Kue Khas Jerman (16): Krapfen, Donut Karnaval Isi Selai Buah Jelang Hari Rabu Abu

Ramainya karnaval Faschingsdienstag di Munich beberapa tahun lalu.
Ini seperti donut di dalamnya isi selai buah dan di atasnya diberi gula bubuk.
Kue ini pun sudah mulai dijajakan di supermarket jelang Fasching, festival tahunan di Jerman.

Hari ini di beberapa negara bagian di Jerman merayakan Faschingsdienstag. Keramaian karnaval sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Karena Fasching itu seharusnya digelar pada satu hari sebelum hari Rabu Abu (=Aschermittwoch) maka disebut Faschingsdienstag. Kostum dan donut krapfen meramaikan supermarket sejak beberapa pekan lalu. Untuk hari ini saja, ada yang bekerja sampai jam 14.00, termasuk supermarket di area tempat tinggal saya pun buka hanya setengah hari. Sebagian memilih mengambil cuti libur untuk meramaikan karnaval yang ramai. Ini berlaku di area yang mayoritas berpenduduk katolik, atau mereka yang besok sudah memasuki masa prapaskah.

Festival ini sudah sering saya bahas di blog ini. Ini adalah salah satu tradisi di kebanyakan negara berpenduduk mayoritas katolik untuk membuat festival tersebut dan festival ini tidak wajib. Di Indonesia, saya sebagai penganut katolik tidak menyelenggarakan Fasching.

Baca: Festival kostum di Bavaria jelang Hari Raya Rabu Abu

Nah, berkaitan dengan Fasching yang jadi kegemaran masyarakat di sini untuk menggelar keriaan seperti pesta kostum, ada panganan yang tercipta. Ini semacam kue donut yang mungkin bagi anda tak asing lagi di Indonesia. Donut ini disebut donut karnaval yang biasa disebut Krapfen. Krapfen pun mulai beredar dijajakan di toko roti saat ini, menjelang acara festival tersebut. Saya pun membelinya karena penasaran tentunya.

Menjelang Fasching, ada beberapa promo yang diadakan kafe di sekitar kota saya dengan paket kopi dan krapfen. Seperti biasa, kaffeetrinken saya manfaatkan untuk duduk di sekitar kafe dan menikmati krapfen sambil saya mencari tahu keterkaitan donut karnaval dengan festival tersebut. Sementara yang lain tentu sibuk menyiapkan kostum untuk ditampilkan saat festival. Kostum-kostum ini sudah dijajakan di supermarket dan toko-toko di Jerman sejak Januari lalu.

Baca: Karnaval di Linz, Austria

Resep Krapfen

Oke, kembali soal krapfen atau donut karnaval. Saya dapat contekan resep krapfen dari kenalan yang belajar menjadi pekerja ahli (=Azubi Konditorei) di toko roti dan kue. Bahan-bahannya seperti donut yakni, tepung terigu, ragi, susu segar, gula, mentega, telur dan garam secukupnya. Lalu ini yang membedakan krapfen dengan donut lainnya yang saya kenal yaitu isian krapfen semacam selai buah. Isian krapfen biasanya selai aprikot ditambah gula dan sedikit jus lemon agar tidak terlalu mengental.

Ini sama seperti membuat donut pada umumnya. Ambil satu adonan dari campuran bahan-bahan di atas, lalu selipkan selai aprikot yang sudah disiapkan dengan bahan-bahan yang dijelaskan di atas. Bentuk dan putar seperti bola bundar kemudian biarkan mengembang sekitar 30 menit.

Hasil akhir adalah adonan tersebut yang sudah mengembang digoreng dalam minyak panas di deep fryer. Ini semacam alat praktis untuk memasak. Masak dalam suhu 175 derajat celcius kira-kira dua setengah menit hingga tiga menit atau berwarna kecokelatan. Setelah matang, tiriskan minyaknya. Setelah krapfen matang sudah dingin, anda bisa menaburi hasil akhirnya dengan gula bedak atau gula bubuk.

Kini anda tahu bagaimana membuat krapfen, yang biasa dinikmati warga Jerman di sini. Dijamin anda suka dengan kelezatannya.

Kaitan Krapfen dengan Fasching

Oh ya, lalu apa kaitan kue donut karnaval ini dengan festival fasching. Jaman dulu donut memang sudah dikenal sebagai salah satu kue meriah dan mudah disajikan saat ada festival seperti fasching misalnya. Pembuatannya sederhana menyebabkan krapfen ini sudah ada sejak tahun 900-an loh. Namun ada yang merilis resep krapfen secara tertulis dan dipublikasikan pada abad 15 di Austria. Setidaknya krapfen atau donut ini termasuk kue tertua juga.

