Apa yang Membuat Saya (Tetap) Sehat? 5 Ide yang Saya Lakukan Selama Berdiam di Rumah

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Ilustrasi.

“Bleib gesund!” demikian kalimat berbahasa Jerman meluncur dari kasir supermarket, penyiar radio dan tv hingga orang yang saya kenal di sini. Kalimat itu bisa diterjemahkan “Jaga Kesehatan!” hanya untuk menandakan bahwa sehat itu investasi. Kini perhatian seluruh dunia begitu menguatkan paradoks tersebut. Bahwa kita semua ingin tetap sehat secara fisik dan mental. Sehat itu sejatinya tidak hanya sekedar sehat secara fisik dan terhindar dari penyakit, tetapi secara mental pun begitu. Sehat itu dambaaan setiap orang. Apa artinya punya segalanya, jika kita tidak bisa menikmatinya hanya karena kita sakit.

Baru-baru ini saya mendapatkan pencerahan soal pendekatan kesehatan yang selama ini saya salah menerapkan. Contohnya, saya sakit maag, masalah pencernaan. Saya terbiasa untuk berpikir, ‘Apa yang membuat saya sakit maag?’ itu baik tetapi itu hanya melihat ke belakang (=masa lalu, penyebab) yang sudah terjadi. Sebaliknya, jika saya berpikir ‘Apa yang membuat saya sehat (=tidak sakit maag)?’ maka saya akan berpikir di kemudian hari, apa yang akan terjadi, agar saya bisa sembuh dari sakit maag dan tidak lagi mengalami masalah pencernaan di kemudian hari.

Pendekatan ‘Apa yang membuat saya sehat?’ itu menawarkan solusi dan harapan ke depan. Sementara jika saya melakukan ‘Apa yang membuat saya sakit?’ adalah sebuah refleksi penyebab yang memikirkan apa yang sudah terjadi. Agar saya tetap sehat maka saya juga perlu memikirkan bahwa fisik dan mental saya pun harus sehat. Masa lalu hanya mencari penyebab sakit, sedangkan pemikiran tetap sehat memberi solusi untuk masa depan.

Berikut 5 ide baik yang saya jalani agar saya tetap sehat selama berdiam di rumah.

1. Manajemen diri agar terhindar dari stress

Apakah anda berpikir bahwa berdiam di rumah, dikarantina, isolasi diri atau apalah namanya tidak membuat stress? Apakah seseorang tidur seharian tidak membuat stress? Apakah seseorang hanya duduk, diam dan tidak bekerja di rumah tidak membuat stress? Stress itu menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Seorang anak kecil yang disuruh diam di rumah dan tidak boleh keluar rumah pun bisa membuatnya stress. Seseorang yang terbiasa rutin bekerja, berangkat pagi pulang malam dengan segudang aktivitas di luar rumah lalu tiba-tiba berdiam di rumah seharian, apakah dia tidak mengalami stress?

Ini tentu harus diatasi, bagaimana agar seseorang bisa mengelola stress selama berdiam di rumah. Stress muncul ketika terjadi kesenjangan antara harapan dengan kenyataan hidup. Mau belajar atau bekerja tenang di rumah, tetapi harus pula menjaga dan dan mengajari anak-anak yang belajar di rumah. Stress juga terjadi mendengar pemberitaan soal wabah corona di luar. Stress memikirkan keuangan selama tidak bekerja pun bisa terjadi.

Saat stress, ada orang yang begitu berisiko mengalami sakit atau rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, saya perlu mengelola diri selama berdiam di rumah agar tidak stress. Berpikir positif dan selalu bersyukur adalah cara saya terhindar dari stress selama berdiam di rumah. Melihat foto-foto dan video liburan yang sudah terjadi membuat saya bersyukur atas apa yang saya miliki, bukan apa yang belum saya miliki.

Kenali apa yang membuat stress selama berdiam di rumah! Segera cari cara mengatasinya! Mengajari anak belajar di rumah bisa dibebankan pada peran ayah dan ibu, juga mungkin anggota keluarga lainnya. Terlalu banyak menyimak media sosial menimbulkan stress, maka matikan notifikasinya. Bermain dengan berbagai permainan tradisional atau moderen yang membuat kita bisa menikmati waktu selama berdiam di rumah.

Nikmatilah waktu berdiam di rumah dengan cara masing-masing. Cara saya dan cara anda mungkin saja berbeda, tetapi menikmati hidup itu sama, yakni tanpa syarat titik. Sampai waktu yang ditetapkan pemerintah berakhir, kita bisa melakukan hal positif, pengembangan diri, agar terhindar dari stress.

2. Meditasi dan Berdoa

Saya sempat kecewa karena beberapa rencana dibatalkan dan tidak terlaksana karena harus berdiam di rumah. Apa boleh buat! Lalu meditasi adalah cara saya menemukan kedamaian batin. Tak perlu waktu berjam-jam. Bagi saya, meditasi adalah saya punya waktu beberapa lama untuk berdiam diri, atur nafas dan berdiam dengan posisi yang nyaman di tempat sunyi atau kadang disertai instrumen meditasi. Ternyata ini membantu saya untuk mengelola pikiran dan perasaan agar tetap positif.

Tak harus meditasi, berdoa pun bisa dilakukan. Lakukan dengan cara anda membangun relasi dengan Tuhan. Berdoa itu seperti membangun rasa syukur, hati bahagia dan pengalaman positif lainnya. Berdoa di rumah agar wabah corona segera berlalu di seluruh dunia.

3. Lakukan aktivitas positif (Membaca, memasak, menulis, berolahraga, melukis, menonton film, dsb)

Melakukan apa yang menjadi kesukaan dan minat pribadi seperti memasak menu baru, bermain tradisional, melukis, berkebun, menulis jurnal bahkan senam, naik turun tangga pun dilakukan. Apa pun itu, aktivitas tersebut memberikan dampak yang luar biasa sembari berdiam diri di rumah. Ini bukan sekedar mengisi waktu luang karena terpaksa berdiam di rumah. Aktivitas positif bertujuan meningkatkan minat yang membuat keseharian di rumah tidak membosankan. Aktivitas positif dimaksudkan untuk membangun suasana perasaan yang membahagiakan, meski kondisi di luar masih belum menentu dan mengkhawatirkan.

4. Makan bernutrisi seperti buah dan sayur, kurangi gula dan junk food

Apa yang dirasakan tubuh sepanjang hari rupanya bergantung dengan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Memasak adalah cara untuk melakukan aktivitas positif, disamping saya tahu apa saja bahan makanan di dalamnya. Dengan begitu, saya bisa atur sesuai selera dan kebutuhan saya.

