Kreasi Sendiri (31): Kue Pastel Pakai Puff Pastry dan Tidak Digoreng

Percobaan kue pastel tidak digoreng.

Acara kampus akan menggelar malam budaya Asia yang diinisiasi oleh mahasiswa Asia di wilayah tempat tinggal saya. Seorang mahasiswi asal Indonesia meminta saya membuatkan finger foods vegan asal nusantara yang bisa diterima di lidah. Tidak pedas, tidak ada daging dan praktis untuk kalangan mahasiswa. Saya pun mulai berpikir aneka jajanan pasar yang mudah dibuat.

Muncul ide adalah kue pastel seperti pada foto di atas. Pada akhirnya saya memutuskan buat kue nagasari, kue pisang karena kue tersebut punya makna filosofi yang dapat dijelaskan kepada warga asing di sini. Tentang kue nagasari buatan saya, akan dilanjutkan berikutnya. Sementara kue pastel itu mirip dengan samosa asal India atau Sambosa asal Afrika yang juga pernah saya bahas sebelumnya.

Untuk kulit pastel, saya bereksperimen dengan pakai blatterteig dalam bahasa jerman. Ini semacam puff pastry yang biasa dijual di supermarket. Ide ini saya dapatkan ketika saya melihat kenalan asal Persia yang membuat kue Borek yang sudah pernah saya ulas.

Sedangkan isian pastel masih sama seperti umumnya pastel yang dijajakan di Indonesia. Isian pastel tersebut adalah kentang dan wortel yang ditumis ringan. Saya juga sempat memberi isian tambahan, bihun juga. Semua tergantung selera anda. Terakhir, kreasi pastel adalah memanggang kue ini. Jika pastel umumnya digoreng dalam minyak panas, saya mengkreasikan dalam oven panas.

Bahan yang diperlukan

  1. Puff pastry/blätterteig
  2. Kentang
  3. Wortel
  4. Daun bawang
  5. Bihun yang sudah direndam air panas (jika ingin)
  6. Margarin
  7. Bawang bombay
  8. Bawang putih
  9. Garam dan merica
  10. Kuning telur

Langkah membuatnya

  1. Potong kentang dan wortel menjadi potongan kotak kecil. Iris halus daun bawang dan bawang putih. Haluskan bawang putih, merica dan garam.
  2. Panaskan wajan dengan margarin. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan. Masukkan daun bawang dan bawang bombay. Masak sebentar.
  3. Masukkan potongan kentang dan wortel. Masak hingga matang.
  4. Letakkan satu lembar puff pastry. Buatlah lingkaran dengan bantuan mulut gelas.
  5. Ambil satu lingkaran puff pastry. Letakkan bihun dan adonan tumisan di tengah.
  6. Letakkan sisi yang menutup keduanya. Tekan tiap sisi yang berbentuk setengah lingkaran tersebut.
  7. Buat ulir tepian dengan mencubit sedikit agar mengunci tepian kue.
  8. Lakukan sesuai persediaan. Panaskan oven.
  9. Oleskan tiap pastel dengan kuning telur.
  10. Panggang pastel dalam suhu 150 derajat hingga matang.

Kesan dari mahasiswa yang mencoba pastel tersebut adalah pastel ini enak rasanya. Berhasil!

Apakah anda tertarik mencoba kreasi baru ini?

Advertisements

Mesir (18): Egyptian Banana Pudding, Seperti Kolak Isiannya

Ada pisang dan pacar cina warna-warni.

Setelah berbicara banyak soal wisata dan kuliner yang memang selalu menarik untuk dibagikan, negeri Mesir ini juga kaya kuliner yang rasanya cocok untuk lidah seperti saya yang dilahirkan di Indonesia. Bisa dikatakan aneka kuliner di Mesir ini enak semua di lidah saya, meski tiap orang punya selera berbeda-beda dalam hal makanan. Hanya saja ada kue dan makanan pencuci mulut yang manisnya sama seperti di Indonesia sementara saya tidak terlalu suka makanan yang sangat manis.