Pasti anda penasaran mengapa namanya krapfen, saya pun mencari tahu. Rupanya kata krafpen berasal dari ejaan lama bahasa Jerman (=Althochdeutsche Sprache) yang biasa dipergunakan pada abad pertengahan. Krapfen itu merujuk pada kue yang digoreng dalam minyak panas, yang dimaksud adalah donut. Karena terbiasa dengan penyebutan kue karnaval ini, orang-orang pun tetap menyebut dengan istilah lama meski sekarang warga Jerman sudah menggunakan ejaan baru bahasa Jerman sejak abad 19 (=Mittelhochdeutsche Sprache).

Begitulah, dari soal kue dan tradisi kita seperti belajar banyak hal. Kira-kira apakah anda punya informasi seputar kue yang diambil dari nama tradisi?

Begini 5 Penyebutan dan Cara Masak Telur di Jerman

Telur adalah salah satu stok makanan yang wajib tersedia di rumah. Pasalnya telur bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang hingga makan malam. Semua ada pada kebutuhan anda untuk mengolah telur agar tetap lezat dinikmati. Ini juga yang saya alami selama tinggal di Jerman. Ada lima penyebutan untuk mengolah telur berdasarkan pengalaman saya tersebut.

Lima penyebutan berikut adalah cara mengolah dan memasak telur di Jerman. Biasanya makan telur berikut lebih sering saat sarapan pagi. Telur dan roti adalah contoh menu sarapan pagi yang mudah dibuat dan dikreasikan. Untuk resep telur sebagai sarapan pagi, silahkan cek di sini.

Baca: Resep olah telur dalam 5 menit untuk sarapan pagi

1. Gekochtes ei (Telur rebus)

Meski terkesan sepele, ternyata tidak semua orang bisa memasak telur rebus dengan baik.

Awalnya saya benar-benar tak tahu bagaimana memasak telur rebus dengan baik. Maklum selama saya tinggal di Indonesia, saya memang jarang sekali bersentuhan dengan dapur. Hingga akhirnya saya menikah, saya belajar memasak telur rebus dari suami. Telur rebus bisa untuk sarapan pagi atau jika sudah dingin, telur rebus bisa untuk makan malam. Akhirnya saya menjadi tahu bagaimana membuat telur rebus dengan baik setelah terbiasa bersentuhan dengan dapur selama hidup di Jerman. Ternyata mudah loh, berikut caranya.

Pertama, panaskan panci yang berisi telur yang hendak direbus dan air yang menutupi keseluruhan telur. Beri sedikit garam. Lalu tunggu hingga air mendidih. Ketika air berisi telur sudah mendidih, kecilkan api dan tunggu hingga masak selama 10 menit. Hasilnya anda akan mendapatkan telur rebus yang benar-benar matang. Telur rebus memang jadi salah satu bagian dari sarapan bagi sebagian orang Jerman. Itu sebab, mereka sampai punya perlengkapan makan untuk meletakkan telur rebus dan sendok telur. Keren!

2. Spiegelei (Telur mata sapi)

Bisa tambahkan sedikit garam dan bubuk paprika misalnya.

Telur mata sapi bisa jadi merupakan favorit anda. Mengapa telur mata sapi disebut spiegelei dalam bahasa Jerman? Spiegel diterjemahkan menjadi ‘cermin’ dan ei adalah telur. Konon telur mata sapi ini jika sudah masak di atas wajan, warna kuningnya utuh dan berkilau seperti cermin. Begitu pun warna putihnya tetap utuh. Itu sebab mereka menjulukinya sebagai spiegelei. Sementara kita menjulukinya telur mata sapi, diambil dari terjemahan julukan ‘bull’s eye’ dari hasil menggoreng telur. Dimana kuning telurnya tetap utuh seperti mata. Tetapi bagaimana orang-orang di sini membuat telur mata sapi, berikut caranya.

Panaskan wajan, lalu beri sedikit butter. Ketika butter sudah meleleh, pecahkan telur di atas wajan. Biarkan masak tanpa dibolak-balik. Beri taburan sedikit garam dan merica. Angkat telur ketika bagian bawahnya sudah masak. Kira-kira anda memasaknya selama 3-5 menit. Ada sebagian juga yang ingin telur mata sapi setengah matang, itu berarti anda jangan terlalu lama memasaknya.

3. Rührei (Telur orak-arik)

Telur orak-arik.

Teknik telur selanjutnya adalah telur orak-arik. Ini mungkin sudah sering anda buat di rumah. Sebagian orang di sini ada juga yang menikmati telur orak-arik sebagai sarapan pagi. Tentu telur orak-arik ini dinikmati bersama roti dengan butter. Di hotel di Jerman yang menyediakan sarapan pagi, maka anda biasanya bisa menemukan aneka telur yang dihidangkan termasuk telur orak-arik.

