!

Memulai hari Senin ini, jajanan manis apa yang ingin anda nikmati? Semangat Senin!

900 Hari Tiap Hari Blogging: Belajar dari Multatuli dan Anne Frank

WordPress mengumumkan.
Patung Multatuli di Amsterdam.

Anne Frank Huis.

WordPress mengingatkan saya bahwa hari ini saya sudah memasuki 900 hari blogging tiap hari alias one day one post di hari ke 900. Bukan hal mudah untuk mencari ide menulis dan tetap memperbaharui blog tiap hari lewat artikel gado-gado atau tema bervariasi. Saya memang tak bermaksud pada satu tema saja di blog ini karena blog ini berisi pendapat dan pengalaman saya yang indah dari berbagai macam pernik kehidupan. Saya berterimakasih pada anda yang setia untuk berkunjung ke blog saya. Tema hari ke-900 blogging tiap hari adalah Multatuli dan Anne Frank dalam perjalanan ke Amsterdam.

Bukan senjata untuk melawan dunia, tetapi tulisan. Petikan itu benar adanya ketika Multatuli, sang penulis berkebangsaan Belanda itu berhasil membuktikannya. Multatuli sebagai nama pena, memiliki nama asli Eduard Douwes Decker, yang diperhitungkan sebagai penulis hebat di Belanda. Saya sendiri mengenal namanya lewat pelajaran-pelajaran di sekolah di Indonesia. Sebelumnya, saya sudah menyambangi Museum Multatuli di Lebak, Banten Indonesia.

Begitu menjejakkan kaki di Amsterdam, saya pun menyempatkan diri bertandang ke museum Multatuli di bilangan pusat kota Amsterdam. Sayangnya, saya datang di hari libur Natal sehingga museum tersebut tidak beroperasi. Namun ini tidak menyurutkan niat saya untuk mencari tahu, karya romannya juga masih tersedia di beberapa toko buku yang saya sambangi di Amsterdam. Multatuli yang lahir tahun 1820 di Belanda, semasa hidupnya ia pernah tinggal di Indonesia kemudian ia wafat di Jerman tahun 1887.

Poster di depan museum.

Melalui roman “Max Havelaar” yang diterbitkan tahun 1860, sistim kerja paksa yang sedang berlangsung di Indonesia kala itu berhasil dihentikan sepuluh tahun kemudian. Karya tulisannya yang menyentuh berjudul “Max Havelaar” berisikan tentang sistim tanam paksa (Cultuurstelsel) yang terjadi di Lebak, Banten di jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1860. Ia juga menyisipkan roman di dalamnya, seperti asmara Saidjah dan Adinda. Pembaca akan tersentuh dengan kisah dalam buku tersebut. Rupanya buah pikiran ini mampu mengubah dunia, meski butuh 10 tahun. Pada tahun 1870, sistim tanam paksa dihapuskan di Indonesia dengan terbitnya UU Agraria tahun 1870.

Rupanya menulis itu memberi kekuatan untuk memberi perubahan untuk dunia. Anda pasti mengenal beberapa nama penulis dunia yang juga melakukan hal yang sama untuk membuat perubahan. Meski itu sekedar buku harian saja, nyatanya hal itu memberi inspirasi bagi banyak orang. Sebut saja Anne Frank, seorang gadis belasan tahun yang menuliskan tentang situasi mencekam peristiwa perang dunia kedua dari sudut pandangnya, gadis berusia belasan tahun. Letak museum Anne Frank itu pun tak jauh dari Museum Multatuli.

Tampak muka, Museum Anne Frank Huis.
Rumah di tengah adalah museum Anne Frank.


Lagi-lagi saya tidak dapat menelusuri museum Anne Frank. Dua minggu sebelum kedatangan, tiket museum sudah habis terjual. Tiket museumnya hanya bisa dibeli secara online. Padahal saya begitu bersemangat untuk mengunjunginya, begitu tahu saya akan berangkat ke Amsterdam. Saya sendiri pernah menuliskan pelajaran yang dipetik Anne Frank saat menulis buku hariannya usai menonton dokumenter filmnya yang berbahasa Jerman. Saran saya, anda perlu membeli tiket museum Anne Frank satu atau dua bulan sebelum kedatangan agar bisa diijinkan masuk.

