Ketika Orang Berhenti Ngeblog, Barangkali Ini Alasannya

Tak ada yang dapat menebak seorang yang menjadi blogger bisa begitu konsisten dan bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Atau justru sebaliknya, kita juga tak bisa menebak ketika seseorang berhenti ngeblog dan tidak ingin posting artikel lagi. Siapa yang bisa menebak jalan cerita kehidupan, termasuk kehidupan blogging. Ada yang mendapatkan penghasilan dan menjadikannya pekerjaan, namun ada pula yang menjadikan blog sebagai media pengisi waktu lowong, suka-suka dan hanya menyalurkan hobby. Semua itu sah-sah saja.

Ketika seorang kenalan menyimak artikel demi artikel saya yang konsisten hari ke hari, kemudian dia menyarankan kepada saya untuk menjadi youtuber. Apa itu? Saya tahu bahwa perkembangan dunia teknologi komunikasi yang semakin canggih membuat siapa saja bisa berperan sebagai video maker.

Sepuluh tahun lalu itu adalah bagian pekerjaan yang saya lakukan, kini bisa dilakukan siapa saja. Dahulu saya memang wajib membuat video singkat untuk mendokumentasikan laporan program yang saya liput. Ibarat saya harus membuat visualisasi lalu kemudian dimuat di youtube. Link video disertakan dalam laporan berbahasa Inggris. Itu dulu.

Ketika teman tadi menyarankan saya membuat konten video, saya hanya menyanggah bahwa saya punya hobby menulis dan membaca. Alih-alih itu memberikan peluang penghasilan, blogging hanya pekerjaan sampingan yang dilakukan tiap hari. Namun jika saya berhenti menulis di blog dan membuat vlog, bisa jadi mungkin alasan orang berhenti blog saat ini. Beralih dari Blogger menjadi Vloger adalah satu alasan yang menyebabkan orang berhenti menulis.

Alasan lain orang berhenti blogging adalah bisa jadi sibuk dengan aktivitas utama. Aktivitas utama bisa bermacam-macak mulai dari bekerja, urusan rumah tangga hingga kepentingan pribadi. Itu artinya blogging memang aktivitas sampingan, sementara orang yang mengaku ‘the blogger’ adalah mereka yang mendedikasikan waktu untuk blogging sebagai aktivitas utama.

Di sisi lain, blogger yang mumpuni ternyata telah berhasil mengumpulkan artikel demi artikel yang dimuat di blognya. Lalu dia menyusunnya dengan baik sehingga menjadi buku. Ada kenalan blogger yang berhasil merilis buku, buah pikirannya selama di blog. Pada akhirnya dia pun berhenti menulis di blog. Alasan ini bisa jadi masuk akal, berhenti jadi blogger karena sudah berhasil menerbitkan buku.

Ada lagi bagi mereka yang berhenti blogging dikarenakan rasa bosan, tak menemukan kesenangan dalam blogging, jenuh atau tampak frustrasi. Tak ada yang bisa menebak perasaan emosional ini bisa muncul yang mendorong seseorang tak lagi ngeblog atau berhenti menulis. Jika ini terjadi, sebaiknya berhentilah blogging. Menulis itu harus dalam keadaan menyenangkan.

Alasan terakhir yang membuat orang berhenti blogging adalah sakit dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Poin ini rasanya tak perlu dijelaskan lagi.

Apakah anda menemukan alasan lain dimana orang berhenti dari dunia blogging yang belum dijelaskan di atas?

Advertisements

Jika Ada Orang yang Tak Mau Bersalaman, Jangan Tersinggung! Ini Alasannya

Ilustrasi berjabat tangan. Foto diambil di negara Liechenstein.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pepatah Indonesia itu artinya adalah setiap negara atau tempat berlainan adat kebiasaannya. Kita harus menjunjung kultur dimana kita berada. Salah satunya adalah soal kebiasaan berjabat tangan sebagai salam penutup atau pembuka pertemuan. Ini menjadi topik diskusi saya bersama teman multi bangsa di sini.

Sebagaimana anda tahu, Jerman kini menjadi negeri impian bagi banyak orang di dunia. Saya di sini bisa berjumpa dengan aneka ras bangsa di seluruh dunia. Kebiasaan tiap orang pun berbeda-beda. Seperti tema diskusi kami adalah berjabat tangan. Ada orang yang suka berjabat tangan saat bertemu dengan siapa saja yang dikenal dan tidak dikenal. Ada orang yang tak hanya berjabat tangan saja tetapi juga memeluk. Lain lagi ada yang berjabat tangan, menepuk bahu atau mencium pipi kanan kiri. Lain orang lain kebiasaan. Itu pemikiran saya.

