PSYCHOLOGY

5 Alasan Orang Suka Pamer di Media Sosial

Some people on social media like showing off in different ways. This post aims to explain five reasonable that might be people showoff or do overposting through social media. Instead of positive sharing, sometimes we feel uninterrested or weary by dullness posting. 

Happy weekend🥂

Apakah anda setuju jika dikatakan bahwa media sosial menjadi ajang pamer? 

Pendapat ini muncul ketika beberapa teman menutup akun mereka. Sebagian mengatakan bahwa mereka melihat terlalu banyak orang pamer terhadap apa yang dimiliki dan dilakukan. Sebagian lagi merasa jengah karena perilaku mereka yang show off untuk menarik atensi disukai. 

Pendapat di atas adalah murni subyektif dari sekian orang yang saya kenal. Namun saya tertarik bukan tentang media sosial, tetapi perilaku pamer yang salah satunya dilakukan lewat media sosial. 

Berikut alasannya:

1. Ingin mendapatkan pengakuan sosial.

Untuk fokus pada alasan ini, pernahkah anda menyimak salah satu teman yang punya kecenderungan mirip untuk setiap postingan. Misalnya segala hal yang terkesan mewah, eksklusif dan elegan seperti berbagi lokasi keberadaan, foto-foto atau status yang kurang lebih ingin menunjukkan “siapa saya?” Jati diri ditujukan dengan pamer segala hal lewat dunia maya. 

2. Ingin disukai.

Dulu kita mengenal si A sebagai pribadi yang berbeda seperti yang ditunjukkan di media sosial. Apa yang terjadi? Postingan di media sosial bisa menggiring orang yang melihatnya agar disukai. Ada banyak cara virtual agar orang disukai, pamer terhadap hal-hal yang mungkin menjadi trend misalnya. Pamer terhadap gaya hidup kekinian bisa jadi. Pamer terhadap posisi jabatan pekerjaan atau pamer terhadap gelar pendidikan yang disandang. Ujung-ujungnya pamer ini itu karena ingin disukai. Disukai adalah cara yang menunjukkan bahwa kita diterima oleh orang lain.

3. Ingin menarik atensi sekitar.

Pamer terhadap apa yang terjadi semacam over posting. Tiap waktu dia bisa mencari atensi lewat status, foto atau bahkan berbagi hal-hal yang membuat orang cukup jengah. Mereka pamer saat baru pacaran, pamer relationship semacam menunjukkan kemesraan dengan pasangan secara publik. Mereka pamer punya mobil baru sehingga orang berkomentar. Pamer baru saja potong rambut supaya orang lain memuji. Pamer ini itu sehingga orang lain memperhatikan.

4. Ingin menunjukkan betapa indahnya hidup mereka.

Mereka yang pamer di media sosial katanya sih ingin menunjukkan betapa hebatnya dia sekarang. Ada yang mengatakan bahwa media sosial menjadi ajang sosial bahwa hidup mereka begitu indah. 

5. Ingin membuat orang lain iri.

Pernahkah terpikirkan oleh anda bahwa mereka yang pamer hanya karena ingin membuat anda sebagai teman maya merasa iri pada mereka? Seyogyanya tahu bahwa apa yang dibagikan di media sosial akan diketahui dan dikonsumsi banyak orang. Itu sebab mereka pamer agar orang yang melihatnya merasa iri.

Kesimpulan

Tiap orang punya berbagai kepentingan di media sosial, salah satunya juga pamer. Lepas dari berbagai hal positif yang dibagikan orang lain lewat media sosial, namun juga ada hal negatif yang kerap membuat kita jengah. Ada teman lain berpendapat “Unfriend saja teman begitu atau unfollow sehingga tidak terlihat.” 

Anda sendiri bagaimana?

Advertisements

Categories: PSYCHOLOGY

Tagged as: , ,

3 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.