Parkir Bertumpuk? Siasat Atasi Lahan Parkir Kendaraan

Satu ruang parkir, bisa untuk 6 mobil.

Seiring dengan bertambahnya kepemilikan kendaraan dan berkurangnya lahan maka ini menjadi tantangan tersendiri di kota-kota besar untuk mendapatkan tempat parkir. Strategi pemerintah untuk mensiasati lahan parkir bisa beragam. Mulai dari kebijakan tarif parkir yang beragam sesuai lokasi parkir, harga parkir yang tinggi, kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola parkir umum hingga membuat kendaraan umum yang nyaman sehingga orang lebih memilih naik public transportation. Itu adalah sepanjang pengalaman saya saja selama ini.

Pengalaman kami menginap di suatu hotel di kota besar, ternyata hotel tidak menyediakan lahan parkir. Itu berarti kami harus menemukan (P+R) area parkir umum sebelum datang. Ini yang kami alami di Amsterdam dan Brussels, dimana biaya parkir untuk dua kota besar tersebut cukup merogoh kocek. Sebagai perbandingan, biaya parkir 24 jam di Amsterdam itu sekitar 45€ sedangkan di Brussels sekitar 18€. Sistim perparkiran yang moderen, otomatis dan mandiri (self service) adalah perpakiran yang dikembangkan di kota-kota besar.

Pusat kota yang jadi pusat destinasi wisata, jangan harap bisa parkir sembarang atau parkir langsung di depan lokasi jika kendaraan yang dibawa bukan kriteria yang diperbolehkan. Wah, ini seperti pengalaman kami di Split, Kroasia dimana mobil kami diangkut oleh petugas penertiban parkir. Akhirnya kami harus membayar sejumlah denda untuk mengeluarkan mobil kami. Ada administrasi yang dibayarkan dengan jumlah yang tak kecil memberi pelajaran kami untuk tidak lagi parkir sembarang tempat dimana pun.

Mesin pembayaran otomatis di Amsterdam.

Pengalaman parkir lainnya, saat kami berada di kota Stuttguart. Masih di Jerman, rupanya ini adalah siasat mengatasi lahan terbatas dengan pertumbuhan kendaraan yang bertambah. Kami menginap di salah satu hotel di pusat kota yang menyediakan lahan parkir berbayar dan tidak langsung terhubung dengan hotel. Artinya, parkir ini tidak masuk dalam layanan hotel. Jarak parkir dengan hotel sekitar 10-15 menit dari hotel.

Baca juga: Pengalaman mobil diangkut petugas karena salah parkir

Parkir sistem ini disebut Duplex-Garage, yang bisa memaksimalkan satu lokasi 15 sampai 20 meter. Kemudian parkir ini bisa mencapai tiga tingkat untuk satu lahan parkir mobil. Saya yang mengamati sistim parkir ini terkesan dengan pengelolaannya untuk mengatasi lahan parkir di kota besar yang semakin sulit. Hal yang perlu diperhatikan juga, tinggi dari kendaraan yang diparkirkan. Ini hanya untuk kendaraan pribadi dengan tinggi yang sewajarnya. Itu sebab petugas hotel pertama kali bertanya dulu tinggi dan tipe kendaraan kami.

Petugas hotel memberikan kunci pintu utama parkir dan kunci untuk naik turun kendaraan. Untuk lokasi parkir yang biasanya kita bebas menentukan tempat parkir, dengan sistim ini tidak. Kendaraan sudah tercatat lokasi parkirnya, Anda harus parkir di lokasi nomor ini. Hal ini dimakudkan untuk administrasi dan keamanan bersama. Kemudian kami masuk dalam area parkir umum yang dimaksud dengan lokasi beberapa blok jauhnya.

