Zagreb, Kroasia (2): 8 Tempat Wajib Dikunjungi

Peta destinasi wisata di Zagreb.
Kendaraan yang dipakai untuk sightseeing city tour.

Kroasia kini menjadi destinasi wisata buat sebagian orang Indonesia. Namanya mulai dilirik untuk dikunjungi karena negara ini berhasil masuk dalam runner up juara piala dunia sepak bola tahun lalu. Siapa sangka negara yang letaknya di dekat wilayah mediterania menyimpan banyak pesona alam seperti laut dan pantai yang indah. Silahkan simak cerita saya liburan tahun lalu ke salah satu kota terbesar kedua di Kroasia di link ini dan kota kelahiran Luca Modric, si pemain sepak bola yang kiprahnya juga dikenal di tanah air. Link saya berkunjung ke Zadar, kota kelahiran Luca Modric bisa di cek di sini.

Suasana yang nyaman dan audio terjemahan seputar kota Zagreb.

Kali ini ulasan saya tentang Kroasia adalah ibukotanya. Ya, Zagreb menjadi kota terbesar pertama di Kroasia. Jika anda punya visa schengen, anda bisa memasuki Kroasia yang kini telah menjadi bagian dari negara Uni Eropa. Ini dibuktikan dengan bendera Uni Eropa di perbatasan negara dan beberapa tempat publik lainnya. Mata uang yang digunakan disebut Kuna.

Untuk memudahkan anda berkeliling Zagreb, anda bisa mengikuti paket Hop On Hop Off Panoramic Tour dengan titik keberangkatan dari jalan utama, Palmoticeva Ulica. Paket ini sudah termasuk mendengarkan alih bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman dan lain-lain. Kita juga mendapatkan akses internet selama perjalanan tur.

1. Jelacic Square

Dapat dikatakan ini adalah area alun-alun kota Zagreb. Di sini menjadi area bebas mobil dan khusus pejalan kaki sejak area ini mulai dipadati lalu lalang mobil. Namun di sini menjadi tempat titik temu dari trem, transportasi umum di Zagreb. Untuk menandai area ini, anda cukup mengenali dari patung seorang pria menunggang kuda.

Pria tersebut adalah Josip Jelacic yang dibuat oleh seorang seniman Austria. Saat Kroasia dilanda masalah politik, patung ini sempat dipermasalahkan hingga ada seorang yang menyimpannya selama kurun waktu tertentu. Ketika Kroasia sudah berdiri menjadi negara independen, patung ini ditempatkan kembali sebagai simbol alun-alun kota Zagreb.

2. Art Pavilion

Gedung megah ini dibangun sekitar abad 19 sebagai gedung seni bersejarah. Warna kuning pada bangunan dengan atap berwarna hijau tosca. Gedung megah ini tepat berada di utara area King Tomislav Square.

3. Stasiun kereta api utama

Seperti layaknya stasiun utama di Eropa pada umumnya, biasanya gedungnya sudah berusia ratusan tahun dan tampak megah. Ini juga menjadi stasiun tersibuk di Zagreb.

4. Arts and Crafts Museum

Lagi-lagi museum seni karena negara ini pencinta seni sangat. Saat saya berkunjung ke beberapa kota di Kroasia, saya juga mendapati museum seni dengan hal-hal yang signifikan dipamerkan. Di museum seni dan kerajinan ini terdapat lebih dari 160 ribu objek yang dikumpulkan sejak abad 4 Masehi. Niat menjadi museum berawal dari tempat ini yang smeila adalah sekolah seni. Bangunan bergaya renaisans ini memang menjadi salah satu tujuan wisata di Zagreb.

5. Gereja Katolik Santa Catharina

Gereja katolik yang dibangun pada abad 17 ini sempat mengalami kerusakan karena gempa bumi melanda tahun 1880. Setahun kemudian dilakukan perbaikan di gereja ini. Namun peristiwa alam ini belum sebanding dengan peristiwa penembakan yang terjadi abad 17. Atas bantuan dan donasi keluarga kaya dari Krosia, gereja ini diperbaiki kembali.

6. Gereja katolik Santo Markus

Gereja katolik bergaya gothic ini dibangun sekitar awal abad 13. Semula gaya arsitektur bangunan gereja adalah romanesque. Kemudian bentuk bangunan mengalami perubahan seabad setelah pembangunannya. Gereja ini menarik untuk diamati karena atapnya yang melambangkan kota Zagreb dan triune wilayah Kroasia, Slavonia dan Dalmatia.

7. Katedral Zagreb

Tampak depan.
Tampak samping.

Gereja katedral bersejarah yang telah melewati pergulatan politik dan masa ke masa dibangjn sekitar abad 13. Gereja katolik Santa Maria Diangkat Ke Surga memiliki menara yang konon tertinggi di Kroasia. Menara setinggi 108 meter dibangun setelah Kroasia sempat dilanda bencana gempa bumi pada abad 19.