Ambil beberapa telur dan letakkan dalam wadah. Kocok telur dengan ujung garpu hingga semua telur bercampur rata. Beri garam secukupnya. Panaskan wajan dan letakkan butter pada keseluruhan permukaan wajan. Lalu tuang telur ke atas wajan datar. Telur mulai diacak-acak dengan sendok kayu setiap sisi ke tengah telur secara berirama hingga masak. Setelah telur orak-arik sudah masak, letakkan di atas piring. Anda bisa memberi taburan paprika bubuk atau merica bubuk sesuai selera.

Oh ya, tak jarang juga orang-orang di sini membuat telur orak-arik dengan schinken, bacon yang sudah matang. Jika ditambahkan bacon, maka tak perlu lagi diberi garam. Karena telur orak-arik sudah terasa asin bila diberi bacon.

4. pochierte Eier (Telur setengah matang)

Telur setengah matang.

Selanjutnya, ini adalah bagian teknik memasak telur yang sulit. Tetapi telur setengah matang yang berbeda dari telur rebus pada nomor 1 ini juga banyak digemari sebagai pilihan sarapan pagi buat kebanyakan orang-orang Jerman. Penasaran? Simak caranya berikut.

Panaskan wajan yang berisi air setengah panci kira-kira. Lalu beri garam ke dalam air. Tunggu air hingga mendidih. Pecahkan telur di mangkuk kecil agar telur tidak hancur. Jangan diaduk! Saat air mendidih maka kecilkan api sambil masukkan telur dalam mangkuk tadi. Masak hingga empat menit lamanya. Lalu angkat telur dengan sendok penyaring yang biasa digunakan untuk menggoreng. Agar tidak basah saat diletakkan di piring, pertama letakkan dulu di atas piring yang berisi tisu makan. Gunanya untuk menyerap air. Secara hati-hati, pindahkan ke piring. Belah setengah telur hingga kuningnya meleleh. Beri black paper untuk tambahan rasa.

5. Omelette (Telur dadar gulung)

Omelette dipesan saat sarapan pagi di hotel.

Terakhir adalah omelette yang mungkin juga sering anda buat di rumah. Jika olahan telur di atas bisa diterjemahkan dalam bahasa Jerman, tidak untuk omelette. Kata omelette memang berasal dari negeri tetangga, yakni Prancis yang muncul sekitar abad 18. Omelette sendiri memang jadi sarapan pagi di negerinya. Di Ho Chi Minh City, Vietnam saat saya berkunjung ke sana, saya baru tahu omelette dan roti baguette menjadi sarapan pagi yang umum. Namun, bagaimana omelette yang dibuat umumnya oleh warga di sini?

Siapkan wadah. Masukkan dua buah telur, tambahkan irisan paprika, speck, sedikit jamur jika suka, garam dan merica. Kocok yang kuat. Panaskan wajan dan masukkan butter. Masukkan adonan telur. Saat setengah matang, gulung telur sehingga menjadi rolade. Masak hingga matang. Sajikan selagi hangat.

Sekarang anda jadi tahu ‘kan nama kreasi telur saat sarapan pagi di Jerman. Ini membantu anda bila jadi turis di sini. Semoga bermanfaat!

Heidelberg (2): 5 Destinasi Wisata di Kota Tua Hanya Berjalan Kaki

Kongresshaus Stadthalle di tepi sungai Neckar.
Sungai neckar saat senja.
Di Alstadt Heidelberg masih didominasi banguan berbata merah seperti ini.

Bila anda datang ke Jerman dan berlabuh di negara bagian Baden-Württemberg maka anda bisa datang langsung ke Heidelberg. Heidelberg memiliki pesona tersendiri. Kota ini dilalui sungai nacker dan kecantikan arsitektur kota tua yang selalu menjadi sorotan kamera. Di sini menjadi lazim melihat turis-turis mengabadikan tiap sudut kota dengan jepretan kamera. Bangunan ratusan tahun nampak kokoh dan tak lekang waktu. Selain itu di Heidelberg berdiri pula universitas tertua di Jerman.

Baca juga: Romantisme jembatan Karl-Theodor di Heidelberg

Melanjutkan kunjungan saya ke Heidelberg yang pernah diulas sebelumnya, kini anda bisa menyimak destinasi wisata apa saja yang bisa anda jumpai di sana. Datang langsung ke kota tua atau Altstadt Heidelberg, anda akan menjumpai bangunan yang gaya arsitekturnya yang mirip satu sama lain. Dibangun dengan bata merah, ini mengingatkan bahwa ini kota ini memiliki arsitektur Renaissance di era abad pertengahan.

1. Kongresshaus Stadthalle

Tampak depan.
Tampak samping.

