Tips Untuk Anda (36): 5 Cara Kelola Stress Saat Quarter-Life Crisis

Quarter-life Crisis atau yang bisa disebut dengan krisis seperempat abad biasa terjadi pada mereka yang berada pada kisaran usia 20-an sampai dengan 30 tahun. Istilah ini dipakai setelah muncul istilah mid-life crisis atau krisis paruh baya. Kecenderungan istilah krisis seperempat abad menjadi trend tersendiri setelah istilah generasi milenial.

Bagi generasi milenial, krisis ini tak asing lagi setelah mereka banyak menemukan jejaknya dalam dunia digital. Pengaruh media sosial nyatanya menentukan munculnya krisis ini. Namun krisis ini membantu generasi milenial juga dalam bertanggungjawab terhadap nasib hidup mereka yang tidak menentu.

Krisis emosional ini terlihat pada mereka yang sering mengalami keraguan akan masa depan dan kualitas hidup dalam berbagai bidang seperti pekerjaan, asmara, keuangan sampai membangun relasi dengan orang lain. Lalu bagaimana caranya agar Anda yang mengalami ini bisa mengelola stress dengan baik?

1. Belajar mencintai diri sendiri.

Nyatanya tak mudah mencintai diri sendiri. Kita lebih mudah menuntut diri sendiri dan lebih mudah berkurban untuk orang lain. Kita lupa bahwa siapa lagi yang mencintai diri sendiri kalau bukan kita sendiri. Mencintai diri sendiri itu bukan narcistik atau egoisme. Ini adalah cara kita menghargai diri sendiri dan menjadi diri sendiri.

Untuk melatih cara mencintai diri sendiri, silakan baca di sini. Belajar menikmati hidup sendiri berarti meluangkan waktu secara sadar untuk menjadi diri sendiri. Namun Anda perlu tahu bahwa menikmati itu tak ada syarat dan teorinya. Menikmati yang terpenting itu dilakukan secara sadar dengan gaya Anda sendiri.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Sesungguhnya tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan dalam hidup ini. Saya sendiri pun protes ketika ibu saya membandingkan saya dengan adik saya, atau misalnya dengan anak perempuan tetangga lain. Kecenderungan membanding-bandingkan satu orang dengan orang lain adalah proses untuk memberi penilaian apa yang kurang dan apa yang lebih dalam dua pribadi yang dibandingkan tersebut.

Krisis terjadi ketika ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jangan paksa diri menuntut terlalu banyak! Tiap orang punya kehidupan sendiri. Anda juga. Tidak perlu melihat apa yang menjadi milik sendiri, tetapi lihatlah apa yang sudah Anda miliki. Dengan bersyukur, kita menjadi pribadi yang lebih positif.

3. Tetap kontak dengan keluarga dan bangun persahabatan baru

Keluarga adalah tempat pertama kita mengenal cinta. Keluarga mendukung kita, seharusnya. Tetaplah terhubung dengan keluarga saat krisis terjadi. Mereka lebih paham dan mengenal diri sendiri. Namun makna keluarga bisa berbeda-beda tergantung pemahaman dan pengalaman.

Ada pendapat, teman baru hidup baru. Mungkin kini saatnya Anda menemukan persahabatan baru dengan orang lain. Lingkup pertemanan juga terkadang menentukan karakter pribadi seseorang. Jika kita berada di toko minyak wangi, maka kita pun akan tercium wangi meski tak memakai minyak wangi.

4. Temukan orang terpercaya yang dapat membantu dan mendengarkan keluh kesah Anda

Jika Anda merasa bahwa Anda tidak mampu menghadapi seorang diri, maka Anda bisa berbagi dengan orang yang terpercaya untuk mengatasi stress dan kekhawatiran yang dihadapi. Bila kondisi stress semakin akut dan butuh penanganan khusus maka anda perlu datang ke ahli yang mampu memberikan terapi khusus.

Pertama, Anda harus mengenali stress yang dihadapi. Kemudian pergilah ke seseorang yang Anda yakin bahwa dia akan menguatkan Anda! Tentu orang ini akan mendengarkan keluh kesah Anda dengan seksama.

5. Berolahraga secara teratur, makan yang bernutrisi dan mengurus diri dengan baik.

Agar tetap sehat, Anda perlu menyiapkan sayur dan buah. Untuk makan dan minum, Anda perlu atur kadar gula agar tidak berlebihan. Jika stress melanda, kadang kita makan sembarang seperti junk food dan makan terburu-buru saat makan siang, kini atur diri Anda dengan makanan bernutrisi sesuai kebutuhan dan tidak terburu-buru.

Olahraga dan bergerak juga membantu tubuh untuk tetap sehat dan seimbang. Melakukan apa yang menjadi kesukaan dan minat pribadi seperti memasak menu baru, bermain tradisional, melukis, berkebun, menulis jurnal bahkan senam, naik turun tangga pun dilakukan. Apa pun itu, aktivitas tersebut akan memberikan dampak yang luar biasa ketimbang stress dan mengurung diri di kamar.

Kesimpulan

Krisis dapat terjadi pada siapa saja, bahkan tidak mengenal golongan usia. Jika Anda menyebutnya ini krisis seperempat abad, maka kendalikan perasaan emosional tersebut dengan menggali penyebabnya. Berbagilah dengan orang yang terpercaya agar Anda tahu hidup itu begitu berharga!

One thought on “Tips Untuk Anda (36): 5 Cara Kelola Stress Saat Quarter-Life Crisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.