Rekomendasi Tempat (31): Jika Rindu Masakan Nusantara Bisa Ke Restoran Jun, Amsterdam

Nasi rendang dengan taste yang kreatif dan berbeda dari umumnya nasi rendang.

Kami tiba di Amsterdam, Belanda menjelang makan malam. Sepanjang perjalanan memang tak banyak restoran buka dari Jerman menuju Belanda karena hari ini adalah hari libur nasional dua negara tersebut. Ya kami berangkat saat hari raya Natal dimana kedua negara tersebut menjadikannya sebagai hari libur. Begitu kami selesai memarkirkan kendaraan di public parking Amsterdam, kami bergegas mencari makan malam terdekat.

Tangan saya sibuk mencari rekomendasi tempat yang cozy dan menawarkan kuliner yang lezat. Meski ini bukan kali pertama ke Belanda tetapi saya sama sekali belum pernah mencoba masakan nusantara otentik di negeri kincir angin tersebut. Done! Restoran Jun yang letaknya tak jauh dari tempat kami menginap.

Mengapa kami merekomendasikan tempat ini?

Nasi ikan berbumbu pedas.

Pertama, personal service di restoran ini bagus sekali. Kami datang tiba-tiba tanpa reservasi karena kami memang tak ada rencana sebelumnya. Rupanya nih kita perlu reservasi dulu sebelum makan di situ. Begitu tahu kami belum melakukan reservasi, si empunya restoran berbaik hati memberikan kami tempat untuk tamu yang belum datang dan akan datang dalam dua jam lagi.

Ketika mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka mengajak saya berbicara dalam bahasa Indonesia. Pramusaji yang ramah adalah citra keramahan masyarakat Indonesia pada siapa saja. Suami saya pun langsung suka dan kami seperti sedang berada di Indonesia. Chef dan pramusaji sangat ramah untuk melayani tamu.

Kedua tentu saja, menu makanan yang enak seperti masakan di rumah. Pesanannya adalah nasi rendang dan ikan berbumbu pedas seperti yang anda pesan. Ikan berbumbu pedas yang disajikan umumnya memakai santan kelapa. Karena suami saya tak suka santan maka saya bisa memesan khusus ke Chef Jun, sang pemiliknya. Dia pun membuatkan yang istimewa untuk suami saya sesuai permintaan.

Minuman es teh yang dibuat home made juga bisa menjadi rekomendasi meski saya datang saat musim winter. Bagaimana pun minum es teh rumahan mengingatkan saya pada sajian yang biasa saya pesan di Jakarta. Sajian pembukanya adalah krupuk dan sambal yang mengingatkan kampung halaman. Banyaknya tamu restoran yang datang saat itu membuktikan kelihaian Chef Jun memikat pelanggan untuk datang dan menikmati sajian nusantara. Dan maaf saya tak enak mengambil foto suasana tamu yang penuh kala itu.

Restoran Jun terletak di area Joordan, pusat kota Amsterdam. Anda bisa mencek langsung ke websitenya. Restoran ini buka tiap jam 6 sore hingga malam hari. Ada berbagai pilihan menu makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga makanan penutup seperti dessert dan aneka kue tradisional.

Baca juga: Rendang yang saya nikmati di Praha. Rupanya rendang kini sudah mendunia.

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.