Ini adalah gedung bersejarah yang banyak dipakai untuk acara resmi dan istimewa seperti konser musik, festival dan acara lainnya. Lokasinya berada di sentra Heidelberg yang mudah dijangkau di sisi sungai neckar. Sayangnya saat kami datang, gedung ini tertutup dikunjungi karena ada perbaikan. Bangunan ini diresmikan dan dibuka tahun 1903 dan sering dijadikan tempat perhelatan budaya.

2. Heidelberg Palace

Kastil berbata merah dari kejauhan, diambil dari jembatan Heidelberg.

Destinasi kedua yang bisa disambangi adalah istana Heidelberg yang mempesona. Sayangnya kami datang sudah hampir gelap di kala musim dingin, kami hanya memandangi istana dari seberang jembatan. Menurut banyak orang, ini adalah kastil terindah di Jerman dengan gaya renaissance yang dibangun pada abad pertengahan. Itu sebab orang datang ke kastil ini dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.

Dinding istana yang indah dan patung-patung yang mengesankan, menjadikan kastil ini layak dikunjungi. Dari halaman istana ini, pengunjung bisa melihat panorama kota Heidelberg dari atas yang indah. Selain itu, ada pemandangan kebun anggur yang asri ditambah sungai neckar yang mempesona. Untuk interior istana, pengunjung harus bayar 8€ per orang.

3. Marstall

Dari seberang jalan.

Ini semacam benteng yang kokoh yang sengaja dibangun kala perang terjadi di abad pertengahan. Marstall sepanjang 135 kilometer berada di tepi sungai neckar.

4. The Church of Holy Spirit

Tampak muka gereja.
Berusaha mengabadikan keseluruhan gereja, sepertinya hanya bagian atas saja yang terlihat.

Gereja terbesar dengan bangunan mencolok di Heidelberg bernama ‘die Heiliggeistkirche’ yang diterjemahkan menjadi ‘The Holy of Spirit’ bermakna betapa kuasa dan cinta Tuhan tetap hidup di dunia. Selama dua ratus tahun dinding gereja terbagi antara katolik dan kristen protestan. Kedatangan Luther ke Heidelberg memberikan perubahan baru bagi warga Heidelberg kala itu. Di gereja ini muncul ajaran katekismus pada tahun 1563 pertama kali di dunia, seiring pembaharuan umat masa itu.

5. Kurpfälzisches museum

Tampak depan.

Museum Kurpfälzisches letaknya masih di kota tua atau Alstadt, sebagai pelengkap kunjungan anda. Museum ini berdiri sekitar abad 19 yang berisi koleksi seni sebagai koleksi dari sejarahwan Charles de Graimberg. Kami tak sempat masuk ke dalam berhubung sudah tutup jam 18 sore. Untuk memasuki museum, anda perlu membayar tiket masuk.

Semoga ini menjadi pertimbangan anda bila berkunjung ke Jerman.

Makanan Khas Jerman (71): Blutwurst, German Blood Sausage atau Sosis Hitam

Dua sosis seperti yang anda lihat!

Apa yang terbayang dalam benak anda jika membaca menu di restoran adalah German Blood Sausage? Daripada berandai-andai, ini saya beritahukan masakan khas Jerman yang saya dapatkan di restoran lokal di sini.

Suatu kali saya dan suami datang makan siang di area turis di Jerman. Kami menyambangi restoran lokal di suatu kota yang memang menjadi sentra turis. Kami masuk dan memilih tempat duduk di dalam. Kami mendengar banyak orang sekitar berbicara dalam bahasa asing, bukan bahasa jerman tentunya. Kemudian pramusaji datang dan menawarkan buku menu. Saya bingung memesan menu apa saat itu.

Tiba-tiba pramusaji datang dan menjelaskan menu yang sedang istimewa saat itu. Katanya, restoran ini sedang promo blutwurst dengan kentang. Lalu pramusaji menjelaskan dalam bahasa Inggris apa itu blutwurst. Dia sepertinya berpikir bahwa saya bagian dari turis-turis yang sedang datang ke situ. ‘German Blood Sausage’ akhirnya dipilih oleh suami saya sementara saya memilih goulasch suppe.

Sebelah meja kami adalah sepasang turis yang ramah. Mereka datang berlibur ke Jerman. Mereka tersenyum pada kami berdua dan berkata “Well, we said it is not blood sausage. It is like blood pudding in UK. Sometimes we called it black pudding coz it is really black.” Ach ok, suami saya paham apa yang dipesannya. Saya pun berterimakasih dengan percakapan yang hangat soal blood sausage.