Setibanya di lokasi parkir yang dimaksud sesuai petunjuk nomor parkir. Untuk 1 tempat mobil misalnya, ada kategori a, b dan c yang berarti ada tiga lokasi untuk satu tempat. Untuk menaikkan dan menurunkan kendaraan, ada kunci yang dimainkan. Tak usah khawatir mengenai ketahanan material yang digunakan, ini semua aman dan sudah teruji.

Begitu sekelumit pengalaman parkir bertumpuk yang kini menjadi solusi atasi lahan parkir yang semakin sulit. Mengingat pertambahan kendaraan yang tak sebanding dengan ketersediaan lahan parkir kendaraan. Saya sendiri baru mendapati di Jerman. Jika anda tahu sistim parkir seperti ini, silahkan bagikan di kolom komentar.

Rekomendasi Tempat (16): Drei Goldene Kugeln, Mall Plus City Austria

Wiener Schnitzel 150 gram.

Rekomendasi selanjutnya adalah restoran yang mengusung citarasa masakan Austria. Sebagai informasi, kuliner Austria dengan Jerman itu sepertinya hampir identik. Kita bisa menemukan ragam kuliner Austria yang mirip dengan Jerman, begitu pun sebaliknya. Apalagi saya yang tinggal di negara bagian Bavaria, dapat dipastikan memiliki citarasa kuliner yang sama dengan negeri tetangga, Austria. Termasuk tiga kuliner berikut yang dipesan di restoran lokal di salah satu pusat perbelanjaan Plus City.

Di akhir pekan, pilihan menikmati kuliner negeri tetangga memang menggoda. Ini menjadi ide menarik dimana kami ingin shopping sambil menikmati waktu keluarga dengan makan siang di mall. Pilihannya jatuh pada restoran lokal, Drei Goldene Kugeln yang ada di depan pintu masuk lantai 1 mall Plus City, Austria. Restoran ini memang selalu ramai, bahkan kami beberapa kali ke situ dan tidak mendapatkan tempat. Untuk kesekian kalinya, kami berhasil mendapatkan tempat duduk sehingga kami pun memesan menu lokal di situ.

Seehect gegrillt mit Krauterbutter.
Schweinebraten mit Knödel.
Buku menu.

Tak ada yang berbeda antara menu lokal Jerman dengan Austria. Ini tampak sekilas dari buku menu yang ditawarkan. Berhubung kami sudah lapar, kami memesan tiga menu karena kami pergi bersama ibu mertua. Pramusaji pun dengan sigap mencatat tiga pesanan kami. Beruntungnya kami segera mendapatkan tempat duduk di saat jam sibuk, waku makan siang di akhir pekan.

Untuk schnitzel, ini adalah menu andalan yang ditawarkan restoran ini. Schnitzel bukan hal baru bagi kami di Jerman. Makanan ini pun sudah mendunia dan saya sudah sempat memesannya di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya kala kami traveling. Namun pasti ada yang berbeda dari schnitzel di sini. Ya, schnitzel di sini dibedakan dengan kategori beratnya daging yang diinginkan. Ukuran schnitzel yang paling kecil adalah 150 gram dan masih ada dua pilihan schnitzel yang berat lainnya. Seperti saya yang tak suka makan dalam porsi besar, saya memesan schnitzel dalam porsi kecil.

Baca: Schnitzel yang saya beli di Jerman

Menu lainnya yang dipesan juga bisa anda simak yakni ikan panggang. Jangan bayangkan ikan panggang dengan nasi plus lalapan sambal pedas! Seperti yang anda lihat, ini adalah ikan tanpa duri dengan kentang salad. Untuk menambahkan rasanya, ikan diberi butter yang berasa herbal atau disebut krautterbutter. Bagi penyuka makan ikan, menu seperti ini bisa menjadi kreasi tersendiri karena ini berbeda dengan menu ikan ala nusantara yang terkenal pedas.