Di rumah seharian, saya bisa mengatur menu sehat bernutrisi yang seimbang. Bila selama ini, saya terlambat makan atau melewatkan waktu makan siang, kini waktu makan saya lebih teratur. Bila saya kadang melewatkan sarapan pagi, kini saya bisa menikmati sarapan pagi lengkap tanpa terburu-buru.

Agar tetap sehat, saya siapkan sayur dan buah. Untuk makan dan minum, saya atur kadar gula agar tidak berlebihan. Jika selama ini saya makan sembarang seperti junk food dan makan terburu-buru saat makan siang, kini saya bisa makan bernutrisi sesuai selera dan tanpa terburu-buru.

5. Bagikan apa yang dirasa dengan orang lain (telepon, chatting, sms, video call)

Berdiam di rumah bukan berarti berhenti berkomunikasi dengan keluarga, kerabat dan teman lain. Meski dunia sosial kita dibatasi, bukan berarti kita membatasi komunikasi. Ada komunikasi digital yang membantu saya tetap terhubung dengan siapa saja seluruh dunia. Berbagai cerita dan pengalaman adalah hal yang lumrah karena kita adalah makhluk sosial.

Jika selama ini saya tak punya waktu chatting karena begitu sibuknya, kini saya bisa aktif dan menyapa siapa saja yang dikenal. Saya punya waktu mendengarkan mereka yang membutuhkan saya. Kini waktunya membangun relasi yang akrab, ketika biasanya saya begitu sibuk dan tak sempat membalas pesan chatting.

Kesimpulan

‘Apa yang membuat saya (tetap) sehat?’ adalah cara saya mengontrol diri agar sehat fisik dan mental selama berdiam di rumah. Tiap orang punya caranya masing-masing sesuai kebutuhan. Hidup anda ada dalam kendali tangan anda.

Jaga kesehatan dan selamat berhari Minggu!

Keajaiban Hidup Adalah Saat Kita Bisa Melewati Krisis: Film To The Wonder (2013)

  • Judul film: to the Wonder
  • Genre: Drama
  • Tahun: 2013
Ilustrasi film.

Sinopsis film

Film ini bercerita tentang drama kehidupan antara sepasang suami-isteri dan kehidupan panggilan selibat sebagai seorang imam, pemuka agama katolik. Diawali dengan kisah cinta antara Neil, seorang warga Amerika dengan Marina, warga negara Eropa timur yang bertemu di Paris. Mereka saling jatuh cinta meski Marina sudah memiliki seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun. Perjalanan cinta mereka tampak dari kunjungan mereka ke Mont Saint-Michel, Normandia yang membuat mereka begitu bahagia penuh cinta. Di film ini diperlihatkan bagaimana indahnya Normandia sebagai kebesaran Tuhan dan kemesraan mereka berdua. Bagi Marina, perjalanan cintanya dengan Neil adalah sebuah keajaiban (the Wonder).

Setelah mereka menikah secara resmi, Neil mengajak Marina untuk pindah ke negeri Paman Sam. Di USA, Neil mendapatkan pekerjaan baru sementara Marina harus beradaptasi di tempat baru. Bersamaan dengan itu, ada Romo Quintana, seorang imam yang harus melayani umatnya dengan berbagai persoalan kehidupan sosial. Romo Quintana bekerja mengunjungi orang yang bermasalah dengan hukum di penjara. Keseharian Romo Quintana juga melayani umat yang sakit atau mengalami permasalahan sosial.

Kebahagiaan Neil dan Marina berubah ketika Neil bertemu dengan perempuan sepermainan masa kecilnya bernama Jane. Meski Jane sudah menikah, tetapi Jane kini sedang menghadapi permasalahan rumah tangga dengan suaminya. Pertemuan Jane dan Neil yang intens menyebabkan keduanya jatuh cinta. Neil pun berselingkuh dari Marina. Perselingkuhan tidak dibenarkan bagaimana pun. Romo Quintana hadir menguatkan mereka untuk tetap bersama.

Drama hidup Neil dan Marina semakin meruncing ketika Marina tahu bagaimana Neil berselingkuh. Di sisi lain, anak perempuannya Tatiana mulai bosan karena tak ada teman bermain. Tatiana ingin kembali ke Eropa. Permasalahan pun timbul tentang ijin tinggal Marina dan putrinya di USA, batas visanya sudah mulai berakhir. Sepertinya Neil tak ingin memperpanjang visa mereka apalagi Neil cemburu begitu mendapati Marina pernah pergi kencan dengan seorang tukang kayu. Neil marah besar kepada Marina.

Pada akhirnya Neil dan Marina bercerai. Neil tampak bersama Marina ke bandara untuk mengantarkan Marina pulang kembali ke Prancis. Kisah pernikahan mereka berakhir di situ. Sementara Romo Quintana yang pernah mengalami krisis panggilan sebagai seorang imam semakin dikuatkan dengan doa Santo Patrick “Kristus bersama saya dan seterusnya” dimana doa yang dilafalkan Romo Quintana membuatnya bertahan untuk terus melayani umat yang membutuhkan kasih Tuhan. Mereka yang sakit, mereka yang miskin, mereka yang terpinggirkan adalah mereka yang memerlukan lawatan kasih Tuhan lewat Romo Quintana. Film ditutup dengan Romo Quintana yang melafalkan doa Santo Patrick.

Pesan moral

Saya tidak bisa berpendapat untuk film review karena saya tidak cukup ahli menjelaskannya. Film ini dinominasikan dalam Venice Film Festival tahun 2012. Film ini tidak terlalu banyak dialog, mungkin orang memandangnya membosankan tetapi bagi saya ini seperti refleksi pemain dalam peran kehidupannya. Setiap orang di dunia memiliki perannya masing-masing. Bagaimana ia merefleksikan peran dalam hidupnya, itu yang membuatnya sarat makna.

Setiap orang dalam hidup pasti pernah mengalami krisis. Krisis sendiri diambil dari bahasa Yunani “Κρίση” yang berarti suatu peristiwa hidup yang menuntun pada ketidakpastian dan memberi situasi membahayakan. Krisis dalam pengertian lain berasal dari negeri Tiongkok. Huruf karakter China yang menunjukkan ‘krisis’ bisa memiliki dua pengertian yakni ‘bahaya’ atau ‘kesempatan’ sehingga bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Krisis dalam film ditunjukkan ketika pasangan berbahagia Neil dan Marina menikah dan pindah ke negeri Paman Sam. Krisis perkawinan seperti perselingkuhan hingga berbuntut perceraian terjadi ketika Neil dan Marina mulai kehilangan gairah hidup, dimana dahulu cinta yang mereka sebut itu ‘keajaiban’. Bahwa migrasi seseorang bisa saja membuat krisis, ini pula yang dihadapi Tatiana, putri Marina yang tidak memiliki teman dan sulit menerima ayah barunya, Neil.