Blood sausage juga bisa dikatakan sosis hitam karena memang sosis ini pasti berwarna hitam. Sebenarnya sosis hitam itu tidak melulu berisi kandungan darah. Di Eropa dan Amerika, sosis hitam ini berisi juga protein hewani sehingga itu tampak hitam. Kandungan isian sosis pun berbeda-beda tiap negara. Saya sendiri pernah menjumpai sosis hitam di Seoul atau Bangkok. Apalagi Jerman yang kaya akan varian sosis, tentu sosis hitam bisa menjadi pilihan rasa sosis.

Jangan berpikir buruk dulu soal sosis hitam! Karena sosis hitam ini pun ternyata pernah saya nikmati juga di Indonesia. Jika anda tahu ‘Saren, ini mirip saren. Saren berasal dari darah ayam. Makanan ini sendiri banyak ditemukan di pulau Jawa. Hanya bentuk dan kemasannya tidak dibuat seperti sosis.

Pesanan kami datang. Tampak pesanan suami saya dua sosis, kentang goreng dan sauerkraut. Untuk menikmati sosis hitam ini, dia perlu membelah dan mengeluarkan isi dua sosis tersebut. Kemudian keduanya memang harus disajikan bersamaan untuk dicampurkan jadi satu isian kedua sosis tersebut. Hmm, begitulah caranya menikmati sosis hitam, yang sedikit berbeda dari sosis lainnya.

Bagaimana Perasaan Anda Bila Dapat Ucapan Ultah dari Walikota?

Ilustrasi: Kartu ucapan ulang tahun untuk mereka berusia 75 tahun.

Ulang tahun memang begitu berarti dalam kultur orang-orang Jerman. Seperti saya pernah cerita pengalaman rayakan ulang tahun di Jerman beberapa waktu lalu di blog ini. Ulang tahun bukan hanya sekedar momen merayakan hari kelahiran seseorang saja, tetapi ada makna bahwa ulang tahun bukan lagi sekedar angka yang bertambah dalam usia. Namun bagaimana perasaan anda jika walikota tempat tinggal anda mengirimkan hadiah dan menyelipkan kartu ucapan ulangtahun kepada anda?

Baca: Tradisi ulang tahun di Jerman

Ups, pengucapan kartu ulang tahun dan pemberian hadiah bukan sembarang diberikan. Di Jerman misalnya, saya bisa mendapatkan kiriman hadiah ucapan ulangtahun dari perusahaan, tempat kerja meski rekan-rekan kerja tak ada yang tahu kapan hari ulangtahun saya. Alasannya, saya memang tidak ingin mengumbar ‘hari jadi’ agar tidak kedapatan traktir mereka. Rupanya bagian personalia memang menjadikan tradisi memberikan ucapan ulangtahun kepada tiap karyawannya tiap tahun.

Tak hanya firma, tempat kerja saja yang memberikan ucapan ulangtahun, saya mendapatkan ucapan ulangtahun juga dari Bank, tempat saya menabung. Belum lagi, saya mendapatkan ucapan ulangtahun dari produk dimana saya menjadi pelanggan. Selain disertai ucapan, kadang ada hadiah yang terselip. Menyentuh sekali menurut saya.

Kembali ke soal pemberian ucapan ulangtahun dari Walikota/Bupati tempat tinggal di Jerman, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Pemberian ucapan ulangtahun dari walikota/bupati diberikan ke warga jerman yang memasuki setelah usia 75 tahun, 80 tahun, 85 tahun, 90 tahun dan seterusnya dengan jarak lima tahun. Sebagaimana anda tahu, bahwa saya pernah membahas juga soal usia harapan hidup yang memang perlu diperbaharui lagi. Pada tahun 2012, data demografi menunjukkan rata-rata usia harapan hidup orang Jerman adalah usia 81 tahun. Mungkin data ini bisa diperbaharui lagi.

Kartu ucapan dan hadiah dari walikota/bupati bisa dikirim via pos namun ada juga kasus-kasus tertentu yang dikunjungi langsung. Misalnya, saya pernah membaca di koran lokal bahwa walikota memberikan ucapan langsung ke seorang Oma usia 106 tahun. Dalam ucapan tersebut, ada ucapan lagi dari pastor paroki bila warganya ini adalah seorang jemaat umat paroki.

Jika ditanya, bagaimana perasaan anda bila diberi ucapan ulangtahun dari walikota/bupati?

Tentu senang bahwa kita diperhatikan sebagai warga. Saya hanya berpikir bahwa ulangtahun di Jerman itu bukan hanya sekedar tradisi merayakan hari jadi. Ini menjadi bermakna bahwa saya sebagai pribadi begitu dihargai.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Makanan Khas Jerman (69): Bayerische Brotzeitplatte, Makan Malam Dingin di Musim Dingin

Makan malam dingin ala Bavaria.

