5 Cara Bahagia di Awal Tahun

Ilustrasi.

God has a perfect plan for us. He never does it all at once, just step by step because He wants to teach us to WALK by FAITH, not by sight – Happy Sunday!

Awal tahun sudah dimulai sebelas hari lalu. Sebagai awalan, kita berharap yang terbaik akan berjalan di sepanjang tahun ini. Ada yang menyiapkan rencana, resolusi, mimpi dan harapan untuk tercapai di sepanjang tahun. Namun ada juga yang tidak terlalu antusias menyiapkan itu semua dan memilih berjalan sebagaimana adanya. Ada atau tidak ada rencana, resolusi, impian dan harapan awal tahun tetaplah merasa bahagia.

Awal tahun biasanya dijadikan sebagai starting point untuk membuat perubahan hidup. Bagi sebagian orang, perubahan hidup itu menyenangkan meski mengkhawatirkan keberhasilannya. Dan bagi sebagian lainnya, mereka tak ingin bertaruh konsekuensi yang besar untuk membuat perubahan. Alasannya, bisa jadi karena kenyamanan.

Sejalan dengan rasa bahagia, lima hal berikut bisa membantu anda di awal tahun untuk tetap berbahagia.

1. Berpikirlah tentang sekarang, bukan kemarin atau yang akan datang.

Bahagia itu bukan karena hal kemarin atau hal yang akan terjadi besok. Bahagia itu karena hari ini bahwa kita masih bisa menikmati hidup. Kemarin itu sudah berlalu dan masa depan itu belum datang. Bila peristiwa yang berlalu itu manis, jadikan kenangan. Sebaliknya, bila peristiwa yang berlalu itu buruk, jadikan pelajaran. Hari ini adalah kesempatan yang menentukan hari yang akan datang, besok dan besok lagi. Apa yang akan terjadi di masa depan ditentukan di hari ini. Carpe diem, raihlah apa yang terjadi hari ini!

Baca: Carpe diem, apa itu?

2. Tidak menaruh harapan terlampau tinggi.

Bahagia itu tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan, yang merumitkan keadaan. Bahagia itu sederhana, yang rumit itu pikiran. Begitu bahagianya orang lain yang tidak memikirkan serumit pikiran sendiri untuk menjadi sempurna. Semakin kita memikirkannya, semakin kita tidak bahagia. Tarik nafas dan rileks, maka semua akan baik-baik saja.

Baca: Ingin Ubah Hidup? Ubah dulu Pikiran

3. Berdamailah dengan diri sendiri dan orang lain.

Jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, bagaimana bisa kita berdamai dengan orang lain. Damai itu mengampuni apa yang terjadi di masa lalu dan melepaskannya sebagai peristiwa hidup. Seberapa pun beratnya apa yang terjadi, mengampuni adalah cara untuk menemukan kedamaian.

Baca: Temukan kedamaian di siang bolong!

4. Tetap optimis dan positif tentang akhir tahun.

Perang belum dimulai tetapi kita sudah memikirkan kekalahan. Ini masih awal tahun, mengapa kita sudah memikirkan soal akhir tahun? Optimis saja bahwa segalanya bisa berjalan asalkan kita berusaha memperjuangkannya. Jika kita tetap optimis tentu akan memberikan energi yang positif dan membangun semangat. Ini akan membantu ketimbang pikiran negatif dan pesimis yang mengendurkan kepercayaan diri.

Baca: Segala permulaan itu pasti sulit

5. Jangan pernah berpikir untuk merubah sesuatu di tahun ini tetapi sesuatu berubah karena diri sendiri!

Menurut Kaizen, perubahan itu mulai dari hal kecil, sederhana dan berkelanjutan. Perubahan yang diharapkan itu biasanya adalah hal yang besar. Untuk mendapatkan perubahan besar mulailah dari hal yang kecil dan dari diri sendiri.

Baca: Seni menghadapi perubahan hidup

Awal tahun kerap dijadikan landasan kuat untuk membuat perubahan dalam hidup. Meski ini bukan sebuah aturan, namun nyatanya begitu banyak orang yang memilih awal tahun sebagai alasan untuk membuat perubahan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Awali Tahun dengan Konsep Kaizen: One Small Step Can Change your Life

Satu minggu sudah kita melewati tahun baru. Masih hangat tahun baru bagi semua orang di seluruh dunia. Apa yang biasa anda lakukan? 
Susun strategi baru, tulis resolusi atau cari ramalan buat lihat peruntungan di masa depan. Boleh-boleh saja, namun tiba-tiba hanya dalam sejam saya disodorkan baca buku tentang Kaizen, filsafat Jepang yang populer. 

Setiap pembaca pasti punya cerita tersendiri jika membaca sebuah buku. Demikian juga saya yang masih terpesona dengan konsep Kaizen, bahwa semua itu harus dilalui dengan hal kecil nan sederhana. Jika ingin sebuah petualangan harus dimulai dengan satu langkah, kira-kira demikian. 

Mengapa resolusi awal tahun selalu gagal? Dalam buku diceritakan bahwa kita sering lupa bahwa hal yang ingin kita ubah adalah hal besar yang serta merta memaksa otak untuk bekerja mencapainya. Akhirnya kita mudah menyerah di tengah jalan. Mulailah dari hal kecil sederhana, sekarang dan kontinyu. 

Lagi pula, jika suatu hal sederhana sudah dilakukan, jangan berhenti begitu saja, biarkan itu berkelanjutan. Misal, resolusi ingin berhemat. Anda bisa memulainya dengan setiap hari sisihkan Rp 10.000,- jika setahun maka sudah ada Rp 3.650.000 yang bisa anda gunakan. Jika tiba-tiba kita berhenti, maka berhenti pula niat berhemat. 

Kebanyakan orang memaksa untuk mencapai perubahan tanpa melihat bahwa itu semua dimulai dari hal kecil dan sederhana lalu berkelanjutan. Jangan tunggu sampai sempurna untuk berubah! Mulailah dari hal kecil sekarang juga. 

Untuk menuju pribadi yang lebih baik ada tahapannya, tidak berhenti begitu saja. Kebanyakan orang berhenti begitu saja saat sudah merasa berubah. Padahal perubahan itu kontinyu dan berkelanjutan. 

Mengapa? Hidup itu dinamis, terimalah itu. Yang buruk akan berlalu, hidup tak selamanya buruk, badai pasti berlalu. Kadang hidup membawa kita ke atas, kadang pula di bawah, seperti roda yang berputar sehingga kehidupan bisa berjalan. Namun jangan biarkan roda itu berhenti. 

Setiap masalah selalu menciptakan peluang kesempatan. Ada sebuah tulisan Cina yang jika dibaca bisa menjadi ‘Krisis’ atau ‘Kesempatan’ Jadi tergantung bagaimana anda bersikap terhadap masalah yang muncul. Dunia ini begitu nyata bahwa peluang yang akan anda terima sebagian besar berawal dari masalah yang menantang anda, benar ‘kan? 


Tanyakan ‘mengapa begini?’  atau ‘mengapa begitu’ sesering mungkin. Selalu bertanya saat anda ingin membuat suatu perubahan. Misalnya anda ingin kurus. Mengapa saya harus kurus? Karena saya tak perlu lagi membeli baju untuk ukuran saya. Atasan menawarkan posisi baru. Mengapa atasan memberi saya jabatan ini? Karena saya bisa belajar hal baru dari jabatan ini. Bertanya dalam diri melatih kita untuk kritis dan lebih positif, ketimbang berpikiran negatif dan tidak masuk akal. 

Belajarlah dari banyak orang. Siapa pun mereka kawan atau lawan, atasan atau bawahan, teman atau musuh, kenal atau tak kenal, belajarlah dari padanya! Dengan begitu, kita bisa mengenal dunia ini. Cari tahu dari mereka, bertanyalah pada mereka. Kata ibu saya, ‘Tidak usah sok pintar’

Pikirkan solusinya, bukan masalahnya. Masalah tak akan selesai jika hanya menggerutu atau meratapi, carilah solusi atas masalah yang dihadapi. Jangan juga berpikir bahwa masalah selalu bisa dipecahkan dengan uang dan uang! Manfaatkan kecerdasan kita untuk memecahkan masalah. Dan yang terutama bahwa segalanya itu tidak ada yang mungkin. Percaya saja! 

Demikian pendapat saya dari buku berbahasa Inggris ini ala membaca cepat. 

Apakah anda pernah membaca buku tersebut? Atau anda punya pendapat berbeda? Silahkan!