Krisis tidak melulu terjadi pada orang miskin atau orang yang bermasalah pada hukum. Toh, seorang imam seperti Romo Quintana pun mengalami krisis panggilan dalam hidupnya. Hidup itu bisa mendatangkan krisis. Krisis normatif misalnya bagaimana orang melalui masa pubertas atau ada juga yang mengalami ‘mid-life crisis’ yang berarti krisis itu bisa terjadi seiring usia. Namun bagaimana menangani krisis hidup, itu yang diperlihatkan dalam film ini.

Bagaimana anda menyebut ‘keajaiban’ atau ‘the wonder’ dalam hidup ini? Silahkan saksikan sendiri film yang sudah tayang beberapa tahun lalu! Anda bisa memaknainya dengan krisis yang kini melanda dunia atau anda ingin memahaminya untuk kalangan sendiri? Selamat menonton!

Musim Semi Tiba, Pelajari 5 Hal Berkebun Untuk Pemula Seperti Saya

Bibit tanaman mulai dijual di supermarket, tanda musim semi sudah dimulai.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hari Jumat lalu (20/3) adalah hari pertama dimulainya musim semi di Jerman. Itu artinya musim dingin pun sudah berlalu dan berganti musim yang baru. Tiap musim punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pergantian musim selalu disambut gembira agar kehidupan baru yang lebih baik segera berlanjut. Meski wabah corona masih melanda Jerman, tetapi banyak orang optimis ini akan segera berlalu seiring pergantian musim.

Kami masih berdiam di rumah sampai batas waktu ditentukan. Ada banyak ide bisa dilakukan di rumah seperti mencoba berkebun. Jangan bayangkan berkebun seperti layaknya profesional yang menghasilkan panen nantinya berlipat-lipat! Berkebun yang saya maksud adalah untuk pemula yang nantinya hanya dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

Oleh karena itu, teknik berkebun untuk pemula perlu diperhatikan. Siapa tahu anda bisa seberuntung saya bisa menikmati panen tomat cherri atau cabai, sehingga tidak perlu membelinya lagi. Anda juga bisa mencoba tanaman lain seperti tanaman yang digunakan buat masakan. Ada basilikum, seledri atau daun schnittlauch, yang bisa digunakan untuk bahan masakan.

Ilustrasi. Menikmati hasil panen itu rasanya sesuatu yang luar biasa.

1. Berkebun itu bukan sekedar isi waktu luang

Awalnya saya berpikir bahwa berkebun itu mudah, hanya tancapkan tanaman yang dikehendaki atau sering saja menyirami tanaman. Ternyata tidak seperti itu. Berkebun itu tetap perlu ‘hati’ artinya kita mengerjakannya dengan penuh cinta, bukan sekedar isi waktu lowong. Jika kita ingin hasil maksimal dalam berkebun, maka lakukan juga dengan penuh cinta.

Berkebun itu seperti menikmati waktu bersama tanaman yang disayangi. Anda bisa bayangkan berkebun seumpama kita memelihara hewan peliharaan. Semua diperlukan dengan penuh cinta. Berkebun itu bisa dijadikan profesi, tetapi saya kali ini menekankan berkebun sebagai hobi atau kebiasaan baru di rumah. Bukan untuk mengisi waktu luang, tetapi hasil berkebun tentu dinikmati sendiri dan lebih sehat lagipula.

2. Tentukan dimana lokasinya

Berkebun tentu butuh lahan untuk tanaman yang dikehendaki. Tak penting seberapa luas lahan yang anda miliki, yang penting niatnya untuk berkebun. Anda bisa manfaatkan halaman belakang rumah untuk ditanami atau balkon rumah yang tak luas. Intinya, lokasi dan luas lahan menentukan juga tanaman yang dikehendaki.

Tak punya lahan untuk ditanami, bukan berarti anda tak bisa berkebun. Ada teknik moderen yang bisa disiasati, misalnya tanaman dengan pot seperti tanaman basilikum atau seledri yang bisa diletakkan di pot di dapur. Sewaktu-waktu tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan. Ada juga tanaman gantung untuk menghiasi beranda rumah. Bunga hidup yang bisa diletakkan di dalam rumah pun bisa termasuk dalam kegiatan berkebun.

3. Beli bibit dan pilih tanaman yang dikehendaki

Mulainya musim semi bisa tampak dari ketersediaan bibit tanaman yang dijajakan di rak supermarket. Tak perlu ke supermarket khusus untuk membeli bibit tanaman, supermarket di sini menyediakannya. Berbagai bibit tanaman tersedia dengan mudahnya. Atau tanaman yang sudah berpot bisa diperoleh sesuai selera dan kebutuhan.

Tak hanya dijual dengan harga terjangkau, bibit tanaman terkadang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan supermarket. Itu yang saya alami di sini. Atau bibit tanaman juga diberikan gratis sebagai kampanye cinta bumi. Keren ‘kan!

4. Rajin untuk merawat kesuburan tanaman

Tidak semua tanaman itu punya perawatan yang sama. Tidak perlu juga menjadi ahli tanaman untuk berkebun. Anda perlu rajin merawatnya sesuai kebutuhan tanaman. Bila anda membeli bibit tanaman atau tanaman berpot di sini maka selalu tersedia petunjuk informasi bagaimana merawatnya dengan baik. Seperti berapa banyak anda harus menyiramnya, jangkauan sinar matahari hingga perlunya pupuk agar bisa tetap subur.

Bila anda tidak memiliki informasi perawatan, anda bisa bertanya kepada petugas yang menjualnya. Biasanya mereka adalah orang yang mumpuni dan dibekali pengetahuan untuk merawat tanaman.

5. Konsisten dan komitmen bila ingin hasilkan tanaman yang dikehendaki

Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, bersabarlah! Segala sesuatu itu butuh proses untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu konsisten dan komitmen untuk merawatnya mulai dari bibit hingga menjadi tanaman yang dikehendaki. Ini adalah kunci bagi pemula yang memulai berkebun seperti saya.

So, apakah anda sudah mulai tertarik berkebun seperti saya?

Tips Untuk Anda (11): 10 Hal Berikut Harus Dilakukan Saat Gunakan Mesin Cuci Piring di Rumah

Ilustrasi. Mesin cuci piring rumah tangga biasanya bisa dipesan bersamaan desain kitchen set di awal.

Mesin cuci piring kini menjadi alat bantu rumah tangga moderen yang yang sangat diperlukan bagi mereka yang ingin praktis. Saya ingat dulu saya punya beberapa teman yang tak suka mencuci piring dan perlengkapan makan selesai waktu makan. Alasannya, mereka merasa jijik, enggan bahkan malas untuk mengerjakannya. Lainnya mengaku bahwa mencuci piring merupakan pekerjaan rumah tangga menyita waktu. Sementara saya lebih suka mencuci piring dan perlengkapan makan ketimbang memasak.