Musim dingin sedang berlangsung di tempat tinggal saya sampai Maret nanti. Bagi saya yang berasal dari wilayah tropis, makan sesuatu yang hangat seperti bakso, mie rebus, soto atau sop bisa membuat saya senang. Itu adalah pilihan saya menikmati malam yang dingin semisal hujan deras di Jakarta. Saya akan membayangkan makanan-makanan tersebut untuk dinikmati. Tetapi bagaimana jika saya tinggal di benua biru seperti ini? Rupanya ini tidak berpengaruh juga bagi suami saya. Ia lebih memilih makan malam dingin.

Melanjutkan makan malam dingin, mungkin anda bertanya apa itu. Kalt essen pernah saya jelaskan sebelumnya, ini adalah makanan yang sudah diolah dan tidak perlu dimasak lagi. Dari rujukan nama ‘kalt essen’ jelas ini adalah makanan (=essen) dingin (=kalt). Di belahan Jerman lain, ada yang menyebut makan malam seperti ini sebagai Abendbrot. Arti Abendbrot juga seperti (makan) malam dari abend dan roti dari kata brot. Untuk menikmati makan roti adalah makanan dingin tersebut. Jadi hanya perbedaan istilah saja.

Di Bavaria, Jerman bagian Selatan adalah makanan yang fresh semisal tomat, paprika, timun dan aneka sayuran salad. Ada juga keju yang tak mungkin juga dipanggang atau dimasak lagi. Semua langsung bisa dimakan secara fresh. Keju sendiri ada macam-macam yang disajikan dalam hidangan. Kemudian ada yang menambahkan mustard, yang disebut di Jerman sebagai senf. Semua benar-benar fresh, kita berhemat listrik.

Makanan kalt essen lainnya adalah telur rebus, salami, daging yang sudah diolah sebelumnya, ham dan sosis. Semuanya itu sudah masak dan tak perlu diolah lagi. Makanan ini tentu tidak dibuat sendiri. Kami di sini bisa membelinya di supermarket dan toko daging yang dijamin kualitas dan higenitasnya. Makanan tersebut memang menjadi kebiasaan untuk dinikmati secara dingin, tanpa perlu diolah lagi.

Biasanya makanan dingin tersebut dinikmati dengan roti. Jerman adalah negeri yang kaya akan variasi roti. Setiap orang punya gaya masing-masing menikmati ‘makanan dingin’ ini dengan roti. Roti bisa diolesi butter, ada yang melakukannya begitu. Ada yang menyelipkan keju, menambahkan irisan salad, timun, tomat atau paprika sesuai selera. Kemudian makan bersamaan dengan salami, daging panggang, daging ham, bacon atau sosis.

Di Jerman bagian utara, makanan dingin biasanya adalah ikan yang sudah masak. Bisa ikan panggang atau ikan asap. Semua pun sudah harus masak dan kemudian didinginkan agar lebih awet. Tak lupa salad, tomat atau timun sebagai pelengkap menikmati abendbrot.

Jelas menikmati makan dingin tidak hanya hemat energi, tetapi juga tidak banyak perlengkapan masak diperlukan. Untuk perlengkapan makan, orang di sini punya seperti cutting board yang terbuat dari kayu atau plastik saat abendbrot. Kemudian ada pisau dan garpu. Makan malam seperti biasanya terjadi jam 18.00 sore atau menjelang malam hari.

Rupanya apa pun musimnya, menikmati makan malam dingin sudah menjadi kebiasaan. Sementara saya sendiri lebih memilih makanan hangat saat malam dingin di musim dingin seperti sup. Begitulah.

Kreasi Sendiri (39): Kroutroladen, Rolade Daging Sapi Cincang dan Nasi Berbalut Kol

Rolade sudah jadi.

Memasak di rumah dengan mencoba resep baru adalah ide yang bisa anda coba di kala akhir pekan tiba. Kami pun berunding cukup alot, makanan apa yang hendak kami coba saat itu. Diskusi soal resep dan bahan makanan itu penting sebelum berbelanja. Akhirnya diputuskan, kami memasak kroutroladen, yakni daging sapi cincang bersama nasi yang dibalut kol. Ini adalah resep asli dari kreasi saya, somay kol isi nasi dan daging sapi cincang.

Baca: Resep buat somay isi nasi dan daging sapi cincang

Bahan yang diperlukan

  1. 130 gr Beras
  2. 350 gr daging sapi cincang
  3. 1 siung Bawang Merah besar atau bawang bombay
  4. Minyak sayur
  5. 1 siung bawang putih
  6. 200 gr wortel yang diserut
  7. 3 buah tomat yang dipotong dadu
  8. 12 lembar kol
  9. 2 sendok makan pasta tomat
  10. Sedikit senf, mustard
  11. 500 ml air kaldu sapi
  12. 200 ml krim rasa asam
  13. Tali untuk mengikat kol
  14. Garam, merica
Setelah dibelah dua, daging sapi cincang dan nasi menyatu.