Baca: Makan ikan tanpa nasi dan sambal

Menu lokal ketiga yang dipesan adalah schweinebraten mit knödel. Ini bukan kali pertama saya membahasnya, anda bisa lihat sendiri ini sama seperti menu lokal Jerman. Sauerkraut adalah salah satu yang menjadi ciri khas makanan lokal Jerman dan Austria.

Baca: Schweinebraten yang dipesan di Jerman

Lokasi yang strategis dan pelayanan cepat memang menjadi nilai plus di restoran ini. Restoran ini memberikan keistimewaan citarasa menu andalan lokal, di antara restoran-restoran lain di mall Plus City yang memang didominasi menu makanan non lokal.

Bagaimana pun makanan lokal di Austria tak ubahnya makanan yang didapat di Jerman. Ini bisa menjadi gambaran jika anda datang ke Austria.

Amsterdam (4): Light Festival Show, Perpaduan Seni, Cahaya dan Urban Design yang Menarik

Amsterdam light festival.
Jalur tur warna hijau adalah pilihan saya.
Tema kupu-kupu dari artis asal Jepang.
Ini dari Korea Selatan.
Mobil hanyut karena banjir.

Musim dingin membuat malam begitu cepat datang. Jam 4 sore hari hari sudah mulai gelap namun tiap musim punya keindahan tersendiri, termasuk musim dingin. Ini pula yang membuat beberapa kota di Eropa memanfaatkannya menjadi aktraksi wisata seperti Amsterdam Light Festival. Light festival lainnya juga saya nikmati di Brussels, ibukota Belgia dan beberapa kota lain di Eropa.

Dikutip dari laman resmi, Amsterdam light show digelar setiap tahun di musim dingin yang menampilkan iluminasi mengagumkan yang melibatkan artis, designer dan arsitek dari berbagai dunia. Saat kami datang festival sedang berlangsung hingga 19 Januari 2020. Untuk tema festival kali ini adalah DISRUPT, yang bisa diartikan kekacauan tetapi bisa juga menginspirasi perubahan.

Beruntungnya saya bisa hadir menyaksikan keindahan seni dan cahaya yang dipadukan bersamaan. Ini sama seperti saat saya datang ke kota Seoul, Korea Selatan ketika ada malam festival lampion karena acara seperti ini hanya terjadi pada periode tertentu saja. Semua begitu indah menghiasi kota. Atraksi ini menjadi pilihan keluarga dimana anak-anak bergembira memperhatikan iluminasi cahaya yang dimainkam. Seperti yang saya lihat, beberapa keluarga membawa anak-anak serta dalam acara night boat tour.

Night boat tour di malam hari saat light festival terbagi dua jalur yakni hijau dan merah. Kami memilih rute warna hijau, dengan tiket harga 23,50€ per orang. Untuk tiket rute warna merah sepertinya hampir sama besarnya. Jika anda sudah memesan secara online, anda berhak mendapatkan potongan harga. Durasi perjalanan night boat tour warna hijau berlangsung selama 75 menit. Di dalam ada penjelasan dalam bahasa Belanda dan terjemahan dalam bahasa Inggris. Secara informatif, pemandu wisata yang merangkap kapten boat menjelaskan bagian demi bagian iluminasi dengan baik.

Pakaian digantungkan.
Restoran di tepi kanal pun ikut meramaikan festival cahaya.
Hanya tulisan saja sudah keren.
Tema lingkungan hidup, es meleleh dan di sini anda tidak hanya melihat es mengambang di air tetapi juga ada suaranya yang menyerupai bongkahan es meleleh.
Anda bisa melihat kan bayangan di atas yang dihasilkan dari iluminasi seniman.
Ini iluminasi seperti bayangan anak memanjat, padahal itu hanya karya seniman.
Di bawah jembatan ini, jika sepasang kekasih berciuman maka cinta mereka akan sejati. Mitosnya!