Setelah saya memiliki mesin cuci piring di rumah, saya paham bahwa ini sangat membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah sama seperti mencuci pakaian. Jika kita tahu bagaimana memanfaatkan mesin cuci piring sesungguhnya mesin cuci piring itu lebih hemat listrik dan air. Memang tak semua perlengkapan makan bisa dimasukkan dalam mesin cuci piring, misalnya baskom besar, panci ukuran besar dan peralatan makan yang berat seperti uleg-uleg batu misalnya. Namun saya merasa terbantukan memiliki mesin cuci piring di rumah.

Sesungguhnya mesin cuci piring dalam keperluan rumah tangga, berbeda dengan mesin cuci piring untuk keperluan bisnis. Mesin cuci piring untuk keperluan bisnis punya daya watt yang besar dan bekerja lebih cepat. Bahkan fungsinya bisa terpisah, ada yang khusus untuk piring dan perlengkapan makan dan yang lain mesin khusus untuk gelas kaca (=gelas beling).

1. Bersihkan peralatan makan sebelum dicuci

Jangan pernah meletakkan piring dan perlengkapan makan dengan sisa makanan yang masih menempel! Karena sisa makanan yang menempel pada sendok makan misalnya, pada saat di dalam mesin cuci piring dan tak terjangkau di sendok tersebut maka sisa makanan pada sendok akan mengerat dan membekas. Akibatnya akan lebih sulit dibersihkan. Lagi pula mesin cuci piring rumah tangga itu berbeda dengan mesin cuci piring untuk kepentingan bisnis yang mudah dibersihkan tiap saat. Sebaiknya bersihkan dulu segala perlengkapan makan dari kotoran makanan/minuman yang menempel pada perlengkapan sebelum diletakkan di mesin cuci piring.

2. Nyalakan mesin cuci piring saat sudah penuh

Setelah perlengkapan makan sudah dipakai dan dibersihkan dari kotoran makanan/minuman maka tunggulah sampai mesin cuci piring penuh. Anda tak mungkin menggunakan mesin cuci piring tiga kali sehari setelah waktu makan. Saya menyalakan mesin cuci piring sekitar dua atau tiga hari sekali tergantung frekuensi dan banyaknya perlengkapan makan yang digunakan. Untuk keperluan rumah tangga, mesin cuci piring di rumah dikemas berbeda untuk keperluan bisnis, yang setiap saat bisa dinyalakan. Jika mesin cuci piring sudah penuh, kita bisa menyalakannya. Tentu ini lebih efisien, hemat energi dan air juga.

3. Atur dan seleksi peralatan makan sebelum dicuci

Mesin cuci piring rumah tangga umumnya dua tingkat. Tingkat pertama biasanya saya gunakan untuk cangkir dan perlengkapan makan yang tak berat. Saya biasanya menempatkan sendok sayur, piring kecil atau mangkuk kecil. Kadang mangkuk plastik yang berminyak, bekas memasak pun saya letakkan di tingkat atas. Usahakan agar tingkat atas tidak memiliki beban berlebihan dibandingkan tingkat bawah. Pastikan juga piring besar tidak mengganggu kipas mesin cuci piring. Jangan biarkan menumpuk dan menempel perlengkapan makan sehingga tidak terjangkau untuk dibersihkan.

4. Untuk gelas kaca, sebaiknya dicuci terpisah

Umumnya gelas kaca tidak terlalu kotor dan memerlukan mesin cuci piring. Gelas kaca biasanya saya gunakan untuk minum air mineral, sirup, soft drinks dan sebagainya. Sisanya saya lebih gunakan cangkir. Berbeda bahan material antara gelas kaca dengan cangkir tentunya. Gelas kaca memiliki mesin cuci tersendiri, namun umumnya tidak banyak diperlukan dalam keperluan rumah tangga. Untuk berhemat, gelas-gelas kaca saya cuci manual. Cukup tutup wastafel dengan karet penutup, penuhi dengan air panas. Lalu biarkan semua dalam di dalam wastafel beberapa saat dan beri sedikit sekali sabun. Kemudian anda bisa membilasnya dan membiarkannya kering beberapa menit.

5. Pisau pemotong sayuran dan daging tidak dicuci dengan mesin cuci piring

Tidak semua perlengkapan makan bisa dicuci dengan mesin cuci piring. Misalnya pisau yang digunakan untuk memotong sayuran dan daging. Mengapa? Mesin cuci akan membuat pisau menjadi tumpul dan tak berfungsi dengan baik. Saya biasanya mencucinya langsung setelah digunakan. Pisau untuk keperluan makan seperti yang menjadi kebiasaan makan di Eropa, tentu anda bisa mencucinya dengan mesin cuci piring.

6. Gunakan deterjen yang tepat dan khusus mesin pencuci piring

Harga deterjen mesin cuci piring memang lebih mahal ketimbang deterjen untuk mencuci piring manual. Namun deterjen mesin cuci piring memang menjamin higenitas peralatan makan yang digunakan. Deterjen khusus pencuci piring milik saya bentuknya tablet. Pernah suatu kali saya pakai deterjen yang tidak tepat dan berharga murah, hasilnya bercak bekas deterjen menempel pada peralatan makan dan peralatan makan tidak maksimal bersihnya. Sebagai konsumen, kita perlu mempertimbangkan deterjen yang tepat sesuai kebutuhan.

7. Bersihkan karet dan saringan residu pada mesin cuci piring secara teratur

Apa pun namanya sebagai alat bantu manusia, tentu kita harus merawat dan membersihkannya usai digunakan. Begitu pun mesin cuci piring. Saat saya sedang libur seperti sekarang, saya manfaatkan waktu dengan membersihkan karet yang menjadi lubang air mesin cuci piring dan karet penyaring. Hal ini untuk membantu agar mesin cuci tetap terawat dan tidak mengeluarkan bau yang tak sedap.

8. Selesai mesin cuci piring berhenti, ini yang harus dilakukan

Jika kita sudah menggunakan mesin cuci piring, tunggulah sampai mesin cuci piring dengan penunjuk waktu berhenti! Lalu tarik bagian penutupnya agar uap dari mesin cuci piring bisa keluar. Ini akan membantu mengerikan perlengkapan makan yang sedang kita cuci. Tunggu beberapa saat maka anda bisa meletakkan dan mengembalikan piring dan perlengkapan yang sudah bersih ke tempat semula. Sepele memang, tetapi ini adalah cara merawat mesin cuci piring yang baik.