Suatu hari kami duduk di kafe. Seorang teman yang sedang hamil bercerita bahwa dia baru saja bertemu dengan dokter kandungan dan dokter tersebut tidak ingin berjabat tangan saat dia memberikan tangannya. Lalu satu sama lain di antara kami pun mulai mengajukan pendapat dan pengalaman tentang kebiasaan berjabat tangan. Ini menjadi diskusi yang hangat dan saya bagikan kepada anda.

Ada tiga hal berjabat tangan yang harus diperhatikan. Itu berarti jika ada orang yang tak ingin memberikan tangannya untuk berjabat tangan, sebaiknya anda tak perlu tersinggung. Bisa jadi berikut salah satu alasannya.

1. Budaya

Ada budaya berjabat tangan itu wajib dilakukan saat bertemu orang lain, tetapi ada juga budaya berjabat tangan hanya dilakukan hanya pada orang yang dikenal akrab saja. Jika kita mengenal orang tersebut, maka berjabat tangan menjadi salam pembuka tanda persahabatan. Sementara ada juga berjabat tangan sebagai awal perkenalan yang hangat dalam relasi antar manusia.

Berjabat tangan dalam sudut pandang budaya juga dikatakan oleh teman lain bahwa itu semua tergantung gendernya. Teman lain mengatakan ada perempuan yang tidak ingin berjabat tangan dengan sesama perempuan, melainkan salam pembuka dilakukan dengan berpelukan atau cium pipi kanan kiri. Sedangkan berjabat tangan yang dilakukan perempuan hanya pada pria saja, untuk menghindari pelukan dan cium pipi kanan kiri. Begitulah lain budaya lain kebiasaan ‘kan.

Budaya lain yang diceritakan teman lain asal Afrika adalah berjabat tangan dimulai dari orang yang lebih tua terlebih dulu. Saya yang mendengarnya takjub juga bahwa saya terkadang tidak memikirkan usia apalagi gender saat berjabat tangan. Budaya dan kebiasaan membuat kita memahami satu sama lain bahwa ini yang membuat kita bertumbuh dan berkembang dimana pun kita berada.

Berjabat tangan menurut teman lain asal Asia menandakan suatu persetujuan atau kesepakatan. Jika kita setuju pada suatu hal maka itu ditandai dengan berjabat tangan. Hal lain juga soal jabat tangan adalah mengakhiri perjumpaan. Sedangkan teman Asia lainnya justru tidak berjabat tangan tetapi meletakkan tangan di dada saat bertemu sambil mengucapkan salam tertentu. Itu memang budaya dan kebiasaannya memberikan salam kepada orang lain.

2. Profesi pekerjaan

Menyambung berjabat tangan dengan profesi rupanya ada keterkaitan. Beberapa profesi ada yang melarang berjabat tangan karena ini bisa menghantar kuman atau hal-hal tidak dikehendaki. Seperti misalnya dokter yang memang riskan terhadap risiko penularan dengan berjabat tangan. Meski kini telah ada pencuci tangan higenis yang selalu tersedia di ruang praktik dokter, tetapi nyatanya lebih baik mencegah hal-hal tidak dikehendaki.

Ada sebagian dokter memberi salam seperti mengepalkan tangan lalu disentuhkan pada kepalan tangan pasien yang datang. Itu yang saya alami di sini. Dokter keluarga saya menceritakan bahwa mengepalkan tangan dan menyentuhkan kepalan tangannya pada kepalan tangan pasien adalah caranya berjabat tangan. Ini adalah cara kebiasaannya untuk memulai dan mengakhiri pertemuan dengan pasien.

Pekerjaan lain juga misalnya koki atau juru masak saat dia sedang bekerja. Seorang teman yang bekerja menjadi asisten juru masak dilengkapi pakaian khusus dan sarung tangan saat bekerja di dapur. Nah selama bekerja, dia tidak bersalaman ketika bertemu dengan rekan lainnya. Karena tangan punya banyak risiko penularan terhadap kuman dan bakteri yang tidak dikehendaki. Untuk menghindari hal tersebut maka dia memang tidak berjabat tangan selama bekerja.

3. Agama

Alasan lain soal berjabat tangan atau tidak adalah soal keyakinan atau agama. Dalam misa untuk umat katolik, ada satu sesi kita memberikan salam satu sama lain sambil mengucapkan salam damai. Tetapi saat saya menghadiri misa di suatu negara, berjabat tangan dengan memberi ucapan salam damai tidak menjadi wajib. Rupanya ini tidak menjadi kultur di negara tersebut. Ada yang memberikan tangannya mengucapkan salam damai, ada pula yang enggan apalagi terhadap orang di sekitarnya yang tak dikenal.

