Makanan Khas Timur Tengah (11): Couscous, Semacam Pasta dari Beras

Couscous dalam tampilan bisa jadi pengganti nasi.

Couscous terlihat tidak asing lagi buat saya saat saya menyambangi buffet makan siang dan makan malam sewaktu kami berlibur di Mesir. Pasalnya couscous ini ada juga di supermarket di Jerman yang dijual bersamaan dengan salad dan pasta yang sudah matang. Namun jujur saya belum pernah mencicipinya, seperti apa rasanya?

Makanan yang satu ini bisa dikatakan semacam pasta dari Timur Tengah. Begitu pendapat sebagian orang. Makan couscous dengan berbagai hidangan sudah terasa kenyang. Pasalnya couscous ini terbuat dari beras namun ada juga yang terbuat dari tepung semolina. Tepung semolina ini yang saya tahu bisa untuk membuat hidangan kue-kue dari Timur Tengah yang pernah saya cicipi. Tepung semolina ini terbuat dari biji gandum yang cocok untuk roti, pasta dan couscous untuk makanan khas Timur Tengah.

Jika dilihat lebih dekat, couscous itu tampak seperti biji-biji halus yang dikukus. Itu sebab couscous merujuk pada sejenis pasta seperti makanan Italia atau nudeln pada makanan Jerman. Couscous biasa menjadi side dishes untuk mereka yang berasal dari Timur Tengah, seperti Mesir. Tetapi seiring berjalannya waktu, couscous juga mudah ditemukan di benua biru seperti Jerman.

Untuk anda yang suka berkreasi makanan, couscous ini bisa menjadi alternatif makanan loh. Ini adalah alternatif yang populer selain nasi dan pasta. Couscous memang berasa tawar, tetapi teksturnya yang halus dan lembut menyebabkan couscous bisa menyerap pada aneka makanan. Anda bisa mengkombinasikan dengan sayuran dan daging rempah yang kaya bumbu pun sudah terasa enak.

Couscous tersedia di meja buffet saat prasmanan makan siang dan makan malam.

Untuk memasak couscous pun mudah. Anda bisa merendamnya terlebih dulu selama 10 menit. Ada yang memberikan campuran seperti kaldu, minyak dan air atau rempah yang membuatnya terada lezat. Setelah couscous direndam maka dia akan tampak mengembang. Anda bisa menambahkan sesuai selera anda. Misal couscous sebagai salad maka saya bisa tambahkan irisan daun peterseli, radieschen dan irisan tomat. Tambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Dijamin ini adalah makanan yang kaya nutrisi.

Semoga anda terinspirasi untuk mencobanya di rumah. Barangkali ini bisa menjadi alternatif bila bosan makan nasi, pasta atau roti.

Makanan Khas Asia (56): Korean Food Gimbap, Lalu Adakah Bedanya dengan Sushi?

Gimbap bisa diisi sesuai selera anda.
Gimbap yang saya nikmati di pasar pagi di Seoul, Korsel. Gimbap dibalut minyak wijen pada rumput laut. Ini juga membedakannya dengan sushi.

Hallo pecinta makanan Korea, saya kembali lagi mengulas makanan yang mungkin tertarik mencoba atau anda sudah pernah mencicipinya barangkali. Jika anda pernah ke Korea Selatan (Korsel) maka anda akan tahu gimbap itu begitu mudah dijumpai. Gimbap yang saya bahas ini diperoleh dari teman mahasiswa asal Korea Selatan yang memperkenalkannya dalam acara malam budaya di kampus, tempat saya belajar di Jerman.

Pernahkah anda makan gimbap?

Jika dilihat lebih dekat, maka anda perhatikan bahwa ini seperti sushi.

Atau pernahkah anda menikmati sushi, makanan khas Jepang?

Jika anda perhatikan sekilas, gimbap itu mirip dengan sushi ‘kan? Ketika teman asal Korsel ini sedang merencanakan untuk membuatnya, dia bermaksud meminjam sushi maker yang saya punya. Dalam artikel tersebut, saya bercerita bagaimana membuat sushi dengan bantuan alat tersebut, yang saya beli Jerman. Itu berarti sushi dan gimbap, sama atau beda?