8. Mirogoj

Terakhir adalah pemakaman umum untuk semua agama dan orang tak beragama. Anda juga bisa menemukan makam orang yang terkemuka di kroasi. Karena arsitekturnya yang menawan, pemakaman umum ini juga menjadi salah satu destinasi wisata kota Zagreb.

So, semoga bermanfaat bagi anda yang berkunjung ke sini😊

Advertisements

Zagreb, Kroasia (1): Tradisi Jelang Paskah

Dekorasi telur paskah di depan Katedral Zagreb.

Kroasia adalah salah satu negara di Eropa Timur yang mayoritas penduduknya beragama katolik. Hal ini tampak dari banyaknya bangunan gereja katolik yang sudah ada sejak jaman kristen awal. Lalu berbagai tradisi penduduknya pun masih berkaitan dengan liturgi gereja katolik. Seperti yang saya amati bahwa persiapan pra-paskah sudah dimulai sejak Rabu Abu atau yang disebut Pepelnica dalam bahasa setempat. Kemudian masa paskah dimulai dengan berbagai tradisi warga, kebanyakan di wilayah Dalmatia.

Salah satu gereja yang sudah ada sejak tahun 305 Masehi di Split, Kroasia.
Menara katedral Split.

Untuk pekan suci dimulai dengan Minggu Palma, yang disebut dengan Cvetjanica dalam bahasa setempat. Tradisi paskah lainnya banyak dilakukan di wilayah Dalmatia, satu dari empat region Kroasia. Dalmatia merupakan wilayah tertua dan penuh sejarah. Bahkan namanya disebut dalam kitab suci perjanjian baru. Orang-orang Dalmatia merayakan paskah lebih khidmat ketimbang hari raya natal. Sejak Minggu Palma, komunitas di paroki sudah sibuk mengorganisir persiapan Tri Hari suci.

Ilustrasi tentara romawi di depan Katedral Split.

Memasuki Pekan Suci, perkumpulan komunitas tertentu mengenakan pakaian tentara romawi dan menyanyikan lagu abad pertengahan. Masih di area yang sama, dimulai Kamis Putih atau yang disebut Veliki Cetvrtak dimana mereka punya tradisi berjaga di sebuah makam. Tradisi ini seolah-olah seperti waktu Yesus menjalani malam setelah dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus. Tradisi ini berakhir setelah Yesus Bangkit dengan memecahkan bunyi-bunyian. Dimana sebelumnya tidak ada alat musik diperdengarkan karena kita sedang memasuki masa sengsara.

Masih ada tradisi-tradisi lain yang dilaksanakan tiap paroki di Dalmatia menjelang Paskah. Tradisi ini sudah dilaksanakan berabad-abad lamanya. Pemerintah setempat mempromosikannya untuk memperkenalkan Kroasia kepada dunia melalui tradisi penyelenggaraan Paskah.

Satu yang pasti saat Paskah di Kroasia adalah telur warna. Telur dicat berwarna-warni dan diberikan sebagai hadiah. Ada pula telur yang didekorasi indah sebagai lambang perayaan paskah. Lomba mencari telur atau lomba berburu telur adalah salah satu keunikan merayakan paskah juga di sini. Seperti yang saya temukan telor dekorasi di depan Katedral Zagreb saat ini.

Selamat merayakan Paskah bagi anda yang merayakannya!

Split, Kroasia (3): Cevapcici, Makanan Wajib Dicoba

Cevapcici.
Panggang dada ayam.

Cevapcici adalah makanan tradisional khas Kroasia, Serbia juga Bosnia. Sebelum berkunjung ke Kroasia, saya sudah pernah mencobanya di restoran khas Balkan. Cerita saya tersebut, bisa dilihat di sini. Tak hanya itu, cevapcici juga bisa dengan mudahnya dibeli di supermarket dalam bentuk kemasan yang sudah matang. Lalu di rumah, anda hanya memanaskan sekitar 5 menit di microwave.

Begitu terkenalnya cevapcici, hingga suatu restoran di sini menyediakan cevapcici gratis saat piala dunia 2018 lalu. Hidangan tersebut bagi para penonton yang antusias melihat perhelatan kesebelasan Kroasia melawan Perancis lalu. Cerita saya ini juga bisa dilihat di sini. Setelah itu, saya jadi ingin berlibur musim panas ke Kroasia.

Namun cerita tentang cevapcici tidak berhenti sampai di situ. Ketika tiba waktunya berlibur pun, saya menyempatkan untuk mencoba cevapcici. Sekedar penasaran, apakah rasanya sama dengan cevapcici yang dijual di Jerman?

Di Split, kami berhenti sebentar di pusat perbelanjaan terbesar di sana. Kami pergi ke foodcourt dan melihat kemungkinan dijualnya cevapcici. Akhirnya kami berhenti ke restoran serba ada, karena sajian makanannya tersedia berbagai macam pilihan.

Saya pesan cevapcici sementara suami pesan panggang dada ayam. Seperti yang terlihat di atas, cevapcici adalah daging giling berbumbu yang dibentuk lonjong kemudian digoreng sebentar. Rasa cevapcici enak dan sedikit berlemak. Itu mungkin karena digoreng. Namun ada juga pilihan dipanggang, tergantung si pembuat yang meracik juga bumbunya ala Balkan.

Untuk menikmati cevapcici, bisa dengan kentang goreng seperti yang saya pesan. Pilihan lain, cevapcici dimakan dengan roti atau nasi pedas ala Balkan seperti cerita saya sebelumnya, berkenalan pertama kali dengan cevapcici. Nama nasi pedas paprika itu Djuvecreis.

Selanjutnya, suami saya memesan panggang dada ayam. Hampir dipastikan makanan di sini banyak menggunakan daging. Meski begitu, ada pilihan bagi vegetaris dan vegan, dengan sajian ala Balkan yang bisa dicek di menu seperti aneka salad yang juga cukup enak.

Namun begitu, tak lengkap rasanya berkunjung ke sini jika tak mencicipi cevapcici.

Split, Kroasia (2): Pernah Menjadi Bagian dari Kejayaan Romawi

Maket kota Split.

Melanjutkan kunjungan kami ke Split, Kroasia beberapa waktu lalu. Kali ini saya bercerita lebih panjang lagi, apa yang anda dapatkan di Split sebagai kota terbesar di sekitar laut Adriatik. Dengan jumlah penduduk 200.000, Split juga menjadi tujuan wisata bagi wisatawan karena ketersediaan berbagai transportasi untuk menjangkaunya. Mulai dari kapal laut, kereta hingga pesawat pun bisa tiba langsung ke Split.

Sejak tahun 1979, UNESCO telah menjadikan kota tua Split sebagai cagar budaya dunia yang harus dilindungi. Dikenal sebagai kota yang dipenuhi arsitektur menawan berbangunan putih, Split dihiasi istana dan peninggalan bangunan sejak 1700 tahun yang lalu.

Konon Kaisar Diocletian adalah kaisar yang mendirikan Split hingga layaknya kota Roma. Kaisar Diocletian adalah kaisar yang memerintah pada kekaisaran Romawi sekitar abad 3 Masehi. Ia bermaksud mendirikan Split untuk menghabiskan masa tuanya. Apalagi Split yang terletak di laut Adriatik punya pantai yang bersih dan indah. Ditambah banyaknya gereja masa itu, seolah Split menawarkan kedamaian spritual.

Sebagai bukti bahwa Split pernah menjadi bagian dari kejayaan Romawi, ada petugas di pintu masuk pusat kota tua yang mengenakan kostum ala prajurit romawi. Katedral Split dengan tinggi menara 60 meter menjulang dan mudah dikenali dari kejauhan. Katedral dibangun pada masa Kaisar Diocletian. Katedral ini memiliki altar yang indah. Untuk mengetahui lebih jauh tentang katedral, pengunjung dikenakan tiket masuk.

Lagipula banyak bangunan di Split yang menawan dan masih bisa dinikmati hingga sekarang. Anda bisa saja menikmati secangkir kopi di dalam kafe yang berbangunan ribuan tahun lalu. Atau menikmati sajian istimewa di restoran dengan bangunan yang benar-benar terbaik untuk spot berfoto.

Sebagai kota besar, anda bisa menjumpai bagaimana penduduk Split bertransaksi di pasar ikan atau juga pasar sovenir. Penduduknya yang ramah siap menyambut turis yang datang.

Split, Kroasia (1): Kota Terbesar Kedua yang Menarik Dikunjungi

Split juga kota pelabuhan. Cantik ya!
Sisi pantai banyak terdapat palem raja dan tempat duduk yang bisa buat rileks.
Banyak bangunan di kota lama terbuat dari batu putih, peninggalan kejayaan romawi.
Ini yang disebut wilayah Dalmatian, bebatuan dan tampak gersang.

Setelah puas berlibur di Zadar, kami memutuskan untuk menjelajah wilayah lain di Kroasia. Kami putuskan ke kota sebelah yakni Split. Rupanya Split ini merupakan kota terbesar kedua di Kroasia. Kami pun segera meluncur dengan waktu tempuh dari Zadar kurang dari dua jam pakai kendaraan pribadi.

Tak henti-hentinya kami berdecak kagum dengan panorama alam sepanjang perjalanan dari Zadar ke Split. Meski tampak berbatuan dan gersang namun ciptaan Tuhan di sini begitu indah. Ini yang disebut Dalmatian. Begitu pun di sisi jalan lainnya adalah laut Adriatik yang mempesona mata. Perjalanan kami tentu melalui jalan tol, bebas macet dan jalanan yang mulus.

Split merupakan kota besar dibandingkan Zadar. Tandanya adalah macet di jalan raya, beberapa mall dan gedung perkantoran di sini. Namun Split juga tujuan wisata karena ada pelabuhan, tempat bersandarnya kapal-kapal wisata dan kapal penumpang. Di Split banyak terdapat bangunan tua terbuat dari batu putih peninggalan kejayaan romawi.

Meski berganti pergolakan politik dari berbagai pemerintahan, Split tetap menawan untuk dikunjungi. Buktinya saat kami datang, banyak wisatawan dari berbagai negara berwisata di sini. Kota ini menawarkan masa lalu dan modernitas bersamaan. Penduduknya begitu bangga memperkenalkan kecantikan Split kepada wisatawan.

Penduduk di sini ramah terhadap wistawan yang datang. Mereka tahu bagaimana memperlakukan turis dengan jasa yang ditawarkan. Hotel, restoran dan kafe dipenuhi wisatawan. Di sini pun ada pasar murah yang menjual cinderamata khas Kroasia. Itu artinya, kota ini sering dikunjungi wisatawan.

Hanya saja banyak hal terlupakan di Split karena kami salah memarkirkan mobil. Akhirnya mobil diangkut petugas parkir. Kami begitu kaget ketika mobil tak ada di tempat parkir. Kami harus mengejarnya dengan taksi ke tempat penampungan mobil-mobil yang salah parkir. Petugas memberikan surat denda dan kami harus membayarnya di bank setempat. Sempat kaget dan lupa sesaat menikmati indahnya Split. Mungkin karena Split adalah kota yang lebih besar ketimbang Zadar.

Contoh parkir sepeda, harus tertib.

Tipsnya: Sebagai turis, perhatikan berbagai petunjuk dan informasi yang tertera agar tidak kena denda!

Cerita kunjungan ke Split selanjutnya, akan segera dibuat.

Zadar, Kroasia (5): Dalmatin Lungić Umotan dan Janjeći Kotleti, Kuliner Lokal Khas Negeri Dalmatian

Lungić umotan.
Janjeći kotleti.

Tak lengkap rasanya pergi berlibur ke suatu tempat tanpa mencicipi kuliner lokal. Sebagaimana yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa ada banyak pilihan untuk menikmati sajian masakan, mulai dari lokal hingga internasional. Masalahnya, ini adalah area wisata yang sudah pasti anda perlu merogoh kocek lebih untuk sajian istimewa. Kami pun penasaran dengan makanan lokal yakni khas Dalmatia.

Nama Dalmatia pernah tercatat dalam sejarah ketika berhasil menaklukan bangsa romawi. Mereka yang disebut orang-orang Dalmatia pernah hidup di dekat laut Adriatik, yang sekarang disebut negara Kroasia. Kemudian perang saling menguasai sehingga bangsa romawi pun sempat menduduki area laut Adriatik. Itu sebab bahasa masyarakat Dalmatia ada perpaduan dengan bahasa Italia. Ketika bangsa romawi berhasil ditaklukkan, berangsur-angsur masyarakat Dalmatia membangun negeri mereka.

Apakah kuliner Dalmatia juga dipengaruhi dari kehadiran bangsa romawi beratus-ratus tahun lalu? Saya sendiri tidak bisa menilai karena saya hanya penikmat kuliner. Namun seperti yang anda lihat, makanan khas negeri Dalmatia tak ubahnya seperti masakan-masakan Eropa pada umumnya. Ada daging, pasta dan kentang seperti yang terlihat dalam menu makanan yang kami pesan.

Hal menarik sebagai daerah wisata, restoran selalu menuliskan daftar menu tidak hanya dalam bahasa lokal. Mereka menjelaskan rincian menu dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Tiap meja restoran di sini selalu diletakkan olive oil, cuka minyak, garam dan merica. Tak hanya itu, restoran juga menerima pembayaran dalam mata uang Euro jika kita tidak punya mata uang lokal. Ini membuat kami tak perlu lagi tukar uang di money changer.

Makanan pertama adalah lungić umotan dengan saus krim jamur. Makanan non halal ini menggunakan daging babi yang dibungkus bacon dan kemudian digoreng biasa. Sedangkan sausnya adalah jamur kancing yang dioseng sebentar kemudian ditambahkan garam, merica dan krim. Untuk menikmatinya, ada tambahan gnocchi, semacam pangsit atau bola-bola lonjong khas negeri Italia yang terbuat dari tepung terigu, telur, keju, kentang dan semacamnya. Bentuknya seperti bola yang direbus.

Makanan kedua yang dipesan adalah janjeći kotleti dengan saus istimewa. Saus ini dibuat dari anggur merah, krim dan madu. Tambahan saus lainnya adalah campuran krim dan sayuran. Dagingnya sendiri adalah lamb chops, daging kambing muda yang tidak berbau. Untuk menikmatinya, ada kentang yang direbus biasa dan dipotong kecil-kecil.

Makanan istimewa ini memang layak disebut sebagai sajian pelancong seperti kami. Hidangannya pas di lidah dan juga enak sekali. Suasana restoran juga privat dan tak ramai. Asyik untuk menikmati suasana liburan. Tentu, jika anda senang dengan pelayanan mereka, berikan tip sebagai apresiasi terhadap kerja mereka.

Zadar, Kroasia (4): Ini Alasannya Menjadi Kota Wisata

Bergerak ke arah selatan Zadar, anda bisa mendapatkan ketenangan dari keramaian kota Zadar.
Mata uang Kroasia, Kuna (KN).
Aneka water sport ditawarkan di sini.
Berjemur atau berenang, silahkan saja!
Kendaraan wisata gratis untuk turis yang disesuaikan jadwalnya untuk berkeliling Zadar.
Salah satu sudut restoran di Zadar.
Malam hari di Zadar.
Menjelang senja.

Dalam brosur wisata dikatakan bahwa Zadar adalah jantungnya mediterania. Namanya telah ada sejak abad 9 dan 10 sebelum Masehi yang dibuktikan dengan peninggalan kuil yang sekarang tinggal puing-puing saja yang ditutupi kaca. Nama Zadar disebut kaisar Byzantium sebagai kota yang pernah ada pada masa itu, bersamaan dengan Diadora di Yunani. Berbagai peninggalan seperti “the Roman Forum” sebagai bukti situs yang mengesankan dari masa lalu. Keindahan laut Adriatik menambah pesona Zadar sebagai tujuan turis Eropa sejak dulu.

Tahun 2016 Zadar dinobatkan sebagai The best European Destination dalam penghargaan bergengsi yang diselenggarakan website european best destination. Setelah voting selama tiga hari, Zadar mengalahkan 19 kota lainnya di Eropa. Zadar yang semula kota tua era romawi yang tampak dari sisa peninggalannya, beralih menjadi kota modern yang terlihat dari restoran, museum ilusi, penawaran paket wisata hingga sea organ yang memikat pelancong. Penduduknya pun ramah dan siap menyambut turis yang datang.

Keindahan pantainya tak hanya memikat pelancong Eropa. Di tepi pantai Zadar tertera bahwa Alfred Hitchcock (1964) menyebut Zadar sebagai tempat terindah untuk menikmati matahari terbenam daripada Key West di Florida. Bagaimana pun Zadar telah berhasil memikat banyak pelancong untuk datang ke sini, bahkan dengan yacht sekali pun.

Zadar kerap disinggahi para pelancong dengan menggunakan kapal kecil, semacam yacht. Itu sebab tersedia dermaga parkir yacht dan banyak yacht mewah berseliweran di sini. Dahulu mereka memang berlabuh di Zadar hanya sekedar minum kopi sembari rehat sejenak. Dikutip dari brosur wisata dikatakan bahwa kafe pertama di Zadar telah dibuka sejak tahun 1730.

Hingga sekarang kafe tua yang masih beroperasi sejak tahun 1796 masih bisa dinikmati meski sudah berganti pemilik. Bahkan dalam perbendaharaan kamus bahasa lokal, ditemukan kata “Kafenisati” yang berarti lebih dari sekedar minum kopi. Itu artinya minum kopi menjadi bagian keseharian sosial masyarakat di sini untuk memelihara silahturahmi dalam keluarga dan pertemanan.

Ada banyak ragam kuliner yang bisa ditemukan di sini. Tidak hanya makanan lokal, banyak restoran menawarkan menu internasional. Di sekitar hotel kami menginap ada restoran Asia juga. Lalu kota ini juga menawarkan kenyamanan, ketenangan dan keamanan bagi wisatawan yang datang. Bagi para muda-mudi, ada tawaran night life yang memikat.

Tak suka keramaian ala turis, ada taman nasional Kornati yang wajib dikunjungi. Bergerak ke selatan, ada wilayah sekitar Zadar yang juga menawan namun tak begitu ramai pelancong. Di sini anda bisa menikmati aneka olahraga air hingga berjemur di pantainya yang tertutup. Anda juga bisa melihat tambak garam yang masih dikelola warga setempat.

Sekian alasan yang sudah saya sebut di atas, semoga membuat anda penasaran untuk berkunjung.

Zadar, Kroasia (3): Jagung Bakar, Donut Hingga Indomie Ada di Kroasia

Jagung bakar.
Fritule atau disebut juga donut.
Es krim.
Aneka panganan lokal.

Makanan apa yang anda bayangkan jika berada di wilayah mediterania? Atau makanan apa yang mungkin bisa dijumpai di tepi pantai? Selintas pemikiran tersebut mengalihkan saya mengingat perut sudah terasa lapar. Maklum berjalan di tepi pantai di Zadar ada banyak pilihan kuliner ala kafe, restoran dan bar yang semuanya tergantung selera anda. Namun saya ingin sesuatu yang lain, semacam jajanan kaki lima. Saya bujuk suami, akhirnya dia pun luluh.

Kebetulan saat kami datang, ada pasar malam dan malam seni ala India. Banyak orang datang hilir mudik, termasuk yang berbelanja sampai mereka yang hanya melihat-lihat. Karena ada banyak jajanan lokal di tenda, saya jadi bingung mau pilih mana.

Pertama, jagung bakar yang menurut bahasa lokal disebut “kukuruz”. Penasaran dengan rasanya, kami pun membelinya. Harganya 16 KN, setara 2€ dimana jagung hanya dibakar saja diberi garam yang ditaburi, jika si pembeli suka. Kami tunggu kira-kira sekitar 5 – 10 menit sampai penjual selesai membakarnya. Harganya sih terkesan mahal karena Zadar kota turis, itu kata teman saya orang Kroasia.

Usai menikmati jagung bakar, kami mengamati macam-macam penganan lokal yang dijajakan. Rupanya ada kue donat dengan bentuk yang berbeda. Donut disebut juga Fritule, namun beberapa gerai jajanan menamainya kue ini donut. Donat yang biasa kita kenal berbentuk bulat dengan lubang di tengah. Di sini bentuknya sama bulat, hanya saja tidak berlubang. Untuk menambah rasa bisa ditambahkan gula bubuk putih yang seperti bedak atau nutela cokelat. Harganya sekitar 20KN.

Mengapa diberi nama donat? Bahan kue yang digunakan untuk membuat donat juga sama. Rasanya pun sama seperti donut. Diberi nama donat karena di Zadar terdapat gereja katolik santo Donatus. Lebih jelas tentang gereja santo Donatus, bisa dicek di sini.

Jajanan lain, ada juga es krim dengan aneka rasa yang memikat. Harga es krim bervariasi mulai dari 9€ untuk satu cup sendok es krim. Jajanan lain juga jus buah yang dijual dengan harga bervariasi. Meski anda turis perhatikan juga saat anda menerima uang kembalian. Terkadang mereka mengembalikan nominal uang yang tidak sesuai.

Indomie rasa mediterania.
Indomie rasa kari ayam ala Mediterania.
Suasana pasar malam.

Terakhir, saya juga mendapati indomie. Siapa sih yang tidak kenal indomie di Indonesia? Rupanya tahun 2016, pabrik indomie baru saja dibuka di area Serbia, negara tetangga Kroasia. Saya mendapati indomie dengan bahasa lokal terjual di salah satu supermarket di Zadar. Indomie dengan aneka rasa seperti rasa kari ayam, berada di bagian kuliner Asia.

Nah, berikut saran saya di bawah ini.

  1. Untuk menginap di wilayah wisata seperti tidak cukup hanya sebentar. Oleh karena itu, kita bisa memesan kamar ala vila atau apartemen dimana sudah tersedia perlengkapan dapur dan dapur yang nyaman. Untuk berhemat, kita bisa memasak sendiri dan tak harus setiap saat membeli.
  2. Perhatikan juga saat terima uang kembalian. Terkadang sebagai turis, kita abai dan mungkin saja uang kembalian yang diterima tidak sesuai.
  3. Zadar ini kota yang nyaman untuk turis. Ada banyak pilihan kuliner yang tersedia. Jika ingin memasak sendiri, tersedia supermarket besar yang menyediakan kebutuhan pangan.
  4. Ada transportasi gratis seputar kota Zadar dari pusat kota ke beberapa titik penginapan. Selebihnya, anda bisa berjalan kaki atau sewa sepeda.

Semoga bermanfaat.

Zadar, Kroasia (2): The Episcopal Complex di Kota Kelahiran Luca Modric

Gereja katolik Santo Donatus yang jadi simbol kota Zadar.

Luca Modric adalah kapten kesebalasan tim sepakbola nasional asal Kroasia. Namanya melambung karena berhasil membawa timnya hingga menjadi juara dua Piala Dunia tahun 2018 lalu. Banyak mata dunia mulai mencari tahu negara cevapcici ini, meski sebenarnya negara Eropa sudah sering menjadikan Kroasia sebagai tujuan wisata. Nah, Zadar adalah kota yang mengesankan bagi Luca Modric. Mengesankan pula bagi kami sebagai wisatawan yang datang ke Zadar dan tinggal beberapa hari di sana.

Sebelumnya saya sudah membahas keindahan pantainya dan sea organ yang mengundang minat wisatawan. Selanjutnya, bagian menarik dari kota tua Zadar adalah the Episcopal Complex. Area seluas 3 hektar ini termasuk wilayah cagar budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Selain menjadi situs budaya dan keagamaan, tempat ini juga menjadi magnet turis dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan dari sejarah Zadar.

1. Gereja katolik Santo Donatus

Menara gereja yang mengesankan kota Zadar.
Di depannya masih terdapat puing peninggalan situs-situs bersejarah.
Karena pernah menjadi alun-alun kota, depan gereja menjadi panggung warga. Salah satunya saat kami datang, ada pertujukan malam kesenian India.

Gereja ini memiliki monumen yang unik dan menjadi simbol kota Zadar. Dari sini, kita bisa melihat keindahan pantai dan kota tua Zadar. Di depan gereja, sering dijadikan panggung warga. Seperti saat kami datang, ada malam kesenian dari India. Tampak penari India dengan memakai kain sari sedang menarikan dendang India. Setelah itu, ada semacam “nonton bareng” yang kami sendiri tidak tahu cerita dari film tersebut karena berbahasa lokal.

Sebuah legenda dikatakan bahwa Uskup Donatus dari Zadar membangunnya abad 9 Masehi. Gereja yang keseluruhannya dibangun dari batu ini masih kuat hingga sekarang. Menurut warga, gereja ini didedikasikan sebagai penghormatan terhadap tritunggal maha kudus yang dipercaya umat katolik. Pengaruh uskup Donatus menjadikan umat katolik Zadar pada masa itu bisa berjumpa dengan Paus Alexander III. Sesuatu hal yang istimewa dan kebanggaan bagi warga Zadar saat itu, yakni dikunjungi Paus sehingga Zadar sebagai suatu komunitas yang berdiri sendiri dari region Dalmatian.

Untuk menyelusuri gereja dan menara lebih jauh, anda perlu bayar tiket masuk.

2. The Roman Forum

Di depan gereja, terdapat situs batu-batu sebagai puing kuil yang mengesankan dan pernah dibangun sekitar abad 3 sebelum Masehi. Batu-batu pondasi ini juga dikatakan sebagai sisa alun-alun kota yang dijadikan sentra publik saat itu. Jika ada penjahat yang tertangkap, biasanya diletakkan di sini agar banyak orang melihatnya sebagai efek jera.

Anda tidak perlu bayar untuk datang ke sini. Tempat ini selalu dipenuhi banyak orang dan tak pernah sepi.

3. Tembok dan gerbang kota Zadar

Salah satu dari gerbang kota.
Lihat saja bagaimana Zadar dibangun dengan megah, bahkan untuk lantainya sendiri dari batu.

Bangunan ini menjadi penting yang menandai kota Zadar. Sampai sekarang kota tua Zadar dikelilingi gerbang kota yang sarat makna. Kami sampai terkagum-kagum bahwa bangunan ini masih kokoh sampai sekarang. Gerbang kota juga dibangun untuk memberi penghormatan kepada Paus Alexander III yang datang ke Zadar. Kami juga mendapati gerbang kota yang dibangun dengan lambang singa. Ini menandai Santo Markus, salah satu dari empat pengarang Injil.

Ada beberapa gerbang dan tembok kota, yang bisa dikunjungi kapan saja dan tidak dipungut biaya.

4. Katedral Zadar Santa Anastasia

Arsitektur katedral tampak atas pintu masuk.
Altar yang tampak sederhana.

Tepat di belakang persis gereja katolik Santo Donatus, terdapat katedral Santa Anastasia. Tidak ada tiket masuk, namun anda bisa memberikan donasi jika mau sesuai tempat yang disediakan. Karena gereja ini masih digunakan untuk tempat ibadah, maka pengunjung perlu memperhatikan keperluan untuk berfoto dan melihat-lihat.

Di gereja ini masih tersimpan peninggalan relikui Santa Anastasia. Berkat Uskup dan Martir Donatus, yang berhasil membawa relikui peninggalan Santa Anastasia dari Konstantinopel ke Zadar, maka katedral ini diberi nama Santa Anastasia. Katedral ini sendiri dibangun abad 12 dan 13 Masehi, dengan gaya roman seperti kebanyakan gereja katolik di Zadar saat itu. Kemudian abad 18, gereja dibangun kembali dengan gaya baroque.

5. Gereja katolik Santa Maria

Sebelah kiri, Museum Arkeologi dan sebelah kanan adalah gereja Santa Maria.
Tampak depan gereja.

Masih dalam satu kompleks kota tua Zadar, ada gereja katolik Santa Maria yang dibangun abad 11. Setelah beberapa kali mengalami renovasi namun gereja dengan menara Koloman menjadi gereja yang terkesan romantik. Sebelah gereja, dahulu dijadikan sebagai biara dan sekarang menjadi museum. Di museum ini tersimpan benda-benda rohani seperti relikui orang kudus dan koleksi berharga seperti lukisan, artefak milik kota Zadar.

Untuk memasuki museum, pengunjung perlu membayar tiket masuk.

6. Gereja katolik Santo Chrysoganus

Gereja katolik selanjutnya menjadi penting bagi kota Zadar. Gereja ini diberi nama Santo Chrysogonus sebagai pelindung kota Zadar. Gereja diperkirakan dibangun tahun 1175 dan menjadi bagian dari biara Benedictine. Dengan gaya arsitektur Roman seperti pada gereja-gereja umumnya di Zadar, bangunannya terlihat sederhana namun menawarkan kedamaian bagi pengunjung.

Tahun 1717 disimpan relikui Santo Chrysogonus di sini. Santo Chrysogonus adalah martir dan orang kudus yang diakui gereja katolik dan gereja Ortodoks. Beliau diperkirakan hidup sekitar jaman Kristen Awal, bersamaan dengan Santa Anastasia, putri kaisar Romawi. Beliau adalah guru spiritual dari Santa Anastasia.

Tidak ada tiket masuk jika ingin datang ke sini.

7. Gereja katolik “Our Lady of Health”

Tampak depan gereja.
Taman sebelah gereja, yang berisi patung tokoh publik.

Gereja ini tampak tidak terlihat, karena area sekitarnya merupakan taman yang hijau. Gereja kecil ini dibangun tahun 1703. Di dalam gereja terpajang kopi dari lukisan Bunda Maria yang terkenal. Lukisan asli bernama “Our Lady of KaÅ¡telo” dipamerkan di museum arkeologi, Zadar.

Di dekat gereja terdapat patung-patung tokoh terkenal dengan nama asli Kroasia. Kami sendiri tidak paham, apakah ini tokoh bersejarah atau tokoh publik lainnya? Tidak ada penjelasan. Di sekitar taman hijau ini tersedia bangku taman yang memungkin untuk rehat sejenak.

Cerita menarik dari kota kelahiran Luca Modric, masih berlanjut. Ditunggu ya!

Zadar, Kroasia (1): Indahnya Pantai, Matahari Terbenam Hingga “Sea Organ” yang Hanya Ada Di Sini

Banyak pemilik yacht di seluruh dunia senang berlabuh di sini.
Dermaga pantai marina.
Sewa yacht juga.
Tepi pantai saat senja.
Tak pernah bosan menanti senja di tepi pantai.

Liburan kami kali ini adalah negara Kroasia. Kami berdiskusi sebelum berlibur, sebelah mana bagian dari Kroasia yang akan dikunjungi. Akhirnya sepakat diputuskan adalah Zadar. Rupanya Zadar adalah salah satu tempat yang paling indah untuk menikmati keindahan pantainya dan menyaksikan matahari terbenam. Begitu indah pantainya sampai-sampai ombak di pantainya bisa dijadikan organ, alat musik. Ya, Zadar terkenal dengan “sea organ” dimana kita bisa mendengarkan suara alat musik seperti organ dari deburan ombak pantainya. Keren ‘kan!

Alasan lain mengapa kami berkunjung akan disusul ceritanya. Sekarang anda pasti penasaran seperti apa “sea organ” itu?

Sea organ yang tak pernah sepi pengunjung.
Bagaimana muncul sea organ? Ada penjelasan informasi ilmiahnya berbahasa latin.
Ditambah visual cahaya warna-warni menambah indahnya malam tepi pantai.

Sea organ dalam bahasa lokal disebut “Morske Orgulje” memang ada di Zadar, Kroasia. Dari Wikipedia dikatakan ini semacam alat musik instrumental yang dimainkan melalui gelombang laut, angin, “kesempatan” dan sebuah tabung di bawah tangga-tangga sekitar tepi pantai.

Penciptanya adalah seorang arsitek yang bernama Nikola Bašić dan telah berhasil dalam proyek desain ulang tepi pantai Zadar yang indah. Penjelasan mengapa berhasil menciptakan musik tersendiri, ada informasi ilmiah yang tertera di dekat sea organ. Hanya saja memang musik yang harmonis kalah sama riuhnya orang yang datang dan sibuk berfoto. Maklum sejak dibuka tahun 2005, pengunjung sea organ tak pernah sepi.

Sea organ juga ada di San Fransisco, hanya saja di Zadar ada pengiring visual yakni cahaya warna-warni di sekitar sea organ. Mungkin ini jadi alasan banyak orang untuk mendokumentasikannya. Tak hanya musik, ada cahaya warna-warni yang melengkapi keharmonisan tepi pantai di malam hari.

Pantai Zadar memang menawarkan keindahan tersendiri. Letaknya berada di laut Adriatik yang berseberangan dengan negara Italia yang sama-sama punya keindahan tepi pantai. Itu sebab Zadar tak pernah sepi dari kunjungan turis Eropa sejak dahulu kala. Dalam sumber brosur turis disebut nama Zadar sudah dijadikan tujuan wisata dalam ‘A journey Around the World’ pada tahun 1330. Tak salah jika Zadar adalah rujukan turis Eropa sejak lama.

Zadar dijuluki sebagai salah satu tempat terindah di dunia untuk menikmati mahari terbenam. Menjelang senja, banyak orang berjalan di tepi pantai sambil mendokumentasikan keindahan warnanya alam Zadar. Di sini pula banyak pemilik yacht di dunia senang melabuhkan kapal-kapal mereka sembari menikmati pesona kota Zadar sebagai jantungnya mediterania.

Namanya kota wisata, turis tak akan dibuat bosan dengan pilihan wisata di sini. Mulai dari laut, Zadar memiliki museum maritim. Lalu sewa yacht untuk berkeliling menikmati lautnya yang indah dan mencari spot menyelam, itu bisa jadi pilihan. Pilihan lain, ikut paket kapal wisata selama satu hari dan mengunjungi private beach. Seru ‘kan!

Dari Zadar, turis bisa mengunjungi taman nasionalnya Kornati yang benar-benar indah. Taman nasional yang dimaksud berupa gugusan ratusan pulau di antara lautan. Ada pilihan paket wisata yang dikehendaki untuk datang ke Kornati. Jika kita datang di musim panas, paket wisatanya biasa dilakukan setiap hari atau dua hari sekali.

Hmmm, alasan lainnya untuk menikmati Zadar? Silahkan ditunggu lanjutannya!