Category Archives: OPINION

I write what I think

Untuk Mahasiswa Bisa Cari Uang Kerja Part Time Begini


Salah satu hotel tempat saya menginap di Seoul, Korea Selatan yang menempatkan mahasiswa untuk kerja sambilan.

Apakah anda mahasiswa? Tentu ingin sekali menambah pundi-pundi penghasilan manakala dompet sudah tak terisi uang lagi. Ini pengalaman pribadi. 

Di beberapa negara yang saya jumpai kala traveling, saya bertemu dengan mahasiswa yang bekerja sebagai petugas jaga di penginapan. Mengapa mahasiswa? Umumnya mahasiswa cakap berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ketimbang pengelola penginapan yang membayar karyawan, mereka pilih tenaga mahasiswa yang bisa bekerja paruh waktu dengan gaji yang tak terlalu besar dibandingkan karyawan biasa.

Di Seoul saya mendapatkan harga yang cukup terjangkau untuk menginap. Saat tiba di hotel, saya terkejut mengapa petugas hotel yang melayani saya berwajah Caucasian? Dia juga berbicara baik dalam bahasa Inggris. Rupanya dia adalah mahasiswa asal USA yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di Korsel dan mengambil pekerjaan paruh waktu.

Di Hong Kong dan beberapa negara Asia yang saya kunjungi pun begitu untuk hotel-hotel standar. Mereka membayar mahasiswa untuk menjadi petugas jaga atau receptionist di depan hotel. Terkadang mereka pun sempat tak paham mengenai manajemen hotel. 

Meski tak paham soal perhotelan, mahasiswa yang bekerja di hotel harus paham mengenai budaya dan seluk beluk dari negara yang kita kunjungi. Mengapa? Pastinya informasi ini diperlukan oleh setiap tamu bilamana mereka membutuhkan informasi.

Apakah di Indonesia sudah memberlakukan pekerjaan seperti ini untuk mahasiswa? Saya tidak tahu.

Namun mengapa mahasiswa dipilih untuk bekerja di hotel sebagai petugas jaga:

  • Mahasiswa ditempatkan sebagai back up staff seperti pada hari wiken, hari libur atau jaga malam.
  • Mahasiswa cakap dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
  • Mahasiswa pandai dalam berkomunikasi terutama soal budaya dan wisata. Katanya ini era milenial, dimana orang muda suka traveling. Sebagai petugas jaga dipilihlah orang-orang muda seperti mahasiswa.

Hallo mahasiswa, apakah anda mau coba pekerjaan ini?

Advertisements

ABC in Pursuing A Dream


In English

The wise man says “It is better to keep walking slowly than remain silence.” Even though you feel tired to find your path, but God knows you did the best. 

Why we must run faster if walking slowly can teach you better. You learn how be patience huh!  Why we get hurry up if the time does not belong to us. All the time in universe is always in the right time and true. 

We get what we dream, but it required the three things as written below:

1. Action  

When you put your dream as vision, please describe to be action becomes the list to do regularly. Let say, you want to make true your vision within 5 years. You break the entire actions to be done in every year during 5 years. It can be called periodically actions. We need it to ensure that all things do smoothly and still on track. 

2. Be Passion

Do what you love. Love what you do! Never make your life bored without doing nothing. Find the things raise up your Talent! Think back again, am I love doing that? Passion is always connected with love feeling when you do it. 

3. Commitment

The key to be successful is a commitment to follow your actions. Have willingness to spare your energy and time to focus on your vision. That is commitment. A commitment is defined also a dedicated person to fulfil his/her promise. Thus do your promise to yourself then the universe will find a way to give it to you. What is it? A dream. 

After reading the ABC formula as mentioned above, you can see why we keep walking even slowly. There is a dream when we may not be there yet. But today we are closer than yesterday. 

 In Bahasa

Orang bijak mengatakan “Lebih baik terus berjalan meski lambat daripada tetap diam.” Meskipun Anda merasa lelah untuk menemukan jalannya, tetapi Tuhan tahu Anda sudah melakukan yang terbaik.

Mengapa kita harus berjalan lebih cepat jika berjalan perlahan-lahan dapat mengajari kita banyak hal. Anda belajar bagaimana menjadi sabar ‘kan! Mengapa kita harus terburu-buru jika waktu bukan milik kita. Semua waktu di alam semesta ini selalu ada waktunya, tepat dan benar.

Kita mendapatkan apa yang kita impikan, tetapi diperlukan tiga hal seperti yang tertulis di bawah ini:

1. AKSI

Bila Anda meletakkan impian Anda sebagai visi, silahkan jabarkan jadi tindakan sehingga jadi daftar yang harus dilakukan secara teratur. Katakanlah, Anda ingin mewujudkan visi Anda dalam waktu 5 tahun. Maka anda memecahkan seluruh tindakan yang akan dilakukan setiap tahun selama 5 tahun. Hal ini dapat disebut tindakan rutin. Ini perlu untuk memastikan bahwa segala sesuatu dilakukan dengan lancar dan masih sesuai jalur.

2. Jadilah Bergairah

Lakukan apa yang anda sukai. Cintai apa yang anda lakukan! Ini tidak akan pernah membuat hidup Anda bosan daripada tanpa melakukan apa-apa. Temukan hal-hal yang membangkitkan bakat Anda! Pikirkan kembali lagi, apakah saya suka melakukannya? Kegairahan selalu terhubung dengan perasaan cinta saat Anda melakukannya.

3.  KOMITMEN

Kunci untuk menjadi sukses adalah komitmen untuk melakukan aksi nyata Anda. Miliki kemauan untuk menyediakan energi dan waktu yang berfokus pada visi Anda. Itu adalah komitmen. Komitmen juga didefinisikan sebagai orang yang berdedikasi untuk memenuhinya janjinya. Begitulah janji Anda kepada diri sendiri maka alam semesta akan menemukan cara untuk memberikannya kepada Anda. Apa itu? Mimpi.

Setelah membaca rumus ABC seperti yang disebutkan di atas, Anda dapat melihat mengapa kita harus terus berjalan meski perlahan-lahan. Ada mimpi ketika kita mungkin belum mencapainya. Tetapi hari ini kita lebih dekat daripada yang kemarin.

Mitos: Kasih Kado Minyak Wangi, Apa Tidak Boleh?


 

davIlustrasi. https://liwunfamily.com/2017/09/14/xaxx-parfum/

Apakah anda percaya bahwa berpacaran bisa putus hanya karena minyak wangi? Boleh percaya, boleh juga tidak. Namanya mitos. Mitos adalah sesuatu yang diyakini namun melebihi dari logika atau nalar. Misalnya seperti tadi, apa hubungan minyak wangi dan relasi berpacaran? 

Begitulah mitos, boleh percaya boleh juga tidak percaya. Saya tahu mitos dari rekan kerja dulu di Jakarta bahwa tidak baik memberikan hadiah minyak wangi kepada pacar atau sahabat. Suatu kali saya beli kemasan mini minyak wangi EDT 10 ml dari merek ternama di Singapura. Karena harganya murah hanya 10$ maka saya membeli beberapa dengan maksud untuk sovenir saat tiba di Indonesia.

Saat tiba di Indonesia, saya berikan minyak wangi tersebut sebagai sovenir kepada rekan kerja. Sisanya saya pakai saja karena ternyata saya suka aromanya. Hanya kepada rekan kerja yang saya pikir dia akan berulang tahun maka saya berikan minyak wangi mini sebagai kado. Minyak wangi ini saya beli dengan merk ternama. Dengan begitu saya yakin wanginya baik dan dapat diterima oleh rekan kerja saya itu. 

Apa yang terjadi setelahnya?