Sepanjang rute kami mendapatkan sajian cahaya yang menarik. Saya merasa ini menjadi atraksi wisata yang layak anda coba jika anda berkunjung ke Amsterdam. Amsterdam light festival dalam berbagai versi juga bisa anda lakukan. Saya melihat ada night romantic boat tour dimana ada layanan glühwein dan minuman selama tour. Tetapi untuk night boat tour yang saya lakukan di tahun ini ditiadakan minuman atas kebijakan pemerintah kota.

Untuk memesan Amsterdam Light Festival bisa dipesan secara online atau membeli langsung di tempat. Lokasi tiket dan titik keberangkatan untuk jalur merah di pusat informasi turis atau di seberang Amsterdam Central Station. Sedangkan jalur hijau berada sekitar seratus meter kemudian.

Saya hanya membayangkan jika pariwisata di Indonesia bisa menggarap ide ini. Ada banyak kota di dunia yang menjadikan wisata air sebagai aktraksi wisata yang menarik. Sungai yang bersih bukan tak mungkin akan menjaga alam tetap lestari dan mendatangkan pundi-pundi pariwisata buat wisatawan. Who knows ya!

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Amsterdam (3): Hotel Suites Tanpa Resepsionis, Pernah Coba?

Amsterdam adalah salah satu kota yang dilalui banyak kanal.
Informasi keterangan hotel, tempat saya menginap. Kami puas dengan layanannya.

Traveling untuk bekerja atau liburan dan menginap di hotel bukan aktivitas pertama buat saya. Tetapi mencoba hotel tanpa resepsionis, ini adalah pengalaman pertama saya. Saya pernah mencoba berbagai hotel mulai dari yang berbintang sampai hotel melati, tetapi bagaimana hotel yang menawarkan tanpa resepsionis dan melakukan check in secara elektronik. Bisa jadi anda sudah pernah mengalaminya, silahkan bagikan dalam kolom komentar! Sementara anda yang belum pernah pasti penasaran ‘kan.

Seiring dengan berjamurnya fasilitas pelesiran berbagai orang di dunia di masa kini, tentu hotel sebagai tempat penginapan pun menawarkan berbagai fasilitas kekinian yang menarik minat wisatawan. Namun modernitas teknologi komunikasi bisa jadi mempermudah tamu hotel untuk self check in, membuat lebih praktis hingga tak perlu ada pekerja di bagian resepsionis. Segalanya dilakukan secara virtual yang terhubung lewat aplikasi dan komunikasi smartphone.

Saat saya liburan di Amsterdam, saya mencari hotel di pusat kota agar kami bisa dekat dengan berbagai destinasi wisata yang ditawarkan. Kami tak perlu merogoh kocek lagi untuk transportasi selama liburan dan mobil bisa kami parkirkan selama liburan. Oleh karena itu kami memilih hotel Sweets Beltbrug yang letaknya sekitar 20-30 menit berjalan kaki ke pusat kota. Selain itu hotel juga dekat dengan pusat kuliner dan mudah dijangkau dengan lokasi parkir umum. Kami puas dengan menginap di sini. Pelayanannya sungguh bagus.

Hotel suits ini berbeda dari kebanyakan hotel lainnya. Jumlahnya ada sekitar 28 suites dan lokasinya dekat dengan jembatan yang dahulu dijadikan transportasi air. Bangunan kamar kami dibuat tahun 1933 dengan rancangan arsitek P. L. Kraemer yang didominasi bata kuning. Tahun 2017 kamar di hotel SWEETS berganti kepemilikan dan dikelola untuk pariwisata kota. Tanpa mengubah struktur asli bangunan, kamar suites di dekat sungai ini menawarkan kenyamanan menginap di Amsterdam, yang dikenal memiliki banyak kanal.

Pemandangan di sekitar kamar.
Dekat dengan pusat kota.
Amsterdam tetap cantik meski di musim dingin, apalagi di musim panas.