Setelah kue-kue manis yang pernah saya sajikan dalam artikel sebelumnya, maka saya lanjutkan pada makanan pencuci mulut yang isinya seperti kolak. Anda tahu kolak ‘kan yang biasa dijual dan disediakan saat bulan Ramadhan di Indonesia. Meski saya tidak menjalani puasa tetapi saya suka sekali menikmati kolak, mulai dari jajanan kaki lima hingga buatan ibu saya. Kolak itu bisa dikreasikan sesuai selera pembuatnya. Pastinya kolak itu manis dan ada pisang yang berkuah santan.

Pencuci mulut dari Mesir yang saya nikmati itu mirip seperti kolak. Anda bisa lihat tampilannya. Ada pisang juga yang menjadi isiannya. Warna pudding yang kuning dipermanis lagi dengan warna-warni pacar cina yang indah. Hmm, ternyata enak.

Saya tidak mendapatkan nama pencuci mulut tersebut. Saya tanya pada petugas, mereka menjawab dalam bahasa Inggris bahwa itu adalah pudding. Ya, saya pun tak enak untuk mengganggu jam bertugasnya karena beliau memang langsung segera berlalu dan merapikan meja berikutnya.

Bedanya dengan kolak, pudding ini memang tak berkuah. Teksturnya lembut sama seperti pudding umumnya. Rasa manis dan kenyal berasal dari pacar cina. Anda perlu sendok dan meletakkanya di mangkuk kecil untuk menikmati lezatnya pudding ini.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Makanan Khas Italia (28): Carpaccio Di Cipriani, Salad dengan Irisan Daging Sapi Mentah yang Lezat dan Keju Parmesan

Salad ini enak banget!

Senja petang yang indah di musim gugur, suami ajak makan malam di restoran Italia. Saya pun segera merapikan perlengkapan kerja dan bergegas untuk meluncur ke restoran Italia yang memang belum pernah kami sambangi. Suhu 7 derajat celcius tak menyurutkan niat saya untuk makan malam nan romantis, meski jarak parkir mobil dan restoran agak jauh.

Selesai memesan minum, mata saya langsung tertuju pada aneka menu yang tersedia. Tetapi saat ini saya hanya ingin makan yang tak terlalu besar porsinya. Saya sedang mempertimbangkan makan salat atau hanya sup saja.

Pramusaji datang meletakkan dua minuman yang dipesan. Suami menyebutkan menu yang akan disantapnya. Saya masih sibuk berpikir ingin makan apa, tiba-tiba suami menyenggol kaki saya di bawah meja agar segera memutuskan pilihan makan. Karena pramusaji berambut pirang itu masih menunggu dengan sabar pesanan saya. Tanpa berpikir panjang, saya menyebut salad carpaccio tanpa memeriksa deskripsi menu tersebut.

Hidangan pesanan carpaccio datang. Ini adalah tumpukan salad dengan daun rucola yang rasanya bitter itu. Sumpah, salad ini enak sekali! Semula saya berpikir bagaimana saya makan daging sapi mentah bersama sayuran yang juga sama-sama mentah. Tak terbayang lidah saya menyukai rasanya yang benar-benar enak sekali. Tambahkan perasan jeruk lemon, wah saya langsung jatuh cinta dengan salad ini.

Apa yang membuat salad carpaccio itu begitu enak?

Rahasia salad ada pada racikan dressing yang berbaur bersama bahan makanan di dalamnya. Salad yang dipopulerkan oleh Bapak Cipriani ini memang enak sekali. Meski jika anda tahu bahwa racikannya sederhana saja. Ada vinegar, olive oil, garam dan merica. Hanya itu. Tambahkan juga keju parmesan sehingga rasa salad menguat enak.

Irisan daging sapi ini memang istimewa. Tak ada bau amis, apalagi rasa yang menyengat di lidah seperti umumnya daging sapi mentah. Daging sapi yang dipilih pastinya berkualitas. Irisannya pun dibuat setipis mungkin dimana saya tak bisa melakukannya dengan baik.