Mungkin saya atau bisa jadi anda belum sehebat mereka dalam menulis, tetapi siapa sangka bahwa catatan kecil yang kita buat bisa menjadi dokumentasi yang menginspirasi. Menulis itu memang tak mudah pun tak sulit, tetapi kebanyakan kita menjadi lupa untuk menuliskannya. Padahal setiap hari tangan kita disibukkan dengan menulis atau mengetik pesan singkat di smartphone. Kita mungkin juga menuliskan rencana harian atau laporan pekerjaan tetapi kita lupa membuat catatan di luar itu sebagai jurnal.

Menulis itu mencerahkan bagi penikmat tulisan. Bukan tak mungkin catatan yang kita tulis membawa perubahan dalam diri sendiri. Ini seperti self reminder untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena otak kita terbatas, yang tak mungkin menyimpan semuanya. Melalui tulisan, kita terbiasa mendokumentasikan apa pun yang berjalan. Anda bisa menyebutnya tulisan itu sebagai kenangan, tetapi saya lebih menyebutnya pengalaman dan mungkin pelajaran.

Dear lovely Readers, thanks for stopping by. Much love:)

Den Haag (1): Frikadellen yang Berbeda dan Sandwich Salmon, Seperti Apa Rasanya?

Frikadellen rasa ikan.
Salah satu kafe di tengah aktrasi wisata.

Sebelum membahas wisata keluarga Maduro di Den Haag, saya bahas dulu kuliner yang saya pesan di restoran di situ. Setelah puas berkeliling melihat miniatur di Den Haag, akhirnya saya dan suami putuskan untuk makan di restoran di situ. Kebetulan kami juga sudah merasa lapar. Di Maduro sendiri ada dua kafe dan restoran. Pengunjung bisa bebas memilih dimana untuk menikmati kuliner bersama keluarga.

Baca: Frikadellen di Jerman

Di restoran makanan disajikan secara prasmanan. Pengunjung mengambil sesuai yang tersedia, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Ada sup juga, yang kemudian saya mengambil sup kurbis. Aneka minuman hangat dan dingin pun ada. Tak lupa aneka kue khas Hollan pun tersedia di sini.

Karena kami tak ingin makan yang berat, pilihan seperti frikadellen ikan dan sandwich ikan salmon menjadi hidangan kami. Selain sup kurbis yang pernah saya ceritakan sebelumnya dan minuman glühwein, yang sepertinya sama saja antara Belanda dengan Jerman.

Semula saya berpikir frikadellen itu bentuknya seperti perkedel di Indonesia. Saya menjumpai frikadellen di Jerman, bentuknya mirip seperti perkedel. Isiannya frikadellen di Jerman adalah daging sapi cincang yang diberi sedikit tepung dan telur. Bentuknya bulat pipih seperti mengingatkan pada perkedel kentang buatan ibu saya di Jakarta. Namun frikadellen di Belanda tampak berbeda.

Si suami pesan ini di Belanda.
Sandwich salmon.

Seperti yang anda lihat, frikadellen bentuknya lonjong panjang. Kemudian rasanya pun berbeda, yakni rasa ikan. Memang jika anda tak ingin makan berat, makan satu frikadellen dengan kentang goreng itu sudah nikmat. Karena begitulah kebanyakan orang-orang di sini menikmatinya. Tetapi sajiannya sungguh berbeda seperti yang saya bayangkan dari soal bentuk dan rasa.

Kemudian sandwich salmon ini tak ada perbedaan. Ini hanya berisi dua tangkup roti yang diolesi butter kemudian diberi irisan salmon dan salad sayuran. Bagi suami saya ini sudah menjadi makan siang untuknya.

Ini seperti menjawab pertanyaan seorang pembaca tempo lalu, bagaimana frikadellen di Belanda? Apakah juga sama seperti perkedel di Indonesia? Kini pertanyaan itu sudah terjawab.

Kreasi Sendiri (42): Schinken Hack Röllchen, Rolade Daging Sapi Pakai Bacon Kuah Krim

Rolade daging sapi kuah krim buatan sendiri.

