Di Bavaria, Jerman memiliki mayoritas penduduk beragama Katolik. Saya mengambil sudut pandang subjektif dan hasil pengamatan semata. Sebagai contoh saat saya menghadiri misa Paskah di hari Minggu kemarin.

Apa saja tradisi yang menarik?

1. Kue Osterlamm

Salah satu kue Osterlamm.

Saya lihat sebagian ibu-ibu, artinya tidak semua umat membawa keranjang yang cantik. Keranjang itu berisi kue. Saya penasaran, apa isinya? Saya tanya pada suami. Rupanya itu adalah kue Osterlamm. Osterlamm berbentuk figur domba. Kuenya berasa manis dan ada pula yang sudah dibungkus dengan cokelat sekelilingnya. Itu semua tergantung selera.

Osterlamm mengambil simbol domba, yang dimaknai sebagai domba paskah yakni Yesus sendiri. Yesus telah mengurbankan dirinya dengan wafat di kayu Salib. Di Perjanjian Lama, domba menjadi hewan persembahan. Kini Yesus menggenapinya, dalam Paskah yang dirayakan.

Para ibu yang membawa kue Osterlamm ke Gereja berharap mendapatkan berkat untuk dibawa pulang ke rumah. Kue tersebut menjadi simbol perayaan makan bersama keluarga dan kerabat. Meski ini bukan keharusan atau kewajiban, hanya tradisi yang masih dilakukan sebagian orang. Saya dan suami membelinya di kafe seharga lebih dari 4€ untuk kue original. Mungkin yang berasa cokelat berharga lebih mahal.

2. Osterkerze atau Lilin 

Lilin juga menjadi bagian dari liturgi Gereja Katolik pada malam Paskah atau Sabtu Suci. Lilin paskah diberkati dan dinyalakan sebagai lambang Kristus yang telah wafat membawa terang bagi dunia. Kematian dilambangkan sebagai kegelapan.

Lilin paskah yang diberkati juga menjadi tradisi di masyarakat untuk dibawa pulang ke rumah. Sebagian lagi ada yang meletakkannya di kubur para leluhur mereka. Paskah juga menjadi tradisi bagi mereka untuk mengunjungi makam para leluhur.

3. Telur berhias 

Telur berhias juga mewarnai perayaan Paskah. Saya dan suami mendapatkan masing-masing satu telur berhias yang dibagikan para ibu di depan Gereja. Lalu apa maknanya telur?

Telur adalah awal kehidupan. Sebagaimana Paskah yang datang sekitar awal musim semi. Di musim semi, kehidupan baru dimulai. Ini hanya simbol yang dimaknai agar Paskah menjadi awal kehidupan baru.

4. Cokelat berfigur kelinci 

Sebagaimana pertanyaan kemarin, mengapa figur kelinci selalu ada saat perayaan Paskah, pada artikel di sini. Berikut saya jelaskan sependek pengetahuan saya.

Memang dunia industri menjadikan figur kelinci menjadi makanan atau dekorasi yang biasanya muncul saat menjelang Paskah. Sejak saya mengenal tradisi Paskah di Indonesia, saya hanya tahu telur berhias saja. Di Jerman, saya mendapatkan cokelat berfigur kelinci dari kolega.

Cokelat selalu mudah ditemukan dalam kebiasaan masyarakat di sini, tidak hanya saat Paskah. Sesuatu yang manis yakni cokelat atau permen diberikan kepada mereka yang dikenal baik. Lalu berfigur kelinci, mengapa?

Bagi masyarakat di sini, seperti Jerman yang merayakan empat musim maka kelinci diyakini sebagai hewan pertama yang muncul sebagai awal datangnya musim semi. Sementara Paskah memang jatuh sekitar awal musim semi.

Dengan begitu, Paskah sebagai tradisi mengawali kehidupan yang baru. Karena musim semi adalah ketika kehidupan baru lahir di alam. Kelinci pun jadi hewan pertama yang melompat dan keluar. Musim dingin tentu tidak akan mudah menemukannya di luar.

Kesimpulan

Demikian hasil pengamatan saya di sini. Pastinya tiap negara punya tradisi masing-masing dalam merayakan hari raya keagamaan. Semoga bermanfaat!