Mengamati Transportasi Bis di Kota Roma, Italia

Selamat datang di stasiun terbesar Roma Termini di kota Roma.

Tempat menjual tiket bis di toko kelontong menjual rokok, koran dll di dalam stasiun Roma Termini.

Ini tiket bis untuk 72 jam.

Papan informasi yang tersedia di setiap halte bis yang jadi tujuan dan bis yang digunakan.

Papan informasi otomatis di atas bis sebagai penunjuk informasi halte berikutnya.

Mesin pencetak otomatis kartu pass di dalam bis.

Jalur transportasi metro di kota Roma.

Jika sudah berkunjung ke kota Roma, ada beberapa pilihan transportasi publik. Ada Metro yakni kereta bawah tanah seperti normal jika kita terbiasa di Singapura, Hong Kong, dan sebagainya kemudian ada juga trem, ini seperti straßebahn di Jerman yakni kereta listrik yang jalur relnya memakan jalan raya, tidak di bawah tanah. Selain itu ada taksi yang tentunya ini jadi kendaraan pribadi jika anda punya cukup uang. Kemudian anda juga bisa menyewa sepeda motor, jika anda paham rambu lalu lintas dan piawai berkendara motor. Info sewa motor di sini. Lain lagi kendaraan yang saya pilih adalah bis karena bis langsung terhubung dengan tempat saya menginap. 

Terminal bis utama berada di depan stasiun kereta, Roma Termini. Ada beberapa line sesuai tujuan anda. Simak juga papan informasi yang menjadi petunjuk kemana tujuan bis anda. Jika tidak ada bis, anda bisa tunggu kira-kira 30-45 menit maka bis akan datang. 

Ada beberapa pilihan harga untuk bisa naik bis, mulai satu hari 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Untuk membeli tiket bis tersebut, anda bisa pergi ke toko penjual koran di dalam stasiun Roma Termini. Ingat perhitungan waktu dimulai dari saat anda memasukkan kartu ke mesin penanda waktu yang terdapat di bis. Di mesin ini anda akan mendapatkan kartu yang sudah dilubangi dan informasi jam saat anda pertama kali menggunakannya. Dari jam tersebut anda menghitung periode waktu yang dibeli misal 24 jam, 48 jam atau 72 jam sebagai penanda anda bisa memanfaatkannya.

Di dalam bis tidak sepenuhnya tersedia tempat duduk. Lebih banyak juga penumpang suka berdiri karena lebih leluasa space dalam bis. Bisnya berkondisi baik dan terkesan moderen layaknya bis di Eropa. Meski saya menjumpai beberapa bis ada yang dicoret-coret dengan spidol dan cat pilox. Tidak ada aturan masuk dan keluar dari pintu sebelah mana. Ada tiga pintu bis, satu dekat kursi supir kemudian pintu kedua di tengah bis dan terakhir di belakang. 

Supir bis dilindungi dengan kaca plastik dengan penumpang. Jadi tidak mungkin bisa berbicara dengan sopir selama berkendara. Lalu di atap bis ada papan informasi nama halte bis yang dituju. Perhatikan bahwa nama pertama adalah wilayah yang lebih luas kemudian nama kedua adalah tujuan yang spesifik. Misal tujuan ‘Guidi‘ kemudian di papan informasi ‘Braveta/Guidi.’ Kadang ada bis yang masih baik papan informasinya sebagai penunjuk halte bis selanjutnya. Namun ada juga bis tanpa papan informasi, entah rusak atau sopir malas menyalakan tombol otomatis tujuan halte.

Di dalam bis tersedia mesin otomatis pencetak kartu bis digunakan. Masukkan kartu anda dan kemudian mesin akan bekerja sebagaimana mestinya. Minta bantuan penumpang lain jika anda tidak tahu menggunakannya. Selain itu bis dilengkapi tombol pemberhentian halte yang akan berbunyi untuk mengingatkan sopir agar berhenti pada halte tujuan anda. Jika anda tidak memencet tombol mungkin sopir akan melewati halte karena terpikir tidak ada penumpang yang akan berhenti.

Setidaknya ada belasan dan dua puluhan halte pemberhentian tiap bis dari satu terminal ke terminal berikutnya. Terminal bis pun tidak sebesar seperti di terminal bis Kampung Melayu atau terminal bis Pasar Senen. Semua papan informasi tujuan jelas terlihat di setiap halte. Bis berhenti hanya di halte yang sesuai dengan papan informasi di halte. Bis tidak berhenti di sembarang tempat.

Bagaimana? Tertarik berpetualang menggunakan bis di kota Roma? Selamat naik bis!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.