Setelah saya berhasil membuat kol rolade yang berisi daging sapi cincang. Kini saya ingin praktik membuat kreasi masakan lain, yang juga dibuat dengan digulung. Tetapi kedua rolade ini pastinya berbeda, sehingga saya bagikan kepada anda resepnya. Barangkali ini bisa menjadi ide anda di rumah untuk mengkreasikannya buat anggota keluarga.

Baca: Resep rolade kol

Saya mendapati ide ini dari MAGI, produk Jerman yang menawarkan resep olahan yang bisa dicoba di rumah.

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi giling
  2. Schinken ‘kalt essen’
  3. 150 liter air
  4. 50 ml krim
  5. 1 bubuk penyedap MAGI kemasan untuk ‘Schinken Hack Röllchen’
  6. 50 gram keju yang sudah diparut
  7. Garam dan merica secukupnya
Gambar 1.

Gambar 2.
Gambar 3.

Langkah membuatnya

  1. Siapkan wadah, masukkan daging sapi giling ke dalam. Taburi garam dan merica sedikit. Aduk bersamaan.
  2. Buat adonan daging sapi giling pipih lonjong seperti pada gambar 1.
  3. Siapkan loyang. Bungkus adonan dengan schinken. Agar tetap terbungkus rapi, letakkan lembar schinken penutup di bagian bawah loyang.
  4. Siapkan mangkuk. Masukkan air, bubuk MAGI dan krim bersamaan. Aduk hingga bercampur rata.
  5. Siram adonan dengan krim berbumbu secara keseluruhan. Lihat gambar 2!
  6. Taburi di atas adonan gulung keju parut. Lihat gambar 3!
  7. Panggang dalam oven sekitar 170 sampai 200 celcius. Masak sekitar 30 menit.

Saran penyajian:

1. Anda bisa menikmati dengan nasi hangat atau mie sesuai selera anda.

2. Cara lain disajikan dengan roti baguette.

Selamat mencoba!

Begini 5 Penyebutan dan Cara Masak Telur di Jerman

Telur adalah salah satu stok makanan yang wajib tersedia di rumah. Pasalnya telur bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang hingga makan malam. Semua ada pada kebutuhan anda untuk mengolah telur agar tetap lezat dinikmati. Ini juga yang saya alami selama tinggal di Jerman. Ada lima penyebutan untuk mengolah telur berdasarkan pengalaman saya tersebut.

Lima penyebutan berikut adalah cara mengolah dan memasak telur di Jerman. Biasanya makan telur berikut lebih sering saat sarapan pagi. Telur dan roti adalah contoh menu sarapan pagi yang mudah dibuat dan dikreasikan. Untuk resep telur sebagai sarapan pagi, silahkan cek di sini.

Baca: Resep olah telur dalam 5 menit untuk sarapan pagi

1. Gekochtes ei (Telur rebus)

Meski terkesan sepele, ternyata tidak semua orang bisa memasak telur rebus dengan baik.

Awalnya saya benar-benar tak tahu bagaimana memasak telur rebus dengan baik. Maklum selama saya tinggal di Indonesia, saya memang jarang sekali bersentuhan dengan dapur. Hingga akhirnya saya menikah, saya belajar memasak telur rebus dari suami. Telur rebus bisa untuk sarapan pagi atau jika sudah dingin, telur rebus bisa untuk makan malam. Akhirnya saya menjadi tahu bagaimana membuat telur rebus dengan baik setelah terbiasa bersentuhan dengan dapur selama hidup di Jerman. Ternyata mudah loh, berikut caranya.

Pertama, panaskan panci yang berisi telur yang hendak direbus dan air yang menutupi keseluruhan telur. Beri sedikit garam. Lalu tunggu hingga air mendidih. Ketika air berisi telur sudah mendidih, kecilkan api dan tunggu hingga masak selama 10 menit. Hasilnya anda akan mendapatkan telur rebus yang benar-benar matang. Telur rebus memang jadi salah satu bagian dari sarapan bagi sebagian orang Jerman. Itu sebab, mereka sampai punya perlengkapan makan untuk meletakkan telur rebus dan sendok telur. Keren!