Berjabat tangan dalam kaitan keyakinan juga diutarakan teman asal Timur Tengah. Berjabat tangan tidak dilakukan antara perempuan dan laki-laki atau berbeda gender. Sesuai keyakinan, mereka hanya memberikan salam dengan cara lain dengan orang berbeda gendernya seperti menganggukkan kepala, melambaikan tangan atau memberi tangan di dada.

Kesimpulan

Berjabat tangan memang simbol persahabatan dan persaudaraan bahwa kita setara. Namun menarik soal berjabat tangan, teman saya asal Amerika yang pernah tinggal di Indonesia bercerita bahwa orang Indonesia itu begitu santun. Dia berkunjung ke suatu tempat di Indonesia, orang di sana ramah dan hangat, kata teman saya tersebut. Orang Indonesia berjabat tangan dengan hati, mereka memberi tangan lalu meletakkannya di dada mereka. Itu sangat manis, kata teman saya asal Amerika. Tidak ada jabat tangan yang begitu menyentuh selain di Indonesia, lanjut teman saya tersebut.

Lepas dari tiga hal dan penjelasannya di atas, semoga ini bisa menjadi informasi bahwa berjabat tangan itu tergantung konteksnya. Jika ada orang yang tak ingin berjabat tangan dengan anda, sebaiknya jangan tersinggung!

5 Siasat Tetap Menulis (One Day One Post) Kala Traveling

Ilustrasi.

One day one post (ODOP) adalah istilah para blogger untuk tetap aktif tiap hari satu artikel. Begitu pun yang saya lakukan selama lebih dari 750 hari untuk eksis menulis dan membagikan pendapat dan pengalaman lewat blog ini.

Konsisten dan komitmen untuk muncul dengan berbagai tema artikel ternyata tidak mudah. Ini dia tantangan one day one post, sebagaimana yang pernah saya ungkapkan di link ini. Karena saya berpikir ada manfaat yang bisa diperoleh jika saya tetap menulis dan bagikan di blog. Manfaat materi memang tak sebesar dibandingkan kepusan batin bahwa hobi saya menulis tersalurkan dengan baik.

Sejalan dengan upaya ODOP saya bagikan siasat yang saya lakukan agar bisa tetap blogging selama traveling. Sejujurnya ODOP sambil traveling itu bukan hal mudah karena kita berada dalam situasi yang tidak biasa seperti kondisi internet, situasi perjalanan atau rasa lelah seharian plesiran. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya buatkan 5 siasat hasil praktik pribadi.

1. Punya “Bank Tulisan”

“Bank Tulisan” adalah julukan saya untuk draft tulisan atau ide/konsep yang muncul untuk menjadi artikel. Sebelum berangkat traveling, saya sudah punya beberapa artikel yang ditabung di “Bank Tulisan” dan sewaktu-waktu dapat saya tarik dan keluarkan menjadi artikel.

Bank Tulisan juga sering saya manfaatkan saat saya tidak punya banyak waktu menulis karena saya lelah di perjalanan atau program acara traveling terlalu padat. Di Bank Tulisan juga saya menyimpan ide atau konsep yang saya temukan selama traveling. Ide menulis muncul manakala saya melihat minuman atau makanan yang menarik dan berbeda untuk diulas. Ide lainnya misalnya tempat tujuan traveling yang baru saja dikunjungi. Saya simpan semua di Bank Tulisan.

Saat saya sedang tak ada kegiatan di malam hari atau saat senggang di perjalanan, saya sempatkan mengembangkan ide dan konsep yang ada di Bank Tulisan. Saya lengkapi dengan informasi lainnya, termasuk foto yang sesuai dan bertanya pada beberapa orang untuk menunjang artikel saya.

2. Riset dan cari tahu

Kebiasaan ODOP itu bukan hal mudah manakala anda tidak sedang di rumah. Oleh karena itu, saya mencari tahu destinasi wisata yang dipilih agar kebiasaan ODOP tetap bisa saya lakukan. Misalnya, apakah hotel atau tempat saya menginap tersedia koneksi internet?

Tahun lalu saya traveling ke sekian negara di Eropa, internet di smartphone saya tidak mengalami hambatan. Jika saya harus upload artikel, internet di benua biru memang tidak bermasalah. Saya tetap bisa melakukannya. Namun ada kalanya traveling ke suatu tempat, jangkauan internet tentu menjadi masalah.