Sahabat saya kaget. Saya pikir dia senang dengan hadiah yang saya berikan. Rupanya dia berpikir bahwa memberikan parfum akan berdampak buruk pada relasi persabatan kami. Lalu dia mempertanyakan alasan saya berikan kado tersebut. Saya tidak bermaksud buruk. Saya berpikir dia suka dengan kado saya dari Singapura, lagipula wanginya juga baik. Dia pun diam sesaat di depan komputernya.

Saat makan siang tiba, dia berikan dua ribu rupiah kepada saya. Katanya “Dua ribu ini sebagai simbol bahwa maksud pemberian parfum seolah-olah saya membeli parfum darimu.” Saya bingung. Setelah dijelaskan ini untuk kebaikan relasi persahabatan bersama maka saya terima uang dua ribu rupiah.

Begitulah mitos.

Sambil mengunyah makan siang, tangan saya sibuk mencari informasi kebenaran mitos itu. Ada beberapa informasi yang mengatakan bahwa pemberian minyak wangi akan menyebabkan berakhirnya suatu relasi. Namun informasi lain mengatakan itu hanya mitos. 

Saya hanya membayangkan banyak industri mengemas parfum dengan kemasan hadiah terutama menjelang hari Valentine. Lalu apa yang terjadi selanjutnya jika mitos itu benar sementara mereka membeli hadiah itu untuk kekasih atau orang yang dikasihi?

Semua harus logis tetapi mitos tidak bisa diterima oleh nalar. Menurut saya, berakhirnya suatu hubungan tidak ditentukan oleh parfum. Jika memang bukan sahabat baik, atau tidak berjodoh, yah mungkin memang begitu adanya. Bukan ditentukan oleh minyak wangi.

Begini pertimbangan mitos atau tidak memberi hadiah berupa minyak wangi:

Pertama.
Saya pikir tidak semua suka dengan selera dan wangi yang kita berikan untuk hadiah kepada orang itu. Jadi kenali terlebih dulu karakter orang yang akan diberi hadiah!

Kedua.
Belum tentu maksud baik kita memberikan parfum diterima baik. Bisa saja orang tersebut tersinggung dan berpikir bahwa dia memiliki bau badan yang tak sedap. Karena saya pernah punya pengalaman teman kelas sewaktu sekolah dulu. Sewaktu dia ulangtahun, saya dan beberapa teman kelas patungan memberikan minyak wangi. Jadi yakinkan apakah minyak wangi adalah kebutuhannya saat ini? Jika memang dia menyukai wangi dari merek tertentu, anda bisa mencari yang sejenis supaya tepat sasaran.

Hal yang bisa disimpulkan adalah faktor keberlangsungan suatu relasi tidak ditentukan oleh bentuk dan jenis hadiahnya. Kadang dalam memberikan, kita berujar, “Jangan dilihat barangnya ya! Tapi lihat ketulusannya.”

Apakah Ada Hubungan Sampul Rokok terhadap Perilaku Merokok? 


Aneka rokok yang dijual di Jerman. Peringatan bahaya rokok punya komposisi 50 persen dari sampul. Ada yang menggunakan efek grafis namun ada juga yang hanya peringatan tertulis saja.

Contoh efek grafis pada bungkus rokok di Jerman. 

Kiri adalah bungkus rokok yang dijual di Thailand. Kanan adalah bungkus rokok yang dijual di Belanda. Semua bungkus rokok di tahun 2015.

Tidak hanya di Indonesia yang memiliki sampul rokok menyeramkan, saya pernah menuliskan ulasannya di sini. Di Thailand misalnya saya berjumpa dengan kawan saya yang bekerja di sana dan kebetulan beliau merokok. Saya mempertanyakan bagaimana pendapatnya tentang sampul rokok di Thailand yang menyeramkan itu. Dengan mudahnya dia menjawab, saat saya merokok saya tutup saja bungkus rokok tersebut sehingga tidak terlihat dan saya tetap merokok. 

Sampul rokok yang jadi bungkus rokok di Thailand memang menunjukkan gambar tidak sedap dipandang. Komposisi gambar dan peringatan bahaya rokok di Thailand sekitar 50% dari ukurannya. 