2. Spiegelei (Telur mata sapi)

Bisa tambahkan sedikit garam dan bubuk paprika misalnya.

Telur mata sapi bisa jadi merupakan favorit anda. Mengapa telur mata sapi disebut spiegelei dalam bahasa Jerman? Spiegel diterjemahkan menjadi ‘cermin’ dan ei adalah telur. Konon telur mata sapi ini jika sudah masak di atas wajan, warna kuningnya utuh dan berkilau seperti cermin. Begitu pun warna putihnya tetap utuh. Itu sebab mereka menjulukinya sebagai spiegelei. Sementara kita menjulukinya telur mata sapi, diambil dari terjemahan julukan ‘bull’s eye’ dari hasil menggoreng telur. Dimana kuning telurnya tetap utuh seperti mata. Tetapi bagaimana orang-orang di sini membuat telur mata sapi, berikut caranya.

Panaskan wajan, lalu beri sedikit butter. Ketika butter sudah meleleh, pecahkan telur di atas wajan. Biarkan masak tanpa dibolak-balik. Beri taburan sedikit garam dan merica. Angkat telur ketika bagian bawahnya sudah masak. Kira-kira anda memasaknya selama 3-5 menit. Ada sebagian juga yang ingin telur mata sapi setengah matang, itu berarti anda jangan terlalu lama memasaknya.

3. Rührei (Telur orak-arik)

Telur orak-arik.

Teknik telur selanjutnya adalah telur orak-arik. Ini mungkin sudah sering anda buat di rumah. Sebagian orang di sini ada juga yang menikmati telur orak-arik sebagai sarapan pagi. Tentu telur orak-arik ini dinikmati bersama roti dengan butter. Di hotel di Jerman yang menyediakan sarapan pagi, maka anda biasanya bisa menemukan aneka telur yang dihidangkan termasuk telur orak-arik.

Ambil beberapa telur dan letakkan dalam wadah. Kocok telur dengan ujung garpu hingga semua telur bercampur rata. Beri garam secukupnya. Panaskan wajan dan letakkan butter pada keseluruhan permukaan wajan. Lalu tuang telur ke atas wajan datar. Telur mulai diacak-acak dengan sendok kayu setiap sisi ke tengah telur secara berirama hingga masak. Setelah telur orak-arik sudah masak, letakkan di atas piring. Anda bisa memberi taburan paprika bubuk atau merica bubuk sesuai selera.

Oh ya, tak jarang juga orang-orang di sini membuat telur orak-arik dengan schinken, bacon yang sudah matang. Jika ditambahkan bacon, maka tak perlu lagi diberi garam. Karena telur orak-arik sudah terasa asin bila diberi bacon.

4. pochierte Eier (Telur setengah matang)

Telur setengah matang.

Selanjutnya, ini adalah bagian teknik memasak telur yang sulit. Tetapi telur setengah matang yang berbeda dari telur rebus pada nomor 1 ini juga banyak digemari sebagai pilihan sarapan pagi buat kebanyakan orang-orang Jerman. Penasaran? Simak caranya berikut.

Panaskan wajan yang berisi air setengah panci kira-kira. Lalu beri garam ke dalam air. Tunggu air hingga mendidih. Pecahkan telur di mangkuk kecil agar telur tidak hancur. Jangan diaduk! Saat air mendidih maka kecilkan api sambil masukkan telur dalam mangkuk tadi. Masak hingga empat menit lamanya. Lalu angkat telur dengan sendok penyaring yang biasa digunakan untuk menggoreng. Agar tidak basah saat diletakkan di piring, pertama letakkan dulu di atas piring yang berisi tisu makan. Gunanya untuk menyerap air. Secara hati-hati, pindahkan ke piring. Belah setengah telur hingga kuningnya meleleh. Beri black paper untuk tambahan rasa.

5. Omelette (Telur dadar gulung)

Omelette dipesan saat sarapan pagi di hotel.