Cari tahu yang lain misalnya, perbedaan waktu. Tiap jam sekian di Jerman tentu saya konsisten upload 1 artikel. Saya ingin tetap konsisten jam tayang artikel. Alhasil riset dan cari tahu bisa membantu saya rutin ODOP.

3. Jaringan internet

Seperti yang diuraikan di atas, ketersediaan internet adalah hal yang mendukung atau menghambat melakukan ODOP. Di beberapa tempat wisata ada yang menerapkan biaya ekstra untuk internet yang memadai. Namun segi keamanan dan kenyamanan perlu juga diperhitungkan agar rutinitas ODOP bisa dilakukan.

Beruntungnya fasilitas pasca bayar yang difasilitasi Telekom dari Jerman memungkinkan saya tetap terhubung internet. Telekom yang saya gunakan bekerjasama dengan provider lokal negara tujuan traveling lalu saya hanya kirim kode SMS untuk mengaktifkan kuota internet. Meski biayanya sedikit lebih mahal dibandingkan biaya ekstra dari hotel, namun saya merasa puas bisa tetap rutin ODOP.

4. Siapkan smartphone untuk segala hal

Jika dahulu saya harus membawa laptop kemana pun saat traveling maka kini smartphone bisa melakukan ODOP dengan mudah. Melalui telepon pintar, saya bisa terhubung pada notes dan kamera yang super canggih. Saya harus cekatan dengan dua jari ketika tour guide sedang menjelaskan lokasi atau informasi wisata. Tangan saya pun segera sigap ambil foto sana sini. Kadang jika saya malas mengetik, saya rekam apa yang saya alami selama traveling agar saya tidak lupa.

Telepon pintar memang memudahkan semuanya. Itu seperti menunjukkan bahwa ODOP bisa dilakukan asalkan saya berniat menekuninya. Memang saya belum menjadi “the blogger” tetapi kecintaan saya menulis memberi saya banyak manfaat. Membaca dan menulis itu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kini tambah lagi, membaca, menulis sambil traveling itu pengalaman seru.

5. Seriuslah mengerjakannya

Terakhir, semua kembali pada keseriusan seseorang yang menekuni ODOP untuk jangka tertentu. Saya sendiri ingin mencapai seribu hari meski terkadang ada banyak tantangan. Misalnya, saya harus siap jam 2 pagi dini hari untuk traveling ke suatu kota, sementara jam sekian saya harus upload artikel. Pada jam tersebut, saya berada dalam perjalanan dan susah terjangkau internet. Saya tetap melakukan ODOP hanya saja waktunya tidak konsisten. Itu menandakan saya serius menekuni ODOP meski ada hambatan ini dan itu.

Semoga bermanfaat!

Warna Akan Mengubah Hidup, Anda Percaya?

Apa warna favorit anda? Barangkali pertanyaan ini pernah anda dapatkan dari orang yang anda kenal hingga orang yang tidak dikenal. Mungkin saja. Ada juga orang yang bertanya demikian karena ingin memberi hadiah agar sesuai dengan warna favorit anda. Atau orang bertanya warna kesukaan anda agar orang bisa menebak kepribadian anda. Mungkin saja.

Apa ada kaitan warna favorit dan kepribadian?

Sejak masih kanak-kanak, kita tumbuh dengan aneka warna di sekeliling kita. “Kamu suka tas warna apa untuk tas sekolah, kak?” tanya ibu saya. Sejak itu ada banyak kecenderungan saya untuk mengambil dan memiliki yang disukai seperti baju yang dikenakan atau pernak-pernik dalam kamar pribadi kita, misalnya. Kecenderungan orang dengan warna yang dipilihnya bisa menjadi kebutuhan terdalam individu tersebut.

Ada banyak informasi di luar sana yang mengaitkan warna favorit dengan karakteristik kepribadian anda. Misalnya orang yang suka warna hitam berarti orang yang serius dan tak suka mengumbar hidupnya yang penuh misteri. Sebaliknya orang yang suka warna merah adalah orang yang ceria dan senang menjadi pusat perhatian. Dan masih banyak lagi arti warna yang disukai dengan kepribadian.

Pada dasarnya secara psikologis, kajian tentang warna yang disukai itu berpengaruh dengan perilaku dan kepribadian kita. Saat anda mengenakan baju warna merah, anda merasa ceria. Atau saat kita berada dalam ruang makan bernuansa cokelat yang hangat, kita merasa suasana yang intim dan dekat satu sama lain saat dinner. Begitulah warna-warni itu mempengaruhi suasana hati.

