Glücksklee, Tanaman Semanggi Berdaun Empat yang Dipercayai Bawa Keberuntungan

Awal tahun di Jerman itu masih masuk dalam musim dingin, namun memiliki tanaman untuk dirawat itu tidak pernah memandang musim. Seperti awal tahun ini ada kecenderungan pasar (=supermarket di Jerman) untuk menjual aneka tanaman hias yang cocok ditempatkan dalam ruangan.

Salah satu tanaman hias awal tahun yang dianggap pemberi keberuntungan berikut adalah hadiah dari seorang kerabat kepada kami. Konon klee (=tanaman semanggi dalam bahasa Jerman) kerap beredar hanya di akhir tahun dan awal tahun yang baru. Tanaman semanggi ada 300 jenisnya, namun saya fokus pada semanggi berdaun empat yang dianggap juga sebagai tanaman hias.

Dalam bahasa Indonesia adalah klee yang termasuk dalam keluarga tanaman semanggi. Karena bukan sembarang semanggi, maka disebut juga semanggi keberuntungan atau dalam bahasa jerman disebut glückslee. Biasanya tanaman ini sudah dimasukkan dalam pot cantik yang diletakkan sebagai tanaman hias di dalam ruangan rumah.

Anda pasti penasaran ‘kan mengapa tanaman semanggi ini dianggap pemberi keberuntungan. Saya juga! Itu sebab, saya berusaha mencari tahu dan membagikannya pada anda.

Pertama, tanaman semanggi itu sudah langka. Tak banyak orang tahu seperti apa tanaman semanggi itu, termasuk saya. Ada yang berpendapat di Indonesia, tanaman semanggi itu seperti pakis. Padahal keduanya itu berbeda.

Glücksklee itu adalah tanaman semanggi berdaun empat saja, yang benar-benar langka. Jenisnya saja ada ratusan di dunia, tetapi tanaman klee berdaun empat sangat jarang. Ada klee berdaun tiga, berdaun lima, berdaun enam dan sebagainya.

Kedua, glücksklee dikaitkan dengan mitos di jaman dulu. Jaman dulu banyak orang mempercayai bahwa tanaman semanggi disematkan atau dijahit di jubah pakaian agar terhindar dari kemalangan selama perjalanan. Begitu kira-kira orang mempercayai mitos glücksklee sebagai pemberi keberuntungan.

Ketiga, glückslee yang berdaun empat itu seperti salib kristus. Jaman dahulu orang menandai pergantian tahun menuju tahun yang baru dengan tanaman klee sebagai tradisi tahun baru. Pendapat lain yang berkaitan dengan kepercayaan kristen lainnya adalah tanaman klee berdaun empat pun melambangkan empat pengarang Injil, yakni Lukas, Matius, Yohanes dan Markus.

Tak hanya itu, rupanya tanaman klee juga ada yang berjumlah ganjil. Ada yang bercerita bahwa tanaman klee berdaun tiga melambangkan Tritunggal Maha Kudus. Tradisi ini diyakini masyarakat Irlandia jaman dahulu berdasarkan cerita rakyat tentang Santo Patrick.

Lepas dari cerita yang melatarbelakangi, nyatanya Glücksklee kerap menghiasi rumah-rumah di Jerman untuk menandai awal tahun yang baru agar lebih baik lagi. Saya pun demikian.

Intinya adalah setiap orang ingin yang terbaik dan mendapatkan keberuntungan baru di tahun yang baru. Berharap itu bukan sekedar impian, jika kita bisa memulainya dengan kerja keras agar menjadi kenyataan. Seperti horoskop tahun ini adalah shio kerbau yang diibaratkan kerja keras jika ingin menghasilkan “panen berlimpah”.

Semangat Tahun Baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.