Terakhir adalah omelette yang mungkin juga sering anda buat di rumah. Jika olahan telur di atas bisa diterjemahkan dalam bahasa Jerman, tidak untuk omelette. Kata omelette memang berasal dari negeri tetangga, yakni Prancis yang muncul sekitar abad 18. Omelette sendiri memang jadi sarapan pagi di negerinya. Di Ho Chi Minh City, Vietnam saat saya berkunjung ke sana, saya baru tahu omelette dan roti baguette menjadi sarapan pagi yang umum. Namun, bagaimana omelette yang dibuat umumnya oleh warga di sini?

Siapkan wadah. Masukkan dua buah telur, tambahkan irisan paprika, speck, sedikit jamur jika suka, garam dan merica. Kocok yang kuat. Panaskan wajan dan masukkan butter. Masukkan adonan telur. Saat setengah matang, gulung telur sehingga menjadi rolade. Masak hingga matang. Sajikan selagi hangat.

Sekarang anda jadi tahu ‘kan nama kreasi telur saat sarapan pagi di Jerman. Ini membantu anda bila jadi turis di sini. Semoga bermanfaat!

Brussels (3): Cara Memikat Pelanggan Restoran Ini Bisa Ditiru

Restoran selera asia di Brussels.
Restoran yang menyajikan menu sea food.
Contoh kreasi wafel ini juga menarik.

Waktu makan siang tiba. Saya dan suami masih berputar di area pusat kota yang menjadi destinasi wisata. Saya bermaksud untuk mengunjungi satu lokasi tempat lagi sebelum makan siang, tetapi godaan-godaan dilalui yang membuat saya takluk. Godaan itu adalah kami melewati restoran yang menawarkan aneka macam sajian sesuai selera. Suami saya masih bisa menahan diri, sementara saya semakin tergoda setelah melihat food presentation di depan restoran. Oh No!

Tak hanya saya, beberapa turis asal Asia tampak berhenti memperhatikan tampilan makanan yang mencitrakan menu restoran. Tentu saja makanan-makan tersebut visualisasi dari menu restoran. Ini adalah palsu, meski sekilas anda melihatnya seperti menu makanan asli yang menggairahkan dan menggoda saya. Namun ada juga beberapa kedai jajanan yang menyajikan food presentation itu adalah makanan sungguhan. Ini dimaksudkan agar turis dan orang yang tertarik dapat langsung mengerti makanan yang dipesan.

Saya adalah orang yang bertipe visual. Jika saya melihat daftar menu makanan dan hendak memesan, saya butuh waktu sejenak untuk membayangkan seperti apa makanan yang akan dipesan. Nah, food presentation yang dibuat restoran dan kedai makanan ini sangat membantu orang bertipe visual seperti saya. Betul ‘kan, akhirnya saya tergoda untuk mampir dan menikmati makan siang.

Ide food presentation memang bukan kali pertama saya jumpai. Di Asia pun saya pernah menjumpainya sebagai bagian dari strategi marketing. Saya pun pernah menyaksikan program televisi yang membahas industri rumahan yang berbisnis food presentation. Industri ini tak mudah karena membutuhkan ketrampilan menata dan membuat dekorasi yang tak mudah. Ada sisi seni dan kuliner di sini.

Banyak restoran yang juga mencoba cara ini agar pembeli datang ke lokasi usaha mereka. Selain itu food presentation meminimalisir komunikasi antara pramusaji dengan pembeli, karena pembeli sudah mendapatkan gambaran makanan yang hendak dipesan. Apalagi lokasi usaha di sekitar area turis misalnya, hambatan bahasa bisa diminimalisir setelah pembeli tahu apa yang hendak dipesannya.

Strategi membuat food presentation bukan tanpa alasan. Jika anda memajang makanan yang tampilannya menarik dan menggairahkan di media sosial saja, bukan tidak mungkin anda tertarik. Suatu studi (2012) menyatakan visualisasi makanan akan memicu hormon di otak yang membuat anda ingin mencobanya atau merasa lapar.

Oleh karena itu, rasa makanan untuk pertama kali bagi orang yang belum tahu makanan tersebut adalah nomor kedua. Pertama, orang tertarik mencobanya setelah melihat bagaimana penampilan makanan yang begitu menarik itu. Tak hanya itu, tampilan contoh makanan ini bisa menjadi ukuran kualitas rasa makanan yang hendak dipesan.