9. Keringkan dan bersihkan dengan air

Jika peralatan makan masih tampak basah, maka gunakan waslap bersih untuk mengeringkannya. Namun ini jarang sekali saya temukan terjadi. Pun bila ada peralatan makan yang masih bernoda, bisa gunakan air dan segera dikeringkan. Ini penting untuk sendok, garpu dan pisau makan karena terbuat dari bahan stainless steel agar tetap terawat.

10. Pasang pewangi khusus

Saya juga gunakan pewangi yang ditempelkan di mesin cuci piring untuk menjaga kelembaban dan menghindari bau tak sedap dari mesin cuci. Cukup ditempelkan saja di salah satu bagian rak dalam mesin cuci piring.

Semoga sepuluh tips di atas bermanfaat!

10 Aktivitas Menghilangkan Kebosanan di Rumah Karena Tak Bisa Berpergian Akibat Pandemi Corona

Ilustrasi.

Tak ada yang bisa menebak apa yang terjadi dalam hidup. Segudang rencana sudah disusun saat awal tahun. Sejumlah ide perjalanan sudah terbayang di sepanjang tahun. Beberapa tawaran pekerjaan untuk mengganti haluan di tahun ini pun sudah dibuat. Semua batal bahkan tertunda karena pandemi virus corona yang sekarang melanda dunia.

so ist das Leben eben” kata orang Jerman. Atau kata orang Prancis “c’est la vie” yang bisa dikatakan dalam bahasa Indonesia, itulah hidup. Kita hanya berencana, tetapi ada sesuatu yang berada di luar kendali kita yang menentukan semua itu.

Saya tidak cukup ahli untuk menceritakan soal pandemi virus yang kini mewabah di dunia, termasuk di wilayah tempat tinggal saya. Namun saya punya 10 ide berikut yang bisa dilakukan selama kita berada di rumah agar kita tetap aktif dan produktif.

1. Beribadah di rumah

Ketika bencana, wabah, kesulitan dan krisis terjadi pada manusia, umumnya kita kembali berserah pada Tuhan. Aktivitas ibadah mingguan yang seharusnya dilakukan kemarin tiba-tiba ditiadakan di gereja wilayah tempat tinggal saya. Tentu ini tidak menyurutkan niat dan minat tiap orang untuk beribadah, kita bisa tetap beribadah di rumah. Sementara berbagai ahli bertindak untuk menanggulangi penyebaran virus corona dan melakukan penyembuhan maka kita bisa berharap keajaiban dan mujizat dari Tuhan lewat ibadah di rumah.

2. Lakukan aktivitas harian dari rumah

Bekerja dan belajar dari rumah, bukan tidak mungkin bisa dilakukan. Ada yang menerapkan program belajar jarak jauh, ada pula yang mengadakan temu wicara online yang membahas pekerjaan. Bukankah kini komunikasi digital mampu mengatasi jarak dan ruang? Sementara saya tetap menulis blog harian sebagai misi 1000 hari blogging, datang bekerja bilamana diperlukan, mengerjakan bahan ujian di rumah dan berinteraksi dengan banyak orang lewat komunikasi maya.

Selama ini aktivitas saya lebih banyak di luar rumah karena itu mungkin begitu menarik perhatian dan menyita waktu, mengapa tidak membangun suasana rumah yang nyaman untuk bekerja dan belajar. Saya kondisikan ruang kerja/belajar di rumah yang mungkin tidak terpikirkan. Toh, kita bisa menikmati suasana kerja/belajar yang hommy dan santai. Waktunya berhemat pengeluaran ‘kan.

3. Membaca

Ada sejumlah buku yang dibeli di pameran buku dan toko buku yang belum dibaca, akhirnya saya menghabiskan waktu dengan berburu bahan bacaan tersebut. Membaca pun tidak harus buku saja, saya bisa juga melakukannya dengan media lainnya sepanjang kita menyukai aktivitas membaca. Membaca pun bisa di balkon rumah sambil menikmati suasana jelang musim semi. Atau saya membaca sambil berendam air panas di bathtub rumah. Wah!

4. Olahraga di rumah

Apakah berolahraga hanya dilakukan di luar rumah? Tentu tidak. Ada banyak pilihan berolahraga yang bisa dilakukan di rumah. Mengitari halaman rumah beberapa kali, berlari kecil atau naik-turun tangga rumah adalah pilihan olahraga di rumah. Ada yoga, senam dan sebagainya yang juga bisa dipelajari dari media pembelajaran online.

5. Menonton film

Kita memang tidak bisa pergi ke bioskop sementara waktu, tetapi saya bisa menyaksikan aneka film yang tidak terpikirkan sebelumnya. Film drama, film biografi hingga film komedi sudah memiliki daftar urutan untuk ditonton di rumah. Smart TV pun memudahkan kita terhubung dengan internet sehingga memudahkan saya memilih film yang disuka. Tayangan program televisi di Jerman pun tak kalah banyak dan menariknya. So, kini waktunya menonton film di rumah.

6. Mencoba resep masakan baru

Kafe dan restoran ditutup? Siapa takut! Sementara waktu saya bisa mengembangkan eksperimen kreasi memasak yang bisa diujicobakan di rumah. Resep masakan bisa datang darimana. Asalkan ada kemauan, kita masih bisa memasak menu baru di rumah. Supermarket masih diijinkan dibuka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

7. Membersihkan rumah dan menata ulang

Punya banyak waktu di rumah? Ini waktunya bersih-bersih rumah dan menata ulang perabotan di rumah. Ide yang brillian, bahkan kini saya bisa menempatkan ruang kerja yang bersebelahan dengan milik suami. Membersihkan rumah ternyata menjadi cara ampuh untuk menyeleksi barang yang diperlukan dan membuang barang yang tidak butuhkan. Jika barang-barang tersebut tidak diperlukan, sementara waktu saya bisa simpan di gudang atau ruang bawah tanah.

8. Berkebun

Sebentar lagi musim semi tiba, banyak orang di sini sudah mulai bersiap bibit tanaman dan merapikan kebun mereka. Meski punya halaman tak luas, berkebun itu ternyata cukup menyita perhatian dan waktu tetapi hasilnya memuaskan. Tahun lalu saya berhasil memiliki tanaman tomat cherri yang rasanya ternyata lebih lezat ketimbang beli di supermarket. Ada beberapa tanaman bunga juga yang bisa menjadi pemandangan indah di balkon rumah. Salju sudah tak turun lagi maka kebun dan perkarangan rumah pun mulai menjadi perhatian orang Jerman di sini untuk bertanam dan berkebun.

9. Bermain di rumah

Bermain di rumah pun bisa dilakukan bersama suami. Bermain kartu, games online atau permainan tradisional masa kecil pun tak luput dari minat saya bermain di rumah. Bermain pun tak harus lewat permainan saja, ada juga kesempatan bernyanyi karaoke atau memainkan alat musik. Seru dan asyiknya di rumah!