Langkah memasak

Pertama, memasak nasi. Cuci beras. Siapkan panci berisi air dan tambahkan sedikit kaldu sapi, jika anda suka. Atau beri garam pun sudah cukup. Setelah nasi masak sekitar 15 menit, tiriskan airnya jika masih ada. Singkirkan sementara waktu hingga nasi dingin.

Kedua, siapkan kol gulung. Panaskan air dalam panci. Jika air sudah mendidih, masukkan satu per satu lembar kol hingga layu. Jika lembar kol sudah layu, tiriskan airnya dan singkirkan sementara.

Ketiga, isian rolade kol. Panaskan wajan dan beri minyak sayur. Masukkan bawang merah/bawang bombay yang sudah dicincang dan bawang putih yang dihaluskan. Beri parutan wortel dan potongan dadu tomat. Masak hingga setengah matang.

Keempat, isian rolade dengan daging sapi cincang dan nasi. Siapkan wadah. Masukkan nasi dan daging sapi cincang. Aduk bersamaan hingga tercampur rata dan halus. Tambahkan tumisan wortel dan tomat hingga menjadi satu kesatuan.

Kelima, membuat rolade kol. Ambil satu lembar kol dan letakkan isian rolade pada nomor empat di atas lembar kol. Gulung dan ikat dengan tali bila perlu sehingga menjadi satu gulungan kol. Lakukan sebanyak adonan.

Keenam, memasak rolade kol. Siapkan panci. Panaskan dengan air kaldu sapi. Masukkan rolade yang sudah tergulung. Masak hingga 30 menit.

Ketujuh, saus rolade. Manfaatkan air kaldu untuk memasak rolade untuk sausnya. Tambahkan saus tomat dan krim asam, garam, merica dan senf. Aduk dan masak hingga matang. Setelah dibumbui, rasakan sesuai selera.

Kedelapan, sajikan. Ambil satu rolade kol dengan saus pada nomor tujuh. Dijamin anda suka!

Selamat mencoba di rumah!

Makanan Khas Asia (61): Suka Saus Pedas atau Saus Kacang? Tumisan Sayur dan Daging

Tumis daging dan sayur bersaus pedas.

Jika anda datang ke Jerman dan datang ke restoran selera asia lalu menemukan menu makanan bertuliskan ‘pikanter sauce’ maka itu dimaksudkan makanan tersebut bersaus pedas. Sedangkan jika menu yang anda pesan bertuliskan ‘nuss sauce’ maka berarti makanan tersebut menggunakan saus kacang. Nah, kini saya ulas dua makanan tersebut yang baru saja saya pesan.

Saya dan suami datang ke restoran asia yang sudah menjadi langganan kami. Kami memutuskan dua menu di atas, yang sebenarnya dua makanan yang dipesan dan suami hanya berbeda saus yang digunakan saja. Keduanya berisi tumisan atau cah daging dan sayur. Lalu ada nasi putih nan hangat untuk menikmati menu tersebut. Hmm, enaknya!

Menu pertama, tumis daging dan sayur bersaus pedas. Saus pedas yang dimaksudkan adalah berisi aneka bumbu yang dicampur jadi satu. Praktisnya, di supermarket di sini tersedia saus ‘pikanter’ di bagian bahan pangan asia. Namun jika tidak, anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Hasil penelusuran saya tentang pembuatan saus pikanter sebagai berikut. Pertama, anda butuh air kaldu sayur, sambal, soya sauce, sedikit arak beras, sedikit saus, kecap manis, garam dan merica sedikit. Lalu campurkan bersamaan sebagai rendaman sebelum anda memasukkannya dalam tumisan. Membuat adonan saus terlebih dulu kemudian mencobanya akan terasa lebih baik. Biarkan beberapa saat sebelum digunakan.

Tumis sayur dan daging bersaus kacang.

Selanjutnya, menu kedua yakni tumisan daging dan sayur bersaus kacang. Agar bumbu kacang benar-benar meresap, balutlah daging dalam selimut tepung. Itu berarti daging fillet dipotong kecil-kecil kemudian digoreng. Singkirkan sementara. Lanjutkan dengan tumisan sayuran sebagai pelengkap. Anda bisa menambahkan tauge dan paprika, misalnya.

Saus kacang bisa berasal dari peanut butter yang didapatkan mudah di supermarket di sini. Jika tidak, kita bisa menggilingnya dari kacang tanah biasa. Haluskan dengan kacang tanah tersebut. Tambahkan adonan saus kacang dengan sambal dan air. Beri sedikit gula, garam dan merica maka dijamin anda mendapatkan saus kacang istimewa.

