The Augesteum of University Leipzig.
Stadthaus dan neues Rathaus.

Setelah kami berkunjung ke Dresden beberapa pekan lalu, kami meluncur ke tengah lagi untuk bermalam. Kami berhenti dan mampir sebentar di Leipzig. Leipzig itu adalah kota kedua yang paling padat populasinya di wilayah Jerman bagian Timur, setelah Berlin. Terhitung 2017, Leipzig menempati urutan ke sepuluh sebagai kota terpadat di Jerman. Leipzig juga bisa dikatakan kota metropolitan dan industri.

Depan kantin kampus Universität Leipzig.

Saya mengenal kota Leipzig saat saya masih mengikuti kuliah Psikologi semester pertama di Jakarta. Sewaktu saya belajar sejarah Psikologi, di situ saya tahu bahwa Psikologi lahir di dunia pertama kali di Universität Leipzig. Muncul mimpi saat itu bahwa suatu saat saya bisa menyambangi Jerman, meski saya harus berpikir ulang bagaimana caranya kala itu. Ternyata saya berhasil mewujudkan angan saya hingga membawa saya di Leipzig beberapa minggu lalu.

Stasiun utama Leipzig.

Kami menginap semalaman hanya untuk mampir sebentar. Tak banyak tempat yang dikunjungi. Hanya jiwa penasaran muncul saat berhenti di depan kampus Leipzig. Seperti kampus saya dan kampus-kampus di Jerman dimana banyak mahasiswa hilir mudik dengan sepeda. Banyak spot untuk mahasiswa nongkrong dan diskusi di dekat kampus.

Area industri.

Leipzig sejak jaman kekaisaran romawi sudah menjadi kota perdagangan karena letaknya yang strategis di tengah Jerman. Kini Leipzig pun masih menjadi kota yang nyaman untuk dihuni karena kota ini tumbuh menjadi kota industri dan maju meski dahulu ini masuk dalam wilayah Jerman bagian timur. Leipzig sekarang menjadi kota perdagangan dan pusat ekonomi.

Street foods.

Akhirnya mimpi membayangkan Jerman yang dikenal hanya Universität Leipzig menjadi nyata. Saya pejamkan mata sejenak untuk bersyukur namun suami sudah memberi kode untuk segera melanjutkan perjalanan kami.