Tampak belakang keseluruhan gereja.
Interior dalam gereja.
Gereja tampak luar.
Bagian organ gereja dan kubah gereja bergaya gothik.

Kota Malmo terletak di selatan di Swedia dan merupakan kota terbesar ketiga di Swedia. Kota ini berhasil kami jelajahi beberapa waktu silam setelah kami menjelajahi Kopenhagen, Denmark. Kota Malmo ini memiliki pesona tersendiri. Kota ini menawarkan kota tua dan kota moderen yang kaya akan desain khas negeri Skandinavia.

Salah satu pesona kota tua di Malmo yang saya bagikan kepada anda pada Minggu Advent keempat adalah St Peter’s church. Dalam bahasa lokal, gereja ini disebut sebagai Sankt Petri kyrka yang memiliki arsitektur khas gereja abad pertengahan di Eropa.

Gaya arsitektur gereja Sankt Petri ini mirip dengan gereja katolik di Stettin, Polandia yang pernah saya ulas sebelumnya. Jika anda melihat The Cathedral Basilica of St James the Apostle di Stettin, Polandia dengan St. Peter’s Church ini maka keduanya memiliki arsitektur mirip. Keduanya dibangun pada abad pertengahan dan terletak di sekitar laut Baltic.

Baca: The Cathedral Basilica of St James the Apostle di Stettin, Polandia

Saya dan suami menyambagi gereja pada hari Minggu sore. Ada petugas yang berjaga di pintu masuk. Beberapa orang tampak sedang khusyuk berdoa. Di depan gereja tersedia berbagai informasi dan selebaran warta khas gereja pada umumnya. Namun sisi menarik, di muka gereja tersedia ruang untuk anak-anak. Ada meja dan kursi untuk anak-anak yang disusun menarik, serta mainan anak-anak.

Saya tidak akan menjelaskan soal sejarah dari gereja ini. Anda bisa temukan langsung pada mesin pencari di internet. Pastinya bangunan gereja ini adalah situs tertua di Malmo. Di gereja ini terdapat banyak sekali pusaka dan koleksi bersejarah yang berharga dari kota Malmo. Rupanya dahulu Malmo adalah kota pesisir dan kota perdagangan yang menjadi persinggahan banyak pedagang. Itu sebab gereja ini menjadi cagar budaya yang juga dilindungi karena menyimpan koleksi bersejarah.

Banyak hal menarik dan bersejarah dari Sankt Petri yang kami jumpai. Semisal Krämarkapellet yang merupakan mural pada langit-langit gereja dibangun pada abad 15. Ini menggambarkan kisah orang kudus yang kemudian dihiasi tanaman merambat. Sayangnya sudah sebagian tidak jelas. Bagian ini benar-benar dilarang masuk agar tidak merusak bagian asli dari gereja.

Bangunan gereja ini dibuat dengan sangat apik dan detil pada bagian kubahnya, khas arsitektur gothik. Ada pula sisi interior bagian gereja untuk petugas yang dibuat sangat detil dan menawan di bagian tengah. Di bagian tengah jalur menuju altar, terdapat batu bertuliskan informasi dari penyimpanan koleksi gereja. Di dekat altar terdapat koleksi buku tahun 1500-an yang masih utuh hingga sekarang.

Selesai berdoa, saya baru menyadari bahwa gereja Sankt Petri kini menjadi gereja protestan. Namun di bagian timur gereja masih tersedia kapel yang didedikasikan kepada Bunda Maria. Ini dilakukan sebagai penghormatan bahwa dahulu gereja ini adalah gereja katolik. Saya masih melihat beberapa orang masih berdoa.

Tampak dekat dengan altar gereja.
Sisi untuk petugas gereja.
Krämarkapellet, mural gereja yang masih tersisa dan dilindungi.
Halaman muka gereja untuk ruang anak.

Hal menarik lainnya yang membuat saya terpesona adalah bagian altar. Pusat dari perayaan ibadah kepada Tuhan berada di altar. Altar gereja ini begitu elegan, indah dan berbeda dari kebanyakan gereja yang saya jumpai. Altar di Sankt Petri adalah masterpiece dari altar terindah di antara negara-negara nordik.

Altarnya dibuat pada abad 17 dan terbuat dari kayu oak. Altar dibuat oleh para ahli kayu pada masa itu. Dibuat dengan empat lantai, dimana lantai pertama menggambarkan perjamuan terakhir Yesus. Di bagian tingkat ketiga adalah peristiwa Kenaikan Yesus ke Surga. Pada bagian puncak adalah nama Yahwe, Tuhan Allah. Altar indah setinggi 15 meter ini dikatakan merupakan altar terbesar dan terindah di antara negara-negara Nordik berdasarkan penelusuran informasi yang saya cari.

Pengaruh reformasi gereja yang muncul di Jerman pada abad pertengahan berdampak hingga ke Swedia. Anda juga bisa membaca cerita kunjungan saya ke kota Martin Luther, di Jerman tentang reformasi gereja. Setelah reformasi gereja berpengaruh di Swedia, sebagian interior gereja pun berubah. Tidak ada mural yang menggambarkan kisah orang kudus. Tetapi kapel untuk Bunda Maria masih tersedia hingga sekarang.

Baca: Kota Martin Luther di Wittenberg, Jerman

Begitulah pengalaman kami berkunjung ke Sankt Petri, Malmo. Suasana gereja yang hening membuat kami khusyuk berdoa dan bersyukur. Di Sankt Petri ini, kami mendapatkan sejarah, keindahan interior dan pengalaman spiritual menjadi satu kesan yang tak terlupakan di antara petualangan kami lainnya.

Selamat berhari Minggu dan merayakan Minggu Advent keempat!