Ternyata saya tidak sendiri. Ada sejumlah teman mahasiswa lain yang juga bertanya, apakah gimbap itu sama dengan sushi? Kebetulan satu orang mahasiswa berjaga dan memberikan satu per satu makanan asal negaranya, yang menjadi tanggungjawabnya. Dari penjelasannya, saya menjadi tahu bahwa sushi dan gimbap terdapat perbedaan. Penasaran ‘kan?

Gimbap bisa juga disebut kimbap. Mungkin kimbap terasa familiar, sedangkan bagi orang Korea lebih menyebutnya gimbap, hanya karena pengejaannya saja. Baik gimbap maupun kimbap adalah sama. Tetapi gimbap itu berbeda dengan sushi, makanan khas asal Jepang. Sushi sendiri sudah tak asing lagi di Jakarta, Indonesia. Ada banyak gerai sushi yang membuka bisnisnya. Saya kerap mencicipinya dahulu saat saya masih di Jakarta.

Gimbap di atas disajikan dua pilihan, yakni vegetaris dan non vegetaris. Untuk vegetaris terdapat telur dan sayuran di dalamnya. Sedangkan gimbap isian non vegetaris terdapat ikan dan daging. Gimbap menggunakan beras sedangkan untuk sushi biasanya menggunakan beras sushi khusus. Di supermarket di sini tersedia pilihan beras sushi yang memang berbeda dari beras pada umumnya. Itu sudah menjelaskan perbedaannya dengan sushi.

Disebut gimbap karena gim berarti rumput laut yang membungkusnya. Seperti yang anda lihat, tiap gimbap dibungkus dengan rumput laut. Sedangkan bap dimaksudkan dengan beras. Dari asal kedua kata ini maka makanan ini dikenal gimbap. Sedangkan orang luar Korsel lebih mengejanya menjadi kimbap.

Perbedaan lainnya juga pada saat kita membumbui sushi dan gimbap. Sushi bisa dibumbui dengan saus yang sedikit kecut seperti cuka dan wasabi. Ini sudah jelas membedakan antara sushi dan gimbap. Gimbap biasa dinikmati dengan minyak wijen. Gimbap terasa lebih manis, sedangkan sushi tidak.

Jika anda bertanya, manakah yang lebih dulu otentik gimbap atau sushi? Saya sendiri pernah mengulas bagaimana Korsel itu merupakan perpaduan dua budaya Tiongkok dan Jepang yang pernah menguasai negara tersebut. Kedatangan bangsa Jepang di masa lalu bisa jadi mempengaruhi kuliner di Korsel. Tentang kunjungan saya ke Korsel, bisa dicek di artikel-artikel sebelumnya.

Kreasi Sendiri (28): Mencampurkan Somay dengan Nasi? Begini Caranya

Somay berbalut kol yang sudah diberi bumbu kacang.

Selain kol, anda bisa memakai paprika besar sebagai resep aslinya.

Somay adalah salah satu jajanan populer saat saya masih anak-anak dulu. Saya suka membelinya karena harga somay yang terjangkau dan rasanya yang sederhana enaknya. Setelah pulang sekolah, saya makan somay yang dibeli di luar sekolah sudah terasa kenyang buat saya. Lambat laun somay menjadi makanan khas buat saya mengingatkan masa kecil saya yang indah di Jakarta. Dan saya pun ingin makan somay saat saya berada jauh di negeri perantauan, hasil percobaan saya berhasil dan bisa disimak di resep buat somay ala saya.

Suatu kali saya mendapati potongan harga untuk kol di supermarket. Kol di sini disebut weißkohl, dengan pilihan kol lain ada spitzkohl dan chinakohl. Namun saya membeli kol yang biasa saya jumpai di Jakarta, yakni weißkohl. Ukuran yang jumbo dan porsi makan saya yang sedikit, menyebabkan kol tak habis-habis. Ini yang memunculkan ide somay campur nasi. Resep ini hasil contekan resep paprika isi nasi, pemberian ibu mertua. Saya munculkan kreasi sendiri dengan memanfaatkan kol.

Untuk kreasi somay campur nasi ini, saya gunakan kol sebagai pengganti paprika, resep asli ibu mertua. Kol ini keras jika tidak direbus dulu dalam air panas. Masak hingga layu baru bisa digunakan untuk menggulung. Sedangkan isiannya saya gunakan daging sapi dan daging ayam giling. Anda juga bisa memanfaatkan ikan fillet, hanya saja anda perlu ekstra menghancurkannya terlebih dulu sebelum dicampurkan nasi.