Bagaimana di Belanda? Ini saya menemukan bungkus rokok dijual di Belanda tahun 2015. Sampai sekarang saya belum ke Belanda, untuk mengecek apakah terjadi perubahan seperti sampul rokok di Jerman. Di Belanda, sampul rokok memberi peringatan tentang bahaya rokok seperti kalimat namun tidak menunjukkan gambar yang tak sedap dipandang seperti di Thailand dan Indonesia. Lagipula komposisi peringatan bahaya merokok tidak cukup besar terhadap sampul rokok.

Tiap-tiap negara punya kebijakan masing-masing dalam membuat regulasi bahaya merokok bagi penduduknya. Toh meski sudah dikatakan rokok berbahaya bagi kesehatan, masih banyak juga orang tetap merokok. 

Lalu bagaimana jika sampul rokok menyeramkan ini berdampak terhadap perilaku merokok?

Saya ambil di contoh di Jerman. Gambar grafis yang tak sedap dipandang di bungkus rokok sama seperti di Indonesia mulai diberlakukan sejak Mei 2016. Saya mengamati pada sampul rokok di sini, porsi 50% dari ukuran juga diberlakukan sebagai peringatan bahaya merokok. Bagi saya yang tidak merokok, gambar tersebut sungguh menyeramkan. 

Dari Euromonitor, saya menemukan ada dampak penurunan penjualan rokok di tahun 2016. Dikatakan ada dua faktor yang melatarbelakanginya, pertama dikarenakan para perokok beralih ke konsumsi rokok elektrik. Kedua, efek grafis yang ditampilkan pada bungkus rokok ternyata menjadi penyebab perokok mengurangi konsumsinya atau berhenti merokok mungkin.

Jadi bagaimana?

Pertama, rupanya efek grafis sebagai bentuk komunikasi visual mampu menunjukkan perubahan perilaku di Jerman. 

Kedua, coba simak wawancara saya di atas dengan perokok di Thailand. Dia mengatakan bahwa dia akan menutup bungkusnya kala merokok. Itu sudah menunjukkan bahwa sebagai perokok ada kekhawatiran setelah melihat efek grafis bungkus rokok. 

Bagaimana di Indonesia? Apakah sudah ada hasil penelitian yang berbicara dampak efek grafis ‘menyeramkan’ sampul rokok terhadap perilaku merokok?

Semoga bermanfaat!

 

Masih Perlukah Menonton Film Sebagai Media Pengajaran?


Ilustrasi.

Dalam dunia perkuliahan tak lengkap pengajaran tanpa menyaksikan film, hal ini menjadi salah satu bentuk teaching aid. Film juga digunakan guru/dosen/mentor/trainer sebagai bagian dari visual context yang dimunculkan agar peserta didik bisa memahami maksud pembelajaran yang seharusnya. Kita ingin membuat pembelajaran melandasi perilaku juga ‘kan.

Saya pernah menjadi siswa dan merasakan betul asyiknya menonton film yang berkaitan dengan materi belajar. Saya juga pernah ditempatkan menjadi posisi mentor/trainer dimana harus meriset beberapa film agar relevan dengan tema pengajaran. Dengan begitu saat film ditayangkan, saya bisa rehat sejenak di kelas dan mengobservasi peserta didik.

Film menjadi menarik atau tidak sebagai alat bantu belajar harus diperhatikan dari dua sisi, kelebihan dan kekurangan. Tak jarang peserta didik diajak untuk mendiskusikan film yang ditontonnya lalu dikaitkan dengan materi pengajaran. Namun terkadang menonton film menjadi membosankan bagi peserta didik. Lalu kira-kira apakah masih relevan di masa kini?

Kelebihan menonton film di kelas:

  • Menghadirkan visual pembelajaran yang menarik ketimbang ceramah dan teori.