10. Lakukan hobi baru semisal lukis, gambar, main musik, menulis, dsb.

Anda pasti tak percaya bahwa kini saya sedang mencoba melukis. Ya, di sini bisa dengan mudah di supermarket menyediakan kanvas dan cat warna. Akhirnya saya ketagihan melukis, memang belum tampak profesional tetapi hasil lukisan bisa untuk menghiasi dinding rumah. Hobi lain pun bisa anda lakukan asalkan anda suka mengerjakannya.

Sepuluh aktivitas di atas yang saya rencanakan dimaksudkan untuk mengurangi kebosanan di rumah sampai kondisi di luar membaik. Anda sendiri bagaimana?

900 Hari Tiap Hari Blogging: Belajar dari Multatuli dan Anne Frank

WordPress mengumumkan.
Patung Multatuli di Amsterdam.

Anne Frank Huis.

WordPress mengingatkan saya bahwa hari ini saya sudah memasuki 900 hari blogging tiap hari alias one day one post di hari ke 900. Bukan hal mudah untuk mencari ide menulis dan tetap memperbaharui blog tiap hari lewat artikel gado-gado atau tema bervariasi. Saya memang tak bermaksud pada satu tema saja di blog ini karena blog ini berisi pendapat dan pengalaman saya yang indah dari berbagai macam pernik kehidupan. Saya berterimakasih pada anda yang setia untuk berkunjung ke blog saya. Tema hari ke-900 blogging tiap hari adalah Multatuli dan Anne Frank dalam perjalanan ke Amsterdam.

Bukan senjata untuk melawan dunia, tetapi tulisan. Petikan itu benar adanya ketika Multatuli, sang penulis berkebangsaan Belanda itu berhasil membuktikannya. Multatuli sebagai nama pena, memiliki nama asli Eduard Douwes Decker, yang diperhitungkan sebagai penulis hebat di Belanda. Saya sendiri mengenal namanya lewat pelajaran-pelajaran di sekolah di Indonesia. Sebelumnya, saya sudah menyambangi Museum Multatuli di Lebak, Banten Indonesia.

Begitu menjejakkan kaki di Amsterdam, saya pun menyempatkan diri bertandang ke museum Multatuli di bilangan pusat kota Amsterdam. Sayangnya, saya datang di hari libur Natal sehingga museum tersebut tidak beroperasi. Namun ini tidak menyurutkan niat saya untuk mencari tahu, karya romannya juga masih tersedia di beberapa toko buku yang saya sambangi di Amsterdam. Multatuli yang lahir tahun 1820 di Belanda, semasa hidupnya ia pernah tinggal di Indonesia kemudian ia wafat di Jerman tahun 1887.

Poster di depan museum.

Melalui roman “Max Havelaar” yang diterbitkan tahun 1860, sistim kerja paksa yang sedang berlangsung di Indonesia kala itu berhasil dihentikan sepuluh tahun kemudian. Karya tulisannya yang menyentuh berjudul “Max Havelaar” berisikan tentang sistim tanam paksa (Cultuurstelsel) yang terjadi di Lebak, Banten di jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1860. Ia juga menyisipkan roman di dalamnya, seperti asmara Saidjah dan Adinda. Pembaca akan tersentuh dengan kisah dalam buku tersebut. Rupanya buah pikiran ini mampu mengubah dunia, meski butuh 10 tahun. Pada tahun 1870, sistim tanam paksa dihapuskan di Indonesia dengan terbitnya UU Agraria tahun 1870.

Rupanya menulis itu memberi kekuatan untuk memberi perubahan untuk dunia. Anda pasti mengenal beberapa nama penulis dunia yang juga melakukan hal yang sama untuk membuat perubahan. Meski itu sekedar buku harian saja, nyatanya hal itu memberi inspirasi bagi banyak orang. Sebut saja Anne Frank, seorang gadis belasan tahun yang menuliskan tentang situasi mencekam peristiwa perang dunia kedua dari sudut pandangnya, gadis berusia belasan tahun. Letak museum Anne Frank itu pun tak jauh dari Museum Multatuli.

Tampak muka, Museum Anne Frank Huis.
Rumah di tengah adalah museum Anne Frank.


Lagi-lagi saya tidak dapat menelusuri museum Anne Frank. Dua minggu sebelum kedatangan, tiket museum sudah habis terjual. Tiket museumnya hanya bisa dibeli secara online. Padahal saya begitu bersemangat untuk mengunjunginya, begitu tahu saya akan berangkat ke Amsterdam. Saya sendiri pernah menuliskan pelajaran yang dipetik Anne Frank saat menulis buku hariannya usai menonton dokumenter filmnya yang berbahasa Jerman. Saran saya, anda perlu membeli tiket museum Anne Frank satu atau dua bulan sebelum kedatangan agar bisa diijinkan masuk.

Mungkin saya atau bisa jadi anda belum sehebat mereka dalam menulis, tetapi siapa sangka bahwa catatan kecil yang kita buat bisa menjadi dokumentasi yang menginspirasi. Menulis itu memang tak mudah pun tak sulit, tetapi kebanyakan kita menjadi lupa untuk menuliskannya. Padahal setiap hari tangan kita disibukkan dengan menulis atau mengetik pesan singkat di smartphone. Kita mungkin juga menuliskan rencana harian atau laporan pekerjaan tetapi kita lupa membuat catatan di luar itu sebagai jurnal.

Menulis itu mencerahkan bagi penikmat tulisan. Bukan tak mungkin catatan yang kita tulis membawa perubahan dalam diri sendiri. Ini seperti self reminder untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena otak kita terbatas, yang tak mungkin menyimpan semuanya. Melalui tulisan, kita terbiasa mendokumentasikan apa pun yang berjalan. Anda bisa menyebutnya tulisan itu sebagai kenangan, tetapi saya lebih menyebutnya pengalaman dan mungkin pelajaran.

Dear lovely Readers, thanks for stopping by. Much love:)

Tips Untuk Anda (10): 8 Cara Merawat Baju Berbahan Wol

Sebelum membeli baju, periksa dulu karakteristik perawatan baju pada labelnya.

Baju berbahan wol memang menjadi salah satu pilihan untuk menutupi tubuh kala musim dingin seperti sekarang ini di Jerman. Baju berbahan wol mampu melindungi tubuh dari serangan rasa dingin karena bahannya yang tebal. Bahannya juga dipandang elastis untuk bentuk tubuh. Berpakaian wol di musim dingin tak pernah mati gaya. Begitulah kira-kira pepatah bagi pecinta fashion yang bisa menjadikan wol sebagai bagian dari mode.