Nasi yang digunakan bisa dimasak terlebih dulu sebelum dicampurkan jadi somay. Atau, saya manfaatkan nasi sisa kemarin karena suami saya memang jarang makan nasi. Daripada nasi terbuang, saya pergunakan nasi sebagai campuran somay. Hasilnya, makan dua sampai tiga buah somay ini sudah membuat kenyang. Ini bisa jadi menu kreasi anda di rumah loh.

Tak lengkap pula makan somay tanpa saus kacang. Saus kacang pun hasil kreasi sendiri. Ini adalah campuran peanut butter yang dibeli di toko asia di sini ditambah saus tomat. Hasilnya sempurna enak seperti somay juga.

Bahan yang diperlukan

  1. 350 gr Daging sapi giling
  2. 100 gr beras
  3. Bawang putih
  4. Bawang bombay
  5. Kaldu daging sapi/daging ayam
  6. Garam, merica
  7. Kol

Langkah memasak

  1. Masak air setengah panci berukuran sedang. Beri kaldu sapi/ayam yang bisa disesuaikan dengan daging giling yang anda gunakan.
  2. Setelah air mendidih, masukkan beras yang sudah dicuci. Masak sampai matang atau sekitar 15 menit.
  3. Setelah nasi matang, tiriskan dari airnya.
  4. Siapkan wadah yang berisi daging giling, bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan. Beri sedikit garam dan merica. Hancurkan dengan tangan biasa atau anda bisa menghaluskan dengan food processor, namun daging tidak sampai hancur.
  5. Campurkan nasi dengan adonan daging.
  6. Siapkan air panas dan masak hingga mendidih.
  7. Masukkan kol tiap lembar agar lebih lunak dan lembut. Anda bisa membuang tulang kol jika perlu. Kol yang lembut dan lunak bisa untuk menggulung somay nasi.
  8. Ambil satu lembar kol yang lunak, taruh 1 sendok somay nasi. Gulung dan bungkus hingga tertutup. Lanjutkan hingga beberapa lembar kol yang tersedia.
  9. Masak kol yang sudah tergulung di atas panci kukus. Masak selama 25-30 menit atau hingga matang.
  10. Untuk sausnya, saya campurkan 2 sendok peanut butter dan 1 sendok saus sambal dalam wadah. Beri air panas dan campurkan bersamaan.

Setelah semua siap disajikan, kol berisi somay nasi bisa dihidangkan dengan saus kacang.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Italia (30): Pizza Prosciutto yang Dipesan Bukan di Italia

Pizza prosciutto pertama.

Pizza prosciutto kedua.

Pizza adalah makanan asal Italia yang sudah mendunia. Pizza ada dimana saja saat saya traveling. Pizza begitu mudah dijumpai, meski kita tidak sedang berada di Italia. Rasa pizza begitu mudah diterima banyak orang sehingga anda seperti tak pernah lihat seperti apa wujud asli pizza sesungguhnya.

Kreasi pizza itu menyebabkan pizza menjadi makanan murah meriah, yang artinya begitu mudah ditemukan dari harga termurah hingga yang perlu berkantong tebal. Itulah pizza yang diterima orang mulai dari pizza vegan sampai aneka rasa bisa diletakkan sebagai topping.

Sebagai topping, pizza yang saya bahas kali ini adalah pizza prosciutto yang memang sudah dikenal di gerai pizzeria di Jerman. Prosciutto sudah dikenal di sini sebagai kalt essen atau pelengkap isian sandwich. Karena prosciutto adalah irisan daging ham kering yang memang diperlukan tekhnik khusus untuk mengirisnya setipis mungkin dan fresh. Makanan ini berasal dari Italia.

Menurut orang Italia, prosciutto itu paling enak dinikmati sama keju mozzarela dan tomat. Beri sedikit saus balsamico dan dimakan bersama roti panini, itu sudah nikmat. Jangan sampai juga anda salah membedakan prosciutto dengan bacon dan pancetta. Karena prosciutto itu biasanya lebih kering dan lebih tipis.

Kini kembali pada dua pizza yang saya pesan. Saya pikir pizza yang benar-benar ada prosciutto tampak pada pizza foto pertama. Banyak daging ham yang mirip seperti prosciutto padahal itu bukan sebenarnya. Ini jelas pada pizza prosciutto foto kedua.