Menurut ahli, warna itu menghasilkan pengalaman sensorik pada tubuh. Warna yang dipilih bisa berdasarkan pengalaman, tetapi ada juga yang berdasarkan kepribadian. Misalnya, saya suka warna merah tetapi kebanyakan pakaian yang dikenakan cenderung warna biru dan dekorasi ruang tamu warna hijau misalnya.

Jadi pahami warna akan membuat kesenangan tersendiri.

Pertanyaannya sekarang, apakah warna akan mengubah hidup?

Tentang warna, saya pernah mengulas di sini.

Lalu suatu kali saat saya sedang memilih pakaian, saya menemukan model baju yang saya suka tetapi saya tidak suka warna baju tersebut. Dengan berat hati, sang karyawan butik pakaian tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki koleksi dengan warna lain. Kemudian suami saya mendukung agar saya membeli baju itu agar sesekali tampil beda.

Saya kemudian mengenakan pakaian dengan warna yang tak pernah saya pakai sebelumnya. Rupanya ada hal berbeda dengan penampilan dan kondisi saya saat itu. Beberapa orang yang bertemu saya merespon penampilan saya. Itu artinya sesekali anda perlu mendapatkan respon berbeda dengan mengganti warna yang selama ini mungkin terlalu sering anda pilih. Anda ingin punya mood tenang atau bersemangat, perhatikan warna yang anda pilih.

Ada orang yang seumur hidup telah suka hanya pada satu warna saja, tetapi ada juga yang sudah berganti warna.

Apa pun warna favorit anda, sesekali perhatikan apakah anda perlu mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan anda?

5 Manfaat Blogging Tiap Hari di Hari ke-700

Beberapa hari lalu, akhirnya saya menembus 700 hari menulis tiap hari di blog. Ada rasa bangga bercampur haru karena saya tak menyangka bahwa saya bisa berhasil mengumpulkan ide untuk menulis setiap hari dan memasukkan menjadi jurnal di blog ini. Menulis memang bukan perkara mudah pun sulit. Semua itu berawal dari niat dan minat. Dengan begitu, saya terbiasa mendokumentasikannya menjadi sebuah artikel tiap hari dengan rutin.

Saya bermimpi, seribu hari untuk blogging tiap hari. Meski saya benar-benar sibuk, tetapi sepanjang internet tersedia maka saya usahakan blogging dalam waktu yang konsisten. Bagaimana pun blogging tiap hari itu ternyata bermanfaat loh. Saya sudah merangkum manfaat yang saya rasakan sebagai berikut di bawah ini.

1. Lebih kreatif

Apakah anda percaya bahwa blogging tiap hari itu membuat kreatif? Bayangkan saja, saya harus memikirkan konten apa saja yang perlu saya siapkan dan tampilkan dalam blog. Bukankah itu kreatif namanya? Belum lagi, saya mesti mengkreasikan ide untuk menjadi artikel agar menarik pembaca. Bukankah itu kreatif? Saya juga harus berpikir agar pembaca itu tidak bosan, dengan mengkreasikan ide yang berbeda tiap hari. Bukankah itu kreatif?

2. Lebih banyak membaca

Membuat artikel yang enak dibaca dan menambah wawasan itu ternyata tak mudah. Saya dihadapkan pada informasi yang perlu saya pelajari terlebih dulu. Misalnya, saya membahas kuliner ini dan itu maka saya perlu mencari tahu mulai dari bahan masakan hingga pengolahannya. Atau saya ingin mengulas tempat yang baru saja saya kunjungi dalam traveling. Saya perlu informasi tambahan yang diperlukan untuk memperkaya artikel yang ditulis. Itu semua hanya perlu dilakukan dengan membaca. Jadi blogging tiap hari tanpa membaca itu rasanya mustahil. Jika ingin membaca lebih banyak lagi, lakukan blogging tiap hari.

3. Punya rasa ingin tahu yang tinggi

Blogging tiap hari itu juga membuat saya penasaran pada banyak hal. Karena blog saya ini adalah blog yang berisi macam-macam tema maka saya pun punya rasa ingin tahu pada macam-macam hal pula. Terhadap makanan yang berasal dari suatu negara misalnya, saya bertanya pada pramusaji. Atau saya bertanya pada kenalan saya lainnya di sini yang berasal dari negara yang sama seperti kuliner yang saya bahas. Rasa ingin tahu itu terdorong atas niat saya blogging tiap hari. Saya tidak bisa merasa “masa bodoh” dengan ide A, B, C yang hendak ditulis. Rasa ingin tahu memperkaya artikel yang ditulis.

