Lutherstadt Wittenberg (1): Menyelusuri Lahirnya Reformasi Gereja di All Saints Church

Pintu gereja All Saints.
Tampak kelompok turis memenuhi depan pintu gereja.
All Saints Church sisi lain.

Sebelum saya menjejakkan kaki di Jerman, seorang pemuda yang aktif di salah satu denominasi gereja Kristen Protestan pernah menceritakan kota Lutherstadt. Dia yang saya kenal di tempat saya bekerja, berujar bahwa dia diundang untuk datang ke Lutherstadt Wittenberg untuk mengenal sejarah gereja Kristen Protesan yang menjadi salah satu dari agama-agama di Indonesia. Saya yang mendengar cerita dia pun menjadi antusias dan berharap suatu saat saya bisa berkunjung ke Jerman. Pada dasarnya saya senang belajar sejarah dan itu membuat saya memahami tentang proses kehidupan sesungguhnya.

Tahun 2017 lalu pada tanggal 31 Oktober di seluruh Jerman dijadikan hari libur. Hari libur ini tidak biasa karena ini dirayakan bertepatan dengan lima ratus tahun reformasi gereja yang diinisiasi oleh Martin Luther. Untuk menghormatinya maka pemerintah Jerman menjadikan hari libur sebagaimana pernah saya ceritakan di sini dua tahun lalu.

Setelah kami bermalam di Leipzig, suami menyanggupi mimpi saya untuk berkunjung ke kota Lutherstadt. Maklum saja saya tak pernah tahu bahwa mimpi pergi ke Jerman itu terwujud, termasuk menyelusuri Lutherstadt yang menjadi minat saya. Akhirnya selama satu jam lebih berkendara dari Leipzig ke Wittenberg, kami pun berkesempatan mampir.

Disebut juga gothic Schlosstor.
95 Thesis Luther yang terukir di pintu dalam bahasa Latin.
Salinan 95 Thesis yang bisa dibeli di toko sovenir.
Kini pintu itu disebut Thesentür.

Tempat pertama yang kami datangi pastinya adalah pusat informasi wisata. Rupanya letak tour information itu tepat persis di depan gereja All Saints Church yang menjadi sejarah dunia. Setelah kami mendaftarkan paket tur kota, kami pun menyelusuri bagian terpenting dari munculnya gerakan reformasi gereja yang dilahirkan Marthin Luther.

Sebagaimana anda tahu bahwa gerakan yang dibuat Martin Luther memberi dampak besar bagi gereja saat itu, tahun 1500-an. Jika anda pernah belajar sejarah tentang abad pertengahan di Eropa kala itu maka anda bisa paham apa yang melatarbelakangi Luther melakukan gerakan tersebut.

Gereja All Saints dikenal juga dalam bahasa Jerman Gothic Schlosskirche nampak jelas saat anda memasuki kota Wittenberg yang berada di tengah Jerman. Karena memang schlosstor atau gerbang kota itu dibuat pada abad 14 sebagai benteng pertahanan.

Kini gereja ini menjadi museum bersejarah yang didatangi jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Satu lokasi yang wajib didatangi adalah pintu kayu asli yang menjadi saksi bagaimana sejarah gerakan reformasi itu dimulai. Di pintu yang disebut Thesentür dalam bahasa Jerman itu pada tanggal 31 Oktober tahun 1517 Luther menempelkan 95 Thesis yang menjadi acuan bahwa gereja perlu direformasi. Itu sebab selalu ada kelompok turis berfoto dan mendengarkan penjelasan tour guide di depan pintu tersebut.

Karena perang yang terjadi berulang kali melanda saat itu, gereja ini pun tak luput menjadi korban perang dan kebakaran. Tampak sudut-sudutnya terbakar dan sedikit bekas renovasi. Abad 19 King Frederic William IV dari Prusia memperbaiki pintu ini menjadi bentuk sekarang. Pun pintu bersejarah itu pun beralih kayu yang semula kayu diganti menjadi perunggu sebagai monumen. Teks Thesis Luther pun terukir indah di sini dalam bahasa latin tentunya. Wisatawan yang ingin mendapatkan salinan Thesis bisa diperoleh di toko sovenir.

Gereja bergaya arsitektur gothik ini kini menjadi tempat reformasi memorial yang berhubungan dengan Martin Luther. Di sini Luther dimakamkan berdekatan dengan Museum Luther yang akan dibahas kemudian.

Nantikan cerita saya selanjutnya!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.