CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 27 April 2016. Pagi itu, aku bertemu dengan seorang nenek tua di tepian desa. Dia sedang mengambil air di sumur tua milik desa. Sumur tua yang terletak jauh dari keramaian desa, sehingga setiap orang harus berjalan berkilo-kilo untuk menjangkaunya, termasuk nenek tua di sebelahku … Continue reading CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

CERPEN (51): Inspirasi Kue Cokelat di Bulan Desember

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 1 Oktober 2017. Siang itu ibu mengundangku untuk datang menjenguknya. Maklumlah di usia ibu yang tak lagi muda, ibu meminta bantuanku untuk membuatkan kue cokelat. Katanya, ia sudah tak sanggup mengaduk adonan kue coklat. Meski kue cokelat buatanku tak seenak ibu atau nenek, tetapi … Continue reading CERPEN (51): Inspirasi Kue Cokelat di Bulan Desember

CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

Ini adalah Reblog dari artikel fiksi yang sudah tayang sebelumnya pada 7 September 2015. “Zwei Kaffee, bitte!” seru abang teman baikku. Abang datang mengajakku ngobrol di warung kopi. Meski warung kopi ini sederhana, entah mengapa ia memuji racikan kopi tempat ini. “Ok!” sahut sang pelayan yang sepertinya sudah terbiasa menerima order dari abang. Bisa jadi … Continue reading CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 8 September 2015. "Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati." Sore itu aku berkeinginan membuat kue cokelat yang disukai oleh … Continue reading CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Ini adalah Reblog yang sudah tayang dengan judul sama pada 9 September 2015. Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

Ini adalah Reblog dari artikel dengan judul sama dan sudah tayang pada 30 November 2015. Satu bulan lagi, tahun akan berganti. Tidak terasa perjalanan yang sudah dilalui, hari demi hari, bulan demi bulan dan kini sudah di penghujung tahun. Kira-kira apa yang sudah dicapai dari niat dan harapan yang kita lambungkan di awal tahun? Adakah … Continue reading CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 9 Januari 2016. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk. "Ayo bangun, nak. Apa kamu tidak sekolah?" tanya ibu dari luar kamar. Ibu langung masuk kamarku yang memang tidak terkunci. "Bergegas berangkat ke sekolah, kamu bisa bareng dengan abangmu." "Ibu, mengapa aku harus … Continue reading CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

https://i.postimg.cc/zXp9DMq4/1.png Ilustrasi.   Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 17 Januari 2016. "Cup. Cup. Sudah berhenti nangisnya," seru ibu mengelus bahuku. Aku terisak sesaat menghentikan tangisku. Aku tersenyum. "Ibu tahu apa yang kau butuhkan. Ini!" kata ibu sambil menyerahkan dua balon warna kesukaan padaku. Aku tertawa … Continue reading CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 10 September 2014 Anak: "Ibu, mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana?" Ibu: "Mungkin kau lupa berdoa ketika merencanakannya, anakku.” Anak: "Oh tentu tidak, Bu. Aku berdoa selalu setiap pagi dan malam hari. Aku pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi mengapa … Continue reading CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

CERPEN (40): Jangan Pernah Menjanjikan Sesuatu yang Belum Jadi Milikmu!

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 29 Mei 2016. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang belum jadi milikmu! Aku membaca tulisan yang tertempel di dinding apartemen milik teman baikku ini. Kalimat tersebut terukir indah di sebilah papan berhias sebagai penghias dinding. Tulisan tersebut tampak menohok karena tepat … Continue reading CERPEN (40): Jangan Pernah Menjanjikan Sesuatu yang Belum Jadi Milikmu!

Puisi (11): Aku Bersyukur

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan sudah tayang pada 2 September 2012. Aku bersyukur, Aku menjadi kuat ketika orang lain mencela dan memfitnahku. Aku bersyukur, Aku menjadi sabar ketika sesuatu yang kuharapkan tak kunjung datang. Aku bersyukur, Aku menjadi … Continue reading Puisi (11): Aku Bersyukur

Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 12 Juni 2016. Jika hidup adalah buku, maka bacalah dengan seksama dan nikmati kisah di dalam buku tersebut. Jika hidup adalah tarian, menarilah dengan penuh penghayatan seolah-olah tarian itu memukau penonton … Continue reading Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 2 Februari 2014. Dari sekolah, saya belajar menjadi pandai. Dari orang lain, saya belajar menjadi arif dan bijaksana. Dari kegagalan, saya belajar arti kesuksesan. Dari masa lalu, saya belajar tentang masa … Continue reading Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 4 November 2012. Saya belajar Saya belajar yang membuat hidup ini menarik adalah mewujudkan impian menjadi kenyataan. Saya belajar bahwa dalam hidup, justru hal-hal sederhana bisa menjadi paling luar biasa. Saya … Continue reading Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Ini adalah reblog dari artikel yang sama dan sudah tayang pada 14 Februari 2016. ______________ Aku terus melangkah menyusuri bibir pantai senja itu. Sayup-sayup angin melipir terasa di wajahku. Tak aku hiraukan ketika seseorang memanggil namaku untuk kembali. Percuma! "Tetaplah melangkah ke depan! Jangan pernah berjalan mundur ke belakang! Mungkin tapak kaki yang kau pijak … Continue reading CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”