4. Meningkatkan keterampilan linguistik

Kecerdasan linguistik didefinisikan sebagai kemampuan berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa yang mengekspresikan dan memahami yang kompleks. Tentang kecerdasan linguistik, saya pernah mengulasnya di link ini. Kecerdasan linguistik itu perlu dan penting di era komunikasi yang sedang canggih sekarang. Salah satu cara meningkatkan kecerdasan linguistik adalah blogging tiap hari, agar pesan yang terkomunikasikan lewat tulisan benar-benar diterima dengan baik oleh pembaca.

5. Berpikir logis dan berbicara terstruktur

Blogging tiap hari itu melatih penalaran logis yang mengasah otak untuk menangkap sebab akibat dari ide yang ditulis. Menulis tiap hari juga melatih penalaran abstrak yang dialami menjadi sebuah artikel agar dapat dicerna oleh pembaca. Blogging juga membantu berbicara terstruktur akibat terbiasa menyusun ide-ide yang runut, terstruktur dan kompleks kadang-kadang. Blogging tiap hari bermanfaat untuk melatih saya menjadi penulis, reviewer dan editor bersamaan sekaligus.

Bagaimana pengalaman anda blogging?

Tuhan Membalas Setiap Orang Menurut Perbuatannya

Hidup itu pastinya pernah dilanda cemas. Cemas memikirkan ini dan itu. Cemas memikirkan masa depan. Cemas memikirkan seseorang, bisa itu orang yang dicintai, dikenal hingga orang yang tidak dikenal. Cemas bisa terjadi pada siapa pun tanpa memandang usia, golongan, pangkat dan pendidikan. Hanya saja cemas yang dibicarakan bukanlah gangguan kecemasan yang menyebabkan ketidaknormalan dan berujung pada gangguan neurotik dan masalah psikologis.

Apa kaitan cemas dengan judul saya?

Siapa pun senang dengan kejujuran, bukan kelicikan. Jika ada yang curang dan licik tentu itu sangat mencemaskan orang lain yang ikut bekerjasama dengan orang tersebut. Kita begitu percaya bahwa setiap orang akan menjalankan pekerjaannya sesuai amanat yang diberikan. Tidak curang dan tidak licik. Masalahnya, siapa yang bisa menebak dalamnya hati manusia?

Ketika ada orang berbuat semena-mena, curang dan licik tentu ini sangat mencemaskan. Cemas bahwa dia mungkin saja akan terus memperlakukan kita tidak adil, sementara kita berlaku jujur dan sesuai apa yang diperintahkannya. Ini mungkin saja terjadi pada anda, manakala anda adalah pegawai baru dan merasa junior di tempat kerja.

Ketika saya cemas memikirkan perbuatan orang yang tidak jujur itu, saya mendapatkan pencerahan untuk tidak cemas. Jika orang lain memperlakukan tidak adil, tidak jujur dan tidak semestinya, kita tidak seharusnya membalas perbuatan mereka. Siapakah kita sehingga perlu membalasnya?

Mazmur 62: 12-13 akhirnya yang membuat saya paham bahwa bukan kita yang membalas perbuatan orang lain. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Jika sekarang anda mengalami hal buruk karena diperlakukan tak adil dan tak semestinya dari orang lain, jangan cemas! Percayalah, ini akan berlalu! Ingat, bahwa Tuhan itu berbelas kasih. Dia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Tugas kita adalah tetap berbuat baik.

Ada yang menyebutnya karma. Tetapi saya tetap percaya bahwa Tuhan melihat dari awal hingga akhir. Dia adalah Maha Tahu.

Selamat berhari Minggu!

Ternyata Pria Lebih Pelupa Ketimbang Wanita? Benarkah?

Schatz, wo ist meine Brille?” tanya suami pada saya. Ini bukan hanya pertanyaan yang jarang ditanyakan pada saya tetapi sering. Tak hanya kacamata, kerap beberapa barang dan dokumen yang saya tidak tahu, terpaksa harus tahu karena suami saya lupa menyimpan atau meletakkannya. Saya pun mencari tahu, apakah benar pria itu mudah pelupa ketimbang wanita?

Tak hanya di rumah, dalam dunia kerja pun demikian. Dalam beberapa kesempatan, rekan kerja pria juga mengalami kelupaan dimana menyimpan ini dan itu lalu bertanya pada saya. Sebagai rekan kerja yang baik, saya pun membantunya. Saya berkelakar, “Anda boleh lupa ini dan itu tetapi semoga anda tidak lupa bahwa anda sudah menikah.” Dia yang mendengarnya pun tertawa.

Menurut anda, benarkah perempuan punya daya ingat yang baik?