Kreasi pizza prosciutto bisa ditempatkan daun rucola atau daun rocket segar. Ada juga yang menempatkan buah zaitun seperti pada foto pizza kedua. Namun, lagi-lagi semua kembali pada selera anda sebagai pembeli.

Apakah anda juga suka makan pizza prosciutto?

Makanan Khas India (9): Pakora dan Teh Chai Jadi Perkenalan Budaya

Chai, teh rumahan racikan sendiri.

Pakora tambah saus peanut butter pedas.

Jika anda suka minum teh, anda juga bisa merasakan pengalaman sensasi minum teh dari India. Di India, teh disebut chai, seperti yang pernah saya ulas sebelumnya di artikel teh rumahan. Chai ini memiliki rasa dan warna yang berbeda seperti teh dari Indonesia umumnya. Ini seperti teh susu berdasarkan warnanya. Rasanya akan menjadi manis jika diberi gula.

Saya dan teman mahasiswa asal India ini berbicara soal teh yang menjadi kebiasaan dua negara ini. Menurut saya, teh di Indonesia didominasi teh hitam dan teh hijau. Sedangkan teh di India ada banyak ragamnya. Ada juga teh hitam asal India juga loh. Lalu dia menjelaskan bahwa India juga merupakan penghasil teh terbaik di dunia setelah negeri Tiongkok. Saya pun termangut-mangut lalu menyeruput teh chai di hadapan kami. Enak juga teh chai ini!

Teh chai menjadi teh rumahan di kebanyakan rumah tangga India. Minum teh chai bagi masyarakat India dipercaya membantu meningkatkan imunitas tubuh. Lalu teman asal India ini menjelaskan lagi bahwa ada kandungan jahe, kayu manis dan cengkeh. Rempah-rempah ini menyebabkan teh chai kaya rasa dan kaya manfaat seperti melindungi tubuh dari sakit. Itu sebab teh chai berbeda dari kebanyakan teh umumnya.

Di supermarket di Jerman itu memang sudah tersedia teh chai kemasan yang praktis sehingga kita tak perlu meraciknya dan merasa repot. Kata teman asal India ini menambahkan sambil tangannya mempersilahkan saya mencicipi pakora. Pakora ini menjadi cemilan yang nikmat ketika suhu udara di luar sudah dibawah 10 derajat.

Pendapat saya pakora itu mirip gorengan di Jakarta, ini bisa bakwan goreng, tahu goreng atau sayuran yang diberi tepung kemudian digoreng. Saya tunjukkan beberapa gambar gorengan asal nusantara lewat gambar di internet. Teman asal India itu pun mengamini ucapan saya. Jika anda membuat gorengan itu sama seperti makan cemilan pakora asal India juga loh.

Pakora itu bisa dikreasikan macam-macam, tetapi intinya adalah sayuran diberi sedikit garam, bawang dan telur lalu diaduk dan dibalur tepung. Terakhir, ini semua digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan. Sama ‘kan seperti bakwan goreng menurut saya. Kita juga bisa menambahkan tahu atau makanan vegetaris lainnya. Karena pakora ini memang banyak dikonsumsi para vegetarian.

Untuk saus pakora pun bisa dikreasikan macam-macam, tergantung selera. Ada yang pakai yoghurt seperti saus mayonnaise begitu, namun ada pula yang dinikmati tanpa saus. Karena teman asal India ini tahu bahwa saya suka makan makanan pedas, dia mengkreasikannya dengan peannut butter ditambah saus sambal yang diberi sedikit air. Hasilnya seperti yang anda lihat.

Sambil menikmati kuliner asal India, pembicaraan dua budaya ini menjadi lengkap. Kami sepakat bahwa “Food brings friendship” lalu kami tertawa bersama-sama.

Kreasi Sendiri (32): Banana Spring Roll, Pisang Karamel dari Kulit Lumpia dan Gula Palem

Banana spring roll atau pisang karamel buatan sendiri.

Suatu kali saya memesan secara online gula merah di toko asia, persepsi gula merah dengan palm zucker itu tertulis mirip. Padahal palm zucker dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi gula palem. Kandungan gula palem dan gula merah itu juga berbeda. Gula merah itu lebih pekat jika dicairkan, sebaliknya gula palem warnanya lebih terang. Jadi saya salah membeli dan tak mungkin juga saya kembalikan.

