Ražnjići, Sate Ala Kroasia: Makanan Khas Balkan (2)

Sate ala Kroasia, makannya dengan nasi pedas dan kentang goreng.
Ini bukan sambal kacang atau sambal kecap sebagaimana sate umumnya.

“Aduh, saya sedang rindu makan sate,” ujar saya pada suami akhir pekan. Akhirnya kami meluncur mencari restoran Asia di kota lain yang belum pernah dicoba.

Tiba-tiba suami ada ide untuk makan di restoran khas Kroasia. Katanya, mungkin dalam daftar menu ada makanan semacam sate. Ya, ini memang bukan kali pertama kami menikmati sajian khas Balkan ini. Makanan utama mereka kebanyakan tersaji dengan daging panggang.

Rupanya kerinduan saya terjawab, mobil berhenti di suatu kota, tepat di depan restoran Kroasia – Bayerisch. Itu artinya restoran menyajikan hidangan Kroasia dan juga ala Bavaria, Jerman. Kemudian kami berdua segera memesan menu Kroasia.

Untuk kali ini, saya akan mengulas pesanan saya. Saya memesan Ražnjići. Jangan tanya bagaimana saya menyampaikannya ke pramusaji! Jika anda kesulitan menyebutkan nama makanan yang hendak dipesan, silahkan sebutkan nomor menu! Atau anda bisa juga tunjuk gambar yang tertera di buku menu. Ini cara saya selama traveling.

Selang tak beberapa lama, pramusaji menyedikan minuman pesanan untuk kami. Tampak sebagian pengunjung menikmati hidangan Kroasia lainnya, sementara yang lain menikmati segelas bir. Dalam hitungan menit, segera pramusaji menyediakan salad pembuka yang berisi sayuran segar untuk kami. Untuk salad, dibahas pada cerita selanjutnya bersamaan dengan pesanan suami.

Menu utama datang. Pesanan saya, Ražnjići pun datang. Satu piring besar terhias indah, dengan dua tusuk sate yang terbuat dari besi. Di sini tusuk sate biasa dilakukan dengan bilah besi. Dagingnya bisa berasal dari daging sapi, daging ayam, daging domba atau daging babi. Dagingnya memang dipotong kecil-kecil sehingga memudahkan untuk mengunyah. Saat saya mengunyah, daging terasa empuk dan tidak berbau.

Oh ya, untuk menikmati makanan ini ada irisan bawang merah besar. Bisa juga dipakai sebagai garnish namun jika suka bisa dimakan. Hidangan ini tersedia dengan dua jenis side-dishes, yakni kentang goreng dan nasi pedas. Nasi pedas disebut djuvecreis, yang memang menjadi makanan khas Kroasia. Porsi ini benar-benar mengenyangkan buat saya.

Baca https://liwunfamily.com/2018/02/24/balkan-spezialitaten-grillplatte-fur-zwei-kroatian-grill-rekomendasi-tempat-13/

Terakhir, saya tidak menyadari bahwa sate ini bisa dinikmati dengan saus yang disediakan. Dua saus yang disediakan terlihat menarik. Satu saus yakni tsatsiki, rasanya asam dan berasa bawang putih. Sedangkan saus lain berasa pedas, terdiri dari tomat, cabai dan bawang putih.

Hmm, bagaimana menurut anda?

Gebackene Forelle “Balkan Art” mit Pommes: Makanan Khas Balkan (2)

Happy Sunday! 

What are you doing today? In this time I was busy, no time for blogging. Slowly, I’ll be back with serious topic lol. So here is about one of seafood that served in Balkan speciality restaurant. 

Thanks for always following my blog❤

***

Ikan forelle dalam bahasa Jerman merupakan ikan yang biasa hidup di lautan pasifik. Ikan ini biasa juga disebut rainbow trout. Tentang ikan ini saya tidak paham apa namanya dalam bahasa Indonesia. 

Yups, pos ini bercerita makanan khas Balkan yang dipesan suami saya. Ikan forelle memiliki banyak duri dan rasanya lunak menurut saya seperti ikan dori. Semula saya pikir ini ikan dori, ternyata bukan.

Ikan ini ditulis dalam buku menu sebagai gebackenen forelle mit pommes. Pertama-tama saya bahas pommes dulu yakni kentang goreng yang semula direbus dulu agak matang. Setelah itu ditumis dengan irisan bawang bombay. Tambahkan garam secukupnya dan hiasi dengan daun seledri cincang.

Selanjutnya ikan forelle, pertama-tama dibersihkan dan dipotong siripnya. Lalu keringkan sebentar dengan tisu. Beri garam dan lada di kedua sisi. Masukkan ikan di rendaman telur yang dikocok sebelumnya. Lalu masukkan lagi dalam tepung.

Kemudian panaskan mentega di wajan. Masukkan ikan dan goreng hingga kecoklatan. Jika sudah selesai, sajikan dengan mayonaise. Beri mayonaise perasan lemon dan irisan daun dill. 

Selamat makan!

Pljeskavica, Makanan Meriah dari Serbia: Makanan Khas Balkan (1)

Pljeskavica mit Djuvecreis.

This post aims to introduce national dish by Serbian people. We just stopped by in restaurant which had claimed Balkan Speciality culinaries. 

The first dish was Pljeskavica mit Djuvecreis. It was prior seasoned and grilled of minced meat and served as with or without cheese inside. As side dish, this pljeskavica performed with spicy rice that known by djuvecreis.

Next post I’ll write on second culinary.

*** 

Suami ajak makan di restoran yang ahli dalam kuliner Balkan. Sebelumnya, saya sudah mempopulerkan makanan Balkan yang bisa dicek di sini

Makanan khas area Balkan tersebut sebenarnya berasal dari Serbia, namun begitu populernya makanan ini hingga dikenal di negara Kroasia, Bosnia dan Herzegovina. Karena tertarik dengan kepopulerannya maka saya pun memesannya. 

Sebelum memesan, saya bertanya seperti apa bentuk makanan tersebut. Pljeskavica adalah sajian daging giling yang dipanggang bumbu. Dagingnya bisa daging sapi, daging babi atau daging domba. Ini semacam hidangan meriah dan biasa disajikan di Serbia.

Ada dua pilihan di restoran ini, ada yang tanpa keju atau dengan keju di dalam. Saya memilih tanpa keju karena saya sudah mempertimbangkan kandungan lemak dari makanan tersebut. Jika anda suka steak dan makanan olahan daging maka makanan ini perlu dicoba. 

Untuk menyantapnya, ada nasi khas negeri Balkan yakni Djuvecreis. Semacam nasi merah. Lalu ada bawang bombay yang diiris halus. Kemudian tak kalah menarik adalah sambal khas milik mereka. Sambal ini disebut Avjar, biasa dijumpai di supermarket di Jerman.

Apakah anda tertarik mencoba makanan khas Balkan ini?