Saya yang bertipe Sangunis sebenarnya pun kadang masih suka lupa, semisal lupa nama orang yang baru dikenal sebagaimana yang saya ceritakan di link ini. Namun kenyataanya saya justru punya memori yang lebih baik untuk mengingat dimana ini dan itu disimpan ketimbang suami dan rekan kerja yang pria. Hal ini bukannya tanpa bukti karena studi juga menunjukkan bahwa wanita punya memori yang lebih baik ketimbang pria sehingga pria mudah pelupa.

Perempuan punya memori yang lebih baik dikarenakan dia dihadapkan pada banyak tugas yang dibebankannya. Perempuan itu condong pada hal yang rinci dan detil sehingga harus diingat dengan baik, pria tidak suka itu. Dalam tugas domestik misalnya saja, perempuan itu bisa melakukan ini dan itu seperti membersihkan rumah, memasak, mengurus anak, dan sebagainya. Ini mungkin dikaitkan bahwa perempuan berkarakter multi-tasking sementara pria itu tidak demikan.

Hal ini juga menyangkut pada keterampilan sosial perempuan yang menyebabkan dia pun punya memori baik ketimbang pria. Secara cermat, perempuan harus merencanakan dan mengatur ini dan itu. Dalam komunikasi verbal, perempuan juga menunjukkan lebih tinggi dibandingkan pria. Ini pula yang menunjukkan wanita punya daya ingat baik untuk menceritakan peristiwa lampau sementara pria sudah lupa.

Secara ilmiah, berbagai studi juga menunjukkan tentang seberapa baik daya ingat perempuan dan laki-laki. Hasilnya struktur otak pada perempuan menunjukkan bahwa bagian dari otak yakni hippocampus tidak mengalami penurunan ketika harus mengingat peristiwa masa lampau. Tentu studi ini berlaku pada orang di kelompok usia produktif.

Perlu diperhatikan juga bahwa seiring berjalannya waktu, perempuan pun tidak selalu punya memori yang baik. Studi lain menunjukkan bahwa saat perempuan dihadapkan pada kondisi menopause atau mengalami demensia maka perempuan juga rentan mengalami penurunan memori.

Diam itu Emas atau Bodoh?

Tiada yang bisa menebak apa yang dipikirkan dan dirasakan tiap orang. Jika saya berpikir diam itu emas, justru orang lain memandang diam yang saya lakukan itu berarti bodoh. Alasan saya diam, berbicara pun tak akan mengubah kondisi. Sedangkan alasan orang lain memandang diam itu bodoh karena berbicara akan mengubah kondisi.

Ternyata ada dua pandangan berbeda dalam satu hal yang sama. Saya berpikir diam itu lebih bijak dan menunjukkan suatu tindakan, meski cuma sekedar diam dan membaca situasi. Lagipula menilai seseorang itu bodoh ‘kan tidak dilihat dari kecakapan berbicara, sedangkan saya saja kuliah sarjana berbahasa Jerman di sini. Ini hanya membuktikan bahwa sesungguhnya saya itu tidak benar-benar bodoh secara intelegensi.

Saya berpikir bahwa ada saatnya kita perlu diam untuk menunjukkan sikap. Diam itu menurut saya tetap emas. Seperti seorang Filsuf Jerman berpendapat “What we can not speak about, we must pass over in silence.”

Anda sendiri bagaimana?

Dari hasil penelusuran, diam itu emas berasal dari karya sastra. Ada yang mengatakan pepatah itu sudah ada sejak berabad-abad lalu di Mesir kuno. Hal itu untuk menunjukkan bahwa diam itu suatu sikap, bukan melulu ketidaktahuan. Mungkin suatu saat ada tindakan. Bisa jadi diam menjadi hal yang bijaksana agar suasananya tidak menjadi runyam. Semua mungkin.

Namun ada pula yang berpendapat bahwa bicara itu perak sedangkan diam itu emas. Hal ini dinyatakan seorang pujangga Inggris abad 19. Peribahasa ini hanya untuk mengingatkan betapa lebih berharganya seseorang ketika mengambil posisi diam.

Bukankah emas itu lebih bernilai daripada perak?

Diam yang bijak ketika seseorang lebih tahu apa yang seharusnya diperbuat ketimbang berbicara. Diam juga adalah seribu kata dan kalimat lebih banyak ketimbang berbicara, meski kita tidak berbicara menyampaikannya. Sekali lagi, diam itu tetap suatu tindakan.

Tips Untuk Anda (6): Masak Nasi Basmati Enak Tanpa Rice Cooker

Selama ini saya terbiasa memasak nasi dengan rice cooker. Suatu kali saya terlibat acara masak memasak dengan mahasiswa berbagai bangsa di sini. Saat itu saya belajar bagaimana memasak nasi tanpa rice cooker. Teman mahasiswa asal India dan Turki mengajari saya dengan baik. Akhirnya saya mencoba rasa nasi yang mereka buat itu benar-benar enak.