Ada pendapat?

Heidelberg (2): 5 Destinasi Wisata di Kota Tua Hanya Berjalan Kaki

Kongresshaus Stadthalle di tepi sungai Neckar.
Sungai neckar saat senja.
Di Alstadt Heidelberg masih didominasi banguan berbata merah seperti ini.

Bila anda datang ke Jerman dan berlabuh di negara bagian Baden-Württemberg maka anda bisa datang langsung ke Heidelberg. Heidelberg memiliki pesona tersendiri. Kota ini dilalui sungai nacker dan kecantikan arsitektur kota tua yang selalu menjadi sorotan kamera. Di sini menjadi lazim melihat turis-turis mengabadikan tiap sudut kota dengan jepretan kamera. Bangunan ratusan tahun nampak kokoh dan tak lekang waktu. Selain itu di Heidelberg berdiri pula universitas tertua di Jerman.

Baca juga: Romantisme jembatan Karl-Theodor di Heidelberg

Melanjutkan kunjungan saya ke Heidelberg yang pernah diulas sebelumnya, kini anda bisa menyimak destinasi wisata apa saja yang bisa anda jumpai di sana. Datang langsung ke kota tua atau Altstadt Heidelberg, anda akan menjumpai bangunan yang gaya arsitekturnya yang mirip satu sama lain. Dibangun dengan bata merah, ini mengingatkan bahwa ini kota ini memiliki arsitektur Renaissance di era abad pertengahan.

1. Kongresshaus Stadthalle

Tampak depan.
Tampak samping.

Ini adalah gedung bersejarah yang banyak dipakai untuk acara resmi dan istimewa seperti konser musik, festival dan acara lainnya. Lokasinya berada di sentra Heidelberg yang mudah dijangkau di sisi sungai neckar. Sayangnya saat kami datang, gedung ini tertutup dikunjungi karena ada perbaikan. Bangunan ini diresmikan dan dibuka tahun 1903 dan sering dijadikan tempat perhelatan budaya.

2. Heidelberg Palace

Kastil berbata merah dari kejauhan, diambil dari jembatan Heidelberg.

Destinasi kedua yang bisa disambangi adalah istana Heidelberg yang mempesona. Sayangnya kami datang sudah hampir gelap di kala musim dingin, kami hanya memandangi istana dari seberang jembatan. Menurut banyak orang, ini adalah kastil terindah di Jerman dengan gaya renaissance yang dibangun pada abad pertengahan. Itu sebab orang datang ke kastil ini dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.

Dinding istana yang indah dan patung-patung yang mengesankan, menjadikan kastil ini layak dikunjungi. Dari halaman istana ini, pengunjung bisa melihat panorama kota Heidelberg dari atas yang indah. Selain itu, ada pemandangan kebun anggur yang asri ditambah sungai neckar yang mempesona. Untuk interior istana, pengunjung harus bayar 8€ per orang.

3. Marstall

Dari seberang jalan.

Ini semacam benteng yang kokoh yang sengaja dibangun kala perang terjadi di abad pertengahan. Marstall sepanjang 135 kilometer berada di tepi sungai neckar.

4. The Church of Holy Spirit

Tampak muka gereja.
Berusaha mengabadikan keseluruhan gereja, sepertinya hanya bagian atas saja yang terlihat.

Gereja terbesar dengan bangunan mencolok di Heidelberg bernama ‘die Heiliggeistkirche’ yang diterjemahkan menjadi ‘The Holy of Spirit’ bermakna betapa kuasa dan cinta Tuhan tetap hidup di dunia. Selama dua ratus tahun dinding gereja terbagi antara katolik dan kristen protestan. Kedatangan Luther ke Heidelberg memberikan perubahan baru bagi warga Heidelberg kala itu. Di gereja ini muncul ajaran katekismus pada tahun 1563 pertama kali di dunia, seiring pembaharuan umat masa itu.

5. Kurpfälzisches museum

Tampak depan.