Sebagai pengajar rasanya sulit tanpa menghadirkan tayangan visual agar peserta didik bisa mencerna yang dimaksud. Berbicara teori misalnya tentang komunikasi tidak akan mudah dipahami tanpa dipraktikkan. Praktik yang sesungguhnya bisa ditemukan dalam dunia nyata yang mudah tergambar dalam film. Oleh karena itu pengajar harus sudah mempersiapkan dan meriset film apa yang cocok dan tepat sesuai tema? 

  • Membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan aktif.

Setelah dikatakan bahwa akan ada sesi menonton film, serempak seluruh kelas berwajah ceria dan bersemangat. Mengapa? Manusia pada dasarnya adalah makhluk visual. Mereka menyenangi hal-hal yang mudah dilihat dan diamati untuk dipelajari, ketimbang anda menjelaskannya berulang-ulang. Alhasil suasana kelas yang semula sepi dan pasif menjadi lebih hidup ketika film diputar. 

  • Alat bantu belajar yang menyenangkan dan menarik peserta didik.

“Diskusikan apa yang dialami tokoh dalam film tersebut!” Tentu instruksi pengerjaan ini lebih memudahkan peserta didik untuk menjawab daripada meminta mereka berdiskusi suatu fenomena sosial yang hanya menjadi imajinasi. Tak jarang film lebih mudah diingat dalam pemikiran dibandingkan berbagai teori yang diceramahkan kepada peserta didik. Ini tentu memudahkan untuk mengajari sesuatu ketimbang menjelaskan dengan bahasa lisan.

  • Mengambil sisi tambahan atau yang berbeda dari tema pembelajaran.

Tak semua orang menyukai pengajaran baik melalui tulisan maupun lisan. Namun film pastinya disukai untuk disimak karena orang punya kecenderungan ingin tahu dan suka mengamati. Melalui film, peserta didik yang dijadikan penonton diharapkan mengambil sisi tambahan dan pastinya hal positif yang tidak ditemukan dalam pengajaran. Mengapa? Film memberikan situasi yang nyata dan realita tersebut lebih diterima ketimbang masih teori tertulis atau penjelasan lisan.

    Kekurangan yang mungkin terjadi setelah menonton film di kelas:

    • Peserta didik menjadi kurang fokus

    Siapa bisa menebak seratus persen peserta didik akan benar-benar menyimak film yang disajikan? Ketika dikatakan ‘Kita akan menonton film’ maka sebagian senang dan sebagian lagi bisa jadi melakukan hal lain diluar pembelajaran seperti pergi ke toilet, mengobrol dengan temannya, menerima telpon di luar kelas, dan hal lain. Oleh karena itu saat menonton film, pengajar tidak berarti juga berhenti sejenak. Namun ini bisa dijadikan untuk mengamati peserta didik. 

    • Menjadi tidak serius 

    Tergantung bagaimana anda menemukan film yang sesuai dengan tema pembelajaran. Terkadang demi menyelipkan aktivitas menonton sehingga suasana kelas menjadi menyenangkan, si pengajar/mentor/dosen lupa apakah film ini benar-benar sesuai dengan tema pembelajaran. Kekuatan meriset film yang sesuai juga diperlukan. Selain itu, saat menonton sebagian peserta didik masih tidak serius terhadap sajian tayangan, masih menganggap hiburan semata. Ada baiknya film sudah ditonton terlebih dulu dan diketahui alur ceritanya, lalu dipertimbangkan lagi apakah sesuai dengan pembelajaran? Namun jika punya keterampilan membuat video alangkah baik video bisa dibuat dan disesuaikan dengan kondisi pembelajaran.

    • Terlalu bertele-tele dan membosankan

      10-15 menit adalah durasi perhatian peserta didik menyimak film di kelas. Jika lebih akan membuat bosan. Jika ingin menyajikan film yang panjang namun bermutu, bisa meminta untuk dijadikan bahan tontonan diluar kelas atau jadi PR. Tayangan film yang panjang dan durasi yang bertele-tele sesungguhnya menyita waktu pembelajaran juga. 