Akhirnya saya menemukan ide, memanfaatkan gula palem untuk kreasi masakan. Pilihan saya langsung membuat banana spring roll atas saran kenalan dari Thailand. Dia berpendapat bahwa gula palem bisa dimanfaatkan untuk membuat kue yang enak. Lalu saya putuskan memanfaatkan gula palem dan pisang untuk membuat kue banana spring roll. Mudahnya, saya pakai juga kulit lumpia yang diberikan kenalan tadi.

Pembelajarannya, manfaatkan kesalahan menjadi pengalaman baru. Begitu mudahnya saya membuat pisang karamel ini sehingga saya bisa menjadikannya sebagai cemilan. Resep ini juga mudah dan bisa anda coba di rumah. Karena saya salah membeli gula palem, saya jadi belajar buat banana spring roll.

Bahan yang diperlukan

  1. Pisang
  2. Kulit lumpia
  3. Gula palem
  4. Gula putih
  5. Putih telur
  6. Minyak goreng

Langkah memasak

  1. Belah 1 pisang menjadi empat bagian yang panjang.
  2. Ambil 1 toples gelas, masukkan gula putih dan gula pasir sama banyaknya. Tutup toples dengan rapi. Kocok kedua gula hingga tercampur rata.
  3. Siapkan 1 lembar kulit lumpia dan olesi tiap sisi dengan putih telur.
  4. Masukkan 1 potongan pisang dalam toples gula. Kocok sehingga tercampur rata.
  5. Letakkan pisang yang bertabur gula di tengah kulit lumpia.
  6. Lipat kulit lumpia dengan rapi dan di sisi kulit lumpia ditekan, seperti pada foto.
  7. Panaskan wajan dan beri minyak.
  8. Goreng pisang hingga berwarna kecokelatan. Siap disajikan!

Mudah ‘kan? Selamat mencoba!

2 Kreasi Daging Ayam Masakan Western Berikut Bisa Jadi Ide Anda

Apa yang anda bayangkan jika anda ingin makan dengan daging ayam? Mungkin itu adalah nasi dan ayam panggang atau menu bubur ayam. Ada banyak menu dengan daging ayam mulai dari mie ayam, sup ayam hingga ayam geprek. Semua memakai daging ayam. Tetapi bagaimana jika anda menemukan daging ayam yang dimasak secara western?

Berikut ini adalah dua kreasi daging ayam yang bisa membuat anda tidak bosan mengunyah daging ayam. Apalagi menu daging ayam berikut disajikan dengan gaya western yang saya temukan di sini, benua biru. Ada restoran khusus yang menyajikan aneka menu dari daging ayam. Saya dan suami mencoba kedua menu daging ayam tersebut.

Ayam panggang dan kentang goreng.

Pertama, Ayam Panggang dan Kentang Goreng

Apa yang anda bayangkan jika mendapati ayam panggang? Tentu pikiran anda seperti yang saya bayangkan. Ayam panggang, nasi panas, sambal dan lalapan. Tetapi tidak untuk makanan western. Ayam panggang pun terasa sederhana, tidak kaya rempah seperti umumnya makanan nusantara.

Menu ini tertulis ‘Hans im Glück’ yang diperuntukkan untuk anak-anak. Sengaja saya memilih menu anak-anak karena saya ingin makan dalam porsi tak besar. Jika anda tak ingin makan dalam porsi besar di sini, anda bisa memilih menu untuk anak-anak atau menu untuk para senior, orang lanjut usia. Ini hanya sekedar saran agar anda tidak meninggalkan sisa makanan.

Menu ini terdiri atas kentang goreng dan ayam yang dipanggang dengan rasa sederhana. Ada rasa asin dan gurih pada ayam. Dagingnya pun empuk dan enak untuk dikunyah. Ini bisa jadi salah satu kreasi untuk anak anda misalnya. Agar menarik, anda bisa hias sekitar piring dengan sayuran rebus yang dihias.

Kedua, Cordon Bleu dan Rösti

Cordon bleu dan rösti.

Selanjutnya adalah menu pilihan suami saya. Baik cordon bleu maupun rösti sudah saya ulas sebelumnya, sehingga anda bisa menyimaknya. Makanan ini bisa menjadi kreasi anda yang ingin taste daging ayam dengan rasa western.

Cordon bleu ini hampir mirip dengan schnitzel, makanan murah meriah di seluruh Jerman. Bedanya, schnitzel hanya terdiri satu pipih daging fillet sedangkan cordon bleu terdiri atas dua potong daging pipih dengan keju cheddar di antara keduanya. Cara mudah lainnya, anda bisa pilih daging tanpa lemak tentunya. Potong agak tebal lalu belah di tengah agar bisa disisipkan keju di antara dua daging.

Baik schnitzel maupun cordon bleu diolah mirip, yakni dibungkus dengan tepung dua kali, terakhir dengan tepung roti. Lalu digoreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Setelah masak, anda akan melihat lelehan keju di antara daging.

Sedangkan rösti ini adalah kentang yang sudah direbus terlebih dulu kemudian digoreng. Anda bisa memasaknya dengan memberi rasa seperti irisan bawang bombay, telur orak arik dan garam. Jika tidak, cukup kentang rebus yang kemudian digoreng hingga masak. Itu sudah cukup.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Italia (29): Tortellini Prosciutto Di Parma, Pasta nan Creamy

Tortellini saus creamy dengan prosciutto.

Setelah saya membahas salad carpaccio, tentu anda ingin bertanya apa yang dipesan suami saya saat itu. Yups, dia memesan pasta tortellini. Tortellini sudah beberapa kali saya bahas seperti pada masakan tortellini dengan bayam atau tortellini dengan saus pesto roso buatan saya sendiri. Tentu kali ini saya menyajikan tortellini yang berbeda pula berikut ini.

Atur irisan roti di atas loyang; sikat kedua sisi sedikit dengan minyak zaitun dan taburi dengan peterseli. Panggang roti sampai berwarna cokelat keemasan, 10 hingga 15 menit, berputar sekali selama memanggang. Menyisihkan.

Suami ingin makan pasta yang creamy. Saat dia membaca buku menu, tortellini prosciutto di parma yang menggunakan sahne dan schinken maka dia pun memesannya. Sejujurnya saya tidak suka pasta yang creamy karena porsi dan rasanya sudah terdengar mengenyangkan. Namun tidak untuk suami saya. Dia memesannya karena dia ingin makan pasta yang creamy.

Jika anda suka, membuat pasta tortellini ini sangat mudah. Di supermarket di sini terdapat tortellini dengan dua rasa, ada yang vegan berisi bayam misalnya dan ada yang berisi daging. Anda tinggal memilih salah satunya. Setelah anda memasukkan dalam panci berisi air panas dan biarkan sampai matang.

Tortellini sendiri berbeda dengan pasta lain yang tak ada rasanya. Anda makan tortellini saja sudah cukup mengenyangkan. Jika tortellini diberi krim, maka siapkan saus creamy di wajan panas. Beri sedikit bumbu agar rasanya menguat. Selanjutnya bisa juga ditambahkan keju parmigiano-reggiano yang saya sendiri sulit menemukan pandanan keju lainnya. Setelah kaldu krim selesai dimasak, masukkan tortellini yang sudah ditiriskan airnya.

Agar mengesankan seperti menu yang dipesan suami. Jika anda suka, tambahkan irisan prosciutto. Lagi-lagi di sini prosciutto itu mudah diperoleh di supermarket. Letakkan beberapa di atas pasta yang berkaldu creamy. Prosciutto bisa digantikan schinken atau daging ham yang sudah ready to eat.

Begitulah, anda bisa menikmatinya di rumah atau memesannya di restoran seperti yang kami lakukan.

Kreasi Sendiri (31): Kue Pastel Pakai Puff Pastry dan Tidak Digoreng

Percobaan kue pastel tidak digoreng.

Acara kampus akan menggelar malam budaya Asia yang diinisiasi oleh mahasiswa Asia di wilayah tempat tinggal saya. Seorang mahasiswi asal Indonesia meminta saya membuatkan finger foods vegan asal nusantara yang bisa diterima di lidah. Tidak pedas, tidak ada daging dan praktis untuk kalangan mahasiswa. Saya pun mulai berpikir aneka jajanan pasar yang mudah dibuat.

Muncul ide adalah kue pastel seperti pada foto di atas. Pada akhirnya saya memutuskan buat kue nagasari, kue pisang karena kue tersebut punya makna filosofi yang dapat dijelaskan kepada warga asing di sini. Tentang kue nagasari buatan saya, akan dilanjutkan berikutnya. Sementara kue pastel itu mirip dengan samosa asal India atau Sambosa asal Afrika yang juga pernah saya bahas sebelumnya.

Untuk kulit pastel, saya bereksperimen dengan pakai blatterteig dalam bahasa jerman. Ini semacam puff pastry yang biasa dijual di supermarket. Ide ini saya dapatkan ketika saya melihat kenalan asal Persia yang membuat kue Borek yang sudah pernah saya ulas.

Sedangkan isian pastel masih sama seperti umumnya pastel yang dijajakan di Indonesia. Isian pastel tersebut adalah kentang dan wortel yang ditumis ringan. Saya juga sempat memberi isian tambahan, bihun juga. Semua tergantung selera anda. Terakhir, kreasi pastel adalah memanggang kue ini. Jika pastel umumnya digoreng dalam minyak panas, saya mengkreasikan dalam oven panas.

Bahan yang diperlukan

  1. Puff pastry/blätterteig
  2. Kentang
  3. Wortel
  4. Daun bawang
  5. Bihun yang sudah direndam air panas (jika ingin)
  6. Margarin
  7. Bawang bombay
  8. Bawang putih
  9. Garam dan merica
  10. Kuning telur

Langkah membuatnya

  1. Potong kentang dan wortel menjadi potongan kotak kecil. Iris halus daun bawang dan bawang putih. Haluskan bawang putih, merica dan garam.
  2. Panaskan wajan dengan margarin. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan. Masukkan daun bawang dan bawang bombay. Masak sebentar.
  3. Masukkan potongan kentang dan wortel. Masak hingga matang.
  4. Letakkan satu lembar puff pastry. Buatlah lingkaran dengan bantuan mulut gelas.
  5. Ambil satu lingkaran puff pastry. Letakkan bihun dan adonan tumisan di tengah.
  6. Letakkan sisi yang menutup keduanya. Tekan tiap sisi yang berbentuk setengah lingkaran tersebut.
  7. Buat ulir tepian dengan mencubit sedikit agar mengunci tepian kue.
  8. Lakukan sesuai persediaan. Panaskan oven.
  9. Oleskan tiap pastel dengan kuning telur.
  10. Panggang pastel dalam suhu 150 derajat hingga matang.

Kesan dari mahasiswa yang mencoba pastel tersebut adalah pastel ini enak rasanya. Berhasil!

Apakah anda tertarik mencoba kreasi baru ini?

Mesir (18): Egyptian Banana Pudding, Seperti Kolak Isiannya

Ada pisang dan pacar cina warna-warni.

Setelah berbicara banyak soal wisata dan kuliner yang memang selalu menarik untuk dibagikan, negeri Mesir ini juga kaya kuliner yang rasanya cocok untuk lidah seperti saya yang dilahirkan di Indonesia. Bisa dikatakan aneka kuliner di Mesir ini enak semua di lidah saya, meski tiap orang punya selera berbeda-beda dalam hal makanan. Hanya saja ada kue dan makanan pencuci mulut yang manisnya sama seperti di Indonesia sementara saya tidak terlalu suka makanan yang sangat manis.

Setelah kue-kue manis yang pernah saya sajikan dalam artikel sebelumnya, maka saya lanjutkan pada makanan pencuci mulut yang isinya seperti kolak. Anda tahu kolak ‘kan yang biasa dijual dan disediakan saat bulan Ramadhan di Indonesia. Meski saya tidak menjalani puasa tetapi saya suka sekali menikmati kolak, mulai dari jajanan kaki lima hingga buatan ibu saya. Kolak itu bisa dikreasikan sesuai selera pembuatnya. Pastinya kolak itu manis dan ada pisang yang berkuah santan.

Pencuci mulut dari Mesir yang saya nikmati itu mirip seperti kolak. Anda bisa lihat tampilannya. Ada pisang juga yang menjadi isiannya. Warna pudding yang kuning dipermanis lagi dengan warna-warni pacar cina yang indah. Hmm, ternyata enak.

Saya tidak mendapatkan nama pencuci mulut tersebut. Saya tanya pada petugas, mereka menjawab dalam bahasa Inggris bahwa itu adalah pudding. Ya, saya pun tak enak untuk mengganggu jam bertugasnya karena beliau memang langsung segera berlalu dan merapikan meja berikutnya.

Bedanya dengan kolak, pudding ini memang tak berkuah. Teksturnya lembut sama seperti pudding umumnya. Rasa manis dan kenyal berasal dari pacar cina. Anda perlu sendok dan meletakkanya di mangkuk kecil untuk menikmati lezatnya pudding ini.

Apakah anda tertarik mencobanya?