Siram saus kacang pada daging dan sayur setelah anda menumisnya dengan baik. Silahkan santap kedua menu di atas dengan nasi hangat!

Kue Khas Jerman (15): Schneeballen, Kue Bola Salju? Penasaran

Nama kue ini mengingatkan bola salju, benarkah?

Kue dari Jerman itu begitu bervariasi, seperti kue schneebälle yang aslinya tampak pada baris pertama pada foto. Seiring dengan kreativitas dalam dunia gastronomy, kue ini pun kini memiliki beragam rasa dan penampilan. Seperti yang anda lihat, ada banyak rasa, warna dan tampilan yang memperkaya selera pembeli. Kue ini sering saya lihat di Christkindlmarkt atau saat musim dingin seperti sekarang. Nama kue ini adalah schneeballen. Karena banyak maka ada tambahan -n dalam penyebutannya.

Selintas dari nama kue ini digambarkan seperti bola salju karena schneeballen dalam bahasa Inggris ditulis menjadi snowball. Kue sejenis pastry ini mudah dibuat, hanya berisi lapisan-lapisan adonan yang membentuk bola, seperti bola sepak takraw. Diameter umumya sekitar tujuh sampai sepuluh sentimeter. Versi originalnya, schneeball yang sudah matang diberi gula bubuk putih agar terasa manis.

Dari nama, saya berpikir mungkin ada kaitan dengan salju (schnee, dalam bahasa Jerman). Pastry ini menjadi umum disajikan di toko kue dan kafe di wilayah Baden-Württemburg. Itu benar karena saya mendapati kue ini saat saya berjalan-jalan ke Heidelberg, salah satu kota indah di negara bagian Baden-Württemburg. Kebetulan saya datang pun di saat musim dingin. Sementara saya pernah menjumpai pastry ini di pasar natal di saat musim dingin.

Baca juga: Pesona jembatan Heidelberg

Dari temuan ini, apakah bisa disimpulkan bahwa kue ini hanya muncul di musim dingin? Apakah kue ini ada kaitannya dengan musim dingin? Lalu mengapa nama pastry ini ada kaitan dengan bola salju?

Bahan utama kue ini hanya tepung terigu, gula, telur, butter dan krim. Setelah adonan siap, adonan diiris seperti lapisan yang dibentuk seperti lapisan acak membentuk bola. Saya yakin siapa pun bisa membuatnya karena kue ini begitu mudah dibuat dan hasil akhirnya adalah digoreng penuh dalam minyak panas. Setelah matang, schneeballen diberi gula bubuk. Sedangkan versi rasa lain, anda bisa mengkreasikan sesuai selera dan kebutuhan anda.

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Jerman (68): Penne Tomatensauce mit Hähnchenbrust, Pasta dengan Dada Ayam Fillet

Mantapnya, pasta ini!

Menikmati makanan lokal yang berbaur dengan kuliner lain seperti dari Italia bukan hal baru di sini. Pasta contohnya yang dulu bisa diklaim menjadi kuliner Italia, kini pasta bisa dikreasikan dengan bahan dan rasa lokal sehingga menjadi makanan yang bisa diterima di mana saja. Dunia kuliner memang dinamis seiring dengan kebutuan dan selera pemesan.

Begitu pun makanan yang dibahas berikut adalah pasta penne dengan dada ayam fillet bersauskan tomat. Selama ini saya hanya mengenal kebanyakan pasta dengan saus tomat saja, padahal kita bisa kreasikan dengan daging misalnya. Daging ayam yang dipilih pun bagian dada dengan tekstur filletnya.

Langkah membuatnya pun mudah untuk mahasiswa, ini makanan yang praktis. Keluarkan dada ayam fillet dari oven yang berisi saus tomat kemudian potong-potong selebar 2 cm. Campurkan bumbu ke dalam saus. Tiriskan pasta, campur segera dengan saus dan sajikan dengan dada ayam di atasnya. Sebagai dekorasi dan penambah rasa, letakkan irisan tomat besar dan beri irisan keju. Panaskan sebentar di microwave agar disajikan panas dan keju sedikit melted.

Makanan ini saya pesan di kantin kampus. Saat saya memilihnya, teman sebelah yang seorang mahasiswa kemudian menjelaskan bagaimana ia biasa membuatnya di asrama mahasiswa. Itu hanya menyakinkan saya bahwa makanan ini bisa dibuat dengan mudahnya di rumah. Makanan ini termasuk praktis sehingga bisa dengan waktu cepat mengolahnya.

Ini sebagai gambaran pada anda bahwa anda bisa menyediakan pasta dan saus tomat di rumah. Jika sewaktu-waktu anda begitu sibuk dan tak ingin makan di luar rumah maka resep di atas bisa dicoba.

Selamat makan!