5 Tempat di Eropa yang Pernah Saya kunjungi dengan Mitos Bawa Keberuntungan

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Koin-koin yang dilemparkan ke kolam di Fontana de Trevi, Roma sebagai mitos keberuntungan.

Berpetualang di Eropa memang mengasyikkan. Bagi petualang yang suka kultur, pastinya akan terpesona berada di satu destinasi wisata ke destinasi wisata lain yang kaya akan cerita yang diyakini masyarakat setempat. Anggapan semacam mitos berkembang dari cerita rakyat disampaikan oleh pemandu wisata. Dan itu adalah pengalaman saya saat menyambangi lima tempat di Eropa tentang mitos pembawa keberuntungan.

Melihat kebiasaan kebanyakan turis yang datang dengan melempar uang logam atau menggosokkan tangan ke benda yang jadi sumber mitos sambil mengungkapkan keinginan pun saya tiru. Entah berhasil terwujud atau tidak, nyatanya perilaku konformitas itu pasti terjadi ketika kebanyakan turis melakukannya. Sementara suami saya, dia tidak mau melakukannya dan tak percaya dengan mitos. Mungkin ada juga turis yang tak mempercayainya dan hanya mengamati saja. Itu sah-sah saja, boleh dilakukan pun boleh juga tidak dilakukan.

Lima tempat berikut adalah destinasi wisata yang pernah saya sambangi dan masih berhubungan dengan mitos pembawa keberuntungan. Kelimanya berada di area publik, yang tak dipungut biaya untuk mengunjunginya. Sebagai lokasi wisata, pastinya ada ratusan mungkin ribuan orang yang menyambanginya.

1. Fontana de Trevi, Roma – Italia

Tempat yang tak pernah sepi dikunjungi turis.

Tempat pertama adalah air mancur di Roma, Italia yang selalu dipadati wisatawan dan memang memiliki atraksi ‘lempar koin’ ke kolam. Destinasi wisata ini memang tak berbayar sehingga siapa saja pasti bisa menyambangi tempat ini. Suami saya mengingatkan saya bahwa lempar koin ke kolam hanya mitos karena nanti ada petugas di malam hari yang mengumpulkannya dan memberikan kepada pihak yang memerlukan. Namun, saya sudah terlanjur mengucap keinginan dengan berdiri mebelakangi kolam lalu melemparkan koin ke dalam kolam.

2. Everard t’Serclaes, Brussels – Belgia

Brussels, Belgia.

Everard adalah patriot dari Belgia yang melindungi warga Brussels dari serangan musuh pada abad 14. Demikian saya mendengarnya dari pemandu wisata yang mengajak kami keliling pusat kota Brussels. Untuk mengenang jasanya, dibangunlah karya seni ini di area the Grand Palace. Setiap warga Brussels yang lewat tempat ini menyentuh tangan kiri lanjut dahinya sampai ke kepala anjing di kakinya. Kini tangannya tampak berkilau karena siapa saja, termasuk turis menggosok-gosokan sambil berucap keinginan dalam hati. Mitosnya, keinginan akan terkabul dalam satu tahun. Pendapat lain, anda mungkin akan kembali ke Brussels suatu saat nanti.

3. Man at Work, Bratislava – Slowakia

Jika anda tidak memperhatikan jalan di pusat kota Bratislava, anda tidak melihatnya. Begitu kecil.

Patung Man at Work adalah karya seni yang menjadi pusat perhatian turis yang datang ke Bratislava, Slowakia. Pasalnya anda tak perlu membayar karya seni ini. Siapa saja yang lalu lalang di pusat kota Bratislava akan mengabadikan foto atau berselfie-ria di dekat patung kecil ini. Namun sebagian lain percaya bahwa siapa saja yang memegang topi mirip topi tentara dari patung ini akan mendapatkan keberuntungan. Sekedar mitos memang, tetapi anda perlu mengantri dengan sekian banyak turis yang melakukan hal yang sama atau berfoto.

4. Good Luck Statue di Jembatan Charles, Praha – Ceko

Patung santo Johannes Nepomuk di jembatan Charles.
Simbol ini yang sering dijamah turis yang datang sebagai simbol keberuntungan.

Johannes dari Nepomuk adalah seorang imam di Praha dengan kisah heroik yang pernah saya ulas di blog ini sebelumnya. Sebagai santo atau orang kudus yang berasal dari Ceko, patung santo Johannes Nepomuk banyak ditempatkan di jembatan atau dekat sungai di wilayah Bavaria, Austria dan Ceko. Penduduk Ceko mempercayai bahwa siapa saja yang menyentuh perunggu rupa Santo Johannes Nepomuk yang ditempatkan di jembatan Charles akan membawa orang tersebut kembali ke Praha. Kini anda bisa melihat perunggu tubuhnya begitu berkilau karena siapa saja datang menyentuhnya.

5. Glücksbringer, Munich – Jerman

Di Altstadt München, terdapat patung babi pembawa keberuntungan bila menyentuh hidungnya.

Terakhir adalah babi keberuntungan di Munich, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Sebagaimana anda tahu bahwa babi disimbolkan keberuntungan setiap pergantian tahun di Jerman dengan harapan kesuksesan di tahun yang baru. Nah, babi keberuntungan yang jadi karya seni ini bertempat di pusat kota (Altstadt) Munich, tak jauh dari Munich Town Hall. Katanya, jika anda memegang patung babi keberuntungan ini maka anda akan kembali lagi ke Jerman.

Mitos tetaplah mitos, boleh percaya pun boleh tak percaya. Dengan krisis corona sekarang ini, mungkin destinasi wisata di atas perlu juga dipertimbangkan bagi siapa saja yang menyentuh dan menggosokkannya. Atau muncul ide lain agar mitos tetaplah mitos sebagai bagian dari kultur dan pariwisata. Who knows!