Museum Kurpfälzisches letaknya masih di kota tua atau Alstadt, sebagai pelengkap kunjungan anda. Museum ini berdiri sekitar abad 19 yang berisi koleksi seni sebagai koleksi dari sejarahwan Charles de Graimberg. Kami tak sempat masuk ke dalam berhubung sudah tutup jam 18 sore. Untuk memasuki museum, anda perlu membayar tiket masuk.

Semoga ini menjadi pertimbangan anda bila berkunjung ke Jerman.

Makanan Khas Jerman (71): Blutwurst, German Blood Sausage atau Sosis Hitam

Dua sosis seperti yang anda lihat!

Apa yang terbayang dalam benak anda jika membaca menu di restoran adalah German Blood Sausage? Daripada berandai-andai, ini saya beritahukan masakan khas Jerman yang saya dapatkan di restoran lokal di sini.

Suatu kali saya dan suami datang makan siang di area turis di Jerman. Kami menyambangi restoran lokal di suatu kota yang memang menjadi sentra turis. Kami masuk dan memilih tempat duduk di dalam. Kami mendengar banyak orang sekitar berbicara dalam bahasa asing, bukan bahasa jerman tentunya. Kemudian pramusaji datang dan menawarkan buku menu. Saya bingung memesan menu apa saat itu.

Tiba-tiba pramusaji datang dan menjelaskan menu yang sedang istimewa saat itu. Katanya, restoran ini sedang promo blutwurst dengan kentang. Lalu pramusaji menjelaskan dalam bahasa Inggris apa itu blutwurst. Dia sepertinya berpikir bahwa saya bagian dari turis-turis yang sedang datang ke situ. ‘German Blood Sausage’ akhirnya dipilih oleh suami saya sementara saya memilih goulasch suppe.

Sebelah meja kami adalah sepasang turis yang ramah. Mereka datang berlibur ke Jerman. Mereka tersenyum pada kami berdua dan berkata “Well, we said it is not blood sausage. It is like blood pudding in UK. Sometimes we called it black pudding coz it is really black.” Ach ok, suami saya paham apa yang dipesannya. Saya pun berterimakasih dengan percakapan yang hangat soal blood sausage.

Blood sausage juga bisa dikatakan sosis hitam karena memang sosis ini pasti berwarna hitam. Sebenarnya sosis hitam itu tidak melulu berisi kandungan darah. Di Eropa dan Amerika, sosis hitam ini berisi juga protein hewani sehingga itu tampak hitam. Kandungan isian sosis pun berbeda-beda tiap negara. Saya sendiri pernah menjumpai sosis hitam di Seoul atau Bangkok. Apalagi Jerman yang kaya akan varian sosis, tentu sosis hitam bisa menjadi pilihan rasa sosis.

Jangan berpikir buruk dulu soal sosis hitam! Karena sosis hitam ini pun ternyata pernah saya nikmati juga di Indonesia. Jika anda tahu ‘Saren, ini mirip saren. Saren berasal dari darah ayam. Makanan ini sendiri banyak ditemukan di pulau Jawa. Hanya bentuk dan kemasannya tidak dibuat seperti sosis.

Pesanan kami datang. Tampak pesanan suami saya dua sosis, kentang goreng dan sauerkraut. Untuk menikmati sosis hitam ini, dia perlu membelah dan mengeluarkan isi dua sosis tersebut. Kemudian keduanya memang harus disajikan bersamaan untuk dicampurkan jadi satu isian kedua sosis tersebut. Hmm, begitulah caranya menikmati sosis hitam, yang sedikit berbeda dari sosis lainnya.

Amsterdam (9): 5 Alasan Mengapa Banyak WNI Berkunjung

Seniman asal Belanda bernama G. Bredero yang diabadikan patungnya, dekat Niuewmarkt.
Sudut kota Amsterdam kala musim dingin.

Banyak alasan mengapa Warga Negara Indonesia (WNI) bisa berkunjung ke Belanda. Negara ini sudah dikenal ratusan tahun lalu di tanah air dan sebagian peninggalan jejak negeri Holland juga mudah ditemukan di pejuru Indonesia. Ya, negeri Belanda tak asing lagi bagi saya, warga Indonesia. Begitu melekatnya hubungan Indonesia dengan Belanda, wisatawan bisa berkunjung ke restoran Indonesia di pusat kota Amsterdam dan beberapa kota besar di Belanda.