Semula kamar suites kami adalah pos kontrol untuk jalur transportasi air, sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam terdiri dari beberapa jalur kanal. Kemudian seiring dengan kebutuhan pariwisata dan berkurangnya jalur transportasi air, pos kontrol diubah sesuai desain ulang tata kota. Kini pos itu menjadi kamar suites yang elegan dan mewah bagi turis seperti kami yang datang.

Kamar dibuat senyaman mungkin bagi tamu hotel. Fasilitas lengkap, hotel didesain unik, segalanya bersih dan pelayanan virtual yang ramah. Mengapa virtual? Kami tidak bertemu dengan siapa pun sebagai petugas layanan hotel, kami hanya berkomunikasi via email, telepon dan SMS. Lalu bagaimana check in saat kami datang?

Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa hotel akan memberikan kode untuk self check in sebelum jam 16.00 atau waktu resmi check in. Kode diberikan via email yang mengharuskan kita mengunduh aplikasi Flexi Pass di google play store untuk android dan pilihan lain untuk Iphone dan sebagainya. Setelah tiba di hotel, kode yang diberikan via email dimasukkan dalam kode aplikasi Flexi Pass sebagaimana diminta. Setelah kami check in virtual, maka smartphone didekatkan beberapa saat di pintu kamar hingga tanda dari pintu untuk membukanya. Itu sudah menandakan kami telah check in. Proses check in hanya satu kali. Jika terjadi error atau pintu belum juga terbuka maka silahkan kontak petugas hotel yang berhubungan via email.

Untuk kebutuhan selanjutnya, ada kunci elektronik berbentuk kartu sebagaimana umumnya hotel yang menawarkan kartu elektronik sebagai kunci. Bila ada keperluan urgent atau genting, maka komunikasi bisa dilakukan secara virtual. Terbayang bahwa akomodasi atau tempat menginap di masa mendatang berikutnya bisa jadi memangkas anggaran untuk petugas jaga atau resepsionis misalnya.

Kelebihan dan kekurangan dengan sistim ini pasti ada. Bagi mereka yang tidak bisa terbiasa dengan panduan virtual, tidak menggunakan smart phone atau tidak suka dengan self service sebaiknya perlu berpikir ulang. Kelebihannya pun sudah diduga seperti yang anda tahu. Pengelola bisa memangkas anggaran staf resepsionis dan staf di muka hotel. Staf hotel pun bisa berkantor dimana saja.

Beberapa hotel di Jerman pun sudah mulai menerapkannya menurut pendapat seorang teman mahasiswa yang bekerja part time sebagai zimmermädchen. Saya berpikir mungkin ini bisa jadi alternatif ide penginapan moderen di tahun mendatang. Sementara hotel-hotel yang tumbuh di pusat kota besar di Eropa memang semakin sulit mendapatkan lokasi parkir. Anda bisa bayangkan pula hotel self service termasuk parkir mobil yang kemudian ditanggung tamu hotel.

Selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman parkir bertumpuk di suatu hotel di pusat kota.

Jika anda ingin datang ke Amsterdam, anda bisa mencoba layanan hotel suites nan ekslusif ini di pusat kota Amsterdam. Info lebih lanjut, cek website hotelnya.

Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Amsterdam (2): Restoran Ramen Ya, Sajian Masakan Mie Jepang Otentik Enaknya

The veggie ramen.

Di tengah penelusuran museum di pusat wisata Amsterdam, kami berdua mulai merasa lapar dan kedinginan. Suhu udara saat itu sekitar 5 derajat celcius. Mata saya mulai mencari dimana restoran yang bisa kami singgahi untuk rileks sebentar, sebelum kami melanjutkan perjalanan selanjutnya. Ini pertanda kami sudah lapar dan kedinginan juga menjelajahi pusat kota Amsterdam. Akhirnya kami putuskan untuk makan siang selera Asia.