Pada dasarnya beras yang dijual di sini itu umumnya beras langkorn dan beras basmati. Beras langkorn berasal dari Asia seperti Thailand dan Vietnam. Sedangkan beras basmati sering saya jumpai pada kuliner India dan Timur Tengah.

Beras basmati itu bentuknya lonjong panjang dan berwarna putih bersih. Beberapa kali saya memasak nasi dengan beras jenis ini, ternyata cukup nikmat juga disantap dengan aneka masakan nusantara yang saya masak di rumah.

Cara memasak beras basmati

1. Siapkan beras 500 gram, 2 gelas panjang air, minyak sayur 2 sendok makan dan sedikit sendok garam.

2. Cuci beras sebanyak 2-3 kali sebelum dimasak. Tiriskan dari airnya.

3. Panaskan wajan datar yang cukup besar untuk menampung air dan beras. Atau anda bisa menggunakan panci yang berbahan dasar teflon atau anti lengket.

4. Masukkan minyak sayur, tunggu beberapa saat hingga panas.

5. Masukkan beras yang sudah tiris airnya. Aduk-aduk beberapa saat hingga beras tercampur dengan minyak sayur.

6. Masukkan air sekarang. Masak hingga air mendidih dan berbuih.

7. Tambahkan garam.

8. Setelah air berbuih, kecilkan api hingga tidak ada air lagi di wajan.

8. Nasi menjadi masak ditandai ketika sudah tidak ada lagi air.

Cara lain

1. Cuci beras 500 gram sebanyak 2-3 kali.

2. Panaskan air sebanyak 2 liter. Beri minyak dan garam sesuai takaran di atas.

3. Ketika air mendidih, masukkan beras.

4. Masak beras selama 20-30 menit dengan api sedang.

5. Setelah beras masak, tiriskan airnya sebelum disajikan.

Bagaimana menurut anda?

Dengarkan Musik Klasik Bisa Atasi Alzheimer

Konser musik ada di kiri, tampak para penonton yang kebanyakan sudah berusia senja sedang menyaksikannya.

Suatu kali saya menonton film buatan Jerman tentang Alzheimer. Saya lupa judulnya tetapi semua pemeran film berasal dari sini. Diceritakan bahwa Alzheimer ini diderita oleh seorang oma yang diperankan dengan baik, yang menunjukkan tanda dia sudah lupa banyak hal dalam hidupnya.

Dalam film lebih difokuskan pada upaya si opa, suami dari oma yang berusaha setia mendampingi dan memberikan dukungan pada oma. Ketegaran opa tidak hanya menunjukkan kesetiaan dan cinta pada isterinya, tetapi bahwa siapa pun yang menderita Alzheimer perlu mendapatkan social support yang baik, terutama keluarga.

Si oma yang menderita Alzheimer lupa tentang anaknya misalnya. Dia bahkan pergi mengendarai sepeda dan lupa kembali pulang ke rumah. Begitu seterusnya karena Alzheimer mengikis memori pada otak penderita. Jika si penderita Alzheimer mulai berbicara kalimat, kemungkinan dia tidak akan menyelesaikannya. Itu contohnya.

Menariknya si oma senang sekali mendengarkan musik lewat headset yang kerap dipakainya. Akhirnya si opa menemukan cara jitu lewat musik untuk mengembalikan ingatan si oma, meski ini bukan terapi sepenuhnya. Film ini lebih menekankan perlunya social support bagi penderita Alzheimer.

Lalu apa kaitannya musik dengan Alzheimer?

Sepasang opa oma yang sempat saya abadikan, tetapi saya memang hanya mengambilnya sepintas tanpa mengganggu mereka.

Penelitian yang pernah saya tulis sebelumnya menunjukkan bahwa musik membantu Alzheimer membangkitkan sisi emosional dan kenangan. Ini yang terjadi pada si oma, dimana opa menyediakan lagu-lagu favorit oma sambil menunjukkan foto-foto kenangan mereka. Ingatan musik sering disimpan penderita Alzheimer yang terkait dengan memori pada otak yang relatif tidak mengalami kerusakan.

Saya juga menyaksikan para senior dan mereka berusia lanjut usia sedang menikmati konser musik jelang musim panas. Sepertinya konser musik ini lebih dari hiburan semata. Ini bisa menguatkan fungsi kognitif mereka seiring dengan memori mereka akan musik yang diperdengarkan.