Baca: 10 Destinasi wisata bila berada di Amsterdam

Hal menarik lainnya adalah ketersediaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dari sightseeing tour yang ditawarkan di sini. Mungkin pengelola wisata tahu bahwa warga negara Indonesia menjadi wisatawan dominan atau artinya jumlahnya meningkat. Sementara saya belum menemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam sightseeing tour. Hal ini pasti ada alasan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mampir ke Amsterdam.

1. Alasan keterkaitan sejarah masa lalu

Multatuli Huis.

Siapa yang tak kenal negeri Belanda jika kita adalah warga negara Indonesia. Dalam pelajaran di sekolah atau tayangan film dokumenter sejak kita masih anak-anak tentang sejarah bangsa, Belanda adalah negara yang tak lepas dari masa lalu. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang berlibur bersama keluarganya ke Penang, Malaysia. Bahasa inggrisnya bagus. Karena kami menginap di hotel yang sama maka saya mengenalnya. Lalu dia tertarik untuk bertanya banyak hal pada saya setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia. Rupanya pelajaran di sekolahnya pun tak lepas dari sejarah di Indonesia. Saya pun mengamini bahwa saya pun belajar hal saya sama soal sejarah Indonesia yang pernah menjadi negeri koloni dari Belanda.

2. Alasan penerbangan yang langsung

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Amsterdam.

Apa yang menyebabkan Amsterdam menjadi magnet bagi warga Indonesia? Alasan praktis adalah soal penerbangan. Dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Amsterdam Airport Schiphol tersedia jalur penerbangan langsung. Ini yang memudahkan orang seperti saya misalnya memilih jalur pertama ke Amsterdam dulu baru kemudian melanjutkan destinasi lainnya di Uni Eropa.

3. Alasan kuliner

Kejunya itu enak sekali!

Saya sempat berpikir bahwa kuliner nusantara itu mendapatkan pengaruh juga dari negeri Holland. Sebut saja makanan perkedel, pancake, semur, kroket dan kue cubit. Begitu pun ketika saya di Amsterdam, restoran Indonesia dan toko tentang bahan pangan Indonesia itu tersebar di banyak tempat. Kenalan asal Jerman menyebutkan indonesisch rijsttafel perlu dicoba saat berada di Belanda. Rupanya ini adalah hidangan seperti kita makan di restoran padang. Sebagai orang Jerman, hidangan itu menarik disajikan secara bersamaan.

4. Alasan kunjungan keluarga

Patung Perempuan dengan Selendang di Amsterdam.

Begitu dekatnya Indonesia dengan Belanda hingga saya mendapati banyak kenalan yang punya sanak keluarga tinggal di Belanda. Itu sudah saya dengar dan dapati sejak saya masih tinggal di Indonesia. Karena alasan kekerabatan tersebut maka Amsterdam menjadi impian destinasi untuk dikunjungi setelah berkunjung ke kerabat dan sanak keluarga di Belanda.

5. Alasan wisatanya yang banyak pilihan dan ramah turis

Selalu saja ada tempat wisata baru di sini, contohnya ini.
Science Museum juga menarik untuk disambangi.

Bagi penyuka museum, rasanya anda perlu ke Amsterdam. Aneka macam museum menarik ada di sini. Tentu anda masih ingat cerita lima museum seperti museum sex atau museum canabis di sini. Banyak pilihan menarik tersedia untuk wisatawan. Kota ini ramah turis dan penduduknya pun bisa bahasa inggris dengan baik.

Baca: 5 Museum yang bisa dipertimbangkan untuk dikunjungi

Alasan lain pun mungkin masih ada lagi, seperti alasan seni misalnya. Sedangkan yang lain bisa saja menyebut alasan studi karena ada tawaran dari lembaga penyedia beasiswa yang memberi kesempatan untuk studi lanjutan di Amsterdam. Pastinya anda juga punya alasan tersendiri, mengapa perlu berkunjung ke Amsterdam?