      Berdasarkan uraian di atas, film masih dirasa perlu sebagai media pembelajaran bila relevan dengan tema, direct atau tidak bertele-tele, durasi yang cukup pendek dan diakhiri dengan diskusi seputar film tersebut. Demikian sekedar berbagi. Ada tanggapan?😁

      Tampil Cantik dengan Bedah Plastik? Tunggu!


      cropped-img_20161017_152839_153.jpg
      There is no cosmetic for beauty like happinness. Sumber foto: Dokumen pribadi.

      Perkembangan teknologi telah mendorong orang berinovasi untuk membuat anda tampil rupawan, cantik bagi perempuan dan tampan bagi laki-laki. Banyak orang menginginkan penampilan seperti yang diinginkan secara fisik terlihat mata lebih indah dan sempurna.

      Namun, sadarkah anda bahwa suatu saat anda akan terjebak pada kecanduan untuk melakukan lagi dan lagi sehingga anda selalu merasa kurang dan kurang? Kecanduan ini memang tiada pernah habisnya sepanjang anda punya uang. Vermak di sana sini sehingga anda tidak lagi merasa resah saat tampil di publik. Kemudian anda berpikir anda sudah layak tampil di publik dengan kondisi yang anda inginkan, bukan yang Tuhan ciptakan.

      Adalah Obsesi fisik yang kompulsif dalam istilah psikologi dikenal dengan nama BDD, Body Dysmorphic Disorder. Gangguan somatoform dimana individu merasa khawatir berlebihan dengan citra tubuhnya yang dirasa “cacat” atau “kurang” atau tidak seperti yang diharapkannya sebagai bagian dari penampilan fisik mereka di mata publik.

      Keresahan orang dengan BDD ini bisa dikaitkan dengan penerimaan diri (self acceptance). BDD bisa diawali sejak masa puber, masa pencarian jati diri, yang mungkin menyangkut penampilan fisik seperti semacam kritikan pedas dari orang terdekat dan menyakitkan hati. BDD berusaha menutupinya dengan busana, perhiasan dan riasan yang menutupi kekurangannya. Mereka memerlukan waktu berjam-jam untuk berpenampilan. Akhirnya mereka berpikir bedah plastik dapat memperbaikinya. Tetapi sebenarnya ini sebuah “gejala awal” hingga anda merasa selalu ingin memperbaiki lagi dan lagi atau tak pernah merasa puas. Kecenderungan yang muncul bukan kepuasan penampilan, namun ketidakpuasan batin. Mengapa? Karena anda tidak menjadi diri anda sendiri.

      Public figure yang pasti anda kenal seperti Michael Jackson, yang tak pernah puas dengan bedah plastik yang dilakukannya sehingga menyesengsarakannya. Ia jadi sulit kena paparan sinar matahari. Kasus lainnya banyak anda temui bagaimana bedah plastik dapat membawa pada kematian.

      BDD umumnya adalah mereka yang tampil normal atau bahkan penampilan mereka sudah menarik. Mereka hanya tidak bisa terima ejekan atau penghinaan kemudian memperbaiki beberapa aspek dari penampilan fisik mereka. Gangguan BDD bisa menjadi ekstrim dan kemungkinan berujung pada kematian, yang semula hanya berasal dari konsep dirinya.

      Kasus BDD ekstrim dapat ditemukan pada Lolo Ferrari seorang entertainer (presenter acara TV), yang meninggal pada 5 Maret 2000 akibat sistim tubuhnya yang sudah rusak parah. Semasa hidup, ia memilki payudara ukuran 54 GG dan suka mengenakan cincin hingga 15. Ia merasa tidak percaya diri bila menanggalkannya. Ia juga merasa mengerikan bila tanpa make up.

      So, there is no cosmetic for beauty like happiness!

      Kembangkan pikiran positif dan bangun konsep diri yang lebih baik dengan talenta yang anda miliki. Penampilan tidak melulu soal fisik, jika anda sudah merasa bahagia.

      Bahagia itu sederhana. Jadi diri sendiri sudah cukup! Atasi rasa ketidakpuasan dengan bersyukur.