Semenjak saya tinggal di benua biru, saya lebih memperhatikan keperluan penampilan. Ini dimaksudkan agar saya tidak salah kostum sehingga tubuh rentan terserang penyakit. Maklum saya lahir dan besar di area tropis. Jika saya sakit di musim dingin, tentu bukan musimnya yang salah tetapi cara berpakaiannya yang perlu diperhatikan. Alhasil ada beberapa baju berbahan wol yang kini menjadi koleksi saya.

Semula saya abai dengan koleksi baju berbahan wol yang harus saya rawat. Saya berpikir semua material baju sama saja. Ternyata saya salah. Baju berbahan wol memang diperlakukan khusus untuk mencuci dan merawatnya. Hal ini dimaksudkan agar baju tetap awet dan masih bisa dipergunakan lagi. Bayangkan bahwa tiap musim punya mode pakaiannya tersendiri. Tentunya merawat baju berbahan wol akan meminimalisir pembelian baju yang sebenarnya tak terlalu penting sebagai kebutuhan.

Berikut tips dari saya sebagai berikut:

Pertama, cuci dengan tangan sedapat mungkin.

Pengalaman buruk saya adalah mencuci baju berbahan wol dengan mesin cuci dengan air bersuhu 40 derajat celcius. Alhasil baju menjadi mengerut atau mengecil dari ukuran sebenarnya. Jika anda hanya punya satu atau dua baju berbahan wol, lalu biarkan air kran untuk mandi buat mencuci dan membilas baju berbahan wol. Cuci dengan tangan semampunya sudah cukup.

Kedua, jika perlu pakai mesin cuci pilih air suhu 30 derajat celcius atau air dingin.

Punya baju berbahan wol tak perlu bawa ke laundry lagi, melainkan cuci saja di rumah. Karena saya tak bisa mencuci dengan tangan maka saya gunakan mesin cuci. Tentu ada yang perlu diperhatikan. Mesin cuci di rumah itu punya pilihan air bersuhu 30, 40 atau 60 derajat celcius. Untuk baju berbahan wol pilihlah air yang digunakan bersuhu 30 derajat celcius. Ada juga pilihan lain dalam tombol mesin cuci adalah ‘air dingin’ ini juga bisa dipilih.

Ketiga, minimalkan deterjen atau gunakan sampo bayi untuk mencuci.

Pengalaman buruk saya adalah saya menggunakan deterjen baju yang mungkin untuk bahan wol terlalu banyak takarannya. Akhirnya baju wol yang saya pakai membuat kulit saya gatal-gatal. Saya baru sadar bahwa deterjen baju terlalu banyak takarannya setelah teman mahasiswa menebak penyebab gatal-gatal yang saya alami.

Keempat, jangan gunakan pemutih!

Mungkin kita merasa baju berbahan wol berwarna putih tampak kusam lalu kita putuskan perlu pemutih. Jangan lakukan itu! Ini tentu akan merusak serat material wol yang disebabkan kandungan kimia dari pemutih. Agar memudahkan mencuci, biasakan menyatukan semua cucian baju berbahan wol sehingga praktis pencuciannya.

Kelima, jangan gunakan mesin pengering baju!

Setelah baju wol sudah bersih tercuci dengan tangan atau mesin cuci maka bilas baju pun dengan air dingin. Di sini saya juga punya mesin pengering terpisah mengingat di musim winter seperti ini mesin pengering sangat membantu. Tetapi saya tidak menggunakan mesin pengering untuk baju berbahan wol. Jika saya ingin memerasnya, saya tak perlu kuat memilin pakaian agar seratnya tidak rusak.

Keenam, biarkan kering tanpa gantungan baju.

Setelah baju wol selesai dibilas maka biarkan kering secara alami. Jangan gunakan gantungan baju! Biarkan kering alami di tempat terang dan bersih dengan membentangnya di tempat datar. Tidak menggantungnya pula agar bentuknya tidak berubah. Cara jitu saya adalah meletakkan baju wol basah dekat dengan heizung, penghangat ruangan agar cepat kering.

Ketujuh, tidak menyetrika baju berbahan wol.

Jika baju berbahan wol sudah kering, jangan pernah menyetrikanya. Karena itu memang tidak diperlukan. Gunakan kedua tangan untuk merapikan tiap sisi baju dan lipatlah dengan baik. Simpan baju berbahan wol di lemari pakaian, dengan tidak menggantungnya.

Kedelapan, simpan baju dalam keadaan terlipat bukan digantung.

Selama ini kita bisa jadi terbiasa menggantung baju agar tampak rapi. Namun ini tidak berlaku untuk pakaian berbahan wol. Setelah dilipat tanpa setrika maka rawatlah baju berbahan wol dalam lipatan-lipatan. Hal ini dimaksudkan agar bentuk baju tidak berubah.

Demikian 8 tips dari saya. Satu hal, sebelum kita membeli baju maka periksa dulu karakteristik perawatannya. Hal ini dilakukan agar baju tetap awet digunakan. Setelah membaca saran saya di atas, semoga ini membantu anda merawat pakaian berbahan wol.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

5 Hal Ini Mungkin Efek Liburan Panjang

Ilustrasi.

Hari ini Senin (6/1) masih menjadi tanggal merah alias hari libur di sebagian wilayah di Jerman seperti tempat tinggal saya. Hari ini menjadi hari libur karena perayaan Hari Raya Tiga Raja atau Heilige Drei Könige sebagaimana yang pernah saya ceritakan. Setelah ini, umat katolik menandai pintu rumah mereka sebagai berkat sepanjang tahun dengan kapur yang diberikan para putra-putri altar yang datang ke rumah umat. Di Indonesia, kapur biasanya dibagikan setelah misa kudus.

Namun saya tidak membahas hari libur tetapi efek yang terjadi setelah libur berkepanjangan. Saya memang libur sekitar dua minggu lebih dan hal ini adalah umum bagi kebanyakan orang-orang di sini. Rupanya efek libur berkepanjangan itu memberi rasa yang berbeda untuk kembali melanjutkan rutinitas harian. Bisa jadi pengalaman ini juga dialami anda setelah anda mengambil libur panjang.

1. Jam tidur berubah

Liburan itu mengubah jam biologis. Betul ya? Rutinitas harian mewajibkan bangun tidur jam sekian, makan siang teratur dan tidur malam jam sekian. Ketika liburan, semua menjadi berubah. Ada keinginan bangun lebih siang sehingga tidak terburu-buru sarapan pagi. Makan siang dan mengemil sesuka hati. Tidur malam pun demikian karena aktivitas bebas yang dilakukan tanpa memikirkan besok harus bekerja.

Libur panjang itu memberi efek untuk mengembalikan jam biologis seperti semula. Dan itu tak mudah. Itu sebab satu atau dua hari perlu penyesuaian jam biologis yang membuat anda kembali seperti semula.

