Untuk membedakan bahwa anda memasuki wilayah Perancis, tampak terpajang miniatur menara Eiffel di perbatasan.
Monumen peringatan saat perang dunia.
Peta informasi.
Sungai moselle.

Dua negara lain yang juga berbatasan langsung dengan Jerman adalah Luxembourg dan Perancis. Tujuan kami selanjutnya adalah menjelajah negeri ketiga mini yakni Luxembourg. Dua negara mini lainnya yakni Vatikan dan Liechenstein sudah dibahas sebelumnya. Sebelum membahas negara berikutnya, kami pun mampir sebentar di salah satu kota tua di Perancis yang letaknya berbatasan dengan Jerman dan Luxembourg.

Ketika kami menjejakkan kaki di sana tampak ini adalah sebuah kota tua yang sudah jarang penduduknya. Namanya Contz-Les Bens yang letaknya berada di timur laut Perancis. Penduduknya yang tinggal di situ disebut Contzois. Sejarah mencatat bahwa wilayah ini sudah ada sejak abad 17.

Kami tidak berlama-lama di situ, meski ada tempat menarik yakni Chàteu des ducs de Lorraine yang konon sudah ada sejak abad 18. Bangunannya yang megah tampak terlihat dari bawah.

Di pusat kota banyak bangunan tua yang sudah mulai ditinggalkan dan tak berpenghuni. Kami menemukan sebuah prasasti sebagai informasi bahwa dulu di situ sempat menjadi industri tekstil. Entah apa alasannya hingga kini sudah tak terpakai dan terbengkalai.

Tampak di atas bangunan kastil abad 18.
Sisi kota.
Dahulu ini pusat industri tekstil.
Arah petunjuk menuju kastil.

Kota ini juga berbatasan langsung dengan Saarland, Jerman. Kemudian wilayah kedua negara dibatasi juga oleh sungai mossele. Wilayah ini menjadi subur terutama untuk menanam anggur. Kami pun menemukan banyak ladang anggur. Tak salah jika ada produk anggur mossele yang dikenal sebagai produk tiga negara. Mungkin iklimnya yang cocok sehingga mudahnya bercocoktanam anggur. Anggur mossele umumnya yang dijual adalah anggur putih.

Karena perut sudah lapar, kami menyempatkan diri menikmati sajian makan siang khas Perancis. Sajian makan siang yang nikmat. Di sekitar kami tampak setiap tamu restoran menikmati anggur saat makan siang. Bahkan gelas anggur tersedia di setiap meja. Mungkin karena wilayah ini penghasil anggur sehingga menikmati anggur pun bisa setiap saat.

Usai menikmati makan siang di Perancis, kami meluncur ke Luxembourg.