Happy weekend!

Brussels (8): Sushi Shop, Pilihan Makanan Selera Asia di Central Station

Stasiun utama di kota Brussels.

Sebagai kota metropolitan dan multi etnis, begitu mudahnya menemukan makanan yang dikehendaki di Brussels. Sebagai turis, anda bebas memilih makanan apa yang dikehendaki sepanjang anda punya anggaran untuk itu. Seperti misalnya, saya ingin makan selera asia saat itu dan suami mengabulkan permintaan saya. Karena saya tidak ingin makan dalam porsi yang banyak maka saya berpikir mungkin ada imbiss, semacam kedai asia seperti di Jerman.

Jika anda berada di Brussels dan mungkin ingin makan selera asia dalam porsi yang tak besar maka anda bisa menyambangi sushi shop yang tersebar di sini. Salah satu sushi shop yang kami sambangi berada di Brussels Central Station. Ini semacam stasiun utama kereta api yang super sibuk di ibukota Belgia ini. Tentu anda bisa berfoto dan menjadikannya destinasi wisata juga. Stasiun ini juga menarik disambangi loh.

Sushi salmon.

Baca: How to make simple sushi

Setelah menimbang makanan apa yang hendak disantap, pilihan saya jatuh pada sushi salmon dan nasi sate ayam ala Jepang. Seperti yang anda lihat, ini nikmat sekali. Dan memang ini bukan pertama kali saya mengulas sushi di blog ini. Bahkan saya pernah membuat sushi sendiri dengan sushi maker yang dibeli di Jerman. Anda juga perlu tahu perbedaan sushi dengan gimbap yang mirip dan berasal dari Korea Selatan.

Sushi salmon ini rasanya sederhana hanya nasi sushi dan salmon asap yang memang sudah matang. Di Jerman salmon ini disebut geraucht lachts yang biasa terjual di supermarket sebagai makanan ready to eat. Ini smoked salmon yang memang super enak dan biasanya kami menikmatinya dengan roti dan acar bawang merah. Jika di Jepang bisa dibuat sushi salmon maka di Jerman bisa dibuat sandwich salmon.

Yakitori, sate ayam dan nasi.

Selanjutnya adalah nasi dan sate ayam. Ini mungkin tak asing lagi di Indonesia. Eits, tapi pasti ada yang berbeda dengan yakitori asal negeri matahari terbit ini. Saya membeli yakitori sudah siap disantap, hanya saja ini bisa dihangatkan di microwave di tokonya langsung. Itu tergantung si pembeli karena saya ingin makanan hangat. Dan pramusaji sekaligus kasir langsung menawarkan diri memasukkannya di microwave.

Persamaan yakitori dengan sate yakni keduanya menggunakan bilah bambu. Sementara sate dalam kuliner negara lain misalnya biasa menggunakan bilah metal. Persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama dipanggang dalam bara api layaknya sate yang kita kenal. Satu lagi, yakitori pun dinikmati dengan saus kecap. Ini sama seperti sate bersaus sambal kacang plus kecap.

Yakitori disajikan dengan kecap manis atau asin, yang disesuaikan dengan selera pembelinya. Jika sate yang kita kenal bisa untuk berbagai daging yang dikehendaki, sementara yakitori hanya menggunakan daging ayam fillet saja. Yakitori pun dinikmati begitu saja setelah matang atau dengan nasi putih seperti yang saya beli.

Brussels (7): Sensasi Minuman Setengah Meter di Pasar Malam Hingga Cokelat Panas

Minum schnaps setengah meter yang menjadi keseruan di pasar malam, Brussels.
Kedai ‘wine’ Belgia.
Glühwein.
Cokelat panas.

Menyusuri pasar malam yang digelar saat musim dingin saat tahun baru di Brussels memang mengasyikkan. Bagi mereka pecinta foto selfie, ada banyak spot bisa dijadikan lokasi. Indahnya Brussels Light Show plus keriaan orang menyusuri dinginnya malam bersamaan pasar malam menambah semarak traveling saya dan suami kali ini. Saya belum mau beranjak kembali ke hotel, meski malam semakin dingin. Kami putuskan menikmati suasana pasar malam.

Seperti yang anda lihat, saya merekam warna-warni tiap tenant pasar malam yang indah. Menariknya tenant ini tidak hanya berisi kuliner saja, ada berbagai kerajinan tangan sebagai home industry yang juga dijajakan. Namun saya fokus pada tenant kuliner saja, termasuk minuman. Di Brussels mereka menjual kuliner dari berbagai negara partisipan Uni Eropa dan negara lain. Saya bisa melihat kuliner dari negeri Balkan, misalnya.

Oh ya dibalik keramaian pasar malam, ada pemandangan menarik dimana kelompok orang begitu riuh berlomba bertepuk tangan menyemangati. Penasaran kami pun mendekat untuk memastikan apa yang terjadi. Rupanya terjadi kompetisi minum schnaps sepanjang setengah meter aneka rasa. Mulai dari membawanya agar gelas-gelas kecil tersebut tidak tumpah hingga bagaimana mereka menghabiskannya dalam hitungan detik.

Schnaps aneka rasa sepanjang setengah meter memang lagi kekinian di Brussels dan Zurich. Ini saya lihat dari promosi yang ditawarkan pada tiap tenant yang menjual kuliner malam di musim dingin. Bahkan ini bisa menjadi sovenir yang bisa dibawa pulang juga loh. Saya melihatnya di toko sovenir di stasiun utama di Zurich, Swiss.

Tak cuma schnaps, ada juga glühwein yang sudah lama saya kenal di Jerman. Glühwein ini memang tersedia di benua biru hanya pada musim winter saja, untuk menghangatkan tubuh. Glühwein juga ada di Belanda, Belgia dan Swiss. Kami memesannya pula untuk mengusir dinginnya malam saat itu.

Pecinta wine, silahkan merapat ke kedai wine rasa Belgia. Anda bisa menikmati sensasi minum wine sambil menonton keramaian lalu lalang orang.

Kedai makanan asal Balkan.
Kedai sovenir.
Kedai sosis asal Jerman.

Belgia itu menawarkan sensasi rasa cokelat yang benar-benar lezat di mulut. Di Antwerpen saya memesan susu cokelat panas dan Brussels juga. Minuman cokelat panas mereka memang benar-benar nikmat. Anda bisa memesannya, lalu membayar deposit gelasnya sehingga harganya menjadi 4€. Setelah anda selesai minum, gelasnya dikembalikan dan anda mendapatkan uang deposit gelas kembali.

Bagi petualang kuliner, anda bisa terpuaskan dengan berbagai pilihan rasa di sini. Aneka minuman dan kuliner lengkap bisa dicoba. Jangan lupa berfoto dan pajang pose kuliner di Brussels di media sosial! Karena begitu banyak spot foto memikat yang bisa juga dicoba.

Den Haag (3): 5 Destinasi Wisata Berikut Bisa Jadi Pilihan Anda Bertamasya

Ilustrasi.

Minggu lalu saya membahas tentang tempat rekreasi keluarga di Den Haag, kini saya ajak anda berkeliling ke lima destinasi wisata di Den Haag. Pasalnya Den Haag adalah kota internasional yang ramah dengan orang asing. Di sini terdapat International Judicial Court yang dikenal dunia. Jarak Amsterdam dan Den Haag sekitar 59 kilometer yang kami jangkau kurang dari satu jam dengan kendaraan pribadi. Den Haag adalah salah satu kota yang indah di provinsi bagian selatan Belanda.

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi jika anda berada di Den Haag.

1. Ridderzaal dan Church of Binnenhof

Gereja yang berada di pusat kota.

Bagian pertama dari Den Haag yang wajib dikunjungi bernama Ridderzaal. Ini semacam alun-alun kota yang kadang juga dijadikan area kenegaraan. Area ini adalah area pejalan kaki, yang tidak bisa dimasuki dengan kendaraan. Di sini, anda bisa membayangkan kehidupan masyarakat Den Haag sekitar beberapa ratus tahun lalu. Tak jauh dari alun-alun, ada gereja yang disebut church of binnenhof. Di depan gereja tampak air mancur yang indah bergaya gothik. Air mancur ini dibangun pada abad 19.

2. Binnenhof

Binnenhof memang layak dikunjungi mengingat bangunan parlemen ini termasuk yang tertua di dunia dan masih digunakan hingga sekarang. Bangunan bergaya arsitektur gothik ini dibangun pada abad 13 dan menjadi saksi sejarah berbagai perhelatan politik dan kerajaan. Letaknya tak jauh dari gereja dan alun-alun yang dijelaskan pada nomor 1, sehingga binnenhof bisa menjadi destinasi anda selama di Den Haag.

Miniatur Binnenhof.

3. Madurodam

Tampak depan.

Baca juga: Tempat wisata keluarga di Den Haag, Madurodam

Madurodam adalah salah satu tempat rekreasi keluarga yang bisa disambangi untuk menghabiskan waktu di Den Haag. Madurodam ini dibangun atas inisiatif keluarga Maduro. Di sini pengunjung bisa menikmati miniatur Belanda dan mengenal negeri kincir angin ini lebih mendalam lewat budaya, arsitektur, sejarah dan masih banyak lagi lainnya.

4. Friedenspalast

Destinasi keempat yang juga layak dikunjungi di Den Haag adalah Peace Palace. Menurut kami, ini adalah bangunan terindah di Den Haag. Sayangnya, kami tak tahu dimana harus parkir mobil sehingga kami melewatkannya. Dari namanya, bangunan indah ini anda bisa menebak, tempat apa ini. Ini adalah International Court Justice yang mulai resmi digunakan pada tahun 1913.

5. Gemeentemuseum

Tempat kelima yang bisa anda datangi jika berada di Den Haag adalah Gemeentemuseum, yang cocok bagi pecinta seni. The Kunstmuseum ini sudah ada sejak tahun 1866 sebagai art museum. Di sini pula tersimpan karya masterpiece dunia sebut saja Van Gogh, Pablo Picasso, Monet dan sebagainya. Koleksi museum ini tidak hanya soal art saja, tetapi ada juga fashion dan musik.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Brussels (6): Suka Tokoh Kartun Smurf? Di Sini 4 Tempat Menemukannya

Smurf 1 di pojok galeri hotel Hilton.
Smurf 2 di pojok galeri hotel Hilton.

Bagi pecinta film kartun tentu anda mengenal tokoh Biru yang bernama Smurf. Ya, tokoh ini digemari bukan hanya di kalangan anak-anak dan remaja saja, rupanya banyak juga orang dewasa yang suka dengan tingkah polah Smurf yang lucu dan menggemaskan.

Brussels adalah surga bagi penggemar Smurf di seluruh dunia. Di sini anda bisa dapatkan mural di pusat kota, museum hingga aneka sovenir bertemakan Smurf dengan mudahnya. Anda bisa berfoto dengan latar belakang mural Smurf atau mencari tahu sejarah keberadaan Smurf. Bahkan anda bisa membeli berbagai pernak-pernik tentang Smurf dan bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Smurf diperkenalkan ke publik oleh seniman asal Belgia, yang dikenal Peyo pada tahun 1958 sebagai komik berkarakter lucu. Semakin dikenal publik, Smurf pun diperluas dalam film layar lebar, serial terlevisi, iklan, game bahkan juga boneka. Smurf diangkat dalam film layar lebar tahun 1980-an. Kini banyak orang di dunia menjadi penganggum tokoh kartun ini. Sebagai penggemar, Brussels adalah tempat meluapkan kegembiraan pada Smurf dan menemukan karakternya yang asli lewat empat tempat berikut yang berhasil saya kunjungi.

1. Hilton Brussels Grand Palace

Pojok SMURF di galeri hotel.

Tempat pertama tentang Smurf yang bisa anda datangi adalah hotel Grand Hilton. Hotel eksklusif ini berada di seberang Grand Palace dan Central Station. Di sebelah hotel terdapat kafe dimana mungkin anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue cokelat yang lezat.

Setelah anda memasuki pintu utama, tanyakan kepada petugas jaga bila anda ingin melihat galeri Smurf. Semisal di musim winter ini, hotel ini menyajikan edisi Smurf yang berbeda.

Kami berdua datang di pojok kiri setelah kafe, dekat dengan lobby. Di situ anda akan melihat lemari kaca yang mewah menempatkan tokoh Smurf dengan figur yang berbeda. Hotel ini mengapresiasi seniman pencipta Smurf dan menyediakan galeri tersebut di situ. Anda akan menemukan penjelasannya di lemari kaca tersebut.

2. Museum Kartun

Tampak depan museum dan di belakang adalah toko sovenir penjualan Smurf.

Lokasi kedua bagi penggemar Smurf adalah museum yang disediakan pemerintah di area turis untuk dikunjungi. Tepat di depan museum terdapat patung Smurf di atas jamur yang melambangkan karakternya, berbalut cat putih. Banyak turis senang berfoto di depan patung besar Smurf tersebut. Bersiaplah mengantri untuk berfoto dan selfie di sana.

Letak museum kartun berada di belakang pabrik cokelat atau berjalan kaki sekitar 900 meter dari Grand Palace. Di museum ini anda akan terpuaskan dengan berbagai informasi seputar Smurf dan Tin Tin. Ada kafe, toko penjualan sovenir dan perpustakaan dan berbagai aktraksi hiburan yang disukai anak-anak. Bagi pecinta komik, di sini keingintahuan anda akan terpuaskan. Tentu, anda harus membeli tiket masuk sebelum menjangkau semua itu.

3. Mural di pusat kota

Mural dinding kota, tempat banyak orang berfoto.

Brussels pun tersedia beberapa spot comic strips, termasuk tokoh Smurf. Strips komik Smurf berada di jantung kota Brussels. Anda bisa menyimaknya satu per satu. Kami hanya mendatangi salah satunya mural comic strips yang letaknya tak sampai lima menit berjalan kaki dari Central Station. Dinding mural ini pun tak jauh pula dari Hotel Hilton yang saya sebutkan di nomor 1.

Dinding mural Smurf ini terbuka untuk umum. Siapa pun senang berfoto di area ini. Gratis. Sebaiknya anda juga tidak menyentuh area dinding mural, cukup diperhatikan saja. Ada beberapa strip Smurf yang bisa anda nikmati di Brussels, saya mengambil salah satunya saja yang memang tak jauh dari Grand Palace.

4. Toko Sovenir Smurf

Poster SMURF yang dibeli di toko sovenir.

Lokasi terakhir dimana anda bisa membelinya seperti merchandiser Smurf maka anda bisa mendatangi toko sovenir yang khusus menjualnya. Letaknya berada di sebelah Museum Cartoon. Kami membeli poster Smurf untuk dibawa pulang. Tetapi di sini ada banyak pilihan bagi penggemar Smurf, mulai dari gantungan kunci, magnet holder, boneka, hiasan hingga poster dan sebagainya.

Apakah anda suka juga dengan tokoh Smurf?

Den Haag (2): Dalam Satu Hari Berkeliling Belanda? Bisa, Tempat Rekreasi Keluarga

Prasasti George Maduro, yang menjadi tokoh dan inspirasi pembuatan miniatur park Madurodam.
Berbagai miniatur negeri kincir angim ada di sini.
Miniatur bangunan seperti ini.
Miniatur kota Rotterdam.

Jika anda berpergian ke Belanda bersama keluarga, ada tempat wisata keluarga menarik di Den Haag yang bisa menjadi pilihan. Letak tempat rekreasi wisata ini berada di Maduroplein di Scheveningen, di Den Haag. Saya tidak tahu menjangkaunya dengan kendaraan umum, karena kami menggunakan kendaraan pribadi. Lokasi parkir berada di dekat situ, dengan membayar 8€ sekali masuk parkir selama 24 jam.

Bagi anak-anak, Madurodam menawarkan area visualisasi miniatur dari negeri Belanda yang menarik. Selain itu, di sini juga terdapat berbagai sejarah dan prestasi negeri kincir angin melalui aneka ruang audio visual yang dibuat semenarik mungkin. Misalnya, pengunjung diperkenalkan tokoh Maduro melalui tayangan dokumenter dengan durasi singkat dan visual yang menarik. Lainnya misalnya, bagaimana prestasi Belanda dalam sepak bola. Di studio itu, ada juga arena interaksi mini sepak bola.

Area rekreasi Madurodam ini berasal dari nama Maduro. Siapakah Maduro?

Maduro bernama lengkap George John Lionel Maduro (1916-1945) adalah seorang prajurit berdarah Belanda yang terlibat dalam perang dunia. Jika melihat dari tahun kematiannya, anda bisa mengenali bahwa beliau wafat saat perang dunia kedua. Dikutip dari wikipedia, Maduro adalah satu-satunya orang Belanda keturunan Antillian yang dianugerahi gelar Knight ke-4 Ordo Militer William, yang dianugerahi secara anumerta. Pada tahun 1952, atas inisiatif orangtua Maduro maka miniatur Madurodam ini resmi dibuka. Madurodam dimaksudkan untuk menghormati peringatan putra tunggal mereka.

Antrian pertama, teater profil Maduro.
Studio tentang profil Maduro.
Studio tentang sejarah Belanda di abad pertengahan.
Miniatur taman bermain ini.
Miniatur moderen hunian negeri Belanda.
Atau miniatur waterpoort.

Apa saja yang ditawarkan Madurodam?

Setelah pintu masuk, pengunjung masuk pada ruang teater tentang profil Maduro secara bergantian. Petugas akan mengatur pengunjung untuk menyaksikan film dokumenter nan aktraktif ini. Teater mini ini pun, hanya bisa berdiri, tak ada kursi layaknya teater umumnya. Selesai tayangan, pengunjung mulai memasuki taman miniatur sesuai petunjuk jalan.

Area visual lainnya pun bisa diikuti secara gratis, dengan menunggu giliran. Setelah antri di pintu masuk, ikuti petunjuk petugas mengikuti tayangan yang ditampilkan. Studio menampilkan tayangan visual dan audio yang disukai anak-anak. Ini melibatkan suara, gerakan atau gambar yang menarik untuk disimak.

Selepas itu, pengunjung bisa menyaksikan miniatur negeri Belanda yang ditampilkan, mulai dari bagian selatan hingga utara. Lengkap! Saya sebagai turis menjadi paham berbagai lokasi yang sebenarnya belum dijangkau. Misalnya, berapa banyak tulip, bunga kebanggaan orang Belanda ini berbunga tiap tahun dan bagaimana sebarannya. Atau bagaimana penataan kota untuk hunian moderen warga Belanda.

Pengunjung yang suka selfie, tempat ini layak dijadikan tempat berfoto ria, dengan memperhatikan etika. Seperti tidak menginjak area yang dilarang atau merusak area miniatur. Tempat miniatur ini menampilkan arsitektur gedung dan bangunan yang dijadikan destinasi wisata seperti istana, houten huis atau museum. Ada pula miniatur kota Rotterdam, yang menjadi kota pelabuhan, dengan kapal yang dimainkan seperti sungguhan. Menarik!

Serba mini di sini.
Ini juga mini.

Saran dan hal yang perlu diperhatikan:

1. Di Belanda pembayaran banyak dilakukan dengan cashless. Kami bisa membayar parkir dengan mesin otomatis menggunakan kartu debit. Begitu pun, kami membayar karcis masuk.

2. Jika anda memang sudah berencana jauh hari untuk berkunjung, sebaiknya membeli tiket masuk via online atau website langsung. Harga tiket online lebih murah sekitar 16,50€ per orang (jika tidak salah). Sementara kami membeli tiket tunai dan bayar di tempat dikenakan per orang 19,50€.

3. Ini area rekreasi outdoor, pertimbangkan jaket bila musim dingin atau payung bilamana hujan.

4. Tersedia kafe dan restoran yang enak juga, bilamana anda khawatir soal makanan dan minuman bersama keluarga di dalam.

5. Tidak membuang sampah sembarangan.

6. Tidak menyentuh atau memasuki area miniatur. Ikuti petunjuk arah untuk berkeliling.

7. Anda tidak perlu membayar untuk menggunakan toilet umum di tempat rekreasi.

Brussels (4): Pernah Coba Makan Kerang Rebus Bersamaan Kentang Goreng? Ini Makanan Wajib

Pesanan datang, menu aslinya adalah “mosselen met frite” seperti yang anda lihat.
Lebih dekat dengan kentang rebus rasa seledri.

Datang ke Brussels maka perlu wajib coba makan mussels, yang katanya masih satu famili dengan kerang. Makanan ini begitu mudah dijumpai di restoran-restoran pusat kota yang jadi incaran turis. Awalnya saya tak percaya mengapa saya harus mencoba kuliner ini di Brussels? Atas saran kenalan asal Belgia yang sekarang hijrah ke Jerman. Ternyata menu ini memang menjadi saran untuk turis mencobanya.

“Moules-frites” adalah nama kuliner yang dipesan. Ada juga yang menuliskannya “mosselen met frite” yang intinya adalah sama. Moules atau mussels merupakan satu famili dengan kerang. Entah bagaimana makanan ini menjadi kuliner yang perlu dicoba di Brussels. Bahkan tradisinya adalah menikmatinya pun dengan kentang goreng kemudian minum bir asal Belgia. Itu sudah!

Baca: 4 Kulineran wajib dicoba di Brussels

Sebenarnya kerang rebus bukan hal baru buat saya. Di Jakarta dulu ada jajanan kerang rebus berbumbu kunyit. Di Belgia mussels direbus dengan seledri. Tak ada bau amis untuk kuliner ini. Hanya saja buat saya, porsi ini cukup besar dan mengenyangkan. Apalagi menikmati kerang bersama kentang goreng. Luar biasa mengenyangkan.

Seperti biasa, suami pesan ini.
Saya pesan sup tomat juga.

Itu pun saya masih memesan sup tomat karena saya merasa kedinginan dan tak enak badan saat itu. Kebayang bahwa porsi makan malam saya benar-benar puas. Sementara suami saya memesan bir Belgia untuk menyantap “mosselen met frite” yang menjadikan ini menu hal istimewa sebagai turis di Brussels.

Ngomong-ngomong anda tahu bahwa kerang itu sumber protein yang tinggi dan rendah kalori loh. Makanan ini kaya zat besi dan mineral. Umumnya resep kerang rebus di Brussels itu bercampur kuah seledri. Orang di sini menyebutnya herbs soup. Saya suka juga menu ini karena ini tidak amis. Cukup kenyang buat kami berdua.

Menikmati moules itu memang jadi ide wajib kulineran bila berkunjung ke Brussels, Paris dan Amsterdam. Ada banyak restoran di sini yang menyajikan citarasa yang enak khas western food untuk membuat famili kerang ini begitu enak disantap. Bahkan hal ajaib menurut saya adalah menikmati moules dengan kentang rebus. Apa jadinya? Silahkan datang dan coba langsung jika anda bertandang ke Brussels!

Brussels (5): 5 Gereja Katolik yang Mempesona di Sentra Turis

Gereja di area Royal Palace, Brussels.
Bagian dalam The ‘Our Lady of Assistance’ Church, dengan tabernakelnya begitu indah dekat altar.
Gereja Santo Nikolaus yang diperkirakan berusia hampir satu abad.

Hari ini adalah hari raya Rabu Abu, yang dirayakan umat katolik di seluruh dunia. Di Jerman, istilah Rabu Abu disebut ‘Aschermittwoch‘ yang menandai dimulainya masa prapaskah. Karnaval dan festival yang meriah kemarin sudah berakhir dan ditutup dengan faschingsdienstag. Apa yang disebutkan di atas adalah tradisi gereja katolik. Kini saya ajak anda menyelami lima gereja katolik yang letaknya di pusat kota Brussels dan menjadi sentra turis.

Kami sengaja tak memilih sightseeing tour agar kami bisa bebas memilih kemana kaki kami melangkah di pusat kota. Tak terasa bahwa kami telah mengunjungi lima gereja yang berada di pusat kota, yang menjadi destinasi wisata bagi para turis. Gereja yang sudah berusia ratusan tahun ini ternyata masih mengagumkan, bahkan masih menyimpan magnet untuk membawa turis berkunjung. Ada yang sekedar berfoto karena begitu indah, ada yang melihat-lihat tetapi ada pula yang berdoa. Setidaknya kami tidak lupa berkunjung ke rumah Tuhan.

1. The church of St. James on Coudenbourg

Tampak kejauhan.
Ditandai dengan patung Raja Leopod I yang menunggang kuda.
Tampak dalam gereja yang megah.

Gereja pertama yang wajib dikunjungi adalah gereja bergaya neo klasik khas gereja katolik. Semula saya berpikir ini adalah kastil atau bangunan seperti museum, ternyata ini adalah gereja. Karena di depan bangunan ini adalah seorang ksatria yang sedang menunggang kuda. Siapakah dia? Apakah ada kaitan antara ksatria ini dengan gereja? Kami pun menyebrangi dan segera memasuki pintu utama.

Berdiri di area royal palace, gereja ini dibangun pada abad 18. Setelah dibangun, gereja ini menjadi biara dan paroki dengan mengambil santo pelindung, Santo James. Namun gereja ini pun tak luput dari pergolakan perang saat Revolusi Prancis terjadi. Kemudian gereja dikembalikan lagi seperti fungsi semula sebagai gereja katolik di dekat istana, dimana umat bisa datang dan berdoa. Lihat saja, ruangnya begitu megah, bahkan untuk tim paduan suara yang bernyanyi di sini begitu lapang. Bendera negara Belgia tampak tergantung di langit-langit.

Rupanya kstaria yang menunggang kuda yang diabadikan di depan gereja adalah Raja Leopod I yang mengambil sumpah menjadi penguasa tahun 21 Juli 1831. Informasi ini tertera di prasasti di bawah patung. Anda harus berhati-hati mengambil foto di dekat tugu kstaria ini. Letaknya di sentra jalan dan menjadi lalu lalang tram, bis dan kendaraan sehingga anda perlu memeriksa saat sepi jalanan untuk berfoto.

2. The ‘Notre-Dame’ Church

Tampak depan.

Gereja kedua yang kami datangi adalah notre-dame Brussels. Sayangnya saya mengambil gambar sudah larut malam dan misa dalam bahasa Prancis sudah dimulai. Jadi saya mengambil gereja tampak depan saja. Meski tak semegah seperti gereja Notre-Dame di Paris, tetapi gereja ini masih aktif melayani umat.

Di depan pintu, tertera informasi bahwa gereja ini disebut ‘Die Notre-Dame du Finistéré Kirche’ yang dibangun pada abad 18 dan mengalami beberapa kali perbaikan. Gereja ini bertuliskan ‘finis terrae’ diambil dalam bahasa Latin berarti ‘di ujung bumi’ untuk membedakan gereja Notre-Dame lain yang juga ada di Brussels juga. Gereja ini tak sepenuhnya bergaya arsitektur Baroque, ada pula Neo Klasik.

3. The ‘Our Lady of Assistance’ Church

Tampak kejauhan.
Menaranya tampak jelas.
Kubah gereja.

Gereja ketiga yang juga menjadi destinasi wisata turis di Brussels adalah gereja katolik Santa Maria Pembantu Abadi, begitu bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ada pula yang menyebutnya gereja Notre-Dame juga atau tepatnya Church of Notre-Dame de Bon Secours. Gereja ini tampak depan terdapat relief ziarah menuju tempat ziarah Compostela, di Spanyol. Tempat ziarah impian suatu saat nanti.

Abad 12 gereja ini sudah berdiri sebagai gereja bergaya arsitektur Baroque dan banyak dikunjugi umat. Seiring dengan berjalannya waktu, gereja diubah menjadi bergaya renaissance pada abad 17. Gereja ini pun tak luput dari serangan perang kala itu. Namun gereja tetap berdiri tegak menaungi umatnya. Tabernakel dekat altar begitu indah, pun patung Bunda Maria pelindung gereja. Gereja ini masih aktif untuk berdoa dan tempat menyelenggarakan misa.

4. The Saint Nicholas Church

Figur Santo Nikolaus.
Diorama kelahiran Yesus.
Dalam gereja.

Gereja keempat juga masih aktif untuk melayani umat. Bahkan saya dan suami sempat berlama-lama di gereja ini untuk berdoa dan sekedar mencari kesunyian di tengah hiruk pikuk pusat kota. Meski gereja ini tak besar tetapi ini membuat kami betah di dalam. Gereja ini disebut juga Basilika Santo Nikolaus. Tak disangka gereja katolik di sentra turis ini semua masih aktif dikunjungi umat dan tempat ibadah.

Diperkirakan gereja ini telah ada abad 11 Masehi, dengan mengambil santo pelindung Nikolaus. Kemudian abad 14 gereja direnovasi bergaya gothik. Gereja indah ini menjadi korban perang pada tahun 1600-an. Renovasi dan perbaikan kembali dilakukan terutama bagian depan gereja dan bertahan hingga sekarang.

5. Saint Michael & Gudula Cathedral

Begitu megahnya gereja ini, saya sampai tidak bisa mendokumentasikan keseluruhannya.

Katedral Brussels adalah gereja tak sempat saya singgahi dan hanya sekedar berada di luar gereja. Padahal gereja ini benar-benar berkesan dari interior hingga eksteriornya. Tempatnya tepat di area pusat turis dan dekat pasar sentral. Eksteriornya menakjubkan dan megah. Lihat saja kaca jendela gereja ini terpatri baik. Tak hanya banyak orang senang duduk di sekitar luar gereja, burung gereja tampak senang bertebangan bahkan elang hinggap di atas gereja.

Abad 9 katedral ini semula hanya kapel yang dibangun untuk menjadi rumah ibadah. Tak terasa pertumbuhan jumlah umat membuat gereja ini berkembang menjadi katedral yang megah. Pada abad ke-13 katedral dibangun total dengan gaya arsitektur gothik. Jika anda ingin tahu keindahan kota Brussels, datanglah tiap Sabtu minggu kedua dan keempat dimana anda bisa naik ke atas menara puncak gereja.

Memang rumah Tuhan tak luput dari traveling kami. Sejenak kita bisa berdiam diri hanya untuk menemukan makna perjalanan yang sedang dilakukan. Benar bahwa selalu ada yang menarik berada di rumah Tuhan.

Selamat memasuki masa prapaskah bagi anda yang memperingatinya!

Heidelberg (2): 5 Destinasi Wisata di Kota Tua Hanya Berjalan Kaki

Kongresshaus Stadthalle di tepi sungai Neckar.
Sungai neckar saat senja.
Di Alstadt Heidelberg masih didominasi banguan berbata merah seperti ini.

Bila anda datang ke Jerman dan berlabuh di negara bagian Baden-Württemberg maka anda bisa datang langsung ke Heidelberg. Heidelberg memiliki pesona tersendiri. Kota ini dilalui sungai nacker dan kecantikan arsitektur kota tua yang selalu menjadi sorotan kamera. Di sini menjadi lazim melihat turis-turis mengabadikan tiap sudut kota dengan jepretan kamera. Bangunan ratusan tahun nampak kokoh dan tak lekang waktu. Selain itu di Heidelberg berdiri pula universitas tertua di Jerman.

Baca juga: Romantisme jembatan Karl-Theodor di Heidelberg

Melanjutkan kunjungan saya ke Heidelberg yang pernah diulas sebelumnya, kini anda bisa menyimak destinasi wisata apa saja yang bisa anda jumpai di sana. Datang langsung ke kota tua atau Altstadt Heidelberg, anda akan menjumpai bangunan yang gaya arsitekturnya yang mirip satu sama lain. Dibangun dengan bata merah, ini mengingatkan bahwa ini kota ini memiliki arsitektur Renaissance di era abad pertengahan.

1. Kongresshaus Stadthalle

Tampak depan.
Tampak samping.

Ini adalah gedung bersejarah yang banyak dipakai untuk acara resmi dan istimewa seperti konser musik, festival dan acara lainnya. Lokasinya berada di sentra Heidelberg yang mudah dijangkau di sisi sungai neckar. Sayangnya saat kami datang, gedung ini tertutup dikunjungi karena ada perbaikan. Bangunan ini diresmikan dan dibuka tahun 1903 dan sering dijadikan tempat perhelatan budaya.

2. Heidelberg Palace

Kastil berbata merah dari kejauhan, diambil dari jembatan Heidelberg.

Destinasi kedua yang bisa disambangi adalah istana Heidelberg yang mempesona. Sayangnya kami datang sudah hampir gelap di kala musim dingin, kami hanya memandangi istana dari seberang jembatan. Menurut banyak orang, ini adalah kastil terindah di Jerman dengan gaya renaissance yang dibangun pada abad pertengahan. Itu sebab orang datang ke kastil ini dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.

Dinding istana yang indah dan patung-patung yang mengesankan, menjadikan kastil ini layak dikunjungi. Dari halaman istana ini, pengunjung bisa melihat panorama kota Heidelberg dari atas yang indah. Selain itu, ada pemandangan kebun anggur yang asri ditambah sungai neckar yang mempesona. Untuk interior istana, pengunjung harus bayar 8€ per orang.

3. Marstall

Dari seberang jalan.

Ini semacam benteng yang kokoh yang sengaja dibangun kala perang terjadi di abad pertengahan. Marstall sepanjang 135 kilometer berada di tepi sungai neckar.

4. The Church of Holy Spirit

Tampak muka gereja.
Berusaha mengabadikan keseluruhan gereja, sepertinya hanya bagian atas saja yang terlihat.

Gereja terbesar dengan bangunan mencolok di Heidelberg bernama ‘die Heiliggeistkirche’ yang diterjemahkan menjadi ‘The Holy of Spirit’ bermakna betapa kuasa dan cinta Tuhan tetap hidup di dunia. Selama dua ratus tahun dinding gereja terbagi antara katolik dan kristen protestan. Kedatangan Luther ke Heidelberg memberikan perubahan baru bagi warga Heidelberg kala itu. Di gereja ini muncul ajaran katekismus pada tahun 1563 pertama kali di dunia, seiring pembaharuan umat masa itu.

5. Kurpfälzisches museum

Tampak depan.

Museum Kurpfälzisches letaknya masih di kota tua atau Alstadt, sebagai pelengkap kunjungan anda. Museum ini berdiri sekitar abad 19 yang berisi koleksi seni sebagai koleksi dari sejarahwan Charles de Graimberg. Kami tak sempat masuk ke dalam berhubung sudah tutup jam 18 sore. Untuk memasuki museum, anda perlu membayar tiket masuk.

Semoga ini menjadi pertimbangan anda bila berkunjung ke Jerman.

Swiss, Zurich (1): Coba Polybahn, Kereta Tanpa Masinis dari Dua Abad Lalu

Ini jadwal keretanya.
Sebagian dalam isi kereta.
Panorama kota Zurich dari halaman ETH yang tampak mendung berawan.

Ada beberapa tempat untuk menyaksikan keindahan panorama kota Zurich dari ketinggian. Salah satunya adalah kami pergi ke ETH dan di teras ETH ini kita bisa menyaksikan panorama kota Zurich. Sayangnya kami datang dalam cuaca yang sedang tak bersahabat. Hujan, mendung dan sedikit berawan sehingga langit pun bergelayut abu-abu pada foto yang saya dapatkan dari sudut teras ETH.

Tentang ETH dan destinasi lain di Zurich, silahkan dinantikan cerita selanjutnya!

Untuk menjangkau ETH, kita perlu kereta yang biasa disebut polybahn. Letak stasiunnya ada di sebelah Starbuck, depan jembatan Bahnhofbrücke. Di himpit beberapa kafe, stasiun ini memang tak tampak mencolok. Polybahn dimanfaatkan sebagian besar mahasiswa ETH untuk menjangkau kampusnya, yang letaknya di atas ketinggian. Itu sebab di kalangan mahasiswa, polybahn disebut kereta express, ketimbang jalan kaki menjangkau kampus.

Di halaman kampus ETH ini, saya bisa mendapatkan gratis WIFI dari fasilitas universitas ETH. WIFI kampus saya memang masih berhubungan sepanjang kita punya identitas mahasiswa di Jerman. Bisa jadi ada program kerjasama fasilitas internet antara kampus di sini dengan kampus di Jerman. Entahlah. Pastinya, halaman kampus ETH ini kita bisa menyaksikan panorama kota Zurich.

Pemandangan sepanjang perjalanan singkat dengan Polybahn.
Tampilan kereta polybahn.
Mesin otomatis untuk beli tiket kereta.

Polybahn memang menjadi kesempatan menarik bagi turis seperti kami. Ini mengingatkan pada masa nostalgia dimana kereta belum begitu moderen tekhniknya seperti sekarang. Seperti yang anda lihat, polybahn hanya dalam hitungan detik bisa menghubungkan Zurich bagian atas dan bawah secara cepat.

Dikutip dari laman resmi, polybahn muncul sejak akhir abad 19 ini sempat ditiadakan. Tahun 1979, polybahn kembali dioperasikan berkat kerjasama dengan pihak ketiga untuk menjalankannya. Kereta yang pernah ada pada abad 19 ini memang dibangkitkan kembali seiring kebutuhan. Kendaraan ini tetap dipertahankan secara teknologi dan keamanannya yang masih mumpuni. Bagi turis seperti kami, ini menarik.

Oh ya, polybahn itu hanya satu saja. Datang dan pergi dengan waktu yang sudah terjadwal. Pengoperasian kendaraan ini dilakukan secara terstruktur sesuai kecanggihan teknologi saat ini. Tak ada masinis atau orang yang menjalankan kereta. Ada tanda bunyi peluit sebagai bentuk komunikasi pengoperasian kereta. Selama perjalanan singkat, anda bisa menyaksikan pemandangan sebagian kota Zurich dari ketinggian.

Terakhir nih, kami perlu membayar kereta ini. Ada mesin otomatis pembayaran untuk menjalankan transaksinya. Ini semua hanya sistim kepercayaan, tak ada petugas yang membantu. Harga tiket 1CHF, mata uang Swiss yang bisa dibayarkan lewat kartu elektronik juga. Tiket disimpan sebagai bukti pembayaran. Jika ada kontrol tiket, maka anda bisa menunjukkan bukti kepemilikan tiket.

Saya hanya membayangkan bisa jadi ini menjadi cikal bakal teknologi kereta di masa depan. Tanpa masinis, tanpa petugas loket tiket dan bahkan petugas yang berjaga selama perjalanan di kereta. Who knows ya!