Sejak ditemukan oleh bapak Cipriani, salad ini memang begitu populer sebagai makanan pembuka di restoran Italia nan ekslusif. Tak perlu datang ke Venice, Italia yang menjadi asal muasal salad ini. Saya bisa menikmatinya segera di restoran yang menawarkan sajian Italia istimewa.

Salad nikmat ini memang layak dijadikan makanan pembuka di menu gang, gala dinner misalnya. Atau saat anda sedang dinner romantis dengan seseorang, salad ini bisa jadi pilihan loh.

Apakah anda sudah pernah mencoba salad ini?

Ini Arti Kode Nomor Telur yang Dijual di Supermarket di Jerman

Telur menjadi salah satu stok makanan yang wajib tersedia di kulkas. Makan apa pun jadi mudah ketika ada telur. Telur bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Tidak ada aturan kapan sebaiknya mengkonsumsi telur sepanjang anda menikmatinya tidak berlebihan dan telur bukan menjadi makanan pantangan. Jadi telur pasti tersedia di kulkas rumah tangga. Telur yang saya maksudkan dalam ulasan saya adalah telur ayam.

Baca juga, bagaimana membuat kreasi sarapan pagi dari telur dengan durasi waktu kurang dari lima menit.

Berkaitan dengan telur, saya dahulu begitu abai memilih dan membeli telur. Hingga akhirnya saya mengetahui tips memilih dan membelanjakan telur saat berbelanja bersama suami di sini. Telur yang dijual di supermarket di sini ada batas masa berlakunya. Harga telur berbeda-beda tergantung kode nomor yang tercantum. Bahkan di sini saya bisa mendapati telur ayam bio organik juga.

Baca juga, bagaimana memilih telur yang baik berdasarkan pengalaman saya.

Nah, ada yang berbeda dengan telur ayam yang dijajakan di Jerman. Sebagai rumah kedua saya, saya menjadi tahu apa penting dan artinya kode yang dipasang di telur. Saya pikir buat apa telur diberi nomor dan kode? Padahal segala sesuatu tentu ada maksud dan tujuannya. Ini pula yang saya bagikan berkat hasil pengamatan saya dari sebuah program di televisi tentang kode telur yang tertera di setiap telur.

Saya sendiri sejujurnya lebih memilih telur yang diproduksi dari Jerman langsung. Meski pelangggan bisa memilih sembarang telur asalkan murah atau bagus kualitasnya. Untuk telur ayam yang diproduksi di Jerman memiliki tanda khusus DE. Itu berarti Deutschland dan telur diproduksi di Jerman. Selanjutnya kita bisa menemukan kode negara seperti AT (Austria), NL (Belanda), FR (Prancis), BE (Belgia) dan nomor-nomor tertentu. Lalu apa artinya nomor tersebut?

Kita sehat berdasarkan pada apa yang kita makan. Tentu telur ayam pun sedapat mungkin perlu diketahui bagaimana kondisinya sehingga menjadi telur ayam. Panjang ‘kan proses perjalanan telur?

Telur ayam diberi kode 0,1, 2 sebelum kode negara. Apa maksudnya? Kode 0 berarti telur tersebut masuk dalam kategori BIO. Kategori bio untuk telur ayam berarti ayam yang menghasilkan telur harus dibiarkan hidup bebas. Di Indonesia bisa dikatakan ini adalah ayam kampung. Ayam-ayam produksi telur ini hidup bebas di luar tetapi mereka juga hidup dalam kandang saat malam hari dengan syarat tertentu. Ukuran hidup 1 kuadrat meter maka ayam kategori ini hanya boleh hidup 6 ayam saja, tak boleh lebih. Ayam ini harus rajin diperiksa dan dikontrol. Bahkan ada dinas pengontrolan hewan ternak sewaktu-waktu untuk mengecek kondisi ayam kategori ini sesuai prosedur atau tidak. Jika peternak tidak sesuai prosedur maka ia mendapatkan sanksi, denda bahkan ijin usahanya pun dicabut.

Selanjutnya kode 1 adalah kategori ayam yang disebut di sini sebagai FREILAND yang sebenarnya ini agak sulit juga diterjemahkan dalam bahasa Jerman. Freiland itu bisa dikatakan ayam kampung juga tetapi kategorinya bukan masuk bio. Ayam dibiarkan hidup bebas. Perbedannya adalah kategori telur dengan kode 1 adalah ayam-ayam yang produksi telur ini hidup di kandang dengan ukuran 1 kuadrat meter untuk 9 ayam. Sekarang jelas ‘kan bedanya ya.

Kode terakhir yakni 2 adalah kode telur BODENHALTUNG. Telur yang berkode 2 adalah telur yang dihasilkan dari ‘ayam negeri‘ untuk sebutan orang Indonesia. Telur ini diproduksi ayam-ayam yang memang tidak pernah hidup bebas sama sekali. Mereka dibiarkan terkurung di kandang. Syarat ayam kategori ini adalah 1 kuadrat meter untuk 9 ayam. Syaratnya sama dengan telur kode nomor 1 hanya saja, ayam kategori ini harus diam di dalam kandang.

Terakhir, anda pasti bertanya nomor terakhir setelah tanda penghubung asal negara telur. Ya, kode ini adalah asal darimana telur-telur ini diproduksi. Setelah kode negara, ada tanda penghubung lalu sederet angka. Dua nomor awal adalah asal wilayah 16 negara bagian di Jerman yang memproduksi telur-telur tersebut, misalnya kode 09 di awal berarti telur diproduksi dari perternakan di Bavaria atau kode 14 seperti di foto berarti telur diproduksi di Sachsen.

Ada website yang bisa mengecek asal muasal lokasi perternakan ayam berasal, contohnya di https://www.was-steht-auf-dem-ei.de/ maka anda bisa menemukan asal telur yang anda beli. Dengan begitu, anda bisa memastikan bahkan mendatangi lokasinya untuk tahu apakah ayam-ayam yang produksi telur yang anda konsumsi itu baik atau tidak.

Nah, sepintas telur ayam itu hal sepele tetapi siapa sangka bahwa di sini mereka benar-benar melakukan seleksi dan kontrol yang ketat.

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Prancis (4): Créme Au Lait, Semacam Dessert Cokelat yang Wajib Dicoba Cocholate Lover

Dessert rasa cokelat yang enak sekali.

Para pecinta cokelat, apakah anda pernah menikmati dessert asal negeri ayam jantan ini? Sewaktu saya melihat foto-foto traveling di Prancis beberapa waktu lalu, mata saya langsung tertuju pada makanan pencuci mulut yang saya pesan di salah satu restoran di sana. Kemudian saya mencari tahu, barangkali saya masih bisa menemukannya di negara tetangganya, di tempat tinggal saya. Nyatanya dessert ini bisa dijumpai di gerai supermarket di sini, bersaing dengan aneka dessert enak dari negera Italia.

Makanan pencuci mulut ini semacam krim cokelat, namun kadang disebut juga yogurt cokelat. Di beberapa negara lain di Eropa disebut vla karena bahan bakunya adalah susu. Bahkan dessert cokelat ini digemari di negeri Kincir Angin. Peredaran makanan pencuci mulut sekitar Eropa barat memang mudah ditemukan di Prancis, Belgia dan Belanda.

Jika anda datang ke Jerman, anda bisa membelinya dari yang mudah di supermarket hingga yang mahal di restoran/kafe.

Saya suka dengan pencuci mulut ini karena teksturnya yang lembut dan rasa manisnya pas. Biasanya kan ada pencuci mulut yang terasa manis hingga membuat tak nyaman di lidah. Rasa cokelatnya itu tidak berlebihan atau pun bukan bitter yang tak enak di lidah.

Sejujurnya saya masih belum percaya diri pada kemampuan saya membuat dessert dan baking. Biasanya saya menjadi tester dari teman mahasiswa asal benua biru yang suka sekali meramaikan dapur mahasiswa dengan kreasi baking atau makanan pencuci mulut. Biasanya mereka meminta saya memasak makanan khas Asia yang mereka suka lalu mereka membuat makanan pencuci mulut. Salah satunya ya dessert cokelat ini yang menurut mereka mudah membuatnya, semudah saya memasakkan nasi goreng atau soto ayam untuk mereka.

Dessert cokelat ini sudah beberapa kali saya nikmati. Karena begitu enaknya, saya bagikan pada anda terutama chocolate lover untuk mencicipinya. Ataukah anda sudah pernah mencoba sebelumnya?

Kreasi Sendiri (30): Pepes Tahu Tanpa Daun Pisang Tetapi Alumunium Foil, Bisa?

Pepes tahu pakai alumunium folie.
Pepes tahu yang umumnya pakai daun pisang.

Tak ada batang, akar pun jadi. Pepatah itu ternyata benar adanya saat saya berusaha mencari akal bagaimana membuat pepes tanpa daun pisang. Seandainya ada daun pisang mungkin perkara selesai. Persoalannya daun pisang tidak tumbuh di sini. Jika saya ingin membeli daun pisang, saya harus mencarinya di toko asia. Nah, daun pisang itu kadang tersedia, kadang tidak tersedia di toko asia. Alhasil, saya mendapatkan ide untuk membuat pepes tahu tanpa daun pisang.

Tahu itu begitu mudah ditemukan di Jerman. Di banyak gerai supermarket, di bagian makanan dingin yang diletakkan di lemari pendingin, biasanya anda bisa mendapatkan tahu. Anda juga bisa mendapatkan tahu di semua toko asia di Jerman. Tahu menjadi salah satu makanan favorit, terutama bagi mereka yang vegan dan vegetaris loh.

Oh ya, pepes tahu ini menggunakan daun basil. Sebenarnya ini sebagai pengganti daun kemangi. Jika anda punya daun kemangi, silahkan dipergunakan.

Ide berikut bisa anda praktikkan apabila dalam situasi anda ingin makan pepes tahu tetapi anda tak punya daun pisang. Seperti saya yang memang kesulitan mencari daun pisang. Atau resep di bawah ini bisa anda coba, bila anda ingin mengkreasikan makanan dengan hal baru. Poinnya adalah jangan takut bereksperimen!

Bahan yang diperlukan

  1. Tahu
  2. Telur ayam
  3. Bawang merah
  4. Bawang putih
  5. Cabai
  6. Kemiri, jika ada
  7. Daun bawang
  8. Daun basil (daun kemangi)
  9. Alumunium foil secukupnya
  10. Garam, sedikit gula dan merica

Langkah memasak

Setelah pepes tahu terbungkus dalam alumunium folie, masak di atas rice cooker.
Kukus selama 25-30 menit atau hingga masak. Penampakannya seperti ini. Enak juga loh!
  1. Haluskan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan kemiri.
  2. Haluskan tahu menjadi hancur.
  3. Siapkan wadah. Campurkan bumbu yang dihaluskan bersama tahu. Tambahkan dengan telur ayam.
  4. Tambahkan irisan daun bawang.
  5. Beri garam, gula dan sedikit merica.
  6. Siapkan satu lembar alumunium foil.
  7. Letakkan satu sendok adonan pepes di atas alumunium folie. Beri daun basil di atasnya.
  8. Bungkus dengan rapi dan tertutup.
  9. Siapkan rice cooker dan isi air setengah panci.
  10. Letakkan pepes tahu yang terbungkus alumunium folie di wadah kukusan.
  11. Masak selama 25-30 menit.
  12. Siap dihidangkan dengan nasi hangat.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Selamat mencoba!

Kreasi (29): Bakso Bakwan Malang Dibuat di Luar Negeri

Bahagia itu sederhana ketika saya bisa membuat makanan yang dirindukan dari tanah air. Jika saya berada di Jakarta maka saya bisa langsung membeli bakso bakwan malang, mulai dari jajanan kaki lima yang murah meriah hingga makan di restoran yang merogoh kocek lebih. Sayangnya saat saya merindukan bakso bakwan malang di saat suhu tempat tinggal saya 9 derajat celcius maka saya pun langsung membuatnya dengan bahan seadanya di toko asia di sini.

Akhirnya saya sadar, bahagia itu sederhana meski seadanya ketika suasana yang sedang dijalani begitu istimewa. Mana ada di Jerman, penjual bakso bakwan malang. Ketika saya mencicipinya, istimewa sekali rasanya. Saya yang tak pernah sekalipun memasak di Jakarta, kini saya membuktikan diri sendiri bahwa saya bisa, tanpa panci kukus dan mixer daging. Ternyata saya bisa membuatnya.

Bakso Bakwan Malang buatan sendiri saat di luar Indonesia.

Bahan yang diperlukan:

  1. 300 Gr daging sapi giling
  2. 1 sendok makan tepung tapioka
  3. 1 buah telur ayam
  4. 5 siung bawang putih
  5. Kaldu sapi secukupnya
  6. Tahu
  7. Daun bawang
  8. Bihun
  9. Roll pastry untuk bakwan goreng
  10. Garam dan merica
  11. Air
  12. Bawang goreng
  13. Tulang sapi jika ada

Langkah memasak:

Hasilnya, sebelum diberi kuah bakso.
  1. Bakso bulat
    • Siapkan adonan yang terdiri atas daging sapi giling, bawang putih yang dihaluskan, merica dan garam.
    • Karena saya tidak ada mixer daging, maka siapkan sarung tangan dan hancurkan semua bahan di atas agar lembut.
    • Tambahkan telur dan masukkan menjadi satu.
    • Hancurkan agar menjadi lembut. Setelah hancur, bulatkan adonan dengan kedua tangan sehingga menjadi bola-bola kecil.
    • Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian besar untuk bakso dan satu bagian lagi dibagi untuk tahu bakso dan bakwan goreng.
    • Siapkan air dalam panci.
    • Hancurkan bawang putih dan beri sedikit garam. Tambahkan tulang sapi, jika ada untuk menguatkan rasa.
    • Masukkan bola-bola bakso saat air sudah mendidih.
    • Bakso matang, jika bakso sudah mengapung terangkat ke atas.
  2. Tahu bakso
    • Saya menggunakan tahu putih karena hanya itu yang tersedia. Siapkan tahu putih dan potong-potong sesuai selera.
    • Ambil 1 tahu lalu dibuang sedikit bagian tengah tahu. Isilah dengan adonan nomor 1.
    • Sambil membuat tahu bakso, siapkan rice cooker yang berisi air setengah dari panci.
    • Letakkan tahu-tahu bakso di atas kukusan rice cooker.
    • Masak selama 20-30 menit.
  3. Bakwan goreng
    • Siapkan roll pastry yang dibeli di toko asia. Ambil satu lembar, letakkan 1 sendok kecil adonan bakso nomor 1.
    • Bungkus menguncup atau sesuai selera.
    • Sambil membuat adonan bakwan goreng, siapkan panci panas berisi minyak penuh.
    • Setelah minyak panas, masukkan satu per satu adonan bakwan malang tersebut.
    • Masak hingga berwarna kecokelatan.
  4. Sajikan
    • Sebelum disajikan, siapkan bihun atau glassnudeln dalam bahasa Jerman.
    • Siram bihun dengan air panas dan rendam selama 5 menit.
    • Tiriskan bihun dari airnya.
    • Potong daun bawang.
    • Kini anda bisa sajikan dalam satu mangkuk besar semua bahan di atas.
    • Siram dengan kuah bakso, beri daun bawang, bawang goreng dan saus, jika ingin rasa pedas.

Sekarang anda tak perlu khawatir makan bakso bakwan malang jika berada di luar negeri. Anda bisa membuatnya di rumah.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Timur Tengah (10): Konafa, Hawawashi dan Falafel yang Dinikmati di Mesir

Falafel juga saya temukan di Mesir.

Setelah saya membahas kue khas Timur Tengah di link tersebut, kali ini saya ceritakan tiga kuliner lainnya yang saya nikmati di Mesir. Tiga makanan khas ini ada yang sudah umum saya ketahui di Jerman dan saya pun pernah menuliskannya di link ini. Ya, Falafel bukan hal baru di Jerman karena saya kerap mendapatinya di imbiss makanan orientalis.

Tiga kuliner berikut disajikan secara prasmanan dalam acara makan siang atau makan malam di Mesir. Anda bisa jadi tergoda bila anda suka makanan khas Timur Tengah.

1. Konafa/Kanafeh

Konafa adalah nama makanan yang tertera di atas meja prasmanan. Untuk visualisasi, koki hotel telah membuat konafa yang sudah matang, diletakkan sebagai sampel. Konafa adalah makanan timur tengah yang juga kadang disebut kanafeh dalam bahasa Arab. Namun begitu, kenalan asal Yunani menyebut nama kanafeh menjadi kataifi. Menurut saya, kanafa itu seperti kue rambut yang manis.

Jika di Jerman, kami terbiasa makan cokelat yang manis dan enak maka di Mesir, mereka menyajikan kue-kue manis untuk disajikan sebagai pencuci mulut. Konafa adalah salah satunya. Konafa juga bisa disiram sirup yang manis biasa disajikan saat bulan Ramadhan, kala para muslim merayakan bulan yang suci. Ada yang mengatakan konafa wajib dihidangkan di hari pertama berbuka puasa.

2. Hawawashi

Sayangnya saya tidak mencoba hawawashi mengingat perut saya sudah kenyang. Saya tidak menyadari bahwa gambar yang saya ambil pun tak menarik. Hawawashi begitu nama tertulis di meja prasmanan. Jika dipikir ini seperti pizza, yakni roti yang dipanggang. Namun ternyata saya salah. Saya menyesal juga tidak mencoba makan hawawashi.

Hawawashi adalah roti pitta yang banyak disajikan untuk donner lalu diberi isian daging, petterselli, bawang dan paprika iris kemudian dipanggang di oven. Hawawashi termasuk makanan wajib dinikmati di Mesir. Asal makanan ini dari kota Aleksandria yang dibuat pertama kali oleh Ahmed al-Hawawash, seorang tukang daging.

3. Falafel

Selanjutnya falafel yang tentu sudah menjadi hal umum di Jerman. Falafel disajikan di restoran orientalis hingga imbiss yang memasukkan falafel menjadi donner vegan atau vegetaris. Falafel menggantikan daging yang menjadi isian donner. Falafel sudah menjadi ciri khas makanan timur tengah, yang kerap disajikan seperti nasi dan roti, contohnya di link ini.

Sudah cukup saya bagikan pada anda, kira-kira apakah anda pernah mencicipinya?

Es Krim Cappucino? Ini Bedanya dengan Es Cappucino

Es krim cappucino, enaknya!

Ini dia es krim rasa cappucino.

Di saat suhu udara masih hangat seperti di Jakarta, barangkali es krim rasa cappucino ini bisa jadi pilihan. Penasaran ‘kan?

Saya kerap memesan cappucino jika saya duduk di kafe. Cappucino itu bukan saja nikmat rasanya tetapi kini menjadi instragamable dengan dekorasi di busa susunya. Busa susu bisa dikreasikan menarik mata hingga dibentuk sesuai racikan barista. Dengan begitu, cappucino kekinian bukan lagi sekedar minum kopi.

Namun ada sisi menarik dari cappucino yang saya temukan baru-baru ini. Es krim rasa cappucino di toko es krim Italia.

Lalu apa bedanya es krim cappucino dan es cappucino yang biasanya mudah dipesan di Jerman pada musim panas?

Es cappucino seperti yang sering saya ulas punya rasa berbeda dengan es kopi. Anda bisa menyimaknya di link ini. Es cappucino terdiri atas cappucino yang sudah dingin diberi es rasa vanila dan topping krim kue. Ini benar-benar enak.

Jika es cappucino atau eiscappucino terdiri atas bahan-bahan di atas maka es krim rasa cappucino memiliki ingredients yang berbeda. Setelah saya cari tahu, rupanya es krim rasa cappucino terbuat dari berbagai macam bahan seperti espresso dan campuran lain yakni bubuk cokelat, cinammon, vanila ekstrak dan lain sebagainya. Justru rasa cappucino didapat dari perpaduan kopi dengan yang lainnya.

Untuk rasa es cappucino dan es krim rasa cappucino, saya kembalikan pada selera anda masing-masing.

Anda tertarik mencoba yang mana?

Makanan Khas Yunani (11): Sykoti, Bagian Hati Sapi atau Kambing yang Dibakar dengan Bumbu Mediterania

Jika di Indonesia, kita biasa mengenal ‘jeroan’ bagian dalam dari daging, tentu ini berbeda bila ada budaya dimana ‘jeroan’ itu tidak dimakan. Tak hanya budaya, ada juga orang yang cenderung tak suka makan bagian ‘jeroan’ seperti bagian hati, ampela, usus dan sebagainya. Namun begitu, banyak juga orang yang menikmati makan ‘jeroan’ karena bisa saja menjadi masakan yang luar biasa enak.

Suatu saat saya bercerita dengan teman beda bangsa soal kuliner. Saya bercerita soal soto yang mungkin bisa dimasukkan jadi istilah ‘soup’ saat saya menjelaskan. Lalu saya bercerita apa saja yang menjadi isian soto, termasuk isian soto adalah ‘jeroan’ yang dimasukkan di dalamnya seperti soto kambing atau soto betawi. Rupanya respon teman berbeda bangsa ini berbeda-beda. Ada yang terkejut dan ingin mencoba rasa soto tersebut, ada yang sudah terbiasa makan ‘jeroan’ dan ada teman lain yang ternyata sama sekali tak tertarik makan ‘jeroan’.

Ada berbagai alasan orang tidak menyukai makan ‘jeroan’ seperti bagian hati (liver) daging sapi misalnya. Alasan kuliner yang tidak pernah menjadi kebiasaan untuk menikmati bagian ‘jeroan’ daging. Ada juga alasan pribadi yang memang tidak pernah menyukai makan ‘jeroan’ seperti makan bagian hati. Perdebatan ini akhirnya memunculkan ide untuk mencoba masakan hati sapi bakar ala mediterania dan sekitarnya.

Menurut teman asal Eropa Timur yang pernah menikmati masakan di restoran Yunani, ada masakan bernama kokoretsi yang mencampurkan berbagai ‘jeroan’ kambing menjadi makanan terenak. Saya yang mendengarnya pun penasaran. Kemudian saya menyambangi restoran khas Yunani dan mediterania untuk mencoba apa yang disampaikan kenalan saya tersebut.

Begitu tiba, saya hanya mendapatkan daftar makanan yakni hati sapi panggang yang diberi bumbu rempah-rempah mediterania. Seperti yang anda lihat, saya sudah pernah memesan sebelumnya. Tetapi saya selalu merasa makanan ini lezat dan enak.

Karena menu ini enak, saya bertanya pada pramusaji yang menyediakan pesanan saya. Nama masakan ini dalam bahasa Jerman disebut Leber yang diterjemahkan menjadi hati. Lalu apa terjemahan hati dalam bahasa Yunani? Dia pun menjawab sykoti. Dan sykoti yang diberi bumbu mediterania itu selalu enak di lidah. Percayalah!

Apakah anda juga suka makan ‘jeroan’ seperti hati bakar misalnya?