CERPEN (9): Di Bawah Patung Bunda Maria

Ilustrasi. Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat sebelumnya pada 23 November 2008. Waktu menunjukkan pukul 19.10 wib tetapi misa minggu sore belum berakhir. Resah. Itulah yang dirasakan oleh Perempuan itu. Ia pun bergegas membereskan teks misa dan buku Puji Syukur di hadapannya. Perempuan itu berdecak lagi, menggoyang-goyangkan kedua kakinya naik turun, menggumam sambil … Continue reading CERPEN (9): Di Bawah Patung Bunda Maria

CERPEN (75): Mengapa Sulit Jadi Pendengar yang Baik?

Ini adalah Reblog dari cerita fiksi yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul yang sama pada 14 Desember 2015. Di suatu sore, seorang anak bertanya pada ibunya: Anak : Ibu, mengapa kau selalu mendengarkan saat aku berbicara? Ibu : Karena aku ingin tahu tentang keseharianmu dan apa saja yang kau lakukan, nak. Anak : Mengapa temanku … Continue reading CERPEN (75): Mengapa Sulit Jadi Pendengar yang Baik?

CERPEN (74): Menikmati Perjalanan Dua Cangkir Teh

Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah terbit pada 11 Desember 2015. "Berhentilah menilai, Nak. Apa yang kau lihat bisa jadi hanya persepsi. Bahkan apa yang baru saja kau dengar mungkin opini," kata ibu sore itu kala minum teh bersama. "Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, Bu." "Ikuti kata hatimu. Itulah kebenaran yang … Continue reading CERPEN (74): Menikmati Perjalanan Dua Cangkir Teh

CERPEN (73): Jangan Pernah Berhenti Bermimpi!

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 3 Maret 2016. Tuhan melihat dari awal hingga akhir. Jangan menyerah! "Sesuatu itu mungkin asalkan kamu kerja keras. Hört niemals auf zu träumen! Keep your dream ya!" katanya padaku saat aku menangis tidak terima kenyataan yang sedang terjadi. Dia memberikan tisu dan melap tangisku … Continue reading CERPEN (73): Jangan Pernah Berhenti Bermimpi!

CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

  Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat pada 3 September 2017. Anak: Ayah, mengapa aku harus mengikuti keinginan ayah? Ayah: Karena aku adalah ayahmu, sayang. Aku tahu apa yang kau butuhkan untuk masa depan. Anak: Masa depan seperti apa, Ayah? Ayah: Ayah ingin kau menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Jadi saat … Continue reading CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

Ini adalah Reblog dari artikel yang berjudul sama dan sudah terbit pada 15 September 2017. "Kita bisa belajar darimana saja, Anna" kata ayahku. "Hidup ini adalah proses belajar, bahkan dari alam dan binatang yang hidup di sini," kata ayah sekali lagi sembari kami menyusuri kebun binatang. Ibu dan kedua adikku masih tertinggal di belakang, tampak … Continue reading CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

CERPEN (70): Berbungalah Di Mana pun Kau Berada

  Ini adalah Reblog dari Cerita Pendek fiksi berjudul sama yang sudah terbit pada 20 Januari 2015. Tiba-tiba hapeku bergetar, tanda sms masuk. Aku cek di layar monitor tertera 'mother', Oh Mama sms aku rupanya. Aku tak sempat baca di kereta. Pasti sekarang di Indonesia sudah jam 5 sore, sementara di München masih jam 11, … Continue reading CERPEN (70): Berbungalah Di Mana pun Kau Berada

CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah terbit pada 23 Januari 2015. Ada dua orang murid bertanya kepada gurunya tentang impian. Mereka berdua memperdebatkan seberapa tinggi mimpi harus kita raih dalam hidup. Mereka sepakat untuk mencari tahu kepada Guru Bijak. "Wahai Guru Bijak, kami berdua bingung tentang maksud bermimpi yang guru utarakan … Continue reading CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Januari 2015. Seorang Murid yang punya kenangan masa lalu datang kepada Guru Bijak. "Guru, mengapa aku sulit sekali melupakannya?" tanya Murid cemas kepada Gurunya yang sedang memperbaiki pagar di suatu sore hari. "Ambillah paku ini dan tancapkan pada pagar itu!" perintah Guru … Continue reading CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu

Ini adalah Reblog dari cerita pendek berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Oktober 2015. Percapakan ibu dan seorang anak saat minum teh di sore hari, berikut: Anak : Bu, apa yang paling jahat di dunia ini? Ibu : Apa maksudmu, nak? Anak : Kemarin ibu guru di sekolah mengajarkan bahwa kita tidak boleh sombong … Continue reading CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu