4 Alasan ‘Sok Tahu’ itu Tidak Pernah Belajar Apapun

Pernahkah anda bertindak ‘sok tahu’ dalam hidup atau anda bertemu dengan orang yang ‘sok tahu’? Jika pernah mengalami keduanya, atau setidaknya anda pernah mengalami salah satu dari kenyataan ‘sok tahu’ tersebut, tentu anda paham bahwa ‘sok tahu’ selalu terkesan sombong. Orang yang ‘sok tahu’ terkesan arogan dan tinggi hati.

Tetapi percayalah, orang yang ‘sok tahu’ itu tak pernah belajar apa pun.

Mengapa?

1. Orang ‘sok tahu’ biasanya sudah menganggap dirinya tahu lebih dulu sebelum diajari atau dijelaskan.

Karena orang yang demikian sudah membangun asumsi lebih dulu, tanpa mendengarkan penjelasan orang lain. Ini pernah saya alami. Saya pernah merasa ‘sok tahu’ mengoperasikan mesin fotokopi saat bekerja di Jerman. Saya berasumsi semua mesin fotokopi sama, kenyataannya tidak demikian. Saya salah besar karena saya merasa ‘sok tahu’ tanpa bertanya bagaimana mengoperasikan mesin fotokopi dengan baik. Hasilnya, saya menghabiskan berlembar-lembar kertas yang salah difotokopi.

2. Orang ‘sok tahu’ itu biasanya menganggap remeh sesuatu.

Hargai sekecil dan seremeh apa pun di dunia. Dari hal kecil, kita belajar tentang hal besar. Apa yang kita anggap kecil dan remeh, nyatanya memberi arti dan makna dalam hidup. Contohnya kembali pada pengalaman pertama kali saya mengoperasikan mesin fotokopi. Saya meremehkan persoalan memfotokopi dokumen. Padahal pekerjaan memfotokopi itu yang dahulu di Jakarta biasanya saya minta orang lain, asisten kantor melakukannya sebaliknya di Jerman, apa pun jabatannya, kita harus melakukan fotokopi sendiri.

3. Orang ‘sok tahu’ itu biasanya sombong sehingga tidak membuka diri untuk belajar.

Pengalaman itu mahal dan tak ternilai harganya. Jika kita sudah merasa paling tahu tentang sesuatu hal, bagaimana kita mendapatkan sesuatu hal baru untuk dipelajari. Ibarat orang ‘sok tahu’ itu seperti tangan yang tertutup mengepal. Bagaimana kita bisa menerima sesuatu dengan tangan jika tangan kita mengepal dan tertutup. Rendah hati adalah sikap yang baik meski kita tahu apa pun di dunia ini. Kata ibu saya, di atas langit masih ada langit.

4. Orang ‘sok tahu’ itu ingin tidak terlihat bodoh sehingga tak butuh penjelasan.

Ketika saya melihat mesin fotokopi, saya sudah berasumsi bahwa semua mesin fotokopi sama dan mengerjakan fotokopi adalah hal mudah. Karena saya merasa ‘sok tahu’ dan sudah membangun asumsi, maka saya merasa tak perlu lagi bertanya pada orang lain. Saya menutup diri untuk ingin tahu mengoperasikan mesin fotokopi. Kenyataannya, saya salah besar melakukan fotokopi. Saya atau anda memilih menjadi sok tahu sehingga tidak terlihat bodoh.

Dari empat alasan di atas, jelas bahwa orang yang ‘sok tahu’ tidak akan belajar apa pun. Mereka telah membangun benteng pertahanan untuk berhenti tahu. Bertanyalah agar tidak sesat di jalan!

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

2 thoughts on “4 Alasan ‘Sok Tahu’ itu Tidak Pernah Belajar Apapun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.