Baca juga: Apa saja manfaat liburan?

2. Kurang termotivasi menjalani rutinitas

Efek liburan kedua adalah motivasi menjalani aktivitas menurun. Hal ini wajar karena liburan itu memberi kesenangan yang dicari setiap orang. Rutinitas kehidupan seseorang diluar liburan bisa jadi memberi stress tersendiri. Seharusnya liburan yang baik adalah memberi motivasi dan semangat baru untuk melanjutkan aktivitas harian. Karena begitulah salah satu tujuan liburan.

Ilustrasi.

3. Masalah keuangan

Meski liburan sudah direncanakan dengan baik, dengan segala kebutuhan yang terjadi, nyatanya kita tidak bisa mengontrol sesuatu di luar kendali saat liburan. Liburan memang sudah teranggarkan dengan baik tetapi kenyataan bisa terjadi sebaliknya. Liburan berkepanjangan pun bisa memberi efek tersendiri dalam hal finansial. Bahkan kita harus berhemat, mengecangkan ikat pinggang atau membongkar celengan demi kebutuhan hingga tanggal gajian tiba. Atau, anda harus berhutang demi liburan dan mulai memikirkan cicilan hutang liburan. Tagihan ini dan itu pun harus dipikirkan di luar tagihan bulanan tetapi begitulah efek liburan berkepanjangan.

4. Pekerjaan tambahan di rumah

Sekembalinya dari liburan panjang, masih ada pekerjaan tambahan di rumah. Membersihkan rumah itu wajib hukumnya, kapan saja. Tak terbayang libur panjang dua minggu maka ada banyak hal yang harus dibenahi, dirapihkan dan dibersihkan. Jika anda punya kebun dan taman di rumah maka anda perlu memikirkan untuk menata lagi. Apalagi jika anda punya hewan peliharaan yang perlu dipikirkan perawatan sekembalinya dari liburan. Melelahkan memang sekembalinya liburan, tetapi begitulah.

Liburan itu penting tetapi sehat itu investasi.

5. Sakit

Efek terakhir liburan yang semoga saja tidak terjadi pada anda adalah sakit. Liburan itu memang menyenangkan tetapi kita bisa jadi tak terkontrol saat makan atau melakukan sesuatu. Sakit bisa mungkin terjadi usai liburan panjang. Rasanya sulit dijelaskan ke pihak personalia perusahaan bahwa kita menjadi sakit setelah liburan padahal liburan seharusnya memberi energi baru yang menyehatkan. Tetapi siapa yang bisa mengontrol kehidupan.

Dari lima hal di atas adalah efek yang mungkin saja terjadi usai libur panjang. Kita memang tidak bisa mengontrol apa yang terjadi setelah liburan, tetapi mencegah kemungkinan terjadi bisa dimaksimalkan. Perhatikan bahwa liburan seyogyanya memberikan efek positif bermanfaat, bukan mudarat.

Semangat Tahun Baru!

Happy New Year 2020

Ilustrasi.

It is all about TIME

Time flies so fast. And life contains the most of unexpected things. We will understand miracle of life fully when we allow the unexpected things to happen. Miracles do happen when you believe. The wise man said “Never give up before the miracle happens” because believing in yourself is the first secret to success.

As I dont know about tomorrow, I never save the best for later. Time is really precious. Sometimes the best thing you can do is not think, not wonder, not imagine, not obsess. Just breathe and have faith that everything will work out for the best.

All mentioned above is regarding my qoutes to inspire in beginning new year. Happy New Year to all my lovely readers and visitors!

Wir werden sehen was die Zeit bringt. Ein Prosit Neu Jahr 2020!

Selamat Tahun Baru 2020! Semoga sukses menyertai anda sekalian.

Seberapa Berani Petualangan Anda Tahun ini?

“Das Leben ist entweder ein wagemutiges Abenteuer oder Nichts.”

Ilustrasi.

Terjemahan peribahasa tersebut adalah hidup itu adalah petualangan, antara anda berani atau tidak sama sekali. Peribahasa ini saya dapatkan ketika saya ngobrol dengan sesama orang Jerman di sini. Kami bercerita satu sama lain tentang kunjungan ke berbagai tempat di dunia yang unik, menarik dan asyik. Akhirnya saya yang suka traveling berkesimpulan bahwa hidup itu memang sebuah petualangan dan biarkan itu berjalan sebagai pengalaman berharga.

Akhir tahun 2019 pun tinggal menghitung jari. Anda dan juga saya sama-sama akan memasuki tahun yang baru. Pertanyaannya, seberapa berani petualangan anda di tahun ini? Tentu pertanyaan ini bukan tentang traveling saja, tetapi apa yang sudah dicapai sepanjang tahun ini.

Apakah anda sudah berani memulai sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya?

Apakah anda sudah berani membuat perubahan hidup yang dulu menjadi niat awal tahun?

Apakah anda sudah berani menerima kegagalan dan kejatuhan yang buruk yang membuat anda terpuruk, malu dan gagal di tahun ini?

Apakah anda sudah berani menghadapi kenyataan ditolak, diremehkan dan rasa pesimis dari orang sekitar tentang mimpi yang ingin dibangun?

Ilustrasi.

Membangun keberanian itu tidak mudah. Ketika saya ingin berkunjung ke suatu tempat, ada rasa takut. Apakah tempat tersebut aman? Belum lagi orang yang tahu saya akan pergi pun bertanya “Saya dengar tempat itu tak aman.” Ditambah lagi informasi miring tentang tempat yang dikunjungi tersebut. Begitu tiba di tempat tujuan, semua berjalan baik sepanjang kita bisa menghadapinya dengan baik. Itu pengalaman petualangan yang saya pikir, antara saya berani menghadapinya atau tidak sama sekali.

Di akhir tahun, saya tidak akan membahas capaian resolusi dan segala hal soal rencana di sepanjang tahun. Saya pikir itu semua ada di tangan anda.

Jika goal anda tahun ini berhasil, anda pasti bahagia. Tetapi jika goal anda tidak terwujud di tahun ini, anda juga harus bahagia.

Karena anda masih punya harapan di tahun berikutnya sepanjang anda berani gagal, berani mencoba lagi dan berani untuk memperjuangkannya.

Terkadang saya berpikir, mengapa Tuhan meletakkan mimpi itu pada saya karena Tuhan tahu bahwa saya bisa memperjuangkannya dengan baik. Namun semua itu butuh keberanian. Berani memulai maka berani memperjuangkannya.

Di akhir artikel, saya hanya bertanya seberapa berani anda berpetualang di tahun ini?

Mereka yang berhasil adalah mereka yang berani memulai dan berjuang untuk mendapatkannya.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!