Kami berhenti di restoran Ramen-Ya yang berada di pusat kota Amsterdam. Kami tiba jam makan siang dan tampak restoran ini penuh. Beberapa pengunjung tamu di depan kami seperti menunggu giliran masuk karena restoran penuh. Kami pasrah, mungkin kami tidak mendapatkan tempat duduk tanpa reservasi. Akhirnya kami dipersilahkan masuk dan duduk di dekat pintu masuk setelah beberapa anak muda di depan kami sudah masuk duluan. Kami senang langsung disambut pramusaji yang ramah dan menawarkan daftar menu.

Mengapa kami merekomendasikan restoran ini?

The Hakata Shio (salty)

Pertama nih, restoran ini menawarkan sajian masakan Jepang yang super enak. Kami berdua memesan mie ramen yang bertujuan mengusir rasa dingin setelah kami berjalan kaki menelusuri kota Amsterdam. Mie ramen yang dibuat di restoran ini otentik buatan sendiri. Teksturnya mie begitu lembut dan tidak tebal. Kuah ramen kental dan hangat. Mie ramen buatan restoran ini benar-benar fresh langsung diracik begitu dipesan. Yummy!

Baca juga: Makan Spicy Ramen di Hong Kong

Alasan kedua, tempat ini hampir dipenuhi turis dan anak muda. Tentu restoran ini merupakan tempat yang cozy dan nyaman untuk menikmati kebersamaan sambil makan masakan Jepang. Kami pun rileks dan beristirahat cukup lama setelah menikmati mie ramen. Kami senang bahwa kami bisa duduk santai dan tidak terganggu keramaian di area turis.

Alasan selanjutnya, yang mungkin anda penasaran adalah minuman yang tersedia. Saya memesan es teh yang juga home made alias racikan sendiri. Suami saya pesan Heineken, bir di Amsterdam. Sedangkan turis asal negeri Paman Sam sebelah kami berpendapat bahwa mereka suka sake, yakni minuman alkohol khas Jepang yang juga tersedia di sini.

Terakhir, rekomendasi kami karena restoran ini memiliki pramusaji yang ramah dan cekatan. Ketika jam makan siang tiba dan padat tamu yang datang, mereka tetap bersemangat melayani kami yang kelelahan berjalan. Mereka menyediakan tempat duduk untuk kami yang hampir membatalkan pesanan. Selesai membayar pesanan kami, mereka memberikan permen mint untuk kami. Menarik!

Begitulah hasil pengalaman kami menikmati kuliner di Amsterdam, salah satunya adalah restoran selera Asia. Kami pikir saran dari rekan kerja untuk menikmati makan ramen di restoran ini benar adanya. Mie ramen di sini so tasty.

Bagaimana pengalaman anda menikmati mie ramen?

5 Hal Ini Mungkin Efek Liburan Panjang

Ilustrasi.

Hari ini Senin (6/1) masih menjadi tanggal merah alias hari libur di sebagian wilayah di Jerman seperti tempat tinggal saya. Hari ini menjadi hari libur karena perayaan Hari Raya Tiga Raja atau Heilige Drei Könige sebagaimana yang pernah saya ceritakan. Setelah ini, umat katolik menandai pintu rumah mereka sebagai berkat sepanjang tahun dengan kapur yang diberikan para putra-putri altar yang datang ke rumah umat. Di Indonesia, kapur biasanya dibagikan setelah misa kudus.

Namun saya tidak membahas hari libur tetapi efek yang terjadi setelah libur berkepanjangan. Saya memang libur sekitar dua minggu lebih dan hal ini adalah umum bagi kebanyakan orang-orang di sini. Rupanya efek libur berkepanjangan itu memberi rasa yang berbeda untuk kembali melanjutkan rutinitas harian. Bisa jadi pengalaman ini juga dialami anda setelah anda mengambil libur panjang.

1. Jam tidur berubah

Liburan itu mengubah jam biologis. Betul ya? Rutinitas harian mewajibkan bangun tidur jam sekian, makan siang teratur dan tidur malam jam sekian. Ketika liburan, semua menjadi berubah. Ada keinginan bangun lebih siang sehingga tidak terburu-buru sarapan pagi. Makan siang dan mengemil sesuka hati. Tidur malam pun demikian karena aktivitas bebas yang dilakukan tanpa memikirkan besok harus bekerja.

Libur panjang itu memberi efek untuk mengembalikan jam biologis seperti semula. Dan itu tak mudah. Itu sebab satu atau dua hari perlu penyesuaian jam biologis yang membuat anda kembali seperti semula.

Baca juga: Apa saja manfaat liburan?

2. Kurang termotivasi menjalani rutinitas

Efek liburan kedua adalah motivasi menjalani aktivitas menurun. Hal ini wajar karena liburan itu memberi kesenangan yang dicari setiap orang. Rutinitas kehidupan seseorang diluar liburan bisa jadi memberi stress tersendiri. Seharusnya liburan yang baik adalah memberi motivasi dan semangat baru untuk melanjutkan aktivitas harian. Karena begitulah salah satu tujuan liburan.

Ilustrasi.

3. Masalah keuangan

Meski liburan sudah direncanakan dengan baik, dengan segala kebutuhan yang terjadi, nyatanya kita tidak bisa mengontrol sesuatu di luar kendali saat liburan. Liburan memang sudah teranggarkan dengan baik tetapi kenyataan bisa terjadi sebaliknya. Liburan berkepanjangan pun bisa memberi efek tersendiri dalam hal finansial. Bahkan kita harus berhemat, mengecangkan ikat pinggang atau membongkar celengan demi kebutuhan hingga tanggal gajian tiba. Atau, anda harus berhutang demi liburan dan mulai memikirkan cicilan hutang liburan. Tagihan ini dan itu pun harus dipikirkan di luar tagihan bulanan tetapi begitulah efek liburan berkepanjangan.

4. Pekerjaan tambahan di rumah

Sekembalinya dari liburan panjang, masih ada pekerjaan tambahan di rumah. Membersihkan rumah itu wajib hukumnya, kapan saja. Tak terbayang libur panjang dua minggu maka ada banyak hal yang harus dibenahi, dirapihkan dan dibersihkan. Jika anda punya kebun dan taman di rumah maka anda perlu memikirkan untuk menata lagi. Apalagi jika anda punya hewan peliharaan yang perlu dipikirkan perawatan sekembalinya dari liburan. Melelahkan memang sekembalinya liburan, tetapi begitulah.

Liburan itu penting tetapi sehat itu investasi.

5. Sakit

Efek terakhir liburan yang semoga saja tidak terjadi pada anda adalah sakit. Liburan itu memang menyenangkan tetapi kita bisa jadi tak terkontrol saat makan atau melakukan sesuatu. Sakit bisa mungkin terjadi usai liburan panjang. Rasanya sulit dijelaskan ke pihak personalia perusahaan bahwa kita menjadi sakit setelah liburan padahal liburan seharusnya memberi energi baru yang menyehatkan. Tetapi siapa yang bisa mengontrol kehidupan.

Dari lima hal di atas adalah efek yang mungkin saja terjadi usai libur panjang. Kita memang tidak bisa mengontrol apa yang terjadi setelah liburan, tetapi mencegah kemungkinan terjadi bisa dimaksimalkan. Perhatikan bahwa liburan seyogyanya memberikan efek positif bermanfaat, bukan mudarat.

Semangat Tahun Baru!

Brussels, Belgia (1): Christmas Market Masih Ada Sampai Awal Januari dan Light Festival yang Menawan

Pohon natal besar.
Diorama kelahiran Yesus, atau die Krippe dalam bahasa Jerman.
Konser musik di pasar natal.
Kemeriahan orang menikmati pasar natal.

Setelah saya mampir di Antwerpen dan menikmati kemeriahan pasar natal maka saya melengkapi kemeriahan selanjutnya di ibukota Belgia, Brussels. Masih dalam suasana natal hingga 6 Januari 2020, liturgi Gereja Katolik merayakannya pada tanggal tersebut adalah Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman disebut Heilige Drei Könige. Itu sebab kebanyakan pekerja mengambil cuti libur sampai Senin (6/1) karena hari ini masih menjadi hari libur di Jerman. Begitu pun pasar natal yang sudah berakhir sebelum natal di Jerman tetapi sebagian negara Eropa ada yang masih menggelarnya sampai awal Januari atau sebelum Hari Raya Tiga Raja.

Belgia adalah contoh negara yang masih menggelar kemeriahan pasar rakyat tahunan ini mulai awal Desember hingga awal Januari tahun berikutnya. Christmas Market di Brussels serupa dengan kota Antwerpen dan kota lain di Belgia yang berakhir sampai 5 Januari 2020. Saya memilih datang ke Christmas Market terbesar di Belgia, yakni pusat kota, Grote Markt hingga ke Grand Palace. Menurut saya, Brussels punya Christkindl Markt terbesar karena kuliner yang dijajakan pun dari berbagai belahan negara Uni Eropa. Saya bisa mendapati jajanan dari negeri Balkan misalnya. Tentang jajanan atau street foods, saya buat di artikel terpisah.

Lokasinya luas dan dilengkapi ice skating yang menjadi wahana keluarga. Di Antwerpen saya tidak berhasil menemukan ice skating tetapi di Brussels, saya menemukannya. Jajanan kuliner yang tersedia pun beraneka ragam. Sebagai kota pemerintahan Uni Eropa, jajanan pasar natal juga dipenuhi dari berbagai negara. Untuk jajanan, saya tulis terpisah. Ragam sovenir dan pernak-pernik natal pun lengkap. Aneka minuman alkohol, minuman hangat, minuman dingin hingga es krim pun ada.

Ada tenda-tenda makan dan duduk bagi pengunjung yang besar menyebabkan pasar natal ini tak sepi pengunjung dari sore hingga tengah malam. Konser natal yang dibawakan sekelompok musik pun membuat suasana semakin ramai. Ini gratis! Ditambah semarak Brussels Light Festival Show di sekitar pasar natal membuat suasana semakin mempesona.

Saya pun ikut bingung memilih jajanan yang begitu banyak dan hasrat untuk mencobanya. Harganya pun lebih terjangkau. Aneka cokelat pun memikat mata dan wajib dicoba jika kita berada di Belgia. Cokelat dikemas dengan aneka kreasi dan rasa yang memanjakan lidah siapa saja. Aroma olahan cokelat di kedai pasar natal membuat saya semakin tergoda.

Ice skating.
Brussels Light Festival.

Lights show di pertokoan dan pusat perbelanjaan.
Restoran dan jalan-jalan pusat kota dipenuhi keindahan iluminasi.
Indahnya!

Tak lengkap Christkindlmarkt tanpa datang ke kandang natal yang menampilkan drama figur kelahiran Yesus Kristus. Die Krippe ditempatkan di area Grand Palace, yang menjadi sentra perhatian turis. Kandang besar berisi diorama natal menarik atensi wisatawan untuk berfoto. Di tengah stadthall terdapat pohon natal besar dan tinggi yang meriah dan menawan. Tentu spot ini tidak ketinggalan buat siapa saja untuk berfoto ria. Meski cahaya temaram namun suasana permainan cahaya menjadi pesona tersendiri.

Saya bersyukur saat datang di kala Brussels Light Festival. Area tiap gang Grote Markt dipenuhi permainan iluminasi cahaya yang menarik. Tak lupa area Grand Palace yang menambah iluminasi dan instrumen bersamaan yang menarik para wisatawan. Anda bisa menyimaknya di cuplikan singkat video yang terekam. Keren!

